Anda di halaman 1dari 18

DI SUSUN OLEH :

KELOMPOK 3 (TIGA)

1. ALIFA YOULANDA
2. INDI SILVI R. HRP
3. SYAFRENI ANNISA AYU PUTRI
4. FARHAN
5. M. DUTA EL HASANI

SMA NEGERI 1 STABAT


TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016
2.1 Pengertian Masalah Ekonomi

Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan


kenyataan. Jadi, semakin banyak kita memiliki harapan,
semakin banyak pula harapan yang mungkin tidak
terkabul. Hal tersebut yang biasanya akan
menimbulkan masalah. Begitu juga secara ekonomi.
Manusia secara alami memiliki banyak sekali
kebutuhan yang harus dipenuhi, namun di sisi lain alat
pemuas kebutuhan tersebut sangat terbatas. Dari
kesenjangan itulah kemudian timbul masalah
ekonomi.Masalah ekonomi adalah kesenjangan antara
kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat
pemuas kebutuhannya terbatas.
2.2. Masalah pokok ekonomi modern

a. What, barang apa yang harus dihasilkan dari sekian banyak


alternative itu? Dan apakah di produksi untuk memenuhi
kebutuhan sekarang atau untuk masa yang akan datang?
b. How, melalui cara bagaimana brang-barnag akan
dihasilkan? Siapa yang akan menghasilkan dan dengan
sumber-sumber apa serta dengan teknologi yang
bagaimana barang tersebut dihasilkan?
c. For Whom,, untuk siapa barang-barang yang dihasilkan
nantinya? Siapa yang akan menikmati dan merasakan
manfaat dari barang dan jasa yang dihasilkan tersebu?
Bagaimana sistem produksinya? Apakah sebagian kecil
untuk orang kaya ataukah sebaliknya, atau dibagi rata?
2.3. Masalah pokok ekonomi klasik.
a. Konsumsi.
Setiap kebutuhan manusia atau masyarakat didesak oleh kebutuhan-kebutuhan atau
keinginannya dalam menentukan jenis barang-barang dan jasa yang hendak digunakan
atau dikonsumsi. Kosumsi adalah tindakan manusia yang mengurangi atau
menghabiskan kegunaan/nilai/utility dari sesuatu barang. Setiap barang memiliki nilai
guna atau utility. Utility adalah kemampuan suatu barang dapat memenuhi kebutuhan
manusia.
b. Produksi.
Masalah produksi berkaitan erat dengan produk (barang dan jasa) apa yang akan
diproduksi, untuk siapa barang tersebut diproduksi, menggunakan tenaga kerja berapa.
dalam kegiatan produksi, tidak terlepas dari cara penggunaan bahan mentah, peralatan
(modal), tenaga kerja, dan teknologi yang menentukan kapasitas produksi atau
kemampuan memproduksi barang dan
c. Distribusi
Masalah pertumbuhan ekonomi menyangkut bertambahnya pendapatan nasional, di
antaranya bertambahnya pendapatan masyarakat. Pertumbuhan juga berkaitan erat
dengan kelangsungan hidup manusia. Pokok masalahnya adalah bagaimana kehidupan
ekonomi berjalan terus menerus dengan sumber daya alam yangsemakin berkurang,
sementara pertambahan penduduk dan kebutuhan masyarakat terus meningkat.
2.4. Permasalahan Ekonomi Di Indonesia

1. Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi


Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan salah
satu indikasi yang dapat digunakan untuk mengukur
keberhasilan pembangunan negara tersebut.
Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui tingkat
produksi barang dan jasa yang dapat dihasilkan selama
satu periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi negara
berkembang seperti Indonesia sering terkendala
masalah modal dan investasi. Indonesia masih
bergantung pada modal dari investasi pihak asing
untuk menunjang kegiatan ekonominya.
2. Kemiskinan
Kemiskinan merupakan keadaan masyarakat yang
tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kebutuhan hidup meliputi makanan, pakaian,
tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan.
Kemiskinan sebagai akibat berkurangnya
pendapatan masyarakat secara riil. Masyarakat
mengalami penurunan daya beli barang-barang
kebutuhan pokok secara umum. Akibatnya,
masyarakat tidak dapat hidup secara layak
sehingga taraf hidupnya menurun.
3. Pengangguran
Secara umum pengangguran diartikan sebagai
angkatan kerja yang tidak bekerja. Pengangguran
merupakan rantai masalah yang dapat
menimbulkan beberapa permasalahan pada
suatu negara. Pengangguran disebabkan jumlah
angkatan kerja yang tidak seimbang dengan
jumlah lapangan kerja/kesempatan kerja.
Akibatnya, banyak angkatan kerja yang tidak
dapat terserap dalam lapangan pekerjaan
sehingga menimbulkan pengangguran.
4. Kesenjangan Penghasilan
Penghasilan digunakan masyarakat untuk memenuhi
berbagai kebutuhannya. Dalam masyarakat untuk
memenuhi berbagai kebutuhannya. Dalam masyarakat
terdapat kelompok masyarkat dengan penghasilan
tinggi dan kelompok masyarakat dengan penghasilan
rendah. Masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi
mampu memenuhi kebutuhan hidupnya mulai dari
kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier. Sementara
itu, kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan
rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya
meskipun kebutuhan yang paling dasar.
5.Inflasi
Berdasarkan data BPS, inflasi Indonesia pada
tahun 2011 sebesar 3,79%. Inflasi yang terjadi
di Indonesia disebabkan tingginya permintaan
agregat, sementara permintaan barang dan
jasa tidak diimbangi dengan kemampuan
produksi dan kenaikan biaya produksi. Inflasi
ditandai oleh kenaikan harga barang dan jasa
secara keseluruhan.
6. Hutang Luar Negeri
Indonesia memiliki hutang luar negeri yang
sangat banyak yakni lebih dari USD 100 miliar.
Setiap kementerian mempunyai hutang.
Indonesia adalah negara dengan hutang luar
negeri terbesar ke-3 di dunia setelah Brazil dan
Meksiko. Hutang yang terus menumpuk tersebut
menyebabkan terjadinya berbagai masalah
perekonomian seperti nilai mata uang Rupiah
yang terus menurun.
7. Defisit Anggaran
APBN Indonesia selalu mengalami defisit.
Defisit adalah saat ketika anggaran belanja
lebih tinggi dari anggaran pendapatan. Itulah
salah satu alasan kenapa hutang negara kita
terus menumpuk. Penyebab utamanya adalah
korupsi, perilaku pemerintah yang sangat
boros anggaran, dan subsidi yang tidak tepat
sasaran.
8. Ketidakmampuan Industrial
Industri di Indonesia kebanyakan hanya merakit barang
saja. Kalaupun ada industri besar, industri tersebut
pasti milik asing. Perindustrian masih sangat
bergantung pada ekonomi, bahan baku, dan teknologi
asing. Padahal kita memiliki sumber daya alam dan
sumber daya manusia yang sangat besar. Namun
karena kita tidak dapat mengelolanya dengan baik,
maka kita harus meminta bantuan asing. Akibatnya,
sebagian keuntungan dibawa ke luar negeri sedangkan
Indonesia hanya mendapatkan pendapatan dari pajak
dan upah buruh saja.
9. Ketidakmampuan Mengelola Sumber Daya
Manusia
Walaupun penduduk Indonesia terbanyak ke-4
di dunia, namun kualitasnya masih sangat
buruk. Sehingga Indonesia selalu kekurangan
para ahli dan harus mendatangkannya dari
luar negeri. Sedangkan kebanyakan orang
Indonesia yang bekerja di luar negeri hanya
bisa menjadi pembantu saja.
10. Penguasaan Iptek yang Kurang
Penguasaan iptek di Indonesia juga masih
sangat kurang. Ini disebabkan karena jumlah
tenaga ahli di Indonesia masih sangat sedikit.
Kalaupun ada, mereka lebih memilih untuk
bekerja di luar negeri karena penghasilannya
jauh lebih tinggi. Penguasaan iptek yang
kurang menyebabkan Indonesia tidak bisa
mengelola kekayaan alamnya sendiri.
11.Korupsi
Korupsi menjadi masalah serius di negeri ini.
Hampir di semua bidang terjadi korupsi dan
suap-menyuap baik itu “kelas teri” maupun
“kelas kakap”. Akibatnya bermacam-macam,
mulai dari program pemerintah yang menjadi
kacau, penegakan hukum menjadi lemah, dan
pemborosan anggaran.
12. Masalah Pangan
Ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan
harga pangan membuat harga pangan terus meroket
terutama sembako. Ditambah lagi dengan semakin
sempitnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan.
Sangat ironis memang mengingat Indonesia adalah
negara agraris yang sangat subur. Kesejahteraan petani
yang kurang diperhatikan menjadi salah satu
penyebabnya. Untuk memenuhi kebutuhan pangan
saat ini, pemerintah harus mengimpornya dari luar
negeri.
13. Pembangunan yang Cenderung Tersentralisasi
Indonesia memang sedang pesat-pesatnya
membangun. Tetapi yang disayangkan adalah
kenapa hanya kawasan tertentu saja yang
dibangun sedangkan daerah lain ditinggalkan
begitu saja. Hal ini menyebabkan terjadinya
kesenjangan sosial dan daerah perkotaan menjadi
semakin padat. Jika pemerintah melakukan
pembangunan secara merata, maka setiap daerah
akan berkembang lebih cepat dan itu juga bisa
mempercepat kemajuan Indonesia.