Anda di halaman 1dari 28

BEA

METERAI
Dinamai Bea Bukan Pajak
Ada beberapa ciri dalam Bea :
a. Bea tidak diperlukan Nomor Identitas baik untuk Wajib
Pajak maupun objek pajaknya.
Nomor Identitas
PPh dan PPN-PPnBM : NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak, dalam
materi KUP)
PBB : NOP (Nomor Objek Pajak, dlm materi PBB)
b. Saat pembayaran pajak (bea, red) terjadi lebih dahulu
daripada saat terutang.
Siapapun pihak yang membeli meterai tempel bearti ia sudah
membayar Bea Meterai, walaupun belum terjadi saat terutang
pajak.
a. Frekuensi pembayaran pajak (bea, red) terutang dapat
dilakukan secara insidentil ataupun berkali-kali dan
tidak terikat dengan waktu.
Membeli (membayar) meterai tempel dapat dilakukan kapan saja,
berbeda dengan pajak.
PENGERTIAN-PENGERTIAN

DOKUMEN ADALAH KERTAS YG BERISIKAN TULISAN YG


MENGANDUNG ARTI & MAKSUD TENTANG : PERBUATAN ; KEADAAN,
ATAU KENYATAAN BAGI SESEORANG DAN ATAU PIHAK- PIHAK YG
BERKEPENTINGAN

BENDA METERAI ADALAH METERAI TEMPEL & KERTAS METERAI


YG DIKELUARKAN OLEH PEMERINTAH RI

TANDA TANGAN ADALAH TANDA TANGAN SEBAGAIMANA LAZIMNYA


DIPERGUNAKAN, TERMASUK : PARAP; TERAAN ATAU CAP TANDA
TANGAN /CAP PARAP; TERAAN CAP NAMA ATAU TANDA LAINNYA
SEBAGAI PENGGANTI TANDA TANGAN

PEMETERAIAN KEMUDIAN ADALAH SUATU CARA PELUNASAN BEA


METERAI YG DILAKUKAN OLEH PEJABAT POS ATAS PERMINTAAN
PEMEGANG DOKUMEN YG BEA METERAINYA BELUM DILUNASI
SEBAGAIMANA MESTINYA
LARANGAN BAGI PEJABAT
Pejabat pemerintah, hakim, panitera, jurusita,
notaris dan pejabat umum lainnya (Pasal 11)
 Menerima, mempertimbangkan atau menyimpan
dokumen,
 Melekatkan dokumen,
 Membuat salinan, tembusan, rangkapan atau
petikan dari dokumen
 Memberikan keterangan atau catatan pada
dokumen
Yang bea meterainya tidak atau kurang dibayar
sesuai dengan tarif bea meterai.
OBJEK BEA METEREI (Pasal 2)
1. Surat perjanjian dan surat lainnya, (a.l. Surat Kuasa, Surat
Hibah, Surat Pernyataan) yang dibuat dengan tujuan
untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai
perbuatan, kenyataan/keadaan yang bersifat perdata.
Alat Pembuktian yang sah ada 5 macam yaitu : surat-surat, kesaksian,
persangkaan, pengakuan dan sumpah.
2. Akta notaris termasuk salinannya (adalah tembusan atau
fotokopi yang ditandatangani oleh Notaris)
Tanda Tangan notaris sebagai pejabat negara menjamin bahwa isi salinan sama
dengan asli sahihnya (Soemitro, 1988:43)
3. Akta PPAT termasuk rangkapnya
Tanda Tangan PPAT sebagai pejabat negara menjamin bahwa isi rangkapan
sama dengan asli sahihnya (Soemitro, 1988:45)
OBJEK BEA METEREI
4. Surat yang memuat Jumlah Uang di atas Rp 1 juta
- yang menyebutkan penerimaan uang
- yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan
uang dalam rekening di bank
- yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank
- yang berisi pengakuan bhw hutang uang seluruhnya
atau sebagian telah dilunasi atau diperhitungkan
OBJEK BEA METEREI
5. Surat berharga seperti wesel, promes, aksep, cek.
6. Efek dengan nama dan bentuk apapun
Berasal Effectus (Latin), Effecten (Belanda), Securities
(Inggris) selanjutnya disebut efek adalah bukti-bukti
pemilikan sebagian dari kekayaan (perusahaan),
pemilikan hak sebagian keuntungan atau hak sebagian
atas hutang berjangka panjang.
OBJEK BEA METEREI

7. Dokumen alat bukti di pengadilan


Termasuk surat-surat yang semula tidak kena Bea Meterai
(Pasal 2 ayat (3)
a. Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggan
b. Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai
berdasarkan tujuannya.

