Anda di halaman 1dari 16

AKUNTANSI

MUSYARAKAH
SULIS AGUSTIN (011)
NUR HAULA MUNA (075)
ANGGUN VIAMAR GARIESA (081)
PENGERTIAN MUSYARAKAH

Akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu
usaha tertentu. Dimana masing-masing pihak memberikan
kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan
dibagi berdasarkan kesepakatan sedangkan kerugian
berdasarkan kontribusi dana
KARAKTERISTIK
• Penawaran dan penerimaan menunjukkan tujuan kontrak
Ijab qabul • Dilakukan saat kontra
• Akad dituangkan secara tertulis

Pihak-pihak • Kompeten dalam memberikan kekuasaan perwakilan


• Mitra harus menyediakan dana dan pekerjaan

yang berkontrak • Mitra memiliki hak untuk mengatur asset


• Seorang mitra tidak diizinkan untuk mencairkan dana untuk kepentingan sendiri

• Modal: uang tunai, emas, perak atau yang nilainya sama


• kerja

Objek akad • Keuntungan: tertuang jelas dalam akad. Dibagikan secara


proporsional
• Kerugian: dibagi menurut masing-masing porsi dalam modal
• Biaya operasional: dibebankan pada modal bersama
JENIS MUSYARAKAH
Musyarakah Musyarakah
Permanen Menurun
Bagian dana setiap Bagian dana mitra
mitra ditentukan akan dialihkan
sesuai akad dan secara bertahap
jumlahnya tetap kepada mitra
hingga akhir masa lainnya sehingga
akad bagian dananya
akan menurun dan
pada akhir masa
akad mitra lain
tersebut akan
menjadi pemilik
penuh usaha
tersebut
MENENTUKAN NISBAH
• Pembagian hasil usaha dilakukan sesuai nisbah yang disepakati diawal
akad.
• Besarnya nisbah tidak harus sama dengan besarnya kontribusi modal yang
diberikan dalam usaha tersebut, karena dimungkinkan pemodal/mitra
yang satu memiliki keahlian lebih dibandingkan yang lain.
• Sedangkan kerugian yang dialami dalam usaha tersebut dibagi kepada
masing-masing mitra/pemodal sesuai besarnya kontribusi modal yang
diserahkan dalam usaha tersebut.
Dalam contoh di atas kerugian
ditanggung oleh LKS Anugrah Gusti sebesar 70% dan ditanggung oleh Amirullah/nasabah sebesar
30%
AKUNTANSI MITRA AKTIF/PASIF (PENGELOLA /
PENYETOR MODAL USAHA MUSYARAKAH)

• Pemodal lain (misalnya Amirullah) selain


memberikan kontribusi modal juga
Mitra Aktif mengelola usaha

• Pemodal (misalnya LKS Anugrah Gusti)


tidak mempergunakan haknya untuk ikut
Mitra Pasif mengelola usaha (hanya setor modal saja)
• LKS Anugrah Gusti dan Amirullah keduanya hanya setor modal saja
sedangkan pengelolaan usaha diserahkan kepada pihak lain. Dalam
hal demikian LKS Anugrah Gusti dan Amirullah dikategorikan
sebagai mitra pasif dan pihak lain yang mengelola disebut sebagai
mitra aktif.

• Namun demikian jika mitra yang hanya menyetor modal saja, tidak
mengelola usaha tetapi memiliki hak utama atau dapat
mempengaruhi kepelaksanaan usaha dapat dikategorikan sebagai
mitra aktif
PENERIMAAN PENYERTAAN MODAL (PADA SAAT
AWAL AKAD)
• Penyertaan modal kas musyarakah mitra aktif

• Penyertaan modal musyarakah non kas mitra aktif


Diukur sebesar nilai wajar saat penyerahan. Diakui sebagai dana syirkah
temporer
• Nilai wajar lebih besar dari nilai tercatat

• Nilai wajar lebih kecil dari nilai tercatat


PENERIMAAN MODAL MUSYARAKAH DARI MITRA
PASIF

• Penerimaan dana musyarakah dari mitra pasif diakui sebagai


investasi musyarakah dan di sisi lain sebagai dana syirkah temporer
sebesar:
a. dana dalam bentuk kas dinilai sebesar jumlah yang diterima
b. dana dalam bentuk asset nonkas dinilai sebesar nilai wajar dan
disusutkan selama masa akad
SELAMA AKAD MUSYARAKAH

Pendapatan menjadi hak mitra aktif diakui sebesar haknya sesuai dengan kesepakatan atas
pendapatan usaha musyarakah

Kerugian investasi musyarakah diakui sesuai dengan porsi dana masing-masing mitra dan
mengurangi
• Hasil Usaha Musyarakahnilai asset musyarakah

Jika kerugian akibat kelalaian mitra aktif, maka kerugian ditanggung oleh mitra aktif

Pengakuan pendapatan usaha musyarakah dalam praktik dapat diketahui berdasarkan laporan bagi
hasil atas realisasi pendapatan usaha
PENGALIHAN MODAL MUSYARAKAH DARI MITRA
AKTIF KE MITRA PASIF

• Musyarakah permanen
MUSYARAKAH MENURUN
AKHIR AKAD
THANKYOU!
ANY QUESTIONS?