Anda di halaman 1dari 30

Effective Management & New

protocol of acne
DR.dr.Qaira Anum,
Sp.KK(K),FINSDV,FAADV
Bagian Kulit dan Kelamin FK Unand/RSUP Dr.M
MASALAH ?
AKNE

Peradangan kronis unit


pilosebasea
Multifaktorial

Semua umur
Klinis : komedo, papul,
pustul, nodus
Self limited
Masa • Komedonal
• Pengaruh
pubertas hormon
• Menarche
• Dekade 3 atau
wanita lebih
• Papulo pustul
• akne
Lesi inflamasi
Hormon • Pustul, nodul
>> • Menyebar ke
tubuh
ETIOPATOGENESIS
Hiperprolifer
asi folikel
dermal

Produksi
sebum >>
Akn Inflamasi

Peningkatan
P acnes
Mikrokomedo
Komedo : Papul/pustul infla- Nodule :
Hiperkeratotik
Akumulasi korneo masi : Ruptur dinding
infundibulum
sit & sebum Proliferasi P.acne folikel
Korneosit kohesif
Dilatasi folikular Inflamasi -inflamasi
Sekresi sebum
ostium perifolikular perifolikular
Skar
• Variasi Klinis Akne :
1. Akne fulminan
• Usia 13-17 th
• Onset akut, akne sistika yg berat, ulserasi
• Disertai demam, malaise, arthralgia, leukositosis

2. Akne tropical
• iklim tropis
• Folikulitis berat, nodul inflamasi, kista
• Infeksi sekunder  S. aureus

3. Akne “excoriee”
• >> wanita muda
• emosional/psikis (obsessive compulsive)
5. Akne neonatal :
• Glandular development
• Transient, >> di hidung & pipi
6. Khlor akne
• “Chlorinated aromatic hydrocarbon”
7. Acne kosmetika
8. Akne mekanika
• pemakaian helm
9. Acne rekalsitran
• “hiperplasia adrenal kongenital”
• Defisiensi 11β atau 21β hidroksilase
10. Akne konglobata
• Akne kistik berat
• Badan >>> wajah
• kista, nodul bergabung, abses, ulserasi
DIAGNOSIS
• Anamnesis : akne pada keluarga
pengunaan kosmetik
pekerjaan
stress
obat2 an
onset menarche dan siklus menstruasi
pola hidup
pola makan/diet
PEMERIKSAAN FISIK

• Yg perlu diperhatikan :
1. Jenis kulit pasien
2. Lokasi lesi
3. Tipe lesi

Tipe lesi akne


4. Lesi non inflamasi
5. Lesi inflamasi
6. Lesi sisa : pigmentasi, skar
KLASIFIKASI
• Berdasarkan derajad keparahan
DIAGNOSIS BANDING
1. Rosasea
2. Perioral dermatitis
3. Erupsi akneiformis  induksi obat
4. Pseudofolikulitis barbae
5. Miliaria
6. Hiperplasia sebasea
PENATALAKSANAAN

• Prinsip terapi akne vulgaris :


– Memperbaiki keratinisasi folikular
– Menurunkan aktifitas kelenjar sebasea
– Menekan pertumbuhan bakteri t.u P. acnes
– Menangani proses inflamasi
• Topikal
1. Zat ekfoliatif
• As. Salisilat (2-5%), sulfur (4-8%), resorsinol (1-5%)
• Keratolitik
2. Bezoil Peroksida
• Antibakteri poten
• Menekan pertumbuhan bakteri & hidrolisis trigliserid
• Keratolitik, komedolitik ringan
• Sediaan : krim, gel 2.5%, 5%
• ES: iritasi, memutihkan baju
3. Asam retinoat (tretinoin)
1. Mekanisme :

1. Meningkatkan “Turn over cell”


2. Menekan kohesi sel- sel keratin
3. Komedolitik & anti inflamasi ringan
2. ES :

1. Fotosensitif  pakai malam hari  Sun


screen pagi hari
2. Iratatif, eritem,
4. Asam Azeleik :
• Krim 20% dan gel 15%
• Antibakterial, komedolitik, anti inflamasi
• Aman u/ kehamilan
• ES : rasa perih/ terbakar
5. Antibiotik topikal
• A.l : eritromisin, klindamisin
6. Adapalene
7. Tazaroten
• Sistemik

I. Antibiotik
II. Hormonal terapi
III. Isotretinoin
Golongan Dosis ES ket
Awitan
Tetrasiklin 2 x 500 mg Kel GI, vaginitis Aman & ,murah
candida, KI : hamil & anak
Fotosensitif
Eritromisin 2 x 500 mg Kel GI, Aman u/ hamil

Minosiklin 2 x 50 – 100 Plg efektif


mg
Doksisiklin 2 x 50 -100 mg Fotosensitif

Klindamisin 2 x 75 -150 mg

Amoksisilin 2 x 500 mg Aman u/ hamil

Trimetoprim/ 2 x 960 mg
Sulfametoksasol
II. Terapi Hormonal
a. Kontrasepsi oral
• Menghambat hormon androgen
• ES : BB naik, melasma
b. Anti androgen
c. Low dose Kortikosteroid
III. Isotretinoin
• Mekanisme :
Menekan aktifitas kel sebasea
• Indikasi
a. Tidak responsif terapi konvensional
b. Akne berat,
nodular/inflamasi/rekalsitran
c. Tendensi skar
d. Produksi sebum >>>>
• KI : Kehamilan/program hamil
• ES : teratogenik, kulit kering, Cheilitis
• Dosis : 0,5 - 1 mg/kgBB/hr
Terima kasih