Anda di halaman 1dari 26

SPEKTROFOTOMETER

INFRA MERAH
KELOMPOK 2
Jusmawati
Lilis febrianti
Maisarah nurfauziah
Ummi kalsum
Definisi Spektrofotometri IR

Spektrofotometri IR merupakan suatu metode yang mengamati


interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada
daerah panjang gelombang 0,75 – 1.000 µm atau pada bilangan
gelombang 13.000 – 10 cm-1.

Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang


gelombang yang mana lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih
pendek dari radiasi gelombang radio.
Konsep Dasar Spektrofotometri IR
Spektrofotometri ini berdasar pada penyerapan panjang gelombang infra
merah. Cahaya infra merah terbagi menjadi infra merah dekat, pertengahan, dan
jauh. Infra merah pada spektrofotometri adalah infra merah jauh dan
pertengahan. Dari pembagian daerah spektrum elektromagnetik tersebut di atas,
daerah panjang gelombang yang sering digunakan pada alat spektroskopi
inframerah adalah pada daerah inframerah pertengahan, yaitu pada panjang
gelombang 2,5 – 50 μm atau pada bilangan gelombang 4.000 – 200 cm-1 .

Umumnya spektrofotometri IR digunakan untuk mengidentifikasi gugus


fungsi pada suatu senyawa, terutama senyawa organik. Setiap serapan pada
panjang gelombang tertentu menggambarkan adanya suatu gugus fungsi spesifik.
Teori Dasar Absorpsi Infra-Merah

Bila suatu senyawa diradiasi dengan sinar infra merah, maka


sebagian sinar akan diserap oleh senyawa sedangkan yang lain akan
diteruskan. Serapan ini diakibatkan karena molekul senyawa organic
mempunyai ikatan yang dapat bervibrasi. Vibrasi molekul hanya akan
terjadi bila suatu molekul terdiri dari dua atom atau lebih. Untuk dapat
menyerap radiasi infra merah (aktif inframerah), vibrasi molekul harus
menghasilkan perubahan momen dwikutub.
Vibrasi molekul di golongkan atas 2 golongan besar yaitu:
1. Vibrasi Regangan (Streching)
2. Vibrasi Bengkokan (Bending)
Sumber Sinar Infra Merah:

Pada umumnya, sumber sinar infra merah yang biasa


dipakai adalah berupa zat padat inert yang dipanaskan
dengan listrik sehingga mencapai suhu antara 1500-2000oK.
Akibat pemanasan ini akan dipancarkan sinar infra merah
yang continue.
Jenis-jenis Sumber Infra Merah:

 Nerst Glower, terbuat dari campuran oksida unsur lantanida


(campuran oksida dari Zr, Y, Er, dsb).
 Globar, berbentuk batang yang terbuat dari silikom karbida.
 Kawan Ni-Cr yang dipijarkan
Bilangan Gelombang Gugus Fungsi Tertentu

Bilangan gelombang merupakan satuan yang digunakan dalam


spektrofotometer infra merah. Dalam spektrofotometer infra merah panjang
gelombang dan bilangan gelombang adalah nilai yang digunakan untuk
menunjukkan posisi dalam spektrum serapan. Panjang gelombang biasanya diukur
dalam mikron atau mikro meter (µm).
Berikut adalah serapan beberapa gugus fungsi:

Gugus Jenis Senyawa Daerah Serapan (cm-1)


C-H alkana 2850-2960, 1350-1470
C-H alkena 3020-3080, 675-870
C-H aromatik 3000-3100, 675-870
C-H alkuna 3300
C=C alkena 1640-1680
C=C aromatik (cincin) 1500-1600
C-O alkohol, eter, asam karboksilat, ester 1080-1300
C=O aldehida, keton, asam karboksilat, ester 1690-1760
O-H alkohol, fenol(monomer) 3610-3640
O-H alkohol, fenol (ikatan H) 2000-3600 (lebar)
O-H asam karboksilat 3000-3600 (lebar)
N-H amina 3310-3500
C-N amina 1180-1360
-NO2 Nitro 1515-1560, 1345-1385
Manfaat Data Spektrofotometer IR dalam Interpretasi Data
dan Analisis Struktur
Analisis kualitatif dengan Spektrofotometer IR
Berguna untuk mengklasifikasi seluruh daerah kedalam tiga sampai empat daerah
yang lebar. Salah satu cara ialah dengan mengkategorikan sebagian daerah IR dekat (0,7-2,5
μ); daerah fundamental (2,5-5,0 μ); dan daerah IR jauh (50-500 μ). Cara yang lain adalah
dengan mengklasifikasikannya sebagai daerah sidik jari (6,7-14 μ).

