Anda di halaman 1dari 20

HYGROSCOPYCITY

Kelembaban
Pentingnya kelembaban di bidang
farmasi
 dapat mempengaruhi kualitas produk farmasi.
Contoh : pada proses produksi seperti ganulasi dan
pencetakan tablet.
 Kelembaban udara tergantung atmosfer pada daerah
dan juga musim. Pada area yang kering seperti gurun,
kelembaban sangat rendah sedangkan di dekat laut dan
hutan hujan kelembapan sangat tinggi.
 Kelembaban juga sangat tinggi pada musim hujan
daripada musim panas. Udara dapat menampung jumlah
terbatas uap lembab atau uap udara. Ketika kelembapan
itu meningkat melebihi batasnya, akan terjadi tetesan
yang disebut dengan kabut.
Salah satu akibat kelembaban yang tinggi

 Kelembaban tinggi menyebabkan titik embun


(dew point) atau kondensasi. Tanpa adanya
unsur kelembaban relatif, segala macam
kontaminan (zat pencemar) tidak akan atau
sedikit sekali menyebabkan pengkaratan.
 Titik embun ini sangat korosif terutama di
daerah kawasan industri farmasi yang kaya
dengan zat pencemar udara (Wildan, 2010).
Kelembaban Absolut
 jumlah uap lembab atau air dalam udara dalam
bentuk uap udara. Diukur dengan satuan gram
air dalam massa udara (massa/volume).

 Kelembapan relatif dihitung


dengan alat thermohygrometer
dan hasilnya disebut %RH.
Kelembaban Relatif , RH
atau Relative Humudity

Kelembaban Relatif atau RH (Relative Humidity) adalah :


Perbandingan tekanan uap air dalam ruang
dibanding tekanan uap jenuh pada suhu tertentu
dengan persamaan: pair
RH = x 100 %
poair

Contoh: Pada suhu 27oC, dalam suatu ruangan tekanan


uap relatif = 16,02 mm Hg dan tek uap air murni =
26,7 mm Hg. Hitung RH ruang tsb. Jawab = 60 %
Aplikasi
 Ruang produksi obat RH 45-55%
 Uji stabilitas obat dipercepat RH 75%
 RH ruangan yang ideal untuk proses
pembuatan tablet effervescent < 30%
CARA PENGARUTAN RH RUANG
 Larutan garam jenuh dalam air dapat menyebabkan
ruang tsb memiliki RH tertentu.
 Contoh: Pada suhu 20OC, larutan jenuh NH4Cl
menyebabkan RH ruang tetap = 79,5 %
 Pada suhu tsb, jika NH4Cl ditaruh dalam ruang yang
RH-nya > 79,5 % , garam tsb akan menarik lembab
shg basah.
 Jika disimpan dlm ruang yang RH-nya < 79,5 %
garam tersebut akan tetap kering, dikatakan bahwa:
RHo NH4Cl = 79,5 %
 Hukum Raoult : pair = Xair x poair
Contoh garam yang dpt digunakan utk
mengendalikan RH

 Kalium asetat untuk RH 22,8 %.


 Kalium karbonat untuk RH 43,2 %

 Asam sulfat, p.a. 95 – 97% untuk RH 65,4 %.

 Natrium klorida untuk RH 75,2 %

 Kalium klorida untuk RH 85,5 %

Teknis : larutan garam jenuh diletakkan pada


bagian bawah desikator
ZAT YANG HIGROSKOPIS

 Jika zat tersebut menarik lembab di ruang yang


memiliki RH ≥ 50 % pada suhu 25oC
 Jadi menurut definisi tsb, suatu zat disebut
higroskopis jika zat tersebut memiliki RHo ≤ 50%
 Tetapi definisi tsb tidak resmi, dan dlm Compendia,
istilah tsb dihindari.
 Suatu zat yg mampu menyerap molekul air dari
lingkungannya baik melalui absorbsi atau adsorpsi.
Contoh zat-zat higroskopis adalah gliserin, etanol,
metanol, asam sulfat pekat, dan natrium hidrokida,
Kalsium klorida
KECEPATAN ZAT MENARIK LEMBAB

