Anda di halaman 1dari 16

K E L O M P O K 8

T E
TES S
PAULI
P A U L I
CONTENT
CONTENT
1 Sejarah Tes Pauli

2 Konstruk Teori Tes Pauli

3 Administrasi Tes

Skoring dan
4 Interpretasi
Sejarah Tes Pauli
Akhir
abad 1938 1951 -
19

Emil Kraeplin Prof. Dr. Richard Setelah Richard Tes Pauli


Menciptakan alat Pauli Pauli meninggal Pengembangan
tes Kraeplin Bersama Dr. Wilhelm dari tes kraeplin
Tes yang yang
Arnold serta
. Prof. Dr. tersdandarisasikan dimungkinkan
Vanmethod
bernama Tes Pauli mendapat data
memperbaharui tes
Kraeplin tentang
kepribadian
Definisi Tes Pauli
Pauli test berbentuk selembar kertas berukuran besar yang berisi gugusan angka-angka yang

tersusun secara membujur dan berbentuk jalur-jalur. Tes pauli merupakan test yang

membutuhkan waktu dan sangat memakan tenaga. Tes pauli banyak digunakan untuk mengukur

aspek kepribadian.

Karakteristik Tes Pauli :

1. Terdapat dua halaman bolak-balik dari kolom angka,

2. Memiliki lebih dari 2000 angka

3. Waktu tes adalah 60 menit, 3 menit setiap aba-aba “garis” (harus ada 20 garis).

Tes Pauli termasuk dalam speed test, yaitu tes yang dibatasi waktu. Dapat sikerjakan secara

individu ataupun kelompok.


Tujuan Tes Pauli P E N T I N G N YA T E S P A U L I

Tujuan dari tes ini adalah mengumpulkan berbagai data berupa:


a. Tes Pauli merupakan alat diagnostik yang dapat dipercaya.
1) Daya tahan atau keuletan
2) Kemauan atau kehendak individu b. Tes Pauli dapat untuk mendiagnosis perbedaan kostitutif.
3) Emosionalitas
b. Tes Pauli merupakan usaha pemeriksaan prestasi yang cukup baik.
4) Daya tahan untuk menyesuaikan diri
5) Stabilitas d. Tes Pauli digunakan untuk orang yang menderita luka/gangguan diotak,

e. Tes Pauli sebagai metode untuk mengetahui pengaruh peransangan dari luar (misal

narkotika).

f. Tes Pauli sebagai diagnostik untuk mendeteksi anak-anak yang sukar dididik.

g. Tes Pauli digunakan sebagai dasar tipologi kepribadian.

h. Tes Pauli ialah suatu metode experimental untuk mendapat pengaruh sikap kerja terhadap

prestasi kerja.

i. Tes Pauli merupakan alat pembantu experimental yang menjadi dasar untuk diagnostik

karakterologi.
Ketelitian dan
Energi Psikis (Jml) Tanggungjawab (Be)
Besarnya potensi energi kerja, Kesediaan bertanggungjawab, teliti,

terutama ketika dibawah tekanan kepedulian, akan tetapi dapat berarti pula

mudah dipengaruhi, labil, kurang waspada.

Aspek- Kehati-hatian (Sa) Perasaan (Si)

Tes Pauli
Aspek
Kecermatan, hati-hati, konsentrasi, Ketenangan, penyesuaian diri, keseimbangan

kesiagaan dan kemantapan kerja dan sebaliknya dapat berarti

terhadap pengaruh tekanan, menggambarkan penuh temperamen, mudah

pengendalian. terangsang, dan cenderung egosentris.

Vitalitas dan
Dorongan Berprestasi (Ti) Perencanaan (TP)
Kesediaan dan kemampuan Ambisi untuk mengarahkan diri,

berprestasi, serta kemauan untuk dan mengatur kemampuan dalam

mengembangkan diri. mengatur tempo dan irama kerja.