Cara pemeteraiannya adalah PEMETERAIAN KEMUDIAN


OBJEK YANG DIKECUALIKAN
Pasal 4
1. Dokumen yang berupa dengan tuuan menunjang
kebijaksanaan pemerintah dalam mengatur
kelancaran arus barang dan penumpang

2. Segala bentuk ijazah

3. Tanda terima gaji, uang tunggu, pensiun, uang


tunjangan, dan pembayaran lainnya yang ada
kaitannya dengan hubungan kerja serta surat-surat
yang disertakan untuk mendapatkan pembayaran itu

4. Tanda bukti penerimaan uang negara dari kas


negara, kas Pemerintah Daerah dan bank
OBJEK YANG DIKECUALIKAN
5. Kuitansi untuk semua jenis pajak dan untuk
penerimaan kas lainnya yang dapat disamakan
dengan itu dari kas negara, kas Pemerintah
Daerah dan bank

6. Tanda penerimaan uang…intern organisasi

7. Surat gadai

8. Tanda pembagian keuntungan atau bunga dari


efek, dengan nama dan dalam bentuk apapun.
SUBJEK BEA METERAI
Pasal 6

 Pihak yang mendapatkan manfaat (Pasal 6)


Bea Meterai terutang oleh pihak yang mendapatkan manfaat dari
dokumen, kecuali pihak atau pihak-pihak yang bersangkutan
menentukan lain.
TARIF BEA METEREI
PP No. 24 tahun 2000
Berlaku sejak 1 Mei 2000

 SEMUA PASTI Rp. 6.000


KECUALI
 Kelompok 4, 5  s/d 250 rb  TIDAK KENA
 Kelompok 4, 5  250 rb s/d 1 juta  Rp 3.000
 CEK, BILYET GIRO  PASTI Rp 3.000
 EFEK  s/d ≤ 1 juta  Rp 3.000
SAAT TERUTANG
BEA METERAI

DOKUMEN YANG DIBUAT SATU PIHAK :


saat dokumen tersebut diserahkan

DOKUMEN YANG DIBUAT DUA PIHAK :


saat dokumen tersebut selesai dibuat, dan ditutup dg tanda
tangan masing2 pihak

DOKUMEN YANG DIBUAT DI LUAR NEGERI:


saat dokumen tersebut digunakan di Indonesia
CARA PELUNASAN
BEA METERAI

DGN CARA LAIN YG


DGN BENDA METERAI
DITETAPKAN MENKEU

Ò METERAI TEMPEL Ó MESIN TERAAN METERAI

Ò KERTAS METERAI Ó TEKNOLOGI PERCETAKAN

Ó SISTEM KOMPUTERISASI
CARA PELUNASAN BEA METERAI
DGN METERAI TEMPEL

1. METERAI TEMPEL DIREKATKAN SELURUHNYA DENGAN UTUH DAN TIDAK


RUSAK DI ATAS DOKUMEN YANG DIKENAKAN BEA METERAI;
2. METERAI TEMPEL DIREKATKAN DI TEMPAT DIMANA TANDA TANGAN
AKAN DIBUBUHKAN;
3. PEMBUBUHAN TANDA TANGAN DISERTAI DGN PENCANTUMAN TGL,
BULAN, DAN THN, DILAKUKAN DGN TINTA ATAU YANG SEJENIS DGN ITU,
SEHINGGA SEBAGIAN TANDA TANGAN ADA DI ATAS KERTAS DAN
SEBAGIAN LAGI DI ATAS METERAI TEMPEL;
4. JIKA DIGUNAKAN LEBIH DARI SATU METERAI TEMPEL, TANDA TANGAN
HARUS DIBUBUHKAN SEBAGIAN DI ATAS SEMUA METERAI TEMPEL DAN
SEBAGIAN DI ATAS KERTAS;
CARA PELUNASAN BEA METERAI
DGN KERTAS METERAI

1. KERTAS METERAI HANYA DAPAT DIGUNAKAN UNTUK SEKALI


PEMAKAIAN, MESKIPUN HANYA DIGUNAKAN SEBAGIAN

2. KERTAS METERAI YANG SUDAH DIGUNAKAN TIDAK BOLEH


DIGUNAKAN LAGI;

