Anda di halaman 1dari 50

Proses Pengolahan Kopi Robusta

Mulai dari Kopi Gelondong sampai


Produk Kopi Pasar

PT Perkebunan Nusantara XII


Kebun Kopi Bangelan
Nama: Fabiola Yana Pradipta
NIM : 10/297720/TP/09728

Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian


Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta
Gambaran Umum
Kebun
Bangelan

34 Kebun

PTPN XII
(Persero)

2 Unit Usaha
RSU
Kebun Bangelan

Besaran

Kebun
Bangelan:
883,20 ha.
Kampung
Baru
Tanaman
a. Pembibitan : 0,50 Ha
b. TM Kopi Robusta: 580,05 Ha
c. TBM II Kopi Robusta: 16,00 Ha
d. TBM I Kopi Robusta: 33,25 Ha
e. TTI Kopi Robusta : 25,00 Ha Non Tanaman :
f. TTAD (x-1) K. Robusta : 53,23 a. Emplasement Pbr/ Perum: 6,97 Ha
Ha b. Jalan, Jembatan, Lap.Curah, dll
g. Tanaman Aneka Kayu: 71.22 Ha : 87,25 Ha
h. Tanaman Entrys Kopi Robusta: c. Hutan Lindung : 0,93 Ha
3,65 Ha
i. Tanaman Koleksi Kopi Robusta:
1,15 Ha
Pembibitan Tanaman Tahun Akan Datang (X-2)
• Pembuatan areal pembibitan • Pemetaan
• Pembuatan media tanam • Pembongkaran
dengan tanah & pupuk kandang 2:1 • Pembuatan Jalan
• Pengisian media tanam ke dalam • Pembuatan Saluran Air
polybag • Pembuatan Teras
• Pengadaan bahan tanam • Penanaman Penaung Tetap
• Pelaksanaan stek sambung ditanam
di polybag
Tanaman Tahun Akan Datang (X-1)
• Pembuatan sungkup
• Pemberantasan Gulma
• Pengendalian gulma, hama, &
penyakit • Penanaman penaung sementara
• Pemupukan • Pemeliharaan penaung tetap
• Pembuatan Lubang Tanam
• Pengisian Lubang
Tanaman Tahun Ini Tanaman Menghasilkan
• Pemberantasan Gulma • Pemeliharaan Jalan dan Saluran Air
• Pelaksanaan Tanam • Perbaikan gandungan & teras
• Pemeliharaan Penaung Tetap • Pengendalian Gulma
• Pemeliharaan Penaung Sementara • Pengendalian Hama Penyakit
• Pemupukan
Tanaman Belum Menghasilkan
• Perbaikan teras dan gandungan
• Pengendalian gulma
• Pemeliharaan Pelindung Tetap
• Pemeliharaan Pelindung Sementara
• Pemangkasan
• Pengendalian Hama Penyakit
• Pemupukan
Pemanenan

Dalam satu masa panen dapat berlangsung


selama ± 90 – 100 hari yang biasanya dimulai
dari bulan mei atau juni.

Hal-hal yang dilakukan pada saat pemanenan,


yaitu :

• Pemetikan
• Sortasi Kebun
• Penimbangan
• Uji Petik kebun
Pemetikan
Hal-hal yang perlu
diperhatikan:
• Area pohon harus disapu
sebelum dilakukan pemetikan.
Penyapuan dilakukan ke arah
gandungan
• Pemetikan dilakukan dengan
mengambil buah kopi merah saja.
Maksimal kopi bangcuk, kopi hijau,
dan kopi hitam terikut 5%
• Buah yang berjatuhan dilelesi

• Langkah selanjutnya, buah kopi dibawa ke lokasi penimbangan untuk


dilakukan sortasi, penimbangan, dan diangkut ke pabrik.
Pemanenan
Untuk melakukan evaluasi untuk
menjamin kualitas mutu, perlu
dilakukan check list uji petik kebun.

