Anda di halaman 1dari 15

Asuhan

Keperawatan
Keluarga
Endang F.S
Pengkajian
Perawat Berfikir secara interaksi
dalam memberikan asuhan
keperawatan keluarga
• Proses pengumpulan informasi terus menerus
merupakan syarat utama untuk identifikasi
masalah
• Bersifat dinamis, interaktif, dan fleksibel
data terus dