Anda di halaman 1dari 41

Terapi Sirep Untuk

Memenuhi Kebutuhan
Tidur Lansia
Pendahuluan
Keperawatan mrpk bentuk pelayanan
profesional yg mrpk bgn dr pelayanan kes
yg berupa ilmu dan kiat keperawatan
….(Lokakarya Nas,1983)
Mother instink
Keperawatan Modern Ilmiah
Resposibility
Accountability
Sirep
 Sirep berasal dr bhs Jawa kawi, yg artinya
menidurkan dg menggunakan mantra
 Mantra untuk menidurkan bayi:
"Pukulun dya ta bhatara hara, apomaha
turu sira raren hulun"(Bhatara Hara,
hamba mohon agar bayiku tidur
nyenyak).
 Alunan lagu nina bobo... nina bobo... nina
bobo... juga termasuk sirep
Sirep
Lebih dikenal orang sebagai :
Mistik
Magic
Tahkyul
Lansia Butuh Sehat
Imunitas
Sehat ~ Sakit
 Imunitas tubuh tidak otonom
Otak Kiri
12%Counscious
Koping Analitis
PIKIRAN
Individu 88%
Sub-counscious
Neutral & Sugestif
Otak Kanan
Memory bank
Belief System
Pengalaman empiris
Self Image Pengalaman induktif
Proses Manajemen Pikiran

Komunikasi
Relasi
Ekspektasi
Imajinasi
Sugesti
Sub-Conscious Programming
Pengalaman

Panca Indra
Conscious VAK & GO
Proses Induktif

Sugesti
RAS Hypnosis
Reticular Activating System

Sub-Conscious
Belief System

Self Image
Konsep Dasar Sirep
Proses sirep adalah suatu proses untuk merubah kondisi normal
state ke kondisi tidur state.
Sirep state adalah suatu kondisi dimana manusia non-sugestif,
sehingga tidak dapat menerima saran-saran dan pada tahap un-
counscious
Sirep state bervariasi untuk setiap situasi & kondisi, dari mulai
tingkatan sugestif ringan (Light) sampai dg sugestif ekstrim (Deep)
Proses sirep dilakukan dengan cara merubah konsentrasi, dari fokus
eksternal ke fokus internal.
Proses sirep dapat dilakukan dengan bantuan orang lain.
Mereka yang memiliki kondisi kejiwaan relatif tenang, atau terbiasa
berkonsentrasi ke internal cenderung untuk lebih mudah memasuki
tidur state.
Dilanjutkan
Proses menurunkan Brainwave dari Beta ke Alpha / Theta, dilakukan agar
melalui suatu proses yang disebut dengan INDUKSI, yang dapat
dilakukan melalui Self Talk, melalui teknik Komunikasi & manajemen
memasuki
pikiran Delta State.
Faktor Yang Mempengaruhi
Depth Trance Level

Kondisi Psikologis (Kejiwaan)


Klien/Pasien
Tingkat Keaktifan Berpikir
Klien/Pasien
Suasana & Kondisi Lingkungan

Ketrampilan Seorang Perawat

Waktu

Tingkat Kepercayaan Klien/Pasien


Terhadap Seorang Perawat
Struktur Dasar Sirep
BrainWave

Relasi
Beta

Ekspektasi Verbal Shock Verbal


+

Alpha Looping
Depth Level Test
Theta (1) Pacing
Suggestion Script
Leading
Termination

Theta (2) Trance level to anchors

Delta Normal Sleep


Relasi Relasi mpkn suatu proses utk mempersiapkan
suatu situasi & kondisi yg bersifat kondusif antara
seorang perawat & klien
Relasi
Agar proses Relasi berlangsung dg baik, maka
sebelumnya Perawat hrs dpt mengenali aspek-
Ekspektasi aspek psikologis dari Klien, antara lain : hal yg
diminati, hal yg tidak diminati, apa yg diketahui
Looping Klien terhadap proses Sirep, dsb.
Depth Level Test
Relasi dapat berupa percakapan ringan, saling
berkenalan, serta hal-hal lain yang bersifat
Suggestion mendekatkan seorang Perawat secara mental
terhadap seorang Klien

Termination Relasi merupakan tahapan yang bersifat kritis.


Seringkali kegagalan proses tidur diawali dari
proses relasi yang tidak tepat.
Simbol/anchors
Ekspektasi adalah sarana utama untuk
Ekspektasi membawa seorang untuk berpindah dari
Conscious Mind ke Sub Conscious Mind.
Secara sederhana, Verbal Ekspektasi
Relasi adalah suatu rangkaian sugesti yang
dibawakan secara persuasif, sehingga
membawa seorang Klien berpindah dari
Ekspektasi
Conscious Mind ke Sub Conscious Mind.
Looping

Depth Level Test


Tahapan Ekspektasi
Suggestion Beginning The Induction
Systematic Relaxation of The Body (Top to
Bottom)
Termination Deepening
Perhatian :
Teknik & jenis Ekspektasi menyesuaikan Tingkat
Normal Sleep Sugestivitas Klien. Seorang Perawat yang baik harus
terampil dalam memilih teknik Ekspektasi yang
Ekspektasi (Lanjutan) Sirep Technique

Relasi Authoritarian
Bersifat perintah, dan umumnya
diterapkan kepada seorang Klien yg
Ekspektasi dianggap memiliki kepatuhan tinggi,
dan sugestif. Klien menaruh respek yg
Looping
tinggi terhadap Perawat.

Depth Level Test


Permissive
Suggestion Bersifat ajakan atau pemberdayaan
(empowerment), dan umumnya
diterapkan ketika seorang Klien
Termination dianggap sama tinggi dg seorang
Perawat.

Normal Sleep
Depth Level Test
Depth Level Test merupakan test untuk
melihat seberapa jauh kesadaran
seseorang sudah berpindah dari
Relasi Conscious Mind ke Sub-Conscious Mind.

Depth Level berbeda-beda untuk setiap


orang, & sangat tergantung dg : kondisi
Ekspektasi Klien, pemahaman Klien, waktu, lingk, &
Looping keahlian seorang Perawat.

Berdasarkan Davis-Husband Scale, maka


Depth Level Test Depth Level manusia dapat dibagi atas 30
tingkatan kedalaman.

Suggestion Kebutuhan Depth Level juga berbeda-


beda, tergantung dari maksud dan tujuan
proses Sirep.
Termination
Secara mudah, Depth Level Test adalah
suatu sugesti tertentu yg dalam kondisi
kesadaran penuh dianggap sebagai sesuatu
Normal Sleep yang tidak masuk akal.
Suggestion
Suggestion adalah su kalimat saran yg
Relasi disampaikan oleh Perawat ke bawah sadar
Klien.
Sugesti yg diharapkan tetap berlaku / dapat
Ekspektasi menjadi “nilai baru” bagi seorang Klien
walaupun telah disadarkan dari “Tidur”
Looping PSS tidak akan bertahan lama bilamana tidak
sesuai / bertentangan dg nilai dasar dari Klien.
Depth Level Test Dalam Sirep PSS mrpk bagian yg sangat
penting, karena merupakan inti dari tujuan
Sleep, dan seorang Perawat harus dibekali
Suggestion pengetahuan mengenai kejiwaan dan
psikosomatis untuk dapat memberikan PSS
secara benar. PSS yg salah dalam proses Sirep
akan berakibat fatal dan dapat menimbulkan
Termination traumatik baru.
Pelatihan Sirep ini tidak merekomendasikan
mereka yg tidak memiliki kompetensi
pendukung untuk melakukan Sirep.
Normal Sleep
Anchor
Mulai Saat ini, jika
Su Post Sirep Suggestion yang menerapkan kamu melihat
Warung Tegal,
simbol tertentu (VAK) yg dapat menimbulkan maka kamu tidak
su efek / reaksi tertentu. dapat menahan
keinginan kamu
Anchor dapat “terbentuk” atau “dibentuk” untuk mentraktir
saya !

Proses Penginderaan Scr Sadar


Panca Indra
Peristiwa Emosional

Conscious
Atau

RAS

Berasal dari “Post Sirep Suggestion”


dari suatu proses tidur
Sub-Conscious
Termination

Relasi Suatu tahapan untuk mengakhiri proses


Sirep.

Ekspektasi Memberikan sugesti atau perintah agar


Klien tidak mengalami kejutan psikilogis
Looping ketika terbangun dari “Sleep”.
Termination ad membangun sugesti
Depth Level Test positif yg akan membuat tubuh Klien
lebih segar dan relaks, kemudian diikuti
dg regresi bbrp detik untuk membawa
Suggestion Klien ke kondisi normal kembali.
Dalam Sleep Sirep seringkali konsep
Termination sengaja dipercepat, agar
Termination dapat menghasilkan efek deepsleep.

Normal Sleep
Apakah Setiap Perawat Dapat Menjadi
Seorang Ahli Sirep ?
Sirep ad ilmu komunikasi yg sangat prima. Oleh karena itu
persyaratan dasar agar seseorang dapat menjadi seorang
ahli, adalah :
Memiliki kemampuan komunikasi verbal
dan non verbal (Body Language) yang
sangat baik, dan bersifat persuasif.

Mampu menginterprestasikan bahasa


tubuh (Body Language) dari lawan
komunikasi.

Memiliki kreativitas tinggi dalam


berkomunikasi, dan mampu untuk
menyesuaikan diri dengan strata lawan
komunikasi.

Memiliki kepercayaan diri yang tinggi.


 Modul ini akan membahas tentang terapi sirep,
sehingga setelah Anda melakukan pelatihan
diharapkan akan dapat :
 menjelaskan terapi sirep dlm pemenuhan
kebutuhan tidur lanjut usia
 menjelaskan perbedaan terapi sirep dengan
hypnosis
 menjelaskan rahasia sirep
 menjelaskan tidur lanjut usia kaitannya dengan
imunitas tubuh
 menjelaskan tahapan efektif menguasai terapi
sirep
 menunjukkan sikap profesional
 apresiasi terhadap penguasaan terapi sirep
 Target Kemampuan
 Mampu membuat konsep diri positif
 Mampu membuat kepercayaan diri yang tinggi
 Mampu memahami cara kerja pikiran
 Mampu berkomunikasi dengan baik
 Akan dapat memahami bahasa tubuh lawan
bicara
 Mampu berkreativitas tinggi
 Mampu berpraktik dan berpraktik
 Sistem Pembelajaran
 Sistem yang dipergunakan dalam Workshop
terapi sirep ini adalah mengacu pada
kemampuan komunikasi verbal dan non
verbal.
 Sistem yang dipergunakan adalah bebas dari
unsur Magic, Mistik dan Tahkyul. Oleh karena
itu dalam Workshop ini tidak terdapat proses :
Initiation, Pengisian, Penyelerasan atau istilah
lain yang mengandung kemiripan arti, dan
tidak diajarkan ritual-ritual mistik termasuk
mantra, pembuatan razah dan azimat.
Tidur Lanjut Usia
Lanjut usia sering
menghabiskan waktu pada
tahap mengantuk
Sangat sedikit yang mengalami
tahap deep sleep
Pola tidur lansia 5 sampai 8 jam
setiap 24 jam (Lumbantobing,
2004).
Jarang untuk mencapai tidur pada
tahap Non-REM tahap 3 dan tahap 4.
Tidur dan Gelombang Otak
 Otak setiap saat menghasilkan impuls listrik
menunjukkan aktivitas, yg lebih dikenal sebagai
gelombang otak. Diukur melkalui dua cara, yaitu
amplitudo dan frekwensi.
 Pada saat aktif berpikir (gel beta), Beta dihasilkan oleh proses
berpikir secara sadar, dibagi atas tiga bagian, yaitu beta rendah
(12~15Hz), beta sedang (16~20Hz) dan beta tinggi (21~40Hz).
 Alfa ad gel otak yg berfrekwensi sedikit lebih lambat
dibandingkan beta (8~12Hz) Alfa berhubungan dg kondisi
pikiran yg rileks dan santai.
 Theta ad gel otak pada kisaran frekwensi (4~8Hz) yg dihasilkan
oleh pikiran bawah sadar subconscious mind. Theta muncul pada
saat kita bermimpi dan saat terjadi REM (repid eye movement).
Pikiran bawah sadar menyimpan memori jangka panjang dan
juga merupakan gudang inspirasi kreatif.
 Delta ad gel otak yg paling lambat (0,1~4Hz), mrpk frekwensi
dari pikiran bawah sadar unconscious mind.
Imunitas Lanjut Usia
Terapi sirep adalah upaya untuk menidurkan
klien melalui tindakan keperawatan dengan
teknik komunikasi, dan kemampuan pengelolaan
pikiran yang didasari oleh psikoneuroimunologi.

Terapi sirep bukan mitos, magic dan mistik,


melainkan ilmiah murni, karena didalam
pelaksanaannya tidak ada unsur yang bersifat
pemberian mantra, azimat, razah asma’,
pengisian, inisiasi dan penyelarasan atau istilah
lain yang mengandung kemiripan arti, dan tidak
diajarkan ritual-ritual mistik.
a.Pencuri
b.Lawa Ijo
c. Tri Tunggal
d.Dukun / Pawang
e.Mother instink
f. School of Hypnotherapy
g.Psychoneuroimmunology
 Motivasi yang tinggi dari klien / pasien untuk
bisa tidur melalui teknik terapi sirep.
 Kesiapan perawat dalam melakukan teknik
terapi sirep
 Tahapan teknik terapi sirep harus konsisten
 Mengetahui dengan pasti tingkat kedalaman
sugestif
 Penuh kesabaran dan tidak segera dalam
pencapaian tujuan
 Selalu berpraktik dan berpraktik...
a. MEMPERSIAPKAN DIRI DENGAN BAIK

1). Melatih kalimat-kalimat sugesti dengan baik (isi


dan cara)
2). Melatih rasa percaya diri
3). Melatih tips & trik diplomasi bilamana
menghadapi kegagalan
4). Membangun relasi dengan pikiran bawah sadar
klien/pasien
5). Membangun ekspektasi dengan kemampuan
meyakinkan
B. TES SUGESTIVITAS
1). Muscular Training (Relaksasi otot)
2). Drawing a Person Over Backward (Menarik dari
belakang)
3). Arm Rising and Falling Test (Tangan terangkat
& terjatuh)
4). Eyelid Fixation (Kelopak mata terkunci)
5). Rigid Catalepsy (Tangan kaku)
6). Locking the Hands (Membuat tangan terkunci)
7). Stiffening the Arms (Membuat tangan kaku)
8). Impossible to stand up & sit down
 Rapid Induction
 Hentakkan kata-kata sambil menarik tangan
klien/pasien dengan mengucapkan Script sebagai
berikut :
 Mata kamu mengantuk dan
tidurlah...tidurlah...tidurlah... jangan anda tahan....
 Flying hands Induction
 Body Rocking method
 Total Body Relaxation
 Progresive Relaxation
 Rapid Induction
 Flying hands Induction
 Posisi klien/pasien duduk dengan kursi yang nyaman. Mintalah
klien/pasien untuk berkosentrasi memandang tangan anda
dan mengikuti gerakan tangan anda. Tangan anda dengan
wajah klien/pasien sekitar 20 cm. Ayunkan naik turun dan kiri
dan kanan. Bacakan Script sepertiberikut ;
 Tarik nafas dalam .... hembuskan .... (lakukan beberapa kali)
 Rasakan mata anda semakin berat...... berat.....dan anda
mulai mengantuk..... Jangan ditahan .. biarkan saja...... dan
sekarng tutup mata anda ......
 Body Rocking method
 Total Body Relaxation
 Progresive Relaxation
 Rapid Induction
 Flying hands Induction
 Body Rocking method
 Katakan pada klien/pasien, sambil memandang
mata klien/pasien.
 Saya akan membuat anda tidur ! dan rasakan
bahwa anda sekarang mulai rileks, tubuh anda
mulai ringan, dan rasakan anda mulai mengantuk.
Dan tidur...dan tidurlah ......
 Total Body Relaxation
 Progresive Relaxation
 Menunjukkan konsep diri positif

 Kepercayaan diri yang tinggi

 Etis dalam tindakan

 Santun dalam menghadapi orang

 Menguasai manajemen pikiran dengan


baik dan benar
 Hipnosis  Terapi Sirep
 Perhatian sangat terpusat,  Menidurkan orang,
sehingga tingkat sehingga tingkat kesadaran
sugestibilitas meningkat dan perhatian nol
sangat tinggi  EEG : pada gelombang
 EEG : pada gelombang alfa delta
dan theta  Teknik komunikasi dan
 Seni komunikasi untuk manajemen pikiran untuk
mengubah tingkat menidurkan dan
kesadaran dan menurunkan hormon stres
menurunkan gelombang  Komunikasi pikiran bawah
otak sadar
 Seni eksplorasi alam bawah  Kondisi kesadaran menurun
sadar sampai tidur
 Kondisi kesadara  Pikiran mungkin tersugesti
meningkat  Meningkatkan imunitas
 Kondisi pikiran yang tubuh
dihasilkan oleh sugesti.
 Belum diketahui
Digunakan setelah mata tertutup. Dengan
ucapan :
”Rasakan mata anada kini sangat mengantuk...
biarkanlah terpejam... biarkanlah mata anda
beristirahat...
Tarik nafas dalam.... hembuskan.... tarik nafas
lebih dalam .... dan hembuskan dengan bebas....
Rasakan setiap tarikan dan hembusan nafas ini
membuat tidur anda semakin nyaman.... semakin
dalam... semakin lelap.... semakin
damai....semakin nyaman.....
Rasakan kenyamanan ini ..... rasakan tidur yang
sangat dalam ini..... tidur yang sangat dalam......
nyenyak........lelap....
Semakin dalam..... semakin santai..... semakin
rileks.... semakin dalam........ semakin nyaman…
biarkanlah diri anda tertidur…. Lebih lelap….
Lebih dalam…. Lepaskan .....biarkan anda
menjadi sangat rileks.... biarkan diri anda
beristirahat.........
 Bisa membayangkan tempat atau hitungan sugesti.

 Contoh Pendalaman dengan membayangkan tempat :


 ”Saya akan menghitung dari 10 ke 1 .... dan tepat ketika hitungan
saya mencapai angka 1 ... saya minta anda membayangkan bahwa
anda berada di suatu tempat yang sangat nyaman untuk anda....
tempat itu boleh saja alam.... pegunungan ...pantai ... atau
bahkan rumah anda... kamar tidur anda ... atau tampat apapun
juga yangmebuat anda nyaman ...
 Baiklah .... sepuluh .... silahkan mulai bayangkan tempat tersebut
.... sembilan .... rsakan bahwa tempat tersebut semakin jelas ....
delapan .... temapat tersebut semakin nyata .... tujuh .... anda
benar-benaar dapat merasakan berada di situ ....enam ... anda
benar-benar mulai dapat mengamati keadaan sekeliling .... lima
.... semakin nyata dan semakin jelas .....empat ..... anda benar-
benar menikmatinya .... tiga .... rasakan bahwa hal ini sangat
nyata .... dua .... anda benar-benar berada disitu .... dan ...... satu
..... silahkan anda menikmatinya .... merasakannya ...... sangat
nyata ..... sangat jelas ..... dan anda sangat menyenanginya.......”
Contoh Pendalaman dengan
membayangkan hitungan :
 ”Saya akan menghitung dari 10 ke 1......... dan rasakan bahwa
setiap kali saya menghitung ..... maka anda akan semakin
rileks.... santai .... dan ketika hitungan saya sudah mencapai
angka 1 .....maka anda akan benar-benar memasuki relaksasi
yang sangat total.......
 Baiklah..... sepuluh .... anda mulai lebih rileks .... sembilan ....
anda semakin santai.... delapan..... rasakan bahwa tubuh anda
benar-benar telah beristirahat ....... tujuh .......anda semakin
dalam ..... semakin nyaman ..... enam .... anda semakin
menikmati relaksasi ini ..... lima .... semakin dalam ..... semakin
lelap..... empat ...... biarkanlah tubuh anda tertidur ..... tiga ....
tubuh anda semakin lepas.... semakin santai.... dan bebas.....
dua..... lepaskan semuanya ...... dan satu ...... tubuh anda benar-
benar rileks ........nyaman .......... santai .... bersitirahat ..... dalam
......semakin dalam ...... dan silahkan anda
menikmatinya.............”
Complete Termination

Kita akan segera mengakhiri sesi hypnosis ini …… !


Saya akan menghitung dari 1 sampai dengan 3, dan
tepat pada hitungan ketiga … silakan anda membuka
mata dan bangun kembali dalam kondisi segar dan
sehat !

Satu …, tarik nafas dalam …… rasakan anda menjadi


sangat segar dan sehat …. hembuskan nafas anda …,
dua ….. rasakan anda semakin segar dari sebelumnya
… dan anda telah siap bangun ….., tiga ….. ya …
silakan anda buka mata dan bangun dalam kondisi
segar bugar dan sangat sehat …!

Rapid Termination

Dalam 3 hitungan, silakan anda membuka mata …..! …


Ya ….. satu … dua … tiga !
Wass….wrh….wbr…