• Sampel pohon dipilih secara acak setelah pohon


tersebut selesai dilakukan pemetikan.
• Dihitung banyaknya buah kopi yang jatuh, buah kopi
merah yang tertinggal di dahan, dan banyaknya cabang
yang patah.
Area pemetikan tidak disapu sebelum
dilakukan pemetikan
Selasa, 24 Juli 2012.
Mandor petik: Hendri
Buah tertinggal
Selasa, 24 Juli 2012.
Mandor petik: Juma’iyah (C)
Evaluasi
Secara Umum, pemetikan di Kebun Besaran dan Kampung baru
masuk pada kategori kotor.
• Besaran • Kampung Baru
Merah Jatuh: 21 buah Merah Jatuh: 17 buah
Hijau Jatuh: 8 buah Hijau Jatuh: 7 buah
Tertinggal di pohon: 11 Tertinggal di pohon: 11
buah buah
Cabang patah: 1 buah Cabang patah: 0 buah
Sumber: Data Checklist Juli 2012

Rekomendasi: Mandor lebih memperketat pengawasan, penanggulangan


semut angkrang, pencabutan rumput yang terlalu tinggi dan mengganggu.
Sortasi Kebun
Tujuan:
memisahkan antara buah
kopi merah, bangcuk, hitam,
dan hijau sebelum
ditimbang.

Toleransi buah yang dikirim


kepabrik super (merah) =
95% dan 5% inferior
(hitam,bancuk dan hijau)
Dan toleransi inferior yang
terikut dalam superior = 3%
Uji Petik

Tujuan: mengetahui kondisi buah kopi yang dipanen

• Rata-rata hasil Uji Petik Kebun dalam Juli 2012


• Jumlah kopi dalam 1 kg: 783 buah
• Merah: 33,538 Kg
• Bangcuk: 895 Kg
• Hijau: 1,090 Kg
• Hitam: 33 Kg
• Bubuk Buah: 2,9 %
Kebun Penimbangan Pabrik
Proses Pengolahan Kopi Robusta
Jembatan Timbang Molenschot
untuk mengetahui jumlah total kopi
gelondong yang diterima di pabrik.

Kapasitas: 10 ton.

Bak Gelondong
untuk menampung kopi gelondong
yang diterima setelah dilakukan
penimbangan.

Kapasitas: 50 ton/lok. (2 lokal)

Uji Petik Uji Petik


Rendemen Gelondong
Uji Petik Rendemen

• Rendemen Kopi: prosentase kopi pasar terhadap kopi


gelondong
• Mengetahui dasar taksiran kering di pabrik.
• Digunakan sampel 100kg gelondong merah, acak dari
afdeling besaran dan kampung baru. Dilakukan 3 kali
ulangan.
• Berdasarkan hasil uji petik pada hari Senin, 30 Juli 2012
a. Perolehan HS Basah: 48 kg
b. Perolehan HS Kering: 23 kg
c. Perolehan Kopi Pasar: 855 g
d. Perolehan Ukuran L: 12 g
Ukuran M: 128 g
Ukuran S: 142 g
Ukuran SS: 17 g
Uji Petik Gelondong

• Dilakukan untuk mengetahui mutu kopi gelondong dari


afdeling yang telah diterima oleh pabrik.
• Hasil Uji Petik Gelondong pada Sabtu, 21 Juli 2012

Analisa 1 Analisa 3
1 kg : 812 biji Keping 1 : 13,5%
Merah : 89,9% Ganda : 82,5%
Bangcuk : 5,7% Analisa 4
Hitam : 4,4% Normal : 93,8%
Analisa 2 Bubuk Buah: 6,2 %
Tenggelam : 96,1% (Merah) : 4,7%
Rambangan: 3,9% (Bangcuk) : 0,2%
(Hampa sebagian): 2,7% (Hitam) : 1,2%
(BJ) : 1,2%
Penerimaan
Kopi

Dry Process Wet Process

Superior
Rambangan Hijau, Hitam. (Merah dan
Bangcuk)
Pengolahan Kopi Robusta Wet Process

Kopi glondong merah + bangcuk

Penggerbusan
Perambangan

Penggilingan (Pulping) Sortasi kering

Pencucian
Pengemasan

Pengeringan
Penyimpanan

Kopi R/ WP
Bak Siphon
Perambangan

Tujuan: Untuk memisahkan kopi gelondong superior dan


inferior.

Cara Kerja:
Alat: Bak Siphon 1. Bak Siphon berisi air hingga
Kapasitas: 5 ton / unit penuh
Jumlah alat: 2 unit 2. Kopi gelondong dimasukkan
bersama aliran air
3. Kopi inferior yang terapung
(rambangan) dialirkan ke bak
rambangan dan diolah secara DP
4. Kopi superior yang tenggelam
akan dialirkan ke vis pulper
Rambangan Raung Washer

Hijau, Hitam Kneuzer Raung Washer

Bangcuk Vis Pulper Baja Raung Washer

Superior Vis Pulper Raung Washer


Penggilingan WP

Tujuan: untuk memisahkan kulit buah dari biji.