 Ada 2 faktor yang berpengaruh terhadap kecepatan


zat menarik lembab:
1. Luas permukaan zat
2. RH atmosfir atau RH ruang
 Rumus : dx/dt = γ x = γ t
 Berat zat stl mengikat lembab stl waktu t :
W = Wo + γ t
Besarnya γ tertentu untuk suatu zat (antar zat
satu tidak sama dengan zat lain)
Berat RH1
(W)

RH2

RH3

Wo

Waktu, t

Gambar: Hubungan antara berat zat (W) dan waktu ( t ) yang


higroskopis yang berada di ruang dengan berbagai RH
Kec.
Penarikan
lembab
(γ)

0 RHo RH3 RH2 RH1


RH ruangan
Gambar: Kecepatan penarikan lembab sebagai fungsi kelembaban relatif
RH ruangan
Dari gambar 2, diperoleh persamaan:

γ = ζ ( RH – RHo )

dengan, ζ = slop
Pada saat γ (kecepatan penyerapan lembab) = 0
titik potong pada sumbu RH merupakan RHo

Contoh : Jika sejumlah kolin bitartrat disimpan dalam eksikator yang


didalamnya terdapat larutan garam jenuh:

• KNO3 (RHo = 45 %) kec penyerapan lembat zat tsb = 3 mg/ 3 menit


• NaBr.2 H2O (RHo = 58 %) kec penyerapan lembab = 4,5 mg/ 3 menit
• NH4Cl (RHo = 80 %), kec. penyerapan lembab = 7,2 mg/ 3 menit

Hitung besarnya RHo kolin bitartrat tsb.

Jawab: 20,7 %
METODE PENENTUAN MOISTURE CONTAINS

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan:


1. Penentuan secara teliti menurut USP
2. Metode Carl-Fisher
3. Moisture Balance atau Infrared Bahance
Dasarnya: penyusutan berat setelah pemanasan,
Timbang serbuk sebelum dan sesudah
pemanasan.
Tabel: Nilai RHo dari larutan jenuh berbagai macam garan

No. Garam Suhu RHo


1. H3PO4. ½ H2O 24o 9%
2. NaCl 25o 31 %
3. CaCl2.6 H2O 20o 32,3 %
4. Zn (NO3)2. ^ H2O 20o 42 %
5. KNO2 20o 45 %
6. NaHSO4.H2O 20o 52 %
7. NaBr. 2 H2O 20o 58 %
8. NaNO2 20o 66 %
9. NaClO3 20o 75 %
10. NH4Cl 20o 79,5 %
25o 79,3 %
30o 77,5 %
11. ( NH )2 SO4 20o 81 %
12. KBr 20o 84 %
13. ZnSO4 20o 90 %
14. Na2HPO4 20o 95 %
Tabel: Tekanan uap murni pada berbagai suhu

No. Suhu (oC) poair mm Hg No. Suhu (oC) poair mm Hg


1. 15 12,7 8. 30 31,8
2. 16 13,6 9. 31 33,7
3. 17 14,5 10. 32 35,7
4. 20 17,5 11. 39 37,7
5. 25 23,8 12. 34 39,9
6. 27 26,7
7. 28 28,3
Pengaruh surfaktan terhadap kelarutan

 Obat basa/asam lemah dapat


ditingkatkan kelarutannya dengan SAA
 SAA membentuk misel
 Kelarutan obat ditambah karena ada
obat yang masuk misel
 DT = (D) + (D-) + [D] + [D-]
DT K’ Ka + K” [ H3O+ ]
--------- = 1 + ( M ) ------------------------------------
DT* Ka + [ H3O+ ]