Anda di halaman 1dari 33

OPERASI

HITUNG
BILANGAN
BILANGAN
Bilangan adalah suatu konsep
matematika yang digunakan untuk
pencacahan dan pengukuran.
Bilangan adalah suatu ide yang
bersifat abstrak yang akan
memberikan keterangan mengenai
banyaknya suatu kumpulan benda.
Lambang bilangan biasa
dinotasikan dalam bentuk tulisan
sebagai angka.
Prosedur-prosedur tertentu yang
mengambil bilangan sebagai
masukan dan menghasil bilangan
lainnya sebagai keluran, disebut
sebagai operasi numeris.
Operasi biner adalah operasi yang
mengambil dua bilangan sebagai
masukan dan menghasilkan satu
bilangan sebagai keluaran.
Contoh operasi biner adalah
penjumlahan, pengurangan,
perkalian, pembagian, perpangkatan,
dan perakaran.
MACAM-MACAM
BILANGAN
BILANGAN BULAT
Contoh : B = ...., - 3, - 2, - 1, 0, 1, 2, 3, ....
BILANGAN ASLI
Contoh : A = 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ....
BILANGAN RASIONAL
Contoh : B = {½, ⅓, ⅔, ⅛, ⅜, ⅝, ⅞, ...}
BILANGAN IRRASIONAL
Contoh : 1,4142135; 1,41421; 2,7182818
BILANGAN CACAH
Contoh : C = 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,
10, ....
BILANGAN GENAP
Contoh : G = 2, 4, 6, 8, 10, 12, ....
BILANGAN GANJIL
Contoh : J = 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, ....
BILANGAN PRIMA
Contoh : P = 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, ....
BILANGAN ROMAWI
SIFAT OPERASI
HITUNG BILANGAN
Sifat Komutatif
Sifat Asosiatif
Sifat Distributif
Sifat Tertutup
Sifat Komutatif (Pertukaran)
Sifat Komutatif
Sifat komutatif hanya berlaku
pada penjumlahan dan perkalian
saja
Sifat komutatif tidak berlaku pada
pengurangan dan pembagian
Sifat Komutatif (Pertukaran)
Contoh :
A x B = B x A
5 x 3 = 3 x 5
2 x (-3) = (-3) x 2
(-2) x 3 = 3 x (-2)
(-2) x (-3) = (-3) x (-2)
Sifat Komutatif (Pertukaran)

Sifat Komutatif (Pertukaran)
Contoh :
A + B = B + A
5 + 3 = 3 + 5
2 + (-3) = (-3) + 2
(-2) + 3 = 3 + (-2)
(-2) + (-3) = (-3) + (-2)
Sifat Komutatif (Pertukaran)

Pembagian dan Pengurangan
tidak berlaku sifat komutatif
Contoh :
A : B ‡ B : A
5 : 3 ‡ 3:5
(-2) : (-3) ‡ (-3) : (-2)
A - B ‡ B - A
5 - 3 ‡ 3 - 5
(-2) - (-3) ‡ (-3) - (-2)
Sifat Assosiatif (Pengelompokkan)
Sifat assosiatif hanya berlaku
pada penjumlahan dan
perkalian saja
Sifat assosiatif tidak berlaku
pada pengurangan dan
pembagian
Sifat Assosiatif (Pengelompokkan)

Sifat Assosiatif (Pengelompokkan)
Contoh :
A + (B + C) = (A + B) + C
(5 + 3) + 1 = 5 + (3+1)
(2 + (-3)) + 1 = 2 + ((-3) + 1)
Sifat Assosiatif (Pengelompokkan)
tidak berlaku untuk Pembagian dan
Pengurangan
 Contoh :
 A - (B - C) ‡ (A - B) - C
 (5 - 3) – 1 ‡ 5 - (3-1)
 (2 - (-3)) - 1 ‡ 2 - ((-3) - 1)
 A : (B : C) ‡ (A : B) : C
 (5 : 3) : 2 ‡ 5 : (3 :2)
 (2 : (-3)) : 2 ‡ 2 : ((-3) : 2)
Sifat Distributif (Penyebaran)
Sifat distributif hanya berlaku
pada penjumlahan dan
perkalian saja
Sifat distributif tidak berlaku
pada pengurangan dan
pembagian
Sifat Distributif (penyebaran)
Contoh :
A x (B + C) = (A x B) + (A x C)
5 x (3+2) = (5x3) + (5x2)
A x (B – C) = (A x B) – (A x C )
5 x (3– 2) = (5 x 3) – (5 x 2 )
MENGGUNAKAN SIFAT
OPERASI HITUNG BILANGAN
Contoh :
6 x 98 = 6 x (100-2)
= (6 x 100) – (6 x 2)
= 600 – 12
= 588
MENGGUNAKAN SIFAT
OPERASI HITUNG BILANGAN
Contoh :
(3 x 46) + (3 x 54) = 3 x (46 +54)
= 3 x 100
=300
MENENTUKAN NILAI SUKU
YANG BELUM DIKETAHUI
Sederhanakan operasi bilangan
yang telah diketahui.
Pindahkan variabel/perubah (misal :
n) ke ruas kiri dan semua angka ke
ruas kanan dengan aturan sebagai
berikut :
Jika angka atau variabel awalnya
bertanda positif ( + ) menjadi
negatif ( - ) dan sebaliknya.

FAKTOR PRIMA &
FAKTORISASI PRIMA
Faktor prima adalah faktor
yang merupakan bilangan
prima.
Contoh :
Tentukan faktor prima dari 42.
Cara menjawabnya : tabel
dan pohon faktor
FAKTOR PRIMA &
FAKTORISASI PRIMA

FAKTOR PERSEKUTUAN
TERBESAR (FPB)
FPB dari beberapa bilangan
adalah persekutuan terbesar
dari beberapa bilangan
tersebut.
Contoh :
Tentukan FPB dari 18, 24, dan
30.
Penyelesaian :
Cara I:
Faktor 18 : 1, 2, 3, 6, 9, dan 18
Faktor 24 : 1, 2, 3, 4, 6, 8, 21,
dan 24
Faktor 30 : 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, 30
Faktor persekutuan dari 18, 24,
dan 30 = 1, 2, 3, dan 6.
Faktor persekutuan terbesar
(FPB) dari 18, 24, dan 30 = 6
KELIPATAN PERSEKUTUAN
TERKECIL (KPK)
KPK dari beberapa bilangan
adalah kelipatan yang sama-
sama dimiliki oleh bilangan-
bilangan tersebut dengan nilai
terkecil atau sama.
Contoh :
Tentukan KPK dari 12, 24, dan
36.
Penyelesaian :
Kelipatan 12 : 12, 24, 36, 48,
60, 72, 84, 96, ....
Kelipatan 24 : 24, 48, 72, 96,
120, ....
Kelipatan 36 : 36, 72, 108, 144,
....
Kelipatan Persekutuan Terkecil
(KPK) dari 12, 24, dan 36
adalah 72.
TERIMA KASIH
ATAS
PERHATIANNYA