Anda di halaman 1dari 25

Kontrasepsi

Alamiah
Pembimbing :
Dr.dr. Samrichard Rambulangi, Sp.OG
PRINSIP KONTRASEPSI ALAMIAH

• Tanpa menggunakan alat atau obat-obatan


• Mengatur hubungan seksual menurut periode
aman
• Berdasarkan pada cara mendeteksi awal dan
akhir masa kesuburan dari siklus menstruasi
perempuan
Coitus
Interuptus

Metode
Kalender

Metode
Metode Suhu
Pantang
Basal
Berkala
METODE
Metode
Metode Lendir
Amenore
Serviks
Laktasi

Metode
Simptotermal
KB alamiah Sesuai Untuk Wanita/Pasangan :

Usia Subur

Berbagai Paritas

Alasan Religius atau Kultural

Alasan Medik, kontrasepsi bahan aktifnya mempunyai efek sistemik

Mampu mengendalikan hasrat atau tidak bersanggama selama periode


subur
Bersedia mengamati, mencatat dan menginterpretasikan gejala-gejala
fisiologis
Kondisi yang Perlu Diwaspadai

Haid yang tidak atau jarang teratur

Vagina atau serviks yang selalu mengeluarkan


sekret atau cairan sehingga sulit ditentukan
akibat iritasi atau sesuatu yang normal

Sedang menyusui
Manfaat Kontraseptif Manfaat Non kontraseptif

• Jika dilakukan dengan taat • Menambah wawasan dan


dan benar  mencegah pengetahuan tentang sistem
terjadinya kehamilan. dan kesehatan reproduksi
• Secara metode dan aspek • Mempererat tanggung-
klinik, tidak ada risiko atau jawab dan kerjasama kedua
efek samping belah pihak (pasangan)
• Murah  tidak dalam kesehatan reproduksi
menggunakan alat • Kepedulian dan keterlibatan
pasangan atau suami dalam
Keluarga Berencana
7
KETERBATASAN KB ALAMIAH
• Tidak cukup efektif (9-20 kehamilan per 100 wanita)  efektivitas
tergantung ketaatan dan konsistensi mengikuti petunjuk
penggunaan
• Memerlukan banyak konseling
• Harus mampu mengendalikan hasrat tidak bersanggama selama
periode subur (agar tidak hamil)
• Perlu membuat catatan harian tentang mukus, suhu basal dan
gejala biologis penting lainnya
• Gangguan (misalnya: infeksi regio genitalia) menyulitkan
interpretasi lendir serviks
• Diperlukan termometer khusus (suhu basal dengan skala sensitif)
• Tidak memberi perlindungan terhadap PMS (misalnya: HBV,
HIV/AIDS)
Metode
Pantang
Berkala
SENGGAMA TERPUTUS
(COITUS INTERUPTUS)

• Pengeluaran penis dari vagina sesaat


sebelum terjadinya ejakulasi
Pengertian

• menghindarkan deposit sperma di dalam


forniks atau vagina  menghindarkan
terjadinya pertemuan ovum dan
Prinsip spermatozoa dalam periode subur
Alamiah

Tidak butuh
Efektif bila
biaya dan
dilakukan
persiapan
dengan benar
khusus

KEUNTUNGAN

Dapat
dikombinasi
Tidak
dengan
mengganggu
metode KB
produksi ASI
alamiah
lainnya

Tak ada efek


samping
KETERBATASAN
• Sangat tergantung dari pihak pria dalam
mengontrol ejakulasi dan tumpahan
sperma selama sanggama
• 4-18 kehamilan per 100 perempuan per
tahun
• Memutus kelangsungan peristiwa
orgasme
Sesuai untuk

• Suami yang tidak


mempunyai masalah Tidak Sesuai untuk
dengan interupsi pra-
orgasmik • Suami dengan ejakulasi
• Pasangan yang tidak dini
mau metode lain • Suami yang tidak
• Metode siap pakai dapat mengontrol
• Metode antara sebelum interupsi pra-orgasmik
menggunakan metode • Suami dengan kelainan
efektif atau gabungan fisik/psikologis
• Menyukai sanggama • Pasangan yang tak
yang dapat dilakukan dapat bekerjasama
kapan saja/tanpa
rencana • Pasangan non-
komunikatif
• Tidak suka interupsi
kelangsungan orgasme
Metode Kalender
• Memantau dari 6 siklus haid
• Rata-rata hari siklus terpanjang dikurang
11  hari subur terakhir dalam satu
siklus menstruasi.
• Rata-rata terpendek dikurang 18  hari
subur pertama dari siklus menstruasi.
• Kegagalan pada method ini berkisar 40%
( 40 dari 100 wanita.
Kerugian
•Perbedaan siklus terpanjang &
terpendek selama bulan yang
lalu > 10 hari  jangan di
pakai karena masa aman akan
sangat pendek / hampir tidak
ada
Metode Suhu Basal Tubuh

