Anda di halaman 1dari 56

KIMIA

DASAR
KESETIMBANGAN ION
DALAM LARUTAN
TEORI ASAM BASA
Teori Arrhenius
Asam dalam larutan air menghasilkan ion hidrogen dan
basa dalam larutan air menghasilkan ion hidroksida
yang menetralkan asam sesuai dengan reaksi
H+ + OH- H2O
H 2O
 
HCl  H  Cl
H 2O
 
HNO3  H  NO 3
H 2O
 
NaOH  Na  OH
2 
Ba (OH ) 2  Ba  2OH
Ikhtisar Teori Arrhenius
1. Asam : HA H+ + A-
2. Basa : BOH B+ + OH-
3. Penetralan : H+ + OH- H2O

Beberapa tanggapan (kelemahan)


1. Ada beberapa asam dan basa tidak mengandung H+
dan OH-
2. Beberapa elektrolit kuat seperti NaOH dalam bentuk
kristal sudah terdiri dari ion.
3. Beberapa zat seperti amonia dan natrium karbonat
dapat menetralkan asam tanpa lebih dahulu
menghasilkan OH-
4. Dalam larutan ion tidak terdapat ion H+ yang bebas
5. Hanya terbatas dalam larutan air bukan pelarut
lainnya.
Teori Bronsted-Lowry
Asam : Penderma proton
Basa : penerima proton
Asam dan basa yang saling berkaitan dalam pertukaran
proton disebut: pasangan asam-basa konjugasi.
Asam 1 Basa konjugasi 1 + H+
Basa 2 + H+ Asam konjugasi 2
Reaksi antara asam dan basa sebagai berikut,
Asam 1 + Basa 2 Basa Konjugasi 1 + Asam Konjugasi 2

Zat yang dapat bertindak sebagai asam maupun basa


disebut zat amfiprotik
Banyak pelarut adalah amfiprotik. Jika suatu asam HA
dilarutkan ke dalam pelarut amfiprotik, HL, produk
ionisasinya merupakan reaksi asam-basa.
Asam1 Basa2 Asam2 Basa1
HA + HL H2L+ + A-
HA + H2O H3O+ + A-
HA + CH3COOH CH3COOH2+ + A-
HA + CH3OH CH3OH2+ + A-
Jika suatu basa dilarutkan dalam suatu pelarut (HL),
pelarut ini bertindak sebagai asam.
B + HL BH+ + L-
B + H2O BH+ + OH-
B + CH3OH BH+ + CH3OH-
B + CH3COOH BH+ + CH3COO-
Contoh Asam Bronsted-Lowry
HCl + H2O H3O+ + Cl- (1)
HSO4- + H2O H3O+ + SO42- (2)
CH3COOH + H2O H3O+ + CH3COO- (3)
Contoh Basa Bronsted-Lowry
NH3 + H2O NH4+ + OH- (4)
CH3COO- + H2O CH3COO+ + OH- (5)
Dalam (1), (2) dan (3) air bertindak sebagai penerima
proton atau basa. Dalam (4) dan (5) air bertindak
sebagai penderma proton atau asam. Air adalah
pelarut amfitropik atau pelarut amfoter.
Amfoter dapat bersifat asam atau basa. Al2O3 termasuk
oksida amfoter.
Jika terdapat asam yang lebih kuat, Al2O3 bersifat basa
sedangkan jika terdapat basa kuat bersifat sebagai
asam.
Al2O3 (s)  6HCl (aq)  2 AlCl3 (aq)  3H 2O(l )
Basa
Al2O3 (s)  2 NaOH (aq)  3H 2O  2 NaAl(OH )4 (aq)
Asam

Ikhtisar teori Bronsted-Lowry


1. Asam: penderma proton
2. Basa: penerima proton
3. Reaksi penetralan adalah reaksi perpindahan proton
dari asam ke basa.
(dalam air) : H3O+ + OH- H2O + H2O
(dalam amonia) : NH4+ + NH2- NH3 + NH3
4. Reaksi asam basa Bronsted dapat berlangsung
dalam berbagai pelarut, ataupun juga berlangsung
dalam fasa gas di mana tidak terdapat pelarut,
misalnya
HCl + NH3 NH4+ + Cl-
5. Setiap asam mempunyai basa konjugasi
A B + H+
asam basa proton
kedua spesi tersebut pasangan konjugasi asam-basa
A adalah asam konjugasi dari B
B adalah basa konjugasi dari A
6. Beberapa pasangan-pasangan konjugasi asam-basa
HCl Cl-
H2SO4 HSO4-
H3PO4 H2PO4-
7. Pelarut dapat juga berfungsi sebagai asam atau basa
HCl + H2O H3O + Cl-
Asam1 Basa2 Asam2 Basa1
NH3 + H2O NH4+ + OH-
Basa1 Asam2 Asam1 Basa2
Sifat molekul seperti air yang dapat berfungsi baik
sebagai asam maupun basa disebut amfiprotik.
8. Reaksi penetralan untuk pelarut bukan air seperti
amonia, etil alkohol, asam asetat dan basa sulfat
Asam1 Basa2 Asam2 Basa1
H3SO4+ + HSO4- H2SO4 H2SO4
9. Semakin kuat suatu asam, semakin lemah basa
konjugasinya.
Semakin kuat suatu basa, semakin lemah asam
konjugasinya.
Teori Lewis
Asam: setiap spesi yang mengandung atom yang dapat
menerima pasangan elektron
Basa: setiap spesi yang mengandung atom yang dapat
menderma pasangan elektron.
Macam Asam Lewis
1. Kation Sederhana
2. Senyawa yang atom sentralnya mempunyai oktet
tidak lengkap.
3. Senyawa yang oktet atom sentralnya dapat diperluas
4. Senyawa yang mengandung pusat asam berikatan
banyak
5. Unsur dengan sektet elektron.
Teori Lewis
Ada beberapa reaksi yang tidak dapat dijelaskan dengan kedua
teori sebelumnya, misalnya reaksi :

NH + BF ------- H N – BF
3 3 3 3
H F H F

H-N:+B-F H–N: B-F

H F H F
Asam : Senyawa yang dapat menerima pasangan
elektron  BF
Basa : Senyawa3 yang dapat memberikan pasangan
elektron  NH
3
Asam dan Basa Lewis
 Ikatan kimia baru dibentuk dengan
menggunakan pasangan elektron dari basa
Lewis.
 Ikatan kimia yg terbentuk : ikatan kovalen
koordinasi
 Contoh : Pembentukan ion hidronium (H3O+)
dari H2O + H+

••
•• O—H ••
+ H O—H
H
H
H
ACID BASE
Reaksi Asam/Basa Lewis
HUBUNGAN ASAM DAN BASA LEWIS DALAM BIOLOGI

• Hemoglobin : heme dan globin


• Heme : interaksi antara O2 dengan CO
• Fe dalam Hb sebagai asam Lewis
• O2 dan CO sebagai basa Lewis.

Kompleks Heme
TIGA MODEL ASAM BASA
MODEL ASAM BASA

ARRHENIUS H+ PRODUCER OH- PRODUCER

BRONSTED- H+ DONOR H+ ACCEPTOR


LOWRY
LEWIS ELECTRON-PAIR ELECTRON-PAIR
ACCEPTOR DONOR
DERAJAT IONISASI DAN TETAPAN IONISASI
Asam lemah atau basa lemah dalam larutan tidak terurai
sempurna menjadi ion. Jumlah fraksi molekul yang
terurai menjadi ion disebut derajat ionisasi
dinyatakan dengan α
HA H+ + A-
Keadaan awal 1 0 0 mol dalam V L
Pada kesetimbangan (1-α) α α mol dalam V L

