Anda di halaman 1dari 56

Larutan Kimia

Definisi Larutan
Larutan merupakan
campuran yang
homogen, yaitu
campuran yang
memiliki komposisi
merata atau serba
sama di seluruh
bagian volumenya.
JENIS-JENIS LARUTAN
BERDASARKAN BAHAN BAKU
• Larutan gas, dibuat dengan
mencampurkan satu gas dalam gas
lainnya yang bercampur dalam
perbandingan secara homogen dan
membentuk larutan.
• Larutan cairan dibuat dengan
melarutkan gas, cairan, atau padatan
dalam suatu cairan.
• Larutan padatan, adalah padatan-
Sifat Larutan
Sifat Fisik
tidak ada bidang batas antar komponen penyusunnya
antara partikel solven dan solut tidak bisa dibedakan
Warna, bau, rasa, pH, titik didih, titik beku

Sifat Koligatif
Sifat larutan yang tergantung pada konsentrasi zat terlarut
Penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan
titik beku, dan tekanan osmosis
Suatu larutan dengan jumlah Larutan Jenuh
maksimum zat terlarut pada
temperatur tertentu Kelarutan

Larutan biner

Pelarut
Banyaknya zat terlarut
ZatTerlarut yang dapat
menghasilkan larutan
jenuh, dalam jumlah
tertentu pelarut pada
Larutan
temperatur konstan
Komponen yang
memiliki komposisi Larutan Jenuh
paling banyak dalam
atau yang paling Kelarutan
menentukan sifat
larutan Larutan biner Larutan yang
mengandung dua
Pelarut komponen saja,
yaitu pelarut dan
ZatTerlarut zat terlarut

Komponen yang jumlahnya


Larutan sedikit dalam sebuah larutan
Jenis Larutan Biner dan Contohnya
Zat terlarut Pelarut Contoh
Gas Gas Udara, semua campuran gas
Gas Cair Karbondioksida dalam air
(minuman soda)
Gas Padat Hidrogen dalam platina
Cair Cair Alkohol dalam air
Cair Padat Raksa dalam tembaga
Padat Padat Perak dalam platina
Padat Cair Gula dalam air, garam dalam air
Larutan Pekat
Larutan Encer
• Konsentrasi
• Konsentrasi tinggi
rendah • Jumlah zat
• Jumlah zat Konsentrasi larutan terlarut banyak
terlarut sedikit

Sifat
Koligatif
Larutan
Hubungan Kelarutan
• Larutan jenuh: larutan yg mengandung zat
terlarut dalam jumlah yg diperlukan untuk
adanya kesetimbangan antara zat terlarut yg
larut dan yg tidak larut.

gula + H2O larutangula


• Larutan tak jenuh (unsaturated) yaitu larutan
yang lebih encer dari larutan jenuh.
• Larutan lewat jenuh (supersaturated) adalah
larutan yang lebih pekat dari larutan jenuh.
Larutan ini dibuat dengan melarutkan larutan
jenuh pada temperatur yang lebih tinggi
dengan jumlah zat terlarut yang lebih banyak
dengan pendinginan yang hati-hati untuk
menghindari terjadinya pengkristalan,
sehingga tidak ada zat terlarut yang
memisahkan diri selama pendinginan.
Konsentrasi Larutan
Konsentrasi larutan adalah jumlah zat terlarut
dalam setiap satuan larutan atau pelarut.
Lambang Nama Definisi
Satuan Fisika
% W/W Persen gram zat terlarutx 100
berat gram larutan

