Anda di halaman 1dari 26

KELAINAN KONGENITAL

ORGAN GENITALIA
INTERNA

EMIR FAKHRUDIN
• Untuk mengetahui etiologi abnormalitas
perkembangan vagina, serviks dan uterus,
penting untuk mengerti mengenai embriogenesis
Anomali genitalia interna wanita
• Perkembangan dibagi menjadi 4 area:
– kegagalan pembentukan duktus primordial
– kegagalan menghilangnya septum antara
duktus yg melakukan fusi
– kegagalan struktur utk meresorbsi
Kegagalan pembentukan
• Agenesis mulleri- Abnormalitas yg
paling sering terjadi adalah kegagalan
komplet pada perkembangan duktus
mulleri sehingga menyebabkan tidak
terbentuknya vagina, cervix, uterus,
and fallopian tubes
Kegagalan fusi
• Uterus didelphys, terjadi duplikasi komplet
pada genitalia interna perempuan shg
terbentuk double (septate) vagina, 2 serviks
dan hemiuteri yg terpisah
• Bicornuate uterus. Terdapat vagina & serviks
tunggal tetapi fusi rongga uteri bagian atas
tidak sempurna.
• Keduanya dapat menyebabkan preterm
delivery
Kegagalan Disolusi
• Kegagalan disolusi septum median setelah
terjadinya fusi duktus mulleri yg terpisah

• Jenis abnormalitas yg tersering adalah septum


uterina; terdapat vagina dan cerviks tunggal
dan uterus tunggal yg tampak normal, tetapi
tdp septum intrauterina yg memisahkan seara
parsial atau komplet rongga menjadi 2 hemi-
uteri.
Uterus Septum
Septum
Hysterosalpingogram:
uterus septum
Kegagalan disolusi
• Utk membedakan septum dg uterus
bikornus memerlukan pemeriksaan dg
laparoscopic yaitu fundus uteri tunggal
• Kondisi ini dapat menyebabkan abortus
berulang pada kehamilan awal juga
infertil primer.
Abnormalitas Vagina
1. Atresia
• Dapat parsial atau komplet
• Agenesis vagina biasanya terjadi
karena Rokitansky-Kuster-Hauser
syndrome atau karena androgen
insensitivity syndrome
2. Vagina ganda
• Setiap saluran berakhir pada serviks
yang terpisah
Abnormalitas Vagina
3. Septum vagina longitudinal
4. Septum vagina transversal

 Signifikasi dalam Obstetri


 Anomali vagina biasanya menimbulkan beberapa
permasalahan
 Kadang-kadang anomali vagian dapat menyebabkan
obstruksi dalam persalinan vaginal
Abnormalitas Serviks
1. Atresia
• Kadang-kadang disertai dengan
perkembangan yg tidak sempurna pada
vagina bagian atas atau uterus bagian
bawah
2. Serviks dobel
• Setiap serviks berasal dari duktus muleri
yang terpisah
Abnormalitas Serviks
• Signifikasi dalam Obstetri
• Stenosis serviks yg sikatriks biasanya
terjadi karena trauma serviks  seringkali
diikuti dg seksio sesarea
Malformasi Uterus
TABLE 1. American Fertility Society Classification of
Müllerian Anomalies

I. Hipoplasi mülleri atau agenesis mulleri


A. Vaginal
B. Cervical
C. Uterine fundus
D. Tubal
E. Anomali kombinasi
II. Uterus unikornu
A. Communicating rudimentary horn
B. Noncommunicating horn
C. No endometrial cavity
D. No rudimentary horn
TABLE 1. American Fertility Society Classification of
Müllerian Anomalies (continued)

III. Uterine didelphys


IV. Uterus bikornu
A. Komplet
B. Parsial
V. Uterus septum
A. Komplet
B. Parsial
VI. Arkuatus
VII. Akibat Diethylstilbestrol
Hysterosalpingo
gram radiograph
of a bicornuate
uterus
Septate Uterus

Uterus Bicornu
Unicornuate uterus

Didelphys uterus
Arcuate uterus

Diethylstilbestrol-exposed
uterus
Abnormalitas uterus
• Komplikasi
• Abortus
• Kehamilan ektopik
• Kehamilan pada kornu yang rudimenter
• Persalinan preterm
• IUGR
• Malpresentasi
• Disfungsi uterus
• Ruptur uteri