Jadi α mol HA terurai menjadi α mol H+ dan α mol A- ; HA yang


tertinggal (1- α) mol.
Konsentrasi keseimbangan
1
[ HA]  molL1
V
 
[H ]  molL1
V
 
[A ]  molL1
V
[ H  ][ A ]      (1   )
Ka   Ka     /
[ HA]  V  V  V
2  2c
Ka  Ka 
(1   )V 1
Ka disebut tetapan disosiasi atau tetapan ionisasi dari
asam atau tetapan asam
  Ka / c

  Kb / c
Kb disebut tetapan dissosiasi basa atau tetapan ionisasi basa atau
tetapan basa.
α dan Ka dapat diperoleh dari data pengukuran daya hantar yaitu,



(  ) 2 c
K
1  ( /   )
Kekuatan asam dapat diketahui dari fraksi molekul yang mengalami
ionisasi.

persen ionisasi = konsentrasi asam yang mengion pada kesetimbangan x 100%


konsentrasi dalam dua asam
Contoh:
1. Hitung persen ionisasi
a) HF 0,60 M Ka = 7,1 x 10-4
Jawab :
 
HF (aq)  H (aq)  F (aq)
 
[ H ][ F ]
Ka   7,1104
[ HF ]
x.x 4
 7,110
0,60  x
Anggap bahwa 0,60 – x ~ 0,60
x2
 7,1104
0,60
X2 = 4,3 x 10-4
X = 0,021 M
2. Hitung derajat dissosiasi larutan suatu basa, B 0,01 M.
Diketahui Kb = 6,46 x 10-4
Jawab :
B + H2O BH+ + OH-
 c 2
Kb 
1
c = konsentrasi ; α = derajat ionisasi
1- α ~ 1
Kb = c α2
6,46 x 10-4 = 0,01 x α2
α = 0,254

KEKUATAN ASAM DALAM LARUTAN


Kekuatan suatu asam HA dalam air menentukan sampai berapa jauh
keberlangsungan reaksi di bawah ini,
 
 
H 2O  H  A H O 3 A
Kekuatan suatu basa ditentukan oleh kemampuan basa ini untuk
menghasilkan ion hidroksida
Faktor yang menentukan kekuatan relatif asam dan basa:
1. Kepolaran ikatan, X-H
2. Ukuran atom X
3. Muatan asam dan basa
4. Bilangan oksidasi asam netral

Kekuatan Relatif Beberapa Asam dan Basa


Makin kuat sesuatu asam, makin lemah basa konjugasinya.
Misal reaksi yang terjadi,
HCl + HS- H2S + Cl-
H2SO3 + F- HF + SO32-
Reaksi ketiga kelompok asam dengan air sebagai basa.
Asam kelompok 1
HNO3 + H2O H3O+ + NO3-
Asam kelompok 2
HF + H2O H3O+ + F-
terjadi reaksi kesetimbangan ke arah sebelah kiri yaitu asam sebagai
molekul.
Asam kelompok 3
NO2- + H2O HNO2 + OH-
Reaksi ini disebut reaksi hidrolisis.
HASIL KALI ION UNTUK AIR
2 H2O(l) H3O+ (aq) + OH- (aq)
Dengan menuliskan ion hidrogen dengan H+, penguraian dapat ditulis,
H2O H+ + OH-
Kc = [H+] [OH-]
[H2O]
oleh karena sangat sedikit molekul air yang mengion, konsentrasi air
tidak berubah. oleh karena itu,
Kc [H2O] = [H+] [OH-]
Kw = [H+] [OH-]
Kw disebut tetapan hasil kali ion atau tetapan air, yaitu hasil kali
konsentrasi molar pada temperatur tertentu.
Ada dua cara untuk menentukan Kw air
a) air terurai sesuai dengan persamaan reaksi pada suhu 25°C
Kc = [H+] [OH-]
[H2O]
Kc [H2O] = [H+] [OH-] = Kw
untuk lautan encer [H2O] adalah tetap
K [H2O] = 1000 g L-1 = 55,5 mol L-1
18 g mol-1
Kw [H+] [OH-] = K [H2O]
= 1,8 x 10-16 x 55,5
= 1,0 x 10-14
b) dari data daya hantar. pada 25°C diperoleh secara eksperimen,
diperoleh daya hantar jenis air 5,5 x 10-8 S cm3-1
  V  5,5 108 S cm-1 (18,0cm )
= 9,9 x 10-7 S cm2 mol
18,0 g / mol 18,0cm3
(V= 3
 )
1,0 g / cm mol
Menurut hukum Kohlrausch,
 ( H 2O)   ( H  )   (OH  )
= 349,8 + 198,0
= 547,8 S cm2 mol-1
 9,9 107
 
