Anda di halaman 1dari 28

MATERI POLA ASUH

ANAK DAN REMAJA


OLEH IBU KEPALA DINAS PP-PA
RICHLANY MAMONTO, S.Kep.Ns.MARS
 Sebagaimana kita pahami bersama bahwa
Pedoman pola Asuh Anak dan Remaja
dengan Penuh Cinta kasih dan sayang
Dalam keluarga ( PAAR CINTA KASIH ),
Merupakan acuan bagi orangtua
Indonesia khususnya kader PKK dalam
membina Anak dan Remaja sebagai Putra
Putri harapan Orangtua, Masyarakat,
bangsa dan Negara.
 Menyadari akan hal ini , orangtua dan kader
PKK juga Mengemban tugas dan tanggung
jawab dalam membentuk karakter Anak dan
remaja sebagai generasi penerus bangsa dan
calon pemimpin masa yang akan datang.
Sebagai Insan Pancasila sekaligus sebagai
Insan Hamba Tuhan, generasi bangsa
Indonesia wajib memahami dan
mengamalkan nilai-nilai dari setiap sila
secara utuh dalam kehidupan sehari-hari. ini
berarti PKK juga mempunyai tanggung jawab
dalam membangun karakter Bangsa.
 Dalam membentuk karakter bangsa ini,
para orangtua dan kader PKK wajib
memahami dan mengamalkan
pengasuhan Anak dan remaja dalam
keluarga dengan penuh cinta kasih
sayang , berorientasi pada tumbuhnya
generasi penerus bangsa yang
berkarakter nasional dan memiliki jiwa
kepemimpinan
 Melihat kondisi saat ini yang semakin kompleks
dimana arus Globalisasi demikian deras
pengaruhnya terhadap sosial Emosional Anak
dan remaja yang masih rentan dan pada
akhirnya akan mengikis harkat dan martabat
generasi muda Indonesia, tentu tugas orang tua
dalam melakukan pengasuhan bartambah
berat. Untuk mengatasi dan mengantisipasi
keadaan tersebut, dipandang perlu adanya
materi lain dalam pembinaan pola Asuh Anak
dan keluarga untuk melengkapi berbagai Upaya
pengasuhan Materi Pembinaan pola asuh
tersebut meliputi
 Pengamalan butir – butir Pancasila.

 Pancasila mempunyai Kedudukan sebagai
ideologi dan dasar Negara sekaligus sebagai
Pandangan hidup seluruh Rakyat Indonesia.
Pancasila memiliki nilai-nilai luhur yang patut
untuk diamalkan oleh seluruh bangsa Indonesia,
 Pengamalan Butir- Butir Pancasila perlu
ditanamkan sejak Dini, melalui keteladanan sikap
orangtua kepada anak-anaknya. Maka
pembinaan PAAR CINTA KASIH harus diwarnai
oleh Pengamalan butir-butir Pancasila
 dalam kehidupan sehari-hari, meliputi
Nilai – nilai kejujuran, disiplin,
tanggung jawab, keberanian,
kegigihan, kesederhanaan, keadilan,
dan kerjasama.
 Sila pertama : Ketuhanan Yang maha Esa.

 Pola Asuh yang diterapkan dalam pengamalan sila
pertama ini mewajibkan orangtua untuk mengenalkan
ALLAH, Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan Agama
dan kepercayaannya Masing-Masing , maka
penanaman nilai –nilai Agama menjadi sangat
penting dalam mewarnai pola Pengasuhan.
Mengamalkan butir-butir sila Pertama, berketuhanan
dengan tetap menghormati penganut agama lain.
Maka pembinaan PAAR CINTA KASIH pada sila
pertama meliputi :

 - Penanaman Nilai- Nilai Agama.
 - Pengamalan toleransi beragama
 - Mengembangkan sikap bekerjasama antar Pemeluk
agama

 - Penanaman Nilai- Nilai Agama.
 - Pengamalan toleransi beragama
 - Mengembangkan sikap bekerjasama
antar Pemeluk agama.