3. JIKA ISI DOKUMEN YANG DIKENAKAN BEA METERAI TERLALU


PANJANG UNTUK DIMUAT SELURUHNYA DI ATAS KERTAS
METERAI YANG DIGUNAKAN

MAKA

UNTUK BAGIAN ISI YANG MASIH TERTINGGAL DAPAT


DIGUNAKAN KERTAS TIDAK BERMETERAI

BILA KETENTUAN PENGGUNAAN DAN CARA PELUNASAN BEA


METERAI TIDAK DIPENUHI, DOKUMEN YBS DIANGGAP TIDAK
BERMETERAI
TATA CARA MENDAPATKAN IZIN PELUNASAN
BEA METERAI
DGN MESIN TERAAN METERAI

1. PENERBIT DOKUMEN HARUS MENGAJUKAN PERMOHONAN IJIN SECARA


TERTULIS KEPADA KEPALA KPP SETEMPAT DENGAN MENCANTUMKAN JENIS,
MEREK, TAHUN PEMBUATAN MESIN TERAAN METERAI YANG DIMINTAKAN IJIN
PENGGUNAAN
2. MELAMPIRKAN SURAT PERNYATAAN TTG JUMLAH RATA-RATA DOKUMEN YANG
HARUS DILUNASI BEA METERAI-NYA SETIAP HARI
3. MENYETOR DI MUKA BEA METERAI MINIMAL SEBESAR Rp. 15.000.000,-- DGN
SSP
4. MELAMPIRKAN SURAT KETERANGAN LAIK PAKAI ATAS MESIN TERAAN METERAI
YANG DIMINTAKAN IJIN
5. IJIN PENGGUNAAN MESIN TERAAN METERAI DITERBITKAN OLEH KEPALA KPP
YANG BERLAKU SELAMA JANGKA WAKTU 2 (DUA) TAHUN
6. SEBELUM MESIN TERAAN METERAI DIGUNAKAN, DILAKUKAN PENGISIAN
DEPOSIT SEBESAR JUMLAH BEA METERAI YANG DISETOR DI MUKA DAN
PEMASANGAN SEGEL PADA MESIN TERAAN METERAI TSB. OLEH KPP
SETEMPAT
7. DIBUATKAN BERITA ACARA PEMASANGAN SEGEL UNTUK PEMAKAIAN YANG
PERTAMA KALI, DAN BERITA ACARA PEMBUKAAN DAN PEMASANGAN SEGEL
UNTUK PERPANJANGAN PEMAKAIAN MESIN TERAAN METERAI
TATA CARA MENDAPATKAN IZIN PELUNASAN
BEA METERAI
DGN TEKNOLOGI PERCETAKAN

PELUNASAN BEA METERAI DGN TEKNOLOGI PERCETAKAN


HANYA UNTUK CEK, BILYET GIRO DAN EFEK

1. PENERBIT DOKUMEN MENYETOR DI MUKA BEA METERAI KE KAS NEGARA


SEBESAR JUMLAH DOKUMEN YG HARUS DILUNASI BEA METERAINYA
2. PENERBIT DOKUMEN HARUS MENGAJUKAN PERMOHONAN IJIN SECARA
TERTULIS KEPADA DIREKTUR JENDERAL PAJAK DENGAN
MENCANTUMKAN JENIS DOKUMEN YG AKAN DILUNASI BEA METERAINYA
DAN JUMLAH BM YANG TELAH DIBAYAR
3. APABILA PERMOHONAN IJIN YANG DIAJUKAN OLEH PENERBIT
DOKUMNEN TELAH MEMENUHI SYARAT, DIREKTUR JENDERAL PAJAK
MENERBITKAN SURAT IJIN PENCETAKAN TANDA LUNAS BEA METERAI
4. PELAKSANAAN PENCETAKAN TANDA LUNAS BEA METERAI HANYA DAPAT
DILAKUKAN OLEH PERUM PERURI
TATA CARA MENDAPATKAN IZIN PELUNASAN
BEA METERAI
DGN SISTEM KOMPUTERISASI

PELUNASAN BM DGN SISTEM KOMPUTERISASI HANYA ATAS DOKUMEN YG


BERBENTUK SURAT YANG MEMUAT JUMLAH UANG DGN JUMLAH RATA-RATA
PEMETERAIAN 100 DOKUMEN SETIAP HARI

1. PENERBIT DOKUMEN HARUS MENGAJUKAN PERMOHONAN IJIN SECARA


TERTULIS KEPADA DIREKTUR JENDERAL PAJAK DENGAN MENCANTUMKAN
JENIS DOKUMEN DAN PERKIRAAN JUMLAH ARATA-RATA DOKUMEN YG
AKAN DILUNASI BEA METERAINYA
2. MENYETOR DI MUKA BEA METERAI SEBESAR PERKIRAAN JUMLAH
DOKUMEN YG HARUS DILUNASI BEA METERAINYA SETIAP BULAN
3. DIREKTUR JENDERAL PAJAK MENERBITKAN IJIN PELUNASAN BEA
METERAI DGN MEMBUBUHKAN TANDA BEA METERAI LUNAS DENGAN
SISTEM KOMPUTERISASI, APABILA PERMOHONAN PENERBIT DOKUMEN
TELAH MEMENUHI PERSYARATAN.
4. IJIN DARI DIREKTUR JENDERAL PAJAK, BERLAKU SELAMA SALDO BEA
METERAI YANG TELAH DISETOR DI MUKA MASIH MENCUKUPI KEBUTUHAN
PEMETERAIAN 1 BULAN BERIKUTNYA
PEMETERAIAN KEMUDIAN
Pasal 10
 Di Kantor pos
 Dilakukan atas
 Alat pembuktian di muka pengadilan, tidak ada
denda
 Rp 0  Rp 6000
 Tidak atau kurang dilunasi, 200%
 Rp 0  Rp POKOK+ 200%

 Akan digunakan di Indonesia


 Sebelum digunakan 0%
 Sesudah 200%
 Senin (SEBELUM) DIGUNAKAN SELASA  Rabu (SESUDAH)
 Menggunakan meterai tempel atau SSP
PEMETERAIAN KEMUDIAN

DILAKUKAN THD.

1. DOKUMEN YG AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT


PEMBUKTIAN DI MUKA PENGADILAN

2. DOKUMEN YG BEA METERAINYA TIDAK ATAU KURANG


DILUNASI DITAMBAH DENGAN DENDA 200% DARI BEA
METERAI YANG KURANG ATAU TIDAK DIBAYAR

3. DOKUMEN YG DIBUAT DI LUAR NEGERI DAN AKAN


DIGUNAKAN DI INDONESIA TANPA DIKENAKAN DENDA
(APABILA DOKUMEN YG DIBUAT DI LUAR NEGERI,
DIMETERAIKAN SESUDAH DIGUNAKAN, DIKENAKAN
DENDA 200% DARI BEA METERAI YANG TIDAK ATAU
KURANG DIBAYAR)
BEA METERAI ATAS DOKUMEN YG DIBUAT DI
LUAR NEGERI

DOKUMEN YG DIBUAT DI LUAR NEGERI

SAAT DIGUNAKAN DI INDONESIA

HARUS DILUNASI BEA METERAINYA DENGAN CARA


PEMETERAIAN KEMUDIAN
DALUWARSA
pasal 12
 5 tahun dihitung sejak tanggal dokumen dibuat,
berlaku untuk seluruh dokumen termasuk
kuitansi
SANKSI
 Bea Meterai yang tidak atau kurang dilunasi  denda
administrasi sebesar 200% (Pasal 8)
harus dilunasi Bea Materei terhutang berikut
dendanya dg cara Pemeteraian Kemudian.

 Cara Lain tanpa izin MenKeu  penjara maks. 7 tahun


(Pasal 14)
CARA LAIN
 Pelunasan tanpa ijin  pidana
Pasal 14
 Kelebihan pemakaian  denda
administrasi 200%
 Melewati masa berlakunya ijin 
pencabutan ijin
 Melewati batas waktu pelaporan 
pencabutan ijin
LATIHAN
PT A memiliki 100 dokumen per hari yang hrs
dimeterei. Utk mempermudah pelunasan Bea
Meterei, PT A menggunakan mesin Teraan. Jika
PT A lupa memetereikan 100 dokumen yg
merupakan tagihan utk kliennya yg nilai
tagihannya masing2 Rp 1 juta dan dokumen
tersebut telah digunakan, berapa Bea Meterei
yang hrs di bayar PT A berikut sanksinya?
JAWAB :
Dokumen yg blm dimeteraikan : 100 dkmen
Bea Meterei terhutang / dokumen : Rp 6.000
Bea Meteri terhutang : Rp 600.000
Sanksi 200% : Rp 1.200.000