 547,8
= 1,81 x 10-9
Pada suhu 25°C berat jenis air 0,997 g L-1
1 0,997
Konsentrasi air =
18
= 5,53 x 10-2 mol L-1
Dari reaksi : H2O H+ + OH-
[H+] = [OH-] = α x C
= 1,81 x 10-9 x 5,53 x 10-2
= 1,0 x 10-7
KW = [H+] [OH-] = 1,0 x 10-14
ION HIDRONIUM
Ion hidrogen bebas tidak terdapat dalam air sehingga
terdapat H3O disebut ion hidronium.
2H2O H3O+ + OH-
Dalam larutan yang bergantung pada konsentrasi dan
suhu dapat ditemukan (H5O2)+, (H7O3)+, (H9O4)+.

SKALA pH, pOH, pK


1
pH   log[ H ]  log  ; atau[ H  ]  10 pH

[H ]
pOH = - log [OH-]
pK = - log K
pH + pOH = pKW = 14

Contoh :
1. Pada temperatur 40°C, KW = 3,8 x 10-14
Hitung pH air.
Jawab:
KW = [H+] [OH-] = 3,8 x 10-14
[H+]2 = 3,8 x 10-14
[H+] = 3,8  10 14

[H+] = 1,9 x 10-7


pH = - log [H+] = - log (1,9 x 10-7) = 6,72
2. Hitung konsentrasi ion hidrogen dalam larutan yang
pH-nya 4,8
Jawab:
pH = 4,8
[H+] = 10-4,8 = 10-5 x 100,2
100,2 = antilog 0,2 = 1,6
[H+] = 1,6 x 10-5
ASAM KUAT DAN BASA KUAT
Asam kuat dan basa kuat terurai sempurna dalam air.
Ada tiga persamaan yang berlaku untuk larutan HCl
1. Kesetimbangan air [H+] [OH-] = KW
2. Perimbangan materi [Cl-] = Ca (konsentrasi asam)
3. Prinsip penetralan muatan [H+] = [OH-] + [Cl-]
[H+] = [OH-] + Ca
[H+] = Ca + KW
[H+]
Misalnya untuk HCl 10-5 M
[H+] = 10-5 + 10-14
10-5
= 10-5 + 10-9
= 10-5
[H+] = Ca
Jika konsentrasi lebih kecil, misalnya 10-9 M maka
KW/[H+] tidak dapat diabaikan.

[H+]2 – Ca[H+] – KW = 0
Contoh:
Hitung pH larutan HCl 10-7 M
Jawab:
[H+]2 - 10-7 H+ - 10-14 = 0
[H+] = 10-7 + 2,24 x 10-7
2
[H+] = 3,24 x 10-7
2
= 1,62 x 10-7
pH = - log (1,62 x 10-7)
= 6,79
Jika Ca HCl lebih kecil dari KW/[H+]

[H+]= Ca + KW
[H+]
[H+]2= KW
[H+] = KW1/2
ASAM LEMAH MONOPROTIK
 
HA  H  A
(1   )C C C
C 2
Ka 
(1   )
C  K a  K a  0
2

Ada tiga persamaan


1. Kesetimbangan air dan asam
 
[ H ][OH ]  K W
 
[ H ][ A ]
 Ka
[ HA]
2. Perimbangan materi

Ca  [ HA]  [ A ]
3. Perimbangan muatan
[ H  ]  [ A ]  [OH  ]
  
