Anda di halaman 1dari 5

Abon “LEMUR” sebagai Inovasi Produk Olahan

Makanan Praktis dan Sehat

Diusulkan oleh:
Ajeng Fadillah ; 170341615005; Angkatan 2017
Binazir Tuza Q. M. ; 170413618291; Angkatan 2017
Dinda Ratu ; 170341615049; Angkatan 2017
Dorris Ningtyas ; 170341615113; Angkatan 2017
Nira Yulika ; 170341615007; Angkatan 2017
Latar Belakang
1. Lele dan Jamur tiram melimpah.
2. Melimpahnya jumlah Lele dan Jamur tiram di pasaran dikarenakan
oleh beberapa faktor.
3. Inovasi menyatukan kedua bahan yang melimpah tersebut
menjadi suatu produk olahan makanan.
4. Abon merupakan makanan lauk praktis yang dapat dapat langsung
dimakan tanpa harus dihangkatan terlebih dahulu, dapat dibawa
kemanapun dan tentunya tahan lama jika diolah dengan benar.
5. Abon “LEMUR” memadukan bahan berupa lele dan jamur.
Komposisi gizi ikan lele meliputi kandungan protein (17,7 %),
lemak (4,8 %), mineral (1,2 %), dan air (76 %) (Astawan, 2008).
Dikonfirmasi oleh peneliti bidang Mikrobiologi di Puslit Biologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Iwan Saskiawan
menyatkan jamur tiram putih memiliki kandungan protein yang
lebih tinggi daripada sayuran dan buah-buahan.
• Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari program kami antara lain:
• Bagaimana proses produksi abon “LEMUR”?
• Apa saja manfaat abon “LEMUR”?

• Tujuan
Beberapa tujuan dari program kami antara lain:
• Mengetahui proses produksi abon “LEMUR”.
• Mengetahui apa saja manfaat abon “LEMUR”.
Luaran yang Diharapkan
• Menghasilkan produk yang bebas bahan pengawet dan dapat
disimpan dalam jangka waktu lama serta aman untuk
kesehatan
• Meningkatkan jaringan pemasaran hasil budidaya bagi petani
jamur tiram dan peternak lele.
• Menciptakan abon dengan kombinasi varian rasa lele dan
jamur tiram
Manfaat Program
• Dapat digunakan untuk bekal bagi orang orang yang sibuk
bekerja dan tidak sempat memasak, karena abon lele dan
jamur tiram bisa disimpan dalam jangka waktu lama di tempat
yang kering
• Meminimalisir terjadinya penyakit kronis akibat konsumsi
makanan yang didalamnya mengandung zat aditif
• Dapat menambah pemasukan bagi petani budidaya lele dan
jamur tiram
• Produksi dalam skala besar memungkinkan untuk merekrut
tenaga kerja sehingga mampu mengurangi angka
pengangguran di Indonesia.
• Dapat dikonsumsi bagi orang yang menjalankan program diet
karena tinggi protein dan serat.