Anda di halaman 1dari 10

COMMON RAIL

KELOMPOK 4 :
1 . F I K R I F I R M A N S YA H
2 . I N D R A Y U D H A P R ATA M A
3 . M . A A B D I YA K A R I M H A B I B I
4 . M . A L F A R I Z K Y A R T H A J AYA
5 . M I F TA K H U L R O B B Y
Common rail direct fuel injection
adalah varian sistim direct injection
yang modern pada diesel engines.
Tekanan injeksi yang dihasilkan
mencapai high-pressure (1000+ bar)
yang didistribusikan secara individual
melalui solenoid valve, yang dikontrol
oleh cams pada camshaft.
KOMPONEN SISTEM INJEKSI COMMON RAIL
a) Pemanas awal bahan bakar
b) Saringan bahan bakar
c) Pompa pembagi
d) Shutoff electric valve (katup
penutup elektrik)
e) Pendingin bahan bakar
f) Pompa tekanan tinggi
g) Rail
h) Nozzle (injector)
i) Pengatur tekanan bahan bakar
j) Katup pengatur tekanan bahan bakar
k) Sensor tekanan
l) Sensor temperatur air pendingin
m) Sensor temperatur udara masuk
n) Crankshaft sensor
o) Half effect cam shaft senso
p) Pressure sensor
q) Rpm sensor
SISTIM KONTROL
Sistem injeksi bahan bakar common rail memiliki sistim yang hampir sama dengan
sistim injeksi elektronis pada motor bensin yang dikenal dengan sebutan
Electronic Fuel Injection (EFI), volume penyemprotan bahan bakar dikontrol
secara elektronis.
Bekerjanya injektor penyemprot bahan bakar diatur oleh sebuah Electronic
Control Unit (ECU), kadang-kadang disebut ECM (Electronic Control Module),
perangkat pengontrol elektronis ini menerima beberapa masukan dari sensor-
sensor antara lain sensor volume dan suhu udara yang masuk ke silinder motor,
suhu air pendingin, beban dan putaran motor, posisi katup gas dan lain-lain
sehingga volume penyemprotan bahan bakar bisa disesuaikan secara tepat
berdasarkan berbagai masukan/input yang diterima oleh ECU tersebut.
CONTROL UNIT
ECU pada sistim injeksi common rail
memiliki fungsi sebagai control modul untuk
mengontrol dan mengendalikan sistim injeksi
sesuai dengan input signal berupa Suplai
bahan bakar, engontrol jumiah penyemprotan
bahan bakar, mengontrol emisi gas buang,
mengontrol tekanan intake manifold,
mengedalikan cruise control ( hanya
transmisi otomatis, mematikan compresor
A/C, memonitor signal input dan output,
memeriksa dan menyimpan memory
kesalahan, membentuk nilai pengganti jika
salah satu signal hilang ( Emergency Running),
mendiagnosa ( memory kesalahan yang
tersimpan ) .
CAN DATACAN
BUSdata BUS memiliki peran untuk
mengirimkan data-data ke masing-masing
kontrol unit yang membutuhkanya,
menerima signal dari sensor untuk
beberapa sistim, mengurangi jumlah kabel
pada kendaraan, meningkatan daya kerja
sistim electronic. CAN data bus terdiri dari
dua kabel yang digunakan untuk
mengirimkan data digital. Penguna (kontrol
unit) di hubungkan dengan kedua kabel ini.
Terminal bus (tahanannya 120 ohm )
terdapat pada akhir masing-masing kontrol
unit dan dihubungkan diantara kabel.
Pengukuran tahanan (saat kunci kontak
OFF) antara dua kabel 60 ohm secara
parallel 120 ohm.
INPUT SIGNAL CONTROL UNIT
• Merupakan masukan semua data yang
dibutuhkan oleh control unit untuk
menghitung kebutuhan bahan bakar yang
dibutuhkan engine sesuai kondisi dan
pembebanan mesin. Beberapa masukan
berasal dari sensor-sensor yang
berhubungan dengan kondisi engine baik
sensor air flow sensor (B2/5), tekanan
rail (B4/6), temperatur air pendingin
(B11/4), temperatur udara masuk (B17),
tekanan udara intake manifold (B28),
pedal gas (B37), minyak pelumas (B40),
poros engkol (L5) dan beberapa kontrol
unit seperti busi pijar (N14/2).
OUTPUT SIGNAL CONTROL UNIT
Merupakan hasil pengolahan
data yang diterjemahkan oleh
control unit sebagai perintah
pada masing-masing actuator.
Beberapa actuator yang
mendapatkan perintah dari
control unit diantaranya injector
(Y76), electric shut off valve
(Y75), pressure control valve
(Y74), Booost pressure control
vacuum tranduser (Y31/5), inlet
port shutoff switch over valve
dan lain-lain.