[ H ][ H ]  [OH ]
Ka  
 
Ca  [ H ]  [OH ] 
Jika [OH-] <<<<<[H+]
[ H  ]2
Ka 
Ca  [ H  ]

[ H  ]2  K a [ H  ]  K aCa  0
Dalam [H+]<<< Ca maka
 2
[H ]
Ka 
Ca
pH  1 pKa  1 log Ca
1

[ H ]  ( KaCa ) 2
2 2
Jika [H+] >>>>Ca
     
[ H ][ H  OH ] [ H ][ H ]  KW [ H ]
Ka  
Ca Ca
1

[ H ]  ( KaCa  KW ) 2
BASA LEMAH MONOPROTIK
BOH B+ + OH-
1. Kesetimbangan air dan basa, KW = [H+] [OH-]
Kb = [B+] [OH-]
[BOH]
2. Perimbangan materi, Cb = [B+] [BOH]
3. Perimbangan muatan [OH-] = [H+] [B+]
Kb = [OH-] [B+]
Cb - [B+]
[B+] = [OH-] - [H+]
Kb = [OH-] ([OH-] - [H+])
Cb – ([OH-] - [H+])
4. Pendekatan Persamaan
[H+] << [OH-] Kb = [OH-]2
Cb - [B+]
atau
[OH-]2 + Kb [OH-]-Kb Cb = 0
[OH-] << Cb [OH-] = (Kb Cb)½

[OH- - H+] << Cb [OH-] = (Kb Cb + KW)½


REAKSI ASAM BASA
1. Reaksi asam kuat dan basa kuat
H+ + OH- H2O
Reaksi penetralan asam oleh antacids
NaHCO3 (aq)  HCl (aq)  NaCl (aq)  H 2O(l )  CO2
Mg (OH )2 ( s)  2 HCl (aq)  MgCl2 (aq)  2 H 2O(l )
2. Reaksi asam lemah dan basa kuat
CH 3COOH (aq)  OH  (aq)  CH 3COO  (aq)  H 2O(l )
3. Reaksi asam kuat dan basa lemah
 
H (aq)  NH 3 (aq)  NH (aq) 4
4. Reaksi asam lemah dan basa lemah
CH 3COOH (aq)  NH 3  CH 3COO  (aq)  NH 4
5. Oksida asam, basa dan amfoter
Oksida asam :
SO3 ( g )  H 2O(l )  H 2 SO4 (aq)
CO2 ( g )  2 NaOH (aq)  Na2CO3 (aq)  H 2O(l )
Oksida basa:
BaO ( s)  H 2O(l )  Ba (OH )2 (aq)
BaO ( s)  HNO3 (aq)  Ba ( NO3 )2 (aq)  H 2O(l )
Amfoter

Al2O3 ( s)  6 HCl (aq)  2 AlCl (aq)  3H 2O(l )


Al2O3 ( s)  2 NaOH (aq)  3H 2O(l )  2 NaAl(OH )4 ( s)
7. Hidroksida amfoter
Al (OH )3 ( s)  3H  (aq)  Al 3 (aq)  3H 2O(l )
 
Al (OH )3 ( s)  OH (aq)  Al (OH ) (aq)
4

SIFAT ASAM-BASA-GARAM
1. Garam yang menghasilkan larutan netral.
2. Garam yang menghasilkan larutan basa
3. Garam yang menghasilkan larutan asam
4. Garam yang kation dan anionnya mengalami
hidrolisis.
5. Garam dengan kation bermuatan besar seperti Al3+,
Fe3+, Cr3+ dan anion yang merupakan basa konjugasi
asam kuat.
PENGARUH ION SENYAWA
CH3COOH (aq)  CH3COO  (aq)  H  (aq)
CH3COONa ( s) H

2O
CH3COO  (aq)  Na (aq)
Pengaruh pergeseran kesetimbangan paa reaksi di atas
disebut pengaruh ion sejenis atau pengaruh ion
senama.
Campuran asam lemah HA dan garamnya BA
BA  B   A
HA  H   A
Tetapan ionisasi, Ka
[ H  ][ A ]
Ka 
[ HA]