Analisis Kuantitatif dengan Spektrofotometer IR


Dalam penentuan analisis kuantitatif dengan IR digunakan hukum Beer. Kita dapat
menghitung absortivitas molar (ε) pada panjang gelombang tertentu, dimana salah satu
komponennya mengabsorpsi dengan kuat sedang komponen lain lemah atau tidak
mengabsorpsi. Kebanyakan penggunaan spektroskopi infra merah dalam analisis kuantitatif
adalah untuk menganalisis kandungan udara.
Spektrofotometri IR terdiri dari:
1. The source: energi IR yang dipancarkan dari sebuah benda hitam
menyala. Balok ini melewati melalui logam yang mengontrol jumlah
energi yang diberikan kepada sampel.
2. Interoferometer : sinar memasuki interferometer “spektra
encoding‟ mengambil tempat, kemudian sinyal yang dihasilkan
keluar dari interferogram.
3. Sampel : sinar memasuki kompartemen sampel dimana diteruskan
melalui cermin dari permukaan sampel yang tergantung pada jenis
analisis.
4. Detector : sinar akhirnya lolos ke detector untuk pengukuran akhir.
5. Computer : sinyal diukur secara digital dan dikirim kekomputer untuk
diolah oleh Fourier Transformation berada. Spektrum disajikan untuk
interpretasi lebih lanjut.
Cara Kerja Alat Spektrofotometer IR
Mekanisme Kerja
Spektrofotometer Infra
Merah Dispersif
Mekanisme Kerja
Spektrofotometer Infra
Merah Dispersif
Mekanisme Kerja
Spektrofotometer Infra
Merah Dispersif
1. Radiasi infra merah
dihasilkan sebagai akibat
pemanasan pada
temperatur tinggi (1200-
2000 K) oleh pemanasan
listrik terhadap suatu
bahan yang berada pada
sumber energi tersebut
Mekanisme Kerja
Spektrofotometer Infra
Merah Dispersif

2. Radiasi kemudian
terbagi dua yaitu menuju
tempat contoh dan
pembanding (reference)
Mekanisme Kerja
Spektrofotometer Infra
Merah Dispersif

3. Setelah sinar IR di-


split, sinar terbagi
menjadi dua arus,
yaitu sinar yang
menuju sampel dan
sinar yang menuju
larutan baku
Mekanisme Kerja
Spektrofotometer Infra
Merah Dispersif

4. Kemudian kedua
berkas sinar tersebut
masuk ke chopper
sehingga keluar output
sinar yang diteruskan
Mekanisme Kerja
Spektrofotometer Infra
Merah Dispersif

5. Sinar masuk melalui


celah masuk atau
entrance pada
Mekanisme Kerja
Spektrofotometer Infra
Merah Dispersif

6. Sinar diarahkan masuk


melalui celah masuk
atau entrance pada
monokromator ke
bagian grating
monokromator
Mekanisme Kerja
Spektrofotometer Infra
Merah Dispersif

7. Sinar difokuskan oleh


grating.
Mekanisme Kerja
Spektrofotometer Infra
Merah Dispersif

8. Sinar keluar melalui


celah keluar atau
extrance slit dan masuk
ke alat scan frekuensi,
baru diteruskan ke
Mekanisme Kerja
Spektrofotometer Infra
Merah
9. Oleh detektor, Dispersif
sinar
diubah menjadi sinyal
elektrik dan
diperkuat oleh
amplifier. Kemudian
sinyal tersebut
diinterpretasikan
dalam bentuk
spektrum infra merah
dengan bantuan
perangkat lunak
Preparasi Sampel pada Spektrofotometer
Infra Merah

Persiapan sampel bergantung pada bentuk fisik sampel yang akan


dianalisis:

a. Padat, Jika zat yang akan dianalisis berbentuk padat, maka ada dua
metode untuk persiapan sampel ini, yaitu melibatkan penggunaan Nujol
mull atau pelet KBr.

b. Cairan, Disini diperlukan pelarut yang mempunyai daya yang melarut


cukup tinggi terhadap senyawa yang akan dianalisis, Selain itu, tidak boleh
terjadi reaksi antara pelarut dengan senyawa cuplikan.
Analisis Data berdasarkan Jurnal
Analisis Data Spektrum IR Meniran

Gambar: Perbandingan spectrum IR standar kuarsetin (a) dengan sampel kering serbuk
maniran (b).
Pada gambar tersebut menunjukkan perbedaan antara spektrum
IR sampel meniran dan standar kuersetin. Perbedaan ini disebabkan oleh
turut terukurnya serapan molekul-molekul selain flavonoid yang
terdapat pada sel utuh dari serbuk kering meniran. Gugus-gugus dalam
molekul kuersetin yang dapat memberikan serapan, antara lain C=C dan
C-C aromatik, C-C, C-O, O-H, C=O, dan C-H.

Pada gambar di atas terlihat bahwa pada spektrum kuersetin


terdapat serapan gugus O-H pada bilangan gelombang 3400–3200 cm-1,
gugus C=O keton pada 1725–1705 cm-1, gugus C=C aromatik pada 1600
dan 1475 cm-1, dan gugus C-O pada 1260–1000 cm-1.