% V/V Persen ml zat terlarut x


volume 100 ml larutan

% W/V Persen gram zat terlarutx 100


berat-volume ml larutan

% mg persen miligram mg zat terlarut x 100


100 ml larutan
ppm parts per million 1 mg zat terlarut
1 L larutan
ppb parts per billion 1 µ g zat terlarut
1 L larutan
Satuan Kimia
X fraksi mol mol zat terlarut
mol zat terlarut + mol pelarut
F Formal massa rumus zat terlarut
liter larutan
M Molar mol zat terlarut
liter larutan
m molal mol zat terlarut
kg pelarut
N Normal ekivalen zat terlarut
liter larutan

m Eq Miliekivalen seperseribu mol muatan

Osm Osmolar osmols liter


larutan
Persen Konsentrasi

• Contoh:
Larutan gula 5% (b/b) dalam air  dalam 100 gram larutanterdapat
- gula = 5/100 x 100 = 5 gram
- air = 100 - 5 = 95 gram
ppm dan ppb
Bila larutan sangat encer digunakan satuan konsentrasi parts
per million, ppm (bagian persejuta = 10-6), dan parts per
billion, ppb (bagian per milliar = 10-9).
1 ppm = 1 mg/kg atau 1 ml/L
Contoh:
1 kg sample kacang tanah dianalisa untuk mengetahui
kandungan cemaran logam berat Pb. Dari hasil analisa
contoh sampel mengandung 5,0 g Pb.
Berapa konsentrasi logam Pb dalam ppm?
Jawab:
[Pb] = 5 g / 1 kg = 5000 mg / 1 kg = 5000 ppm
MOLARITAS (M)
 menunjukkan jumlah mol zat terlarut dalam setiap
liter larutan
M = molaritas (mol/l)
n = mol
v = volum larutan (L)
G = massa padatan (gram)
Mr = massa molekul relatif (g/mol)
Hitunglah:
1. Sebanyak 30 g urea (Mr = 60 g/mol)
dilarutkan ke dalam 100 ml air. Hitunglah
molaritas larutan!
2. Berapa gram NaCl yang harus dilarutkan
dalam 500 ml air untuk menghasilkan larutan
0,15 M. (Mr NaCl = 58,5 g/mol) ?
Jawaban:
1. Jawab:
n = 30 / 60 = 0,5 mol
v = 100 ml = 0,1 L
M = n / v = 0,5 / 0,1 = 5 M
2. Jawab:
- Cari mol terlebih dahulu dengan memasukkan data
dalam rumus
molaritas:
- n NaCl= M x V = 0,15 mol/L x 0,5 L= 0,075 mol
- m NaCl = n x Mr NaCl = 0,075 mol x 58,5 g/mol
= 4,39 g
MOLALITAS (m)
 suatu besaran yang menyatakan banyaknya mol zat
terlarut dalam 1000 gram (1 kg) pelarut. Satuan molalitas
adalah molal, yang ditumuskan oleh persamaan berikut:

Keterangan:
m = molalitas (mol/kg)
Mr = massa molar zat terlarut
(g/mol)
massa = massa zat terlarut (g)
p = massa zat pelarut (g)
Contoh Soal
Tentukan molalitas larutan yang dibuat dengan
melarutkan 3,45 gram urea (Mr=46) dalam 250 gram air?
Jawaban
Diketahui:
Massa zat terlarut = 3,45 gram
Mr urea = 46
Massa pelarut = 250 gram
Ditanyakan : molalitas urea (m)
Jawab:
m = (3,45/46)(1000/p)
m = 0,3 molal
jadi, molalitas larutan urea adalah 0,3 molal
Perbedaan MOLARITAS (M) dan MOLALITAS (m)
NORMALITAS (N)
Normalitas menyatakan jumlah ekuivalen zat terlarut
dalam 1 liter larutan.

N = Normalitas larutan
ek = ekuivalen zat terlarut
V= volume larutan
M = molaritas
a = valensi (banyaknya ion)
M = massa zat terlarut
Berapa gr larutan 0,25 N asam sulfat (Mr = 98) dalam
500 liter larutan?