Administrasi Tes Pauli
Persiapan sebelum melaksanakan tes :

a. Meja yang rata

b. Pensil HB (bersegienam, 2 pensil), dengan 2 pensil sebagai antisipasi ketika

salah satu pensil mengalami kerusakan (patah, kurang tajam, dll)

c. Pencahayaan, ventilasi, tenang. Akan mempengaruhi peserta dalam melakukan

tes sehingga dapat lebih fokus, konsentrasi, dan dalam kondisi suasana hati yang baik.

d. Stopwatch, untuk mengukur waktu.

e. Menulis contoh Pauli di papan tulis, karena dalam lembar tes pauli tidak

disediakan contoh

f. Membagikan lembar tes dengan isian identitas di sebelah atas


a. Opening/ Pembukaan c. Cara Pengerjaan Tes Pauli

1) Selamat pagi semuanya. Hari ini kita akan 1) Perhatikan lembar tes saudara, lihat dilembar tersebut penuh

melaksanakan sebuah tes yang cukup mudah, namun terdapat angka, demikian juga dengan halaman sebaliknya.

sebelumnya perkenalkan saya (sebutkan nama), pada 2) Tugas saudara dalam tes ini cukup mudah, yaitu menjumlahkan
hari ini akan menjelaskan bagaimana cara pengerjaan setiap angka dengan angka dibawahnya dari atas kebawah.
tes yang akan dilaksanakan. Hasil penjumlahan ditulis disebelah kanan diantara kedua angka
tersebut.
2) Silahkan saudara persiapkan alat tulis masing-masing.

3) Silahkan co-tester untuk membagikan lembar tes kepada Intruksi 3) Jika hasil penjumlahan berupa angka puluhan, cukup ditulis
angka terakhir saja, misal angka 13, cukup ditulis 3 saja.
peserta.
Tes (berikanlah contoh dipapan tulis). Jika jawaban saudara salah,
saudara dapat mengganti jawaban dengan cara mencoret
Pauli jawaban yang salah dan menulis jawaban yang benar di sebelah
b. Peserta Mengisi Identitas Diri kanan jawaban yang di coret.

1) Setelah saudara menerima lembar tes, perhatikan 4) Karena yang dijumlahkan adalah setiap angka dengan angka di
lembar tes saudara, apakah terdapat kerusakan pada bawahnya, maka apabila saudara sampai pada angka terakhir
lembar tes seperti terdapat angka yang kurang jelas/lajur pada lajur, maka angka tersebut tidak perlu dijumlahkan dengan
yang terpotong. angka pertama pada lajur berikutnya.

2) Jika tidak ada, kemudian isi kolom identitas (nama,


tanggal tes, dan tanggal lahir).

3) Letakkan alat tulis saudara dan perhatikan ke depan.


d. Intruksi ”garis” Tes Pauli
e. Saat selesai mengerjakan Tes Pauli

1) Pada saat saudara mengerjakan tes pauli, pada waktu-


1) Apabila saudara sudah sampai pada akhir halaman,
waktu tertentu akan ada aba-aba “garis”. Pada saat saudara
segera balikkan pada halaman berikutnya (peragakan).
mendengar “garis“, saudara membuat garis di bawah hasil
2) Jika saudara sampai pada akhir halaman dua,
penjumlahan pada saat itu dan kemudian langsung bekerja
sedangkan aba-aba berhenti belum ada, segera angkat
kembali. Demikian seterusnya (sambil diperagakan).
tangan saudara, saya akan berikan lembar yang kedua.
Intruksi
3) Jika saudara mendengar aba-aba “berhenti”, kembalikan
Tes lembar tes tersebut pada posisi semula, letakkan alat tulis
Pauli saudara dan kumpulkan lembar tes ke depan.

4) Adakah yang ingin bertanya.


Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat pelaksanaan

tes:

a. Setelah aba-aba “mulai”, tester segera berkeliling untuk

memeriksa.

b. Setiap tiga menit, beri aba-aba “garis”.

c. Pemberian aba-aba “garis” harus orang dan intonasi suara

yang sama.

d. Begitu tester memberi aba-aba “garis”, tester langsung

berkeliling untuk memeriksa garis testee.

e. Setelah garis ke-20 atau garis terakhir, biarkan sebentar

testee bekerja, baru berikan aba-aba “berhenti”. Semua alat

tulis diletakkan, tidak ada yang bekerja lagi.

f. Jangan sekali-kali memberikan aba-aba berhenti bersamaan

dengan aba-aba garis yang terakhir.

g. Setelah selesai, diminta untuk menghitung jumlah garis harus


SKORING
Yang diperhatikan pada waktu skoring :

1. Lajur yang dilongkap, jika ada dicoret


dengan tinta merah.
Perlengkapan skoring :
2. Cek jumlah garis, garis harus berjumlah
Pensil, ballpoint tinta merah,
20 buah.
hijau, dan biru (yang ujungnya
3. Cek kesalahan, jika ada kesalahan dalam
runcing), kalkulator, penggaris penjumlahan beri tanda “silang” dengan

Pauli, dan penggaris biasa. tinta warna merah .

4. Cek pembetulan, jika ada beri tanda “±”


dengan tinta warna hijau.

5. Cek penjumlahan yang terlewat, jika ada


beri tanda “<” dengan tinta warna biru.
Jumlah Salah Dibetulkan Penyimpangan Tinggi T.Puncak

3000↑ < 0,6% < 0,7% > 4% > 53 < 10

2350-3000 0,6% -1,5% 0,7% - 2% 3%-4% 33 – 53 10 – 14

2350↓ > 2% > 2% < 3% < 33 > 14


GRAFIK PAULI
INTERPRETASI
TABEL INTERPRETASI PENJUMLAHAN TABEL INTERPRETASI KESALAHAN

Tabel interpretasi penjumlahan


Besar Kecil Besar Kecil

Positif Positif Positif Positif


 Kemauan kuat, energik,  Kritis  Teliti  Berupaya terkesan baik.
dorongan tinggi menyelesaikan  Detail  Berupaya sebaik-baiknya.  Menampilkan citrabaik.
tugas.  Teliti  Pengamatan tajam.
 Cekatan, terampil, cepat  Hati-hati  Tenang. Negatif
menyesuaikan diri. Negatif  Sulit berkonsentrasi.
 Tekun, dorongan berprestasi Negatif  Ada kecemasan berbuat salah.  Ragu.
tinggi.  Energy/dorongan kerja rendah  Kecenderungan detail tinggi.  Mudah terpengaruh.
 Pengamatan tajam.  Tidak cekatan  Mengutamakan diri.  Kurangnya pengendalian diri.
 Ketahanan mental tinggi, dapat  Mudah terpengaruh
mengendalikan situasi.  Mudah cemas
Negatif  Sukar beradaptasi
 Mengutamakan diri sendiri
 Tidak luas pandangan
TABEL INTERPRETASI TITIK PUNCAK
TABEL INTERPRETASI PENYIMPANGAN

Besar Kecil
Besar Kecil
Positif Positif
 Tabah. *dengan prestasi awal tinggi Positif Positif
 Keras hati.  Cepat bertindak tanpa banyak  Adanya keseimbangan.  Emosional.
 Stabil. pertimbangan.  Emosi stabil.  Dinamis.
 Daya tahan baik.  Keras kepala.  Dapat menyesuaikan diri.  Dikuasai oleh perasaan/ emosi.
 Terkendali.  Kecenderungan rajin.  Kapasitas mental baik.
 Rajin. Negatif Negatif
 Tekun. Negatif *dengan slope awal rendah pada  Lemah.
Negatif  Kemauan lemah. kurva  Tempera mental.
*dengan prestasi awal rendah  Ketumpulan emosi.  Kontrol diri rendah.
 Kurang adanya dorongan  Kurang bersemangat.
untuk menyelesaikan tugas.
 Prokastinasi tinggi.
 Kurang terfasilitasi.
A D A P E R T A N Y A A N ? ?

Thanks

Beri Nilai