Anda di halaman 1dari 10

SISTEM

MUSKULOSKELETAL III
OLEH :
ADINDA ILMA CAHYANI
ALMA BENANDA
HELDO SABRI
LULU IRBAH
SABILLA NUR
NEUROMUSCULAR JUNCTION
Neuromuscular junction (NMJ) adalah tempat akson dari
saraf motorik bertemu dengan otot dalam upaya
transmisi sinyal dari otak yang akan memerintahkan otot
untuk berkontraksi atau relaksasi.

Neuromuscular junction juga memiliki cabang terminal


akson (telodendris akson) yang merupakan tempat
penyimpanan transmitter sinapsis yang diskresi oleh
saraf, maka ketika mendekati ujung saraf akson yang
menyarafi serat otot rangka kehilangan selubung
mielinnya dan kemudian bercabang menjadi sejumlah
tonjolan akhir (terminal buttons) atau kaki kaki ujung
(end-feet).
MEKANISME
NEUROMUSCULAR
1. Otot rangka diaktifkan oleh impuls saraf yang
dipacu rangsangan mekanik atau elektrik dan
tergantung pada inervasi serabut otot.
2. Potensial aksi masuk ke serabut otot melalui
sinapsis antara serabut saraf dan neuromuscular
junction.
3. Didalam synaptic knob ada synaptic vesicles dan
terdapat asetilkolin sebagai neurotransmitter
yang nanti pada saat ada sinyal dari otak untuk
berkontraksi neurotransmitter melebur ke
membran synaptic melepas asetilkolin..
4. ASETILKOLIN BERDIFUSI LEWAT SYNAPTIC CLEFT DAN DITERIMA OLEH MOLEKUL RESEPTOR
BERUPA ION NA+ DALAM MEMBRAN SEL OTOT.
5. ASETILKOLIN YANG TELAH MEMPOLARISASI SERABUT OTOT DAN MENGHASILKAN POTENSIAL
AKSI KEMUDIAN MERAMBAT POTENSIAL AKSI TERSEBUT KEDALAM TUBULA TRANSVERSAL.
6. DI DALAM SEL OTOT, POTENSIAL AKSI MENGINISIASI LEPASNYA CA2+ DARI RETIKULUM
SAKROPLASMIK KE SITOPLASMA.
7. CA2+ MEMULAI PELUNCURAN FILAMEN DENGAN MEMICU IKATAN MIOSIN KE AKTIN.
8. OTOT PUN BERKONTRAKSI.
9. ASETILKOLIN KEMUDIAN DILEPAS KE SYNAPTIC CLEFT DAN DIHANCURKAN DENGAN BANTUAN
ENZIM ASETILCOLINETRASE
JENIS KONTRAKSI

Kontraksi isometrik : otot tidak dapat memendek,


ketegangan berubah atau meningkat selama
kontraksi tanpa adanya perubahan panjang otot,
merespon panjang yang konstan dari postural otot
pada tubuh. Contoh: pergerakan otot bagian
punggung.

Kontraksi isotonik : ketegangan konstan pada


jumlah tertentu, panjang otot berubah atau
memendek. Contoh: pergerakan tangan atau jari
(dominan isotonik).

Kontraksi isokinetic: laju pemendekan tetap


konstan tetap konstan sementara otot berubah
panjangnya.
OTOT RANGKA

Otot rangka (otot lurik) adalah otot yang melekat pada


tulang dan dapat bergerak secara aktif untuk
menggerakkan tulang sehingga disebut alat gerak aktif.
berat otot rangka adalah 40% dari berat badan. Pada
wajah, otot melekat pada kulit dan akan
bergerak jika berkontraksi.
Yang berfungsi untuk :
-Otot menggerakkan tulang untuk melakukan
gerakan.
-Menopang dan mempertahankan postur tubuh dari
gaya gravitasi bumi saat berada dalam posisi berdiri
atau duduk.
-Produksi panas.
OTOT RANGKA

• OTOT RANGKA MEMILIKI SIFAT :


• 1. KONTRAKTILITAS
• SERABUT OTOT DAPAT BERKONTRAKSI DAN MEREGANG. DALAM KEADAAN ISTIRAHAT,
KEADAAN OTOT TIDAK BENAR-BENAR KENDUR, TETAPI MEMPUNYAI KETEGANGAN SEDIKIT
YANG DISEBUT TONUS. TONUS PADA MASING-MASING ORANG BERBEDA, BERGANTUNG
PADA UMUR, JENIS KELAMIN DAN KEADAAN TUBUH.
• 2. EKSTENSIBILITAS
• SERABUT OTOT MEMILIKI KEMAMPUAN MEREGANG MELEBIHI PANJANG OTOT SAAT RELAKSASI.
• 3. ELASTISITAS
• SERABUT OTOT DAPAT KEMBALI KE UKURAN SEMULA SETELAH BERKONTRAKSI ATAU
MEREGANG.

• 4. EKSITABILITAS
• SERABUT OTOT AKAN MERESPON DENGAN KUAT JIKA DISTIMULASI OLEH IMPULS SARAF.
KONTROL OTOT RANGKA
Bila otot lurik berkontraksi, maka menjadi pendek dan setiap serabut turut
dengan berkontraksi. Otot-otot jenis ini hanya berkontraksi jika di
rangsangan oleh rangsangan saraf sadar (otot valunter). Kerja otot lurik
adalah bersifat sadar, karena itu disebut otot sadar, artinya bekerja
menurut kemauan, karena itu di sebut otot sadar, artinya bekerja menurut
kemauan atau perintah otak. Reaksi kerja otot lurik terhadap perangsang
cepat tapi tidak tahan kelelahan
THANK YOU
Any question?

Anda mungkin juga menyukai