Jawab:
Reaksi:H2SO4  2H+ + SO4-2
Normalitas = 0,25 N dan a
= 2 (terdapat 2 ion H+)
Perbandingan antara jumlah mol suatu FRAKSI
komponen dengan jumlah mol seluruh
komponen yang terdapat dalam larutan. MOL (X)
Contoh
Suatu larutan terdiri dari 3 mol zat terlarut A dan 7
mol zat terlarut B. maka:
XA = nA / (nA + nB)
= 3 / (3 + 7) = 0.3

XB = nB /(nA + nB)
= 7 / (3 + 7) = 0.7
XA+ XB = 1
CARA MEMBUAT LARUTAN
1. Tentukan konsentrasi dan volum yang ingin dibuat
2. Hitung mol larutan yg ingin dibuat
3. Cari massa solut
4. Timbang solut
5. Tuang dalam beaker glass dan tambahkan akuades
secukupnya untuk melarutkan solut
6. Pindah ke dalam labu takar yang sesuai dengan volum
yg kita inginkan
7. Tambahkan akuades hingga tanda batas pada labu
takar, dikocok sampai homogen
CARA MEMBUAT LARUTAN
Kelarutan (s)
 Kelarutan (solubility) adalah jumlah maksimum
suatu zat yang dapat larut dalam suatu pelarut.
 Satuan kelarutan umumnya dinyatakan dalam
gramLˉ¹ atau molL ˉ¹ (M)
Contoh :
 Kelarutan AgCl dalam air adalah 1,3  10ˉ²M.
 Kelarutan AgCl dalam larutan NaCl 0,1 M adalah 1,710ˉ¹º
M
 Kelarutan Ca(OH)2 = 20 mg/100 ml, maka dalam 100 ml
larutan maksimal terdapat 20 mg (Ca(OH)2
Faktor yang Mempengaruhi Kelarutan
1.Jenis Pelarut
Polar Misalnya gula, NaCl, alkohol, dan semua asam
merupakan senyawa polar, yang bisa terlarut dalam
pelarut polar  air.
Non polar  Misalnya lemak mudah larut dalam minyak.
Semi polar  alkohol, berubah kecenderungannya
sesuai dengan konsentrasi  Senyawa non polar
umumnya tidak larut dalam senyawa polar, begitu juga
sebaliknya. misalnya NaCl tidak larut dalam minyak
tanah.
2.Ukuran partikel
Semakin kecil ukuran partikel  luas permukaan kontak
dengan pelarut semakin luas  semakin cepat larut
3.Suhu
Kelarutan zat padat dalam air semakin tinggi bila
suhunya dinaikkan.
Adanya panas (kalor) mengakibatkan semakin
renggangnya jarak antara molekul zat padat 
kekuatan gaya antar molekul menjadi lemah
sehingga mudah terlepas oleh gaya tarik molekul-
molekul air
4. Pengadukan
• Tumbukan antarpartikel gula dengan pelarut
akan semakin cepat, sehingga gula mudah
larut dalam air.
PENGENCERAN LARUTAN
V1 x M1 = V2 x M2
V1 x N1 = V2 x N2
Dimana:
V1 = Volume larutan awal
V2 = Volume larutan akhir
M1 = Molaritas larutan awal
M2 = Molaritas larutan akhir
N1 = Normalitas larutan awal
N2 = Normalitas larutan akhi
Latihan
1.Bagaimana cara membuat 500 mL larutan KHCO3
(kalium hidrogen karbonat) 0,1 M. (Mr KHCO3 =
100,12 g/mol)?
2.Bagaimana cara mengencerkan larutan larutan
KHCO3 pada nomer 1 menjadi larutan KHCO3
dengan konsentrasi 0,04 M?
Ekstraksi Pelarut
• Bila suatu zat yang larut dalam pelarut tertentu
diekstraksi ke dalam pelarut lain, maka proses
ini disebut dengan ekstraksi pelarut.
• Di laboratorium, ekstraksi pelarut dilakukan
dengan menggunakan corong pisah.
• Misal ekstraksi DDT yang larut dalam air laut
dengan minyak. Kelarutan DDT dalam minyak
jauh lebih tinggi daripada dalam air.
DIAGRAM JENIS-JENIS LARUTAN
LARUTAN ELEKTROLIT DAN
NON-ELEKTROLIT
• Larutan Elektrolit : larutan yang
dapat menghantarkan arus listrik
• Larutan non elektrolit: larutan yang
tidak dapat menghantarkan arus
listrik
• Menurut Arrhenius, larutan
elektrolit dapat menghantarkan
arus listrik karena mengandung ion-
ion yang dapat bergerak bebas
ELEKTROLIT KUAT
• Senyawa elektrolit kuat adalah senyawa yang
di dalam air terionisasi sempurna atau
mendekati sempurna, sehingga senyawa
tersebut semuanya atau hampir semua
berubah menjadi ion
• Jenis-jenis senyawa elektrolit kuat adalah:
a. Asam kuat, contohnya: HCl, HBr, HI, H2SO4,
HNO3, HCLO4
b. Basa kuat, contohnya: NaOH, KOH, Ba(OH)2,
Sr(OH)2
c. Garam, contohnya: NaCl, KCl, MgCl2, KNO3,
MgSO4
ELEKTROLIT LEMAH
• Senyawa elektrolit lemah adalah senyawa yang di
dalam air ter-ion sebagian atau senyawa tersebut
hanya sebagian saja yang berubah menjadi ion dan
sebagian yang lainnya masih sebagai molekul
senyawa yang terlarut.
• Jenis-jenis senyawa elektrolit lemah adalah:
a. Asam lemah, contohnya: HF, H2S, HCN, H2CO3,
HCOOH, CH3COOH
b. Basa lemah, contohnya: Fe(OH)3 , Cu(OH)2 , NH3,
N2H4, CH3NH2, (CH3)2NH
LARUTAN NON-ELEKTROLIT
• Senyawa nonelektrolit adalah senyawa yang di dalam
air tidak terionisasi, sehingga partikel-partikel yang ada
di dalam larutan adalah molekul-molekul senyawa yang
terlarut.
• Dalam larutan tidak terdapat ion, sehingga larutan
tersebut tidak dapat menghantarkan arus listrik. Kecuali
asam atau basa, senyawa kovalen adalah senyawa
nonelektrolit, contohnya: C6H12O6, CO(NH2)2, CH4, C3H8,
C13H10O
• Pada larutan non elektrolit gelembung gas tidak
muncul dan lampu tidak menyala pada larutan uji.
Definisi Asam dan Basa
 Asam Arrhenius adalah zat yang
menghasilkan H+ (H3O+) dalam air
 Asam Brønsted adalah donor proton
 Asam Lewis adalah zat yang dapat menerima
sepasang elektron
 Basa Lewis adalah zat yang dapat
memberikan sepasang elektron