Ukur suhu pada jam yang sama setiap pagi (sebelum


bangun dari tempat tidur) dan catat pada grafik

Gunakan grafik nilai suhu dalam 10 hari pertama


siklus haid mengidentifikasi suhu puncak harian
“normal dan rendah” dalam pola tertentu tanpa
kondisi-kondisi di luar normal atau biasanya

Abaikan suhu yang tingginya abnormal (demam


/gangguan lainnya)

Tariklah sebuah garis 0.05 hingga 0.1ºC melalui yang


tertinggi dari semua nilai suhu dalam 10 hari
pertama garis suhu pelindung
Metode Lendir Serviks

Normal, lendir vagina berubah beberapa kali


dalam sehari  perlu pengenalan sekresi normal
harian sebagai patokan

Tentukan tingkat kesuburan berdasarkan hasil


pengamatan lendir (setiap malam) , beri tanda
atau simbol sesuai tingkat kesuburan yang
sesuai

Untuk mengetahui jenis lendir normal harian,


paling tidak kedua pasangan tidak melakukan
sanggama selama 1 siklus.
Low
fertility

High
fertility

Peak
fertility
Tandailah hari terakhir dari adanya lendir
bening, licin dan elastis dengan huruf X
puncak periode subur

Pantang sanggama hingga 3 hari setelah


puncak subur

Hari kering lendir, empat hari setelah


puncak hari subur, mulai kembali periode
tak subur hingga datang haid berikutnya
 Setelah menstruasi berhenti, klien dapat melakukan sanggama hingga
dua hari kering berikutnya (periode tidak subur sebelum ovulasi)
 Setelah periode tidak subur awal tersebut, terjadi ovulasi yang
ditandai dengan mulai keluarnya lendir dan rasa basah pada vagina
(sama dengan metode lendir serviks), lakukan pantang sanggama
karena ini menandakan periode subur sedang berlangsung
 Pantang sanggama dilakukan mulai ada kenaikan suhu basal 3 hari
berurutan dan hari puncak lendir subur.
 Apabila kombinasi dua gejala ini tidak dapat menentukan periode tak
subur awal, periode subur, dan periode tak subur akhir maka ikuti
penghitungan periode subur yang terpanjang dimana masa pantang
sanggama harus dilakukan.
Metode Laktasi Amenore

mengandalkan pemberian ASI pada


bayinya

mempunyai efek kontrasepstif apabila

• Menyusukan secara penuh (eksklusif)


• Belum haid
• Usia bayi kurang dari 6 bulan

Efektif hingga 6 bulan

• Bila ingin tetap belum ingin hamil, kombinasikan


dengan metode kontrasepsi lain setelah bayi
berusia 6 bulan
MLA: Mekanisme Kerja

Sekresi GnRH yang tidak teratur


menganggu pelepasan hormon FSH
(follicle stimulating hormone) dan LH
(leutinizing hormone) untuk
menghasilkan sel telur dan
menyiapkan endometrium

Penghisapan ASI yang intensif


secara berulangkali akan menekan
sekresi hormon GnRH
(gonadotrophin releasing hormone)
yang mengatur kesuburan

Rendahnya kadar hormon FSH dan


LH menekan perkembangan folikel
di ovarium dan menekan ovulasi
Keuntungan Kontraseptif
Cukup efektif dalam
efek kontraseptif
mencegah kehamilan Tidak mengganggu
akan segera bekerja
(1-2 kehamilan per proses sanggama
efektif
100 wanita)

Tidak ada efek Tidak perlu dilakukan Tidak perlu pasokan


samping sistemik pengawasan medis ulangan,

Tidak membutuhkan
biaya apapun
KETERBATASAN

 Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar


segera menyusui dalam 30 menit pasca
persalinan
 Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial
 Efektivitas tinggi hanya sampai kembalinya haid/
6 bulan
 Tidak melindungi dari IMS termasuk virus hepatitis
B/HBV dan HIV/AIDS