Alat: Vis Pulper


Kapasitas: 5 ton/jam Prinsip Kerja:
Jumlah: 3 unit
• Kopi gelondong
dilewatkan melalui celah
Komponen antara Boble Plat
Penting: (tembaga / baja) dan
Boble Plat 64, 96 lidah buaya.
Lidah Buaya • Pisau Karet berfungsi
untuk menahan turunnya Uji Petik
Pisau Karet
biji kopi Vis
Pulper
Pencucian
Tujuan: menghilangkan kulit buah dan lendir yang masih
tersisa pada biji kopi

Alat: Raung Washer Komponen Penting:


Kapasitas: 2,5 ton/H Silinder dengan pisau
Jumlah: 6 unit Screen Plat
Tenaga: 15 HP Aliran air
Katup dengan pemberat
Raung Washer

Prinsip Kerja:
• Pencucian biji kopi bekerja dengan
prinsip desakan antara biji kopi dan
aliran air.
• Biji kopi bergerak dengan bantuan
silinder yang berputar pada
porosnya.
• Air disemprotkan dari dalam silinder.
• Kulit buah akan keluar melalui
screen plat.
• Menggores, mengaduk, dan
mencuci.
Uji Petik Raung Washer
Uji Petik Vis Pulper dan Raung Washer
• Penyetelan pisau yang terlalu rapat akan menyebabkan witboon dan kopi
pecah. Sedangkan pisau yang terlalu longgar akan menyebabkan
gelondong lolos atau kulit tidak terkelupas.
• Witboon maks 2% pada vis pulper dan 3% pada raung washer
• Pada limbah tidak boleh ada biji terbuang.
Re-Washer

Komponen Penting:
Tujuan: untuk menyempurnakan kebersihan Screw dari besi
pencucian lendir dan kulit buah yang tersisa. berlapis karet,
Screen Plat

Prinsip Kerja:
• Kopi dialirkan dari raung washer
• Dengan screw karet, biji-biji kopi
bergerak mengikuti bentuk screw
• Biji-biji saling bergesekan
• Kulit buah dan lendir keluar melalui
screen plat
• Menghasilkan biji kopi HS Basah
Penampungan HS Basah

Tujuan:
Menampung kopi HS basah sampai tercapai Alat: Bak HS Basah
kapasitas mesin pengering (9 ton HS basah). Kapasitas: 6 ton/unit
Juga untuk menuntaskan air pada permukaan Jumlah: 6 unit
biji kopi.

Kopi HS basah kemudian dipompa


dengan Coffee Pump ke Mason
Dryer untuk dikeringkan
Pengeringan WP
Tujuan: mengeringkan dan menurunkan kadar air kopi HS
basah hingga kadar air 10,5

Alat: Mason Dryer


Komponen Penting:
Kapasitas: 9 ton HS basah
Tungku api, Blower,
Jumlah: 5 unit
Tromol
Tenaga: 7,5 HP

Prinsip Kerja:
A. Tungku Api: Pembakaran kayu di dalam tungku api
menyebabkan naiknya suhu di tungku api. Asap dan
abu melewati lorong udara panas, korekan, flame
pipe, dan akhirnya keluar melalui cerobong asap.
B. Blower: menghisap udara panas yang diciptakan
dari pembakaran kayu di tungku api.
C. Tromol: bekerja dengan berputar, akan meratakan
tingkat kematangan biji kopi. Udara panas keluar
dari silinder di dalam tromol.
• Setelah kadar air mencapai 10,5
blower bisa dimatikan dilanjutkan
dengan tempering

• Setelah 15 jam dan pengeringan


sudah berada pada suhu 80oC perlu
dilakukan pengujian kadar air setiap Uji Petik Turun Mason
jam.
Uji Petik Turun Mason
• Dilakukan untuk mengetahui mutu kopi dari penampakan fisik (prosentase
biji normal terhadap biji cacat) dan dari kualitas rasa (cup test).
• Untuk memadukan hasil prosentase biji ukuran L, M, S, SS, peaberry dari
hasil uji rendemen, hingga hasil Grader.