16.10
Asam kuat adalah elektrolit kuat

HCl (aq) + H2O (l) H3O+ (aq) + Cl- (aq)


HNO3 (aq) + H2O (l) H3O+ (aq) + NO3 (aq)
-
HClO4 (aq) + H2O (l) H3O+ (aq) + ClO4- (aq)
H2SO4 (aq) + H2O (l) H3O+ (aq) + HSO4 (aq)
-

16.4
Asam lemah adalah elektrolit lemah

HF (aq) + H2O (l) H3O+ (aq) + F- (aq)


HNO2 (aq) + H2O (l) H3O+ (aq) + NO2 - (aq)
HSO4- (aq) + H2O (l) H3O+ (aq) + SO42- (aq)
H2O (l) + H2O (l) H3O+ (aq) + OH- (aq)

16.4
Basa kuat adalah elektrolit kuat
H2O
NaOH (s) Na+ (aq) + OH- (aq)
H2O
KOH (s) K+ (aq) + OH- (aq)
H2O
Ba(OH)2 (s) Ba2+ (aq) + 2OH- (aq)

16.4
Basa lemah adalah elektrolit lemah (NH3)

F- (aq) + H2O (l) OH- (aq) + HF (aq)


NO2- (aq) + H2O (l) OH- (aq) + HNO2 (aq)

Pasangan asam-basa konjugat:


• Jika asamnya kuat, basa konjugatnya sangat
lemah.
• H3O+ adalah asam terkuat yang dapat berada di
dalam larutan berair.
• Ion OH- adalah basa terkuat yang dapat berada di
dalam larutan berair.
16.4
KONSENTRASI ION H+ DAN pH
ASAM/BASA KUAT:
pH dapat ditentukan langsung dari nilai konsentrasi
(M) asam dan basa tersebut
pH = - log [H+] pOH = - log [OH-]
pH + pOH = 14

