Anda di halaman 1dari 8

TINJAUAN PUSTAKA

• Terletak di bagian bawah leher, terdiri dari 2


lobus yang dihubungkan oleh ismus yang
menutupi cincin trakea 2 dan 3
• Anterior : menempel otot pretrakealis (m.
sternotiroid dan m. sternohioid)
• Lateral berbatasan dengan a. karotis komunis,
v. jugularis interna, trunkus simpatikus dan
arteri tiroidea inferior.
• Posterior dari sisi medialnya terdapat kelenjar
paratiroid, n. laringeus rekuren dan
esophagus.
• A.tiroidea superior berasal dari a.karotis
kommunis atau a.karotis eksterna, a.tiroidea
inferior dari a.subklavia, dan a.tiroidea ima
berasal dari a.brakhiosefalik salah sau cabang
arkus aorta
Struma adalah tumor Struma difus adalah pembesaran Struma nodosa toksik adalah
(pembesaran) pada kelenjar yang merata dengan konsistensi pembesaran kelenjar tiroid
lunak pada seluruh kelenjar
tiroid. Biasanya dianggap tiroid. Struma nodusa adalah jika
pada salah satu lobus yang
membesar bila kelenjar tiroid pembesaran tiroid terjadi akibat disertai dengan tanda-tanda
lebih dari 2x ukuran normal nodul hipertiroid

a.- Defisiensi yodium


Struma disebabkan oleh
b.- Kelainan metabolik kongenital yang
gangguan sintesis hormone tiroid menghambat sintesa hormon tiroid
yang menginduksi mekanisme c.- Penghambatan sintesa hormon oleh zat
kompensasi terhadap kadar TSH kimia seperti substansi dalam kol, lobak,
serum →menyebabkan hipertrofi kacang kedelai
& hyperplasia selfolikel tiroid → d.- Penghambatan sintesa hormon oleh
pembesaran kelenjar tiroid. obat-obatan misalnya: thiocarbamide,
sulfonylurea dan litium -
1.Umur < 20 tahun atau > 50 tahun Pemeriksaan fisik pada pasien Pemeriksaan laboratorium untuk

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Penunjang
Anamnesis
2.Riwayat terpapar radiasi leher struma dilakukan secara mengukur fungsi tiroid
waktu kanak-kanak sistematis (urut dari atas ke Foto Rontgen Leher
3.Pembesaran kelenjar tiroid yang bawah), simetris (bandingkan USG Tiroid
cepat kanan dan kiri), simultan (kanan Histopatologi (FNAB)
4.Disertai suara parau dan kiri bersamaan).
Pemeriksaan potong beku (VC =
5.Disertai disfagia Harus dievaluasi juga keadaan Vries coupe) pada operasi
6.Disertai nyeri kelenjar getah bening lehernya, tiroidektomi
adakah pembesaran
7.Riwayat keluarga yang menderita
kanker Pemeriksaan dilakukan dari
8.Penderita struma hiperplasi, belakang, kepala penderita
diterapi dengan hormone tiroksin sedikit fleksi →muskulus
tetap membesar sternokleidomastoidea
9.Disertai sesak nafas relaksasi.
10.Tanda-tanda Hipertiroid (BB Gunakan kedua tangan
turun, hiperhidrosis, takikardi, bersamaan dengan ibu jari
tremor, eksoftalmus, diare) posisi di tengkuk penderita
sedang keempat jari yang lain
dari arah lateral mengeveluasi
tiroid serta mencari pole bawah
kelenjar tiroid sewaktu
penderita disuruh menelan.
Terapi Supresi dengan Terapi dengan Iodium
Pembedahan
Hormon Levothyroxine Radioaktif (Radioiodine 131)
• Terapi dengan Levothyroxine • Lobektomi subtotal • Pengobatan dengan
(LT4) kombinasi dengan • Lobektomi total radioiodine 131
serum TSH (<0.1 µIU/mL) • Tiroidektomi subtotal diindikasikan untuk:
• Untuk mengecilkan nodul • Tiroidektomi near total • Small goiter (volume <100
tiroid dan mencegah mL)
• Tiroidektomi total
kembali munculnya nodul • Tanpa ada kecurigaan
baru atau pertumbuhan malignancy
kecil massa yang serupa • Penderita dengan riwayat
dengan nodul awal. (AME operasi sebelumnya
Guideline, 2006)
• Penderita dengan resiko
tindakan bedah.
Komplikasi Dini
• Perdarahan
• Paralise n. laringeus rekuren, paralise n. rekuren superior
• Trakeomalasia
• Infeksi
• Tetani hipokalsemia
• Krisis tiroid (thyroid storm)
Komplikasi Lanjut
• Keloid;
• Hipotiroiditis;
• Hipertiroiditis yang kambuh