Normal = 94,2% Jumlah = 6579 biji


Hitam = 0,5% L = 5,6%
Hitam sebagian = 1,3% M = 44,4%
Lubang 1 = 0,4% S = 45,2%
Lubang lebih = 1,3% SS = 4,8%
Tutul = 2,4%
Proses Kering

Huller Huller Mini

Catador Grader
Proses Kering

Bak HS Kering Penggerbusan

Fungsi: menampung biji HS kering Tujuan: mengelupas kulit tanduk


yang sedang dilakukan tempering. dan kulit ari yang terdapat pada
kopi HS kering.

Ukuran: 670 x 435 x 100 cm Alat: Huller


Jumlah: 2 unit Kapasitas: 500 kg kopi HS
kering/jam

• Kopi hasil pengeringan diangkut Kopi yang masuk bergesekan satu


dari bawah ke bak bordes dengan yang lainnya, juga dengan pisau
menggunakan screw. ulir, sekam yang berjatuhan ke
• Tempering dilakukan minimal 24 penampung dihisap oleh blower
jam sebelum penggerbusan menuju Silo.
Proses Kering

Catador Grader

Fungsi: memisahkan sekam kulit Fungsi: memisahkan biji-bijian kopi


tanduk dan kulit ari dengan biji sesuai dengan ukuran masing-
kopi. masing

Kapasitas: 800 kg kopi HS/jam kering/jam


Kapasitas: 500 kg HS kering/jam Ukuran L: 7,5mm
Jumlah: 2 unit Ukuran M: 6,5mm
Ukuran S: 5,5mm

Komponen Penting:
Bucket elevator, corong sekam,
corong keluar, blower
Uji Petik

• Penggerbusan:
Uji Petik Penggerbusan dilakukan untuk mengevaluasi proses gerbus.
Penyetelan pisau terlalu rapat menyebabkan kopi pecah, sedangkan jika
terlalu longgar menyebabkan HS lolos atau tidak terkelupas kulitnya.
• Pengayakan:
Uji Petik Pengayakan dilakukan untuk mengetahui kondisi plat grader.
Mengevaluasi biji lolos ayakan L, M, S.
Kotak 1: benda asing, gelondong,
HS kering, kulit
Kotak 2: biji hitam, hitam pecah,
hitam sebagian, biji pecah
Kotak 3: coklat terbakar, biji
muda, tutul berat, lubang lebih
dari 1
Kotak 4: tutul ringan, kulit ari,
lubang satu

Kopi pasar Sorted  Uji Petik


Sorted  Nilai Cacat

Penggolongan mutu dalam


sampel 300gr
MUTU 1 = NC max. 11
MUTU 2 = NC 12 s/d 25
MUTU 3 = NC 26 s/d 44
MUTU 4 = NC 45 s/d 80
LOKAL K = NC 81 s/d 150
LOKAL B = NC 151 s/d 225
Blenkop

Fungsi: mencampur kopi


pasar yang telah disortasi
sehingga homogen

Prinsip Kerja:
pencampuran antara kopi
mutu sejenis supaya
Pengemasan
dalam 1 kavling mutunya
1 karung = 60 kg
lebih homogen
1 kavling = 50 karung
1 kavling = 3000 kg

Contoh Kode Sablon Keterangan:


Karung
R/WP 1L Mutu
XII 04 Kode Kebun
Kav 1 / 2012 No Kavling
28 No Karung
Net 60 kg Berat bersih
Uji Petik dan Cup Test Penyimpanan

Tujuan: untuk mengecek Tujuan: menampung kopi


mutu menurut jenisnya baik siap kirim agar tidak terjadi
secara fisik (nilai cacat), kerusakan mutu sebelum
maupun cita rasa pengiriman

• Tumpukan karung ditutup


dengan plastik lembaran
• Karung ditumpuk diatas
landasan kayu

Pengiriman
Pengolahan Kopi Robusta Dry Process

Kopi hijau, kopi hitam Kopi rambangan

Penggilingan (Kneuzer) Penggilingan (Raung Washer)

Pencucian

Sortasi
Pengeringan

Pengemasan
Penggerbusan

Penyimpanan
Pengayakan

Kopi R/ DP
Penggilingan DP

Raung
Rambangan
Washer

Raung
Hijau, Hitam Kneuzer
Washer
Alat: Kneuzer
Kapasitas: 1 ton gld/jam
Limbah

Raung Bak Penampungan Limbah Barat


Washer
Limbah Cair
Vis Bak Penampungan Limbah Timur
Pulper

Raung
Washer
Bak Penampungan Limbah Barat

Limbah Padat Vis


Pulper
Bak Penampungan Limbah Timur

Huller Silo
Sekian dan Terima Kasih