 [ A ]
[H ]  Ka
[ HA]
[HA] hanya mengion sedikit mengion, sedangkan BA
terurai sempurna maka [HA] dianggap sebagai
konsentrasi asam dan [A-] sebagai konsentrasi garam.
 [ HA]
 log[ H ]   log K a  log 
[A ]

 [A ]
 log[ H ]   log Ka  log
[ HA]
[ garam]
pH  pK a  log
[asam]

[basakonjugasi ]
pH  pK a  log
[asam]
Contoh:
1. Hitung pH larutan yang mengandung HOCl 0,25 M
dan NaCl 0, 75 M pKa HOCl = 7,50
Jawab: [ A]
pH  pK a  log
[ HA]
(0,75)
 7,50  log
(0,25)
 7,5  log 3
 7,5  0,48  7,98
pH LARUTAN GARAM
1. Garam yang terdiri dari asam kuat dan basa kuat.
pH = 7
2. Garam yang terjadi dari asam lemah dan basa kuat.
pH  1 pK w  1 pKa  1 log Cg
2 2 2
3. Garam yang terjadi dari basa lemah dan asam kuat.

pH  1 pK w  1 pKb  1 log Cg
2 2 2
4. Garam yang terjadi asam lemah dan basa lemah
pH  1 pK w  1 pK a  1 pKb
2 2 2
5. Campuran asam lemah dengan garamnya atau basa
lemah dengan garamnya.
a) Asam lemah dan garamnya (asam lemah dan basa
konjugasinya)

[ garam]
pH  pK a  log
[asam]
b) Basa lemah dan garamnya (basa lemah dan
garamnya dengan asam konjugasinya)
[ garam]
pOH  pKb  log
[basa ]
pH LARUTAN DALAM AIR
1. Air murni [H+] = 1 x 10-7 M
pH = - log [H+]
=7
2. Asam kuat [H+] = kemolaran dari asam [H+] = Ca
pH = - log [H+]
3. Basa kuat [OH-] = kemolaran basa [OH-] = Cb
pOH = - log [OH-]
pH = 14 – pOH
4. Asam lemah
1

[ H ]  KaCa  ( K aCa ) 2

pH  1 pKa  1 log Ca
2 2
5. Basa lemah
1

[OH ]  KbCb  ( KbCb ) 2

pOH  1 pKb  1 log Cb


2 2
6. Garam yang terjadi dari asam lemah dan basa kuat
pH  1 pK w  1 pKa  1 log Cg
2 2 2
7. Garam yang terjadi dari basa lemah dan asam kuat

pH  1 pK w  1 pKb  1 log Cg
2 2 2
8. Garam yang terjadi dari asam lemah dan basa lemah

pH  1 pK w  1 pK a  1 pKb
2 2 2
LARUTAN BUFFER
[ garam]
pH  pK a  log
[asam]
Buffer terdiri dari asam lemah dan garamnya

[ garam]
pOH  pKb  log
[basa ]
Buffer terdiri dari basa lemah dan garamnya
Sifat larutan buffer:
1. Mempunyai pH tertentu
2. pH-nya relatif tidak berubah jika ditambah sedikit
asam atau basa
3. pH-nya tidak berubah jika diencerkan
Pembuatan Larutan Buffer
1. Dengan mencampurkan asam lemah dengan basa
konjugasinya atau basa lemah dengan asam
konjugasinya
2. Mencampur asam lemah berlebih dengan jumlah
terbatas basa kuat
3. Mencampur basa lemah berlebih dengan jumlah
terbatas asam kuat

Kerja Buffer dalam Darah


Beberapa buffer dalam darah mempertahankan pH
darah pada pH 7,4.