 Sila ke dua : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

 Pola asuh dalam mengamalkan sila kedua ini, anak dan
remaja diajak bersama dalam :
 Mengakui manusia sebagai Mahluk Tuhan yang memiliki
Harkat dan Martabat.
 Mengakui persamaan Hak dan kewajiban , tanpa
membeda-bedakan suku, keturunan, agama, jenis
kelamin, warna Kulit , suku bangsa, dan lain sebagainya .
 Mengembangkan sikap saling menyayangi sesama manusia
 Mengajak untuk gemar mengikuti kegiatan kemanusiaan.
 Berani membela kebenaran dan keadilan.


 Sila ke tiga : Persatuan Indonesia.
 Pembinaan PAAR CINTA KASIH
untuk mengamalkan sila ketiga ini, dapat
dilakukan dengan mengamalkan nilai-nilai :
 Mau Dan rela berkorban untuk orang lain.
 Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air
dan bangsa.
 Mengembangkan rasa bangga pada
Indonesia.
 Mengembangkan kebhinekaan melalui
pengenalan suku-suku dengan Mengenal
bahasa dan adat budayanya melalui Pakaian
daerah dan kesenian.
 Sila ke empat : Kerakyatan yang
Dipimpin Oleh hikmah kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/perwakilan
 PEMBINAAN PAAR CINTA KASIH
Melalui Penanaman nila-nilai agar :
 Tidak membiarkan anak memaksakan
kehendaknya.
 Diajak bermusyawarah saat akan mengambil
keputusan
 Diajak untuk menghormati keputusan yang
sudah disepakati
 Melaksanakan keputusan bersama dengan
baik.
 Sila ke lima : Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia
 Pembinaan PAAR CINTA KASIH
Dalam keluarga , dilakukan bersama dengan
anak dalam :
 Kegiatan gotong royong dan kerjasama
 Menghormati teman dan orang lain
 Suka bekerja keras
 Menolong orang lain
 Menghargai hasil karya orang lain
 Menerapkan pola hidup sederhana.
 Menerapkan pola hidup sederhana.
 Pembinaan kesadaran bela Negara ( PKBN )
 Secara rinci bela Negara memiliki pengertian
sebagai tekad, sikap dan tindakan warga Negara yang teratur ,
menyeluruh,terpadu, dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan
kepada tanah air,
 Bela Negara memiliki 5 nilai yang harus
dikembangkan yaitu :
 Kecintaan pada tanah air, tercermin pada perilaku membela,
menjaga,dan melindungi tanah air, melalui pengenalan pada
tanah air yang diarahkan kepada pengetahuan tentang letak dan
luas tanah air Indonesia

 Kesadaran berbangsa dan bernegara ; dengan pemahaman
adanya rasa bertanah air, berbangsa dan bernegara satu yaitu
Indonesia dan menghormati bendera merah putih,

 Keyakinan pancasila sebagai Ideologi
Negara ; keyakinan akan kebenaran
Pancasila sebagai Falsafah dan dasar
Negara yang pelaksanaannya diwujudkan
dengan Taqwa kepada Tuhan yang maha
Esa.