ASAM/BASA LEMAH:
Konsentrasi H+ dari asam dan OH- dari basa
bergantung pada derajat ionisasi (α) dan tetapan
ionisasi (Ka atau Kb). Nilai Ka menunjukkan
kekuatan asam dan Kb kekuatan basa
pH – Ukuran Keasaman
pH = -log [H+]

Larutan Pada suhu


bersifat 250C
netral [H+] = [OH-] [H+] = 1 x 10-7 pH = 7
asam [H+] > [OH-] [H+] > 1 x 10-7 pH < 7
basa [H+] < [OH-] [H+] < 1 x 10-7 pH > 7
16.3
pOH = -log [OH-]

[H+][OH-] = Kw = 1,0 x 10-14


-log [H+] – log [OH-] =
14,00 pH + pOH = 14,00

16.3
INDIKATOR ASAM-BASA
(INDIKATOR pH)
• Adalah zat (suatu asam atau basa lemah) yang akan
berubah warna jika pH berubah pada kisaran tertentu
• Kisaran pH yang menyebabkan indikator berubah
warna disebut trayek pH.
• Bila pH < trayek pH maka indikator akan
menunjukkan warna asamnya
• Bila pH > trayek pH maka indikator akan menunjukkan
warna basa
• Contoh indikator: biru bromtimol (pH 6,0 – 7,6), merah
metil (3,2 – 4,4), kuning alizarin (10,1 – 12,0)
CAMPURAN PENAHAN
BUFER ASAM (ASAM LEMAH DAN GARAMNYA)
CH3COOH H+ + CH3COO-
Ca Ca
NaCH3COO Na+ + CH3COO-
Cg Cg
Terjadi efek ion senama
[CH3COOH] Ca
[H ] = K a
+ = Ka
[CH3COO ]
- Cg
BUFER BASA (BASA LEMAH DAN GARAMNYA)
NH4OH NH4+ + OH-
Cb Cb
NH4Cl NH4+ + Cl-
Cg Cg
[NH4OH] Cb
[OH-] = K b = Kb
[NH4+] Cg
Mekanisme kerja campuran penahan (bufer asam)
• Bila ada x mol H+ ditambahkan ke dalam bufer asam, maka
jumlah garam berkurang, jumlah asam bertambah
NaCH3COO  Na+ + CH3COO- H+
CH3COOH H+ + CH3COO-

[H+] = K a mmol asam + x


mmol garam - x
• Bila ada x mol OH- ditambahkan ke dalam bufer asam, maka
jumlah asam berkurang, jumlah garam bertambah
NaCH3COO  Na+ + CH3COO-
CH3COOH H+ + CH3COO- OH-

+
mmol asam - x
[H ] = K
a mmol garam + x
DAYA TAHAN CAMPURAN PENAHAN
Mol H+ atau OH- yang harus ditambahkan ke dalam 1
liter larutan bufer agar pH-nya berubah satu satuan
pH - 1 Bufer awal pH + 1

+ asam + basa
pH = 3 pH = 4 pH = 5
Yang mempengaruhi daya tahan bufer:
Konsentrasi penyusun bufer
Perbandingan [asam] / [garam] atau [basa] / [garam]
Kapasitas maksimum bila,
[asam] [basa]
atau = 1
[garam] [garam]
APLIKASI ASAM, BASA, DAN
CAMPURAN PENAHAN
 Penentuan kuantitas suatu bahan
contohnya: penentuan kadar asam cuka dalam suatu
produk industri

 Pengujian kualitas air (kesadahan)


Penggunaan campuran penahan dalam :
pemisahan asam amino atau protein dengan
kromatografi kolom
TUGAS KELOMPOK
Carilah contoh 3 jenis larutan berdasarkan bahan baku
dalam kehidupan sehari-hari minimal 3 contoh.
Contoh tersebut dibuat dalam bentuk makalah.
Format dari makalah :
Cover
Kata Pengantar
Isi Makalah
Daftar Pustaka
Isi dari makalah : contoh pemanfaatan, penjelasan,
rumus dari reaksi kimianya
Makalah boleh ditulis tangan atau diprint.
Berikan nomor halaman pada setiap halaman makalah.