H 2CO3 B  H 2 PO4 HHbO2 HHb Hprotein



; 2 ;  ;  ; 
B HCO3 B2 HPO4 B HbO2 B Hb B protein
B+ adalah Na atau K, HHbO2 adalah oksihemoglobin,
HHb adalah hemoglobin dan H’ protein dan protein
bebas.
Buffer Fosfat
Adalah buffer yang terdapat dalam tubuh manusia
Buffer ini terdiri dari ion H2PO4- dan HPO42-. Jadi larutan
buffer merupakan campuran asam dan basa
konjugasinya. Jika terdapat ion OH- berlebih maka
reaksi kesetimbangan bergeser ke kanan.
H 2 PO4 (aq)  OH  (aq)  HPO42 (aq)  H 2O(l )
Jika terdapat kelebihan H+ reaksi kesetimbangan di
bawah bergeser ke kanan
2  2
H 2 PO (aq)  H (aq)  H 2 PO
4 4
Buffer Karbonat
Sistem buffer terpenting yang terdapat dalam darah.
Terdiri dari pasangan H2CO3 dan HCO3-. Jika terjadi
peristiwa alkalisis, yaitu konsentrasi OH- bertambah,
maka reaksi di bawah bergerak ke kanan.
HCO3 (aq)  H  (aq)  HCO3 (aq)  H 2O(l )
Pada peristiwa asidosis, ion H+ berlebih akan masuk ke
darah sehingga reaksi di bawah bergerak ke kanan.
 
HCO (aq)  H (aq)  H 2CO3
3
HASIL KALI KELARUTAN
Kelarutan suatu zat adalah jumlah zat yang melarut
dalam satu liter larutan jenuh pada suhu tertentu
“jumlah” zat dapat dinyatakan dalam mol atau gram.
Kelarutan molar suatu zat adalah jumlah mol zat yang
melarut dalam satu liter larutan jenuh pada suhu
tertentu.
Hasil kali kelarutan suatu garam adalah hasil kali
konsentrasi semua ion dalam larutan jenuh pada suhu
tertentu dan masing-masing ion diberi pangkat
dengan koefisien dalam rumus tersebut.
AgCl Ksp = [Ag+] [Cl-] = 1,78 x 10-10
Ag2CrO4 Ksp = [Ag+]2 [CrO42-] = 1,3 x 10-12
Ag3PO4 Ksp = [Ag+]3 [PO43-] = 1,3 x 10-20
CaK2(SO4)26H2O Ksp = [Ca2+] [K+] [SO42-] = 1 x 10-9
Dalam membandingkan kelarutan dua garam perlu
memperhatikan rumus stoikiometrinya.
Garam Kelarutan Molar Ksp pKsp
AgCl 1,3 x 10-5 M 1,78 x 10-10 9,75
AgI 9,1 x 10-9 M 8,30 x 10-17 16,081
Ag2CO3 1,3 x 10-4 M 8,13 x 10-13 11,9

AgCl dan AgI yang rumus stoikiometrinya sama,


kelarutannya dapat dibandingkan secara langsung
dari Ksp.
AgI lebih sukar melarut dibandingkan AgCl karena Ksp
kecil atau pKsp lebih besar.
Kelarutan Ksp, pKsp
Contoh:
Diketahui kelarutan CaSO4 2,09 g/L pada 30°C. Hitung
Ksp
Jawab:
Mr = 136
Gram diubah ke mol = 2,09 g/L = 1,54 x 10-2 mol/L
136
Kelarutan molar, S = 1,54 x 10-2 mol/L
CaSO4(s) Ca2+ + SO42-
Ksp = [Ca2+] [SO42-] = S2
= (1,54 x 10-2)2
= 2,4 x 10-4
Contoh:
Diketahui Ksp AgBr pada 25°C, 7,7 x 10-14. Hitung
kelarutan AgBr dalam g/L.
Jawab:
Ksp= [Ag+] [Br-] = 7,7 x 10-14
[H+] = [Br-] = S2 = K sp = 7,7 1014

S= 7,7 1014 = 8,8 x 10


-7

Mr AgBr = 188
Kelarutan AgBr = 8,8 x 10-7 M
= 1,7 x 10-4 g/L