 Kerelaan berkorbanuntuk bangsa dan
Negara

 Memiliki kemampuan awal Bela Negara


 Pencegahan kekerasan dalam Rumah tangga
(PKDRT).
 Maraknya kasus-kasus tindak kekerasan dalam rumah
tangga yang dialami anak dan remaja membuktikan
bahwa rumah tangga /keluarga belum menjadi tempat
yang nyaman dan aman bagi anak. Kekerasan dalam
rumah tangga merupakan pelanggaran hak asasi manusia
dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta
bentuk diskriminasi yang harus di hapus .
 Undang –undang no 23 tahun 2004 tentang
penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, berkaitan
dengan tujuan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga
(PKDRT) tersebut PKK dapat berperan pada pencegahan ,
perlindungan korban dan pemeliharaan keutuhan rumah
tangga yang harmonis sejahtera melalui pembinaan pola
Asuh
 Pencegahan kejahatan seksual terhadap
Anak ( PKSTA)
 Meningkatnya kasus dan angka kejahatan
seksual terhadap anak , mencerminkan bahwa
Pelaksanaan Perlindungan terhadap anak di
Indonesia masih memprihatinkan . berbagai
regulasi telah dibuat , bahkan Undang-Undang
Perlindungan anak No 23 tahun 2002 telah di
amandemenkan dan dilakukan penyesuaian
terhadap beberapa ketentuan menjadi Undang-
Undang no 35 tahun 2014 tentang perubahan
atas Undang –Undang No 23 tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak yang mencantumkan tentang
hak Anak dalam mendapatkan Perlindungan dari
kejahatan seksual dan kekerasan di satuan
Pendidikan dan kewajiban orang tua dalam
melindungi anak, mengasuh memelihara dan
mendidiknya.
 Sila ke tiga : Persatuan Indonesia.
 Pembinaan PAAR CINTA KASIH
untuk mengamalkan sila ketiga ini, dapat
dilakukan dengan mengamalkan nilai-nilai :
 Mau Dan rela berkorban untuk orang lain.
 Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air
dan bangsa.
 Mengembangkan rasa bangga pada
Indonesia.
 Mengembangkan kebhinekaan melalui
pengenalan suku-suku dengan Mengenal
bahasa dan adat budayanya melalui Pakaian
daerah dan kesenian.
 Sila ke lima : Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia
 Pembinaan PAAR CINTA KASIH
Dalam keluarga , dilakukan bersama dengan
anak dalam :
 Kegiatan gotong royong dan kerjasama
 Menghormati teman dan orang lain
 Suka bekerja keras
 Menolong orang lain
 Menghargai hasil karya orang lain
 Menerapkan pola hidup sederhana
 Pembinaan kesadaran bela Negara ( PKBN )
 Secara rinci bela Negara memiliki
pengertian sebagai tekad, sikap dan tindakan
warga Negara yang teratur ,
menyeluruh,terpadu, dan berlanjut yang
dilandasi oleh kecintaan kepada tanah air,
 Bela Negara memiliki 5
nilai yang harus dikembangkan yaitu :
 Kecintaan pada tanah air, tercermin pada
perilaku membela, menjaga,dan melindungi
tanah air, melalui pengenalan pada tanah air
yang diarahkan kepada pengetahuan tentang
letak dan luas tanah air Indonesia

 Kesadaran berbangsa dan bernegara ; dengan
pemahaman adanya rasa bertanah air, berbangsa dan
bernegara satu yaitu Indonesia dan menghormati bendera
merah putih,

 Keyakinan pancasila sebagai Ideologi Negara ; keyakinan
akan kebenaran Pancasila sebagai Falsafah dan dasar
Negara yang pelaksanaannya diwujudkan dengan Taqwa
kepada Tuhan yang maha Esa.

 Kerelaan berkorbanuntuk bangsa dan Negara

 Memiliki kemampuan awal Bela Negara

 Pencegahan kekerasan dalam Rumah tangga
(PKDRT).
 Maraknya kasus-kasus tindak kekerasan dalam
rumah tangga yang dialami anak dan remaja
membuktikan bahwa rumah tangga /keluarga belum
menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi anak.
Kekerasan dalam rumah tangga merupakan
pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan
terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk
diskriminasi yang harus di hapus .
 Undang –undang no 23 tahun 2004 tentang
penghapusan kekerasan dalam rumah tangga,
berkaitan dengan tujuan pencegahan kekerasan
dalam rumah tangga (PKDRT) tersebut PKK dapat
berperan pada pencegahan , perlindungan korban
dan pemeliharaan keutuhan rumah tangga yang
harmonis sejahtera melalui pembinaan pola Asuh.
 Pencegahan kejahatan seksual terhadap
Anak ( PKSTA)
 Meningkatnya kasus dan angka kejahatan
seksual terhadap anak , mencerminkan bahwa
Pelaksanaan Perlindungan terhadap anak di
Indonesia masih memprihatinkan . berbagai
regulasi telah dibuat , bahkan Undang-Undang
Perlindungan anak No 23 tahun 2002 telah di
amandemenkan dan dilakukan penyesuaian
terhadap beberapa ketentuan menjadi Undang-
Undang no 35 tahun 2014 tentang perubahan
atas Undang –Undang No 23 tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak yang mencantumkan tentang
hak Anak dalam mendapatkan Perlindungan dari
kejahatan seksual dan kekerasan di satuan
Pendidikan dan kewajiban orang tua dalam
melindungi anak, mengasuh memelihara dan
mendidiknya.
 Pencegahan penyalahgunaan napza

 Jumlah anak dan remaja korban penyalahgunaan
narkoba/napza meningkat tajam disamping sebagai
korban, anak dan remaja juga kerap dilibatkan oleh para
sindikat untuk membantu produksi dan distribusi Napza.

 Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan
obat-obat atau bahan berbahaya lainnya. Istilah yang
diperkenalkan oleh kementerian kesehatan Republik
Indonesia adalah Napza.
 Napsa adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan
Zat (bahan aktif) lainnya, bahan atau zat yang bila masuk
ke dalam tubuh baik diminum, dihisap,disedot maupun di
suntik akan mempengaruhi tubuh terutama susunan saraf
pusa, sehingga menyebabkan gangguan Fisik, psikis, dan
fungsi sosial.
 Pencegahan perdagangan Orang.

 Perdagangan orang adalah segala tindakan perilaku
perdagangan orang yang mengandung tindakan perekrutan
pengangkutan antar daerah dan antar Negara Pemberangkatan,
penerimaan, penampungan, penyekapan, pemalsuan,penipuan
terhadap orang khususnya perempuan dan anak.

 Negara telah menerbitkan Undang-Undang Republik
Indonesia No 21 tahun 2017 tentang pemberantasan Tindak
Pidana Perdagangan orang dan mencantumkan ketentuan umum
bahwa perdagangan orang adalah tindakan perekrutan
,pengangkutan, penampungan,pengiriman, pemindahan, atau
penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan ,penggunaan
kekerasan,penculikan,penyekapan pemalsuan , penipuan
penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan penjeratan utang
atau memberi bayaran atau manfaat,sehingga memperoleh
persetujuan dari orang yang memegang kendali atas lain
tersebut, baik yang dilakukan dalam Negara maupun antar
Negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang
tereksploitasi
 Factor penyebab terjadinya Perdagangan tersebut yaitu karena :
 Kemiskinan
 Pendidikan rendah;
 Pengangguran ;
 Migrasi keluar desa dan keluar negeri;
 Ketahanan keluarga yang rapuh;
 Ketidaksetaraan laki-laki dan perempuan ( gender );
 Budaya patriarkhi;
 Konsumerisme;
 Kurangnya lapangan pekerjaan;
 Eksploitasi seksual;
 Penegakkan hukum terhadap pelaku masih belum tegas Dan konsisten;
 Di Indonesia Praktik perdagangan orang terjadi pada :
 Buruh migran,
 Pekerja seks,
 Perbudakan berkedok pernikahan,
 Pekerja anak,
 Pengemis,
 Pembantu rumah tangga,
 Perdagangann anak dengan motif Adopsi,
 Pernikahan dengan laki-laki asing untuk tujuan eksploitasi,
 Pengedar dan pemakai obat terlarang,
 Korban perilaku penyimpangan sekseual seperti pedofilia

 Tertib Administrasi Kependudukan

 Setiap kelahiran seorang anak,
pertambahan usia menjadi dewasa dan
pernikahan memiliki konsekwensi hukum ,
maka setiap anak harus memiliki identitas
diri berupa Akte kelahiran, Kartu Identitas
Anak (KIA) untuk anak usia 0-17 tahun, KTP
Jika telah berusia 17 tahun dan surat nikah
jika ingin berkeluarga , kartu keluarga ,
dokumen lintas batas ( Paspor, Kartu lintas
Batas / KLB).