Anda di halaman 1dari 15

Wanprestasi

dalam Perjanjian
Pengantar Hukum Bisnis
Wanprestasi
Adalah tidak memenuhi atau lalai
melaksanakan kewajiban
sebagaimana yang ditentukan
dalam perjanjian yang dibuat antara
kreditur dan debitur.

Jens
Martensson
Unsur Wanprestasi
Wanprestasi juga berarti tidak melakukan unsur
prestasi

► Berbuat sesuatu

► Tidak berbuat sesuatu

► Menyerahkan sesuatu

Jens
Martensson
Jenis Wanprestasi
Wanprestasi atau breach of contracts dibedakan menjadi
2 macam, yaitu :

artinya pelaksanaan kontrak tidak


mungkin dilaksanakan.

artinya pelaksanaan perjanjian masih


mungkin untuk dilaksanakan.

Jens
Martensson
Wujud Wanprestasi
Wanprestasi seseorang debitur yang lalai terhadap
janjinya dapat berupa :

► Tidak melaksanakan apa yang disanggupi


akan dilakukannya
► Melaksanakan apa yang dijanjikan, tetapi
tidak sesuai dengan janjinya
► Melaksanakan apa yang dijanjikannya, tetapi
tetapi kadaluwarsa
► Melakukan suatu perbuatan yang menurut
perjanjian tidak boleh dilakukan
Batal Kontrak

Jens
Martensson
Somasi
Wanprestasi
Peringatan agar debitur melaksanakan
kewajibannya sesuai dengan teguran
kelalaian yang telah disampaikan
kreditur kepadanya.

Jens
Martensson
Menurut pasal 1238 KUH
Perdata menyatakan
bahwa :
“ Si berutang adalah lalai, apabila ia
dengan surat perintah atau dengan
sebuah akta sejenis itu telah
dinyatakan lalai, atau demi perikatan
sendiri, ialah jika ini menetapkan
bahwa si berutang harus dianggap
lalai dengan lewatnya waktu yang
ditentukan”.
Dari ketentuan pasal tersebut dapat
dikatakan bahwa debitur dinyatakan
wanprestasi apabila sudah ada
somasi (ingebreke stelling).

Jens
Martensson
Adapun bentuk-bentuk somasi
menurut pasal 1238 KUH Perdata
adalah :

► Surat Perintah

► Akta Sejenis

► Tersimpul dalam perikatan


itu sendiri

Jens
Martensson
Sebab Wanprestasi

Jens
Martensson
Penyelesaian Sengketa
Wanprestasi di Pengadilan
Debitur harus meyakinkan hakim jika kesalahan bukan
terletak padanya dengan pembelaan sebagai berikut:
► Overmacht
► Menyatakan bahwa kreditur telah melepaskan
haknya
► Kelalaian kreditur
Tetapi jika yang diucapkan kreditur dimuka pengadilan
terbukti, maka kreditur dapat menuntut :
► Menuntut hak pemenuhan perjanjian
► Menuntut hak pemenuhan perjanjian berikut dengan
ganti rugi sesuai pasal 1246 KUH Perdata
Penyelesaian Sengketa
► Pembatalan perjanjian
► Pembatalan perjanjian disertai ganti rugi
► Meminta atau menuntut ganti rugi saja.

Jens
Martensson
Sanksi dan Ganti Rugi Terhadap
Wanprestasi
► Debitur yang wanprestasi kepadanya dapat
dijatuhkan sanksi, yaitu berupa
1. membayar kerugian yang dialami
kreditur,
2. pembatalan perjanjian,
3. peralihan resiko, dan
4. membayar biaya perkara bila sampai
diperkarakan secara hukum di pengadilan.
► Kewajiban membayar ganti rugi (schade
vergoeding) tersebut tidak timbul seketika terjadi
kelalaian, melainkan baru efektif setelah debitur
dinyatakan lalai (ingebrekestelling) dan tetap
tidak melaksanakan prestasinya. Hal ini diatur
dalam pasal 1243 KUH Perdata. Jens
Martensson
Perbedaan Wanprestasi dengan Perbuatan Melawan Hukum

Jens
Martensson
Perbedaan Wanprestasi dengan Perbuatan Melawan Hukum

Jens
Martensson
Sumber: Firda Hidayah Youtube Jens
Martensson
By: Kelompok 1

Terima Kasih!