Anda di halaman 1dari 15

KELOMPOK I

Arus Listrik dan Rapat Arus

Hukum Ohm

Resivitas dan Konduktivitas

Daya dan Hukum Joule

Perbedaan Dielektrik, Konduktor


dan Semikonduktor
ARUS LISTRIK

Pengertian Arus Kuat Arus


Listrik Sebuah kuat arus listrik
Arus listrik adalah dihasilkan dari muatan q melalui
muatan listrik dari penampang penghantar selama
sumber listrik yang waktu t, maka dapat ditulis
mengalir melalui
penghantar. Arus listrik I=Q/t
mengalir dari tempat
yang bermuatan Keterangan:
banyak (kutub positif) Q = muatan yang mengalir (C)
ketempat yang I = kuat arus listrik (A)
bermuatan sedikit t = waktu (s)
(kutub negatif).
(Halliday,2003)
RAPAT ARUS

Arus merupakan ciri dari suatu penghantar khas. Arus tersebut


adalah sebuah kuantitas makroskopik. Sebuah kuantitas
mikroskopik yang dihubungkan dengan arus adalah rapat arus yang
diberi lambang J. Rapat arus tersebut adalah sebuah vektor dan
merupakan ciri sebuah titik di dalam penghantar dan bukan
merupakn ciri penghantar secara keseluruhan. Jika arus tersebut
di distribusikan secara uniform pada sebuah penhamntar yang luas
penampangnya A maka besar rapat arus untuk semua titik adalah
J=i/A
J = rapat arus (A/m2)
I = kuat arus (A)
A = luas penampang melintang (m2)
(Halliday,2003)
HAMBATAN

Kita mendefinisikan hambatan dari suatu penghantar di antara


dua titik dengan memakai sebuah perbedaan potensial V
diantara titik – titk tersebut dan dengan mengukur arus i,
yang dapat dituliskan sebagai berikut :
R = V/I
Hambatan disini dinyatakan dalam ohm .
Aliran muatan melalui sebuah penghantar seringkali
dibandingkan dengan aliran air melalui sebuah pipa, yang
terjadi karena adanya perbedaan tekanan di antara ujung –
ujung pipa tersebut. Perbedaan tekanan ini dapat
dibandingkan dengan perbedaan potensial yang dihasilkan
oleh sebuah baterai diantar ujung – ujung dari sebuah tahanan
( resistor ). (Zemansky,2000)
RANGKAIAN HAMBATAN

Rangkaian Seri Rangkaian Pararel


RESISTIVITAS DAN KONDUKTIVITAS

Resistivitas Konduktivitas

Sesuatu yang dihubungkan


Seringkali kita berbicara
dengan hambatan adalah
mengenai konduktivitas, σ,
resistivitas, ρ, yang
dari suatu bahan daripada
merupakan karakteristik dari
berbicara tentang
suatu bahan dan bukan
resistivitasnya.
merupakan karakteristik dari
Konduktivitas adalah
bahan contoh khas suatu
kebalikan dari resistivitas
bahan; resistivitas tersebut
yang dihubungkan sebagai
untuk bahan – bahan
berikut
isotropik dapat di
σ=1/ρ
definisikan
Satuan SI dari σ adalah
ρ=E/J
(Ω.m-1. (Zemansky,2000)
(Zemansky,2000)
DAYA DAN HUKUM JOULE

Hukum joule adalah daya listrik yang hilang sebagai kalor,


akibat arus listrik yang mengalir dalam hambatan adalah
berbanding lurus dengan kuadrat kuat arus dan hambatannya.
Dan hukum ini dikemukakan oleh James Prescott Joule (1840).
Misalnya saja pada suatu rangkaian, akibat adanya beda
potensial V, timbul I. Maka pada setiap detiknya akan ada 1
coloumb yang dipindahkan dan ada V.I Joule kerja yang
dibutuhkan. Jadi dapat dituliskan persamaan rumusnya adalah:

P = V.I

Jadi kesimpulannya daya ini dikeluarkan di dalam kawat tiap


detiknya, dan daya ini akan hilang sebagai panas.
(Giancoli,2001).
Panas yang dapat ditimbulkan berasal dari E yang
mempercepat pergerakkan elektron, kemudian terjadi
tabrakan yang dapat menyebabkan elektron akan kehilangan
energinya ke dalam bagian-bagian bahan dan akibatnya
temperatur bahan akan naik. Dan juga energi yang hilang di
kawat oleh arus I selama t detik. Jadi secara matematis dapat
didapat persaan rumus:
W = V.I.t
secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :
P= I(pangkat 2). R
Pada satuan SI, P adalah daya listrik dengan satuan watt (W).
(Giancoli,2001)
Perbedaan isolator, semikonduktor, dan konduktor terletak
pada energi gap (Eg). Energi gap (Eg) menunjukkan selang
energi antara pita konduksi minimum dan pita valensi
maksimum. Gambar (a) di samping menunjukkan bahwa gap
antara pita konduksi minimum dan pita valensi maksimum
pada isolator sangat besar. Pada keadaan ini, pita konduksi
isolator kosong, tidak terisi elektron, sehingga
konduktivitasnya sangat rendah. Gambar (b) menunjukkan
struktur pita energi semikonduktor. Lebar pita relative kecil,
Eg = 1 eV. Pada saat suhu naik, elektron pada pita valensi
dapat berpindah ke pita konduksi. Karena ada elektron pada
pita konduksi, maka bahan ini bersifat sedikit konduktif,
sehingga disebut semikonduktor. Gambar (c) menunjukkan
struktur pita energi konduktor. Pita konduksi konduktor terisi
sebagian oleh elektron. Jika ada medan listrik luar, maka
elektron akan memperoleh tambahan energi untuk berpindah
dari pita valensi ke pita konduksi, yang berakibat timbulnya
arus listrik. Elektron yang berpindah ini disebut elektron
bebas. Sedangkan daerah yang ditinggalkan oleh elektron ini
disebut dengan hole.
 Material zat padat yang tidak mampu menghantarkan arus listrik.
 Isolator dapat berupa karet, kayu, kertas, dan biasanya adalah benda-
benda selain golongan logam.
 Contohnya dapat kita lihat pada setiap kabel yaitu berupa karet yang
berguna untuk melapisi tembaga (logam) agar arus tetap mengalir pada
tembaga.
 Berguna untuk melindungi kita dari sengatan listrik, oleh karena itu
isolator merupakan penghantar listrik yang paling buruk diantara
konduktor dan semikonduktor.
 Isolator memiliki karakteristik lebih lunak daripada logam namun tidak
berair, karena sebagus apapun suatu isolator jika terkena air maka arus
listrik akan dapat mengalir.
 Isolator memiliki daya resistansi yang tinggi terhadap arus listrik.
 Karena sifatnya yang resistant/ menghambat aliran arus listrik maka
benda-benda tersebut disebut isolator.
 Di dunia ini isolator yang paling baik adalah tanah karena sifatnya yang
dapat menetralkan arus listrik dengan cara mengalirkan arus listrik ke
tanah (ground) seperti pada penangkal petir yang telah dibuat untuk
mengalirkan arus listrik dari ujung suatu bangunan dan menanamkan
lempengan besi kedalam tanah yang bertujuan untuk menetralkan arus
listrik yang luar biasa besarnya dari alam (petir) ke tanah.
 Material yang memiliki sifat isolator dan konduktor dengan
perbandingan 1:1, sehingga sifatnya ada di antara isolator dan
konduktor.
 Bahan semikonduktor merupakan material yang memiliki sfiat
penghantar arus listrik yang paling bagus dikarenakan tidak
memiliki hambatan/ resistansi ataupun nilai resistansi mendekati
nol.
 Sebuah semikonduktor akan bersifat sebagai isolator pada
temperatur yang sangat rendah, akan tetapi pada temperatur
ruang akan bersifat sebagai konduktor.
 Semikonduktor elemental terdiri atas unsur-unsur pada sistem
periodik golongan IV A seperti silikon (Si), Germanium (Ge) dan
Karbon (C).
 Karbon semikonduktor ditemukan dalam bentuk kristal intan.
 Semikonduktor intan memiliki konduktivitas panas yang tinggi
sehingga dapat digunakan dengan efektif untuk mengurangi efek
panas pada pembuatan semikonduktor laser.
 Konduktor merupakan material zat padat yang memiliki
sifat penghantar arus listrik yang baik, tetapi masih
memiliki resistansi (hambatan).
 Penghantar dalam teknik elektronika adalah zat yang dapat
menghantarkan arus listrik, baik berupa zat padat, cair
atau gas.
 Karena sifatnya yang konduktif maka disebut konduktor.
 Konduktor yang baik adalah yang memiliki tahanan jenis
yang kecil.
 Pada umumnya logam bersifat konduktif. Emas, perak,
tembaga, alumunium, zink, besi berturut-turut memiliki
tahanan jenis semakin besar. Jadi, sebagai penghantar,
emas sangat baik, tetapi karena sangat mahal harganya,
maka secara ekonomis tembaga dan alumunium yang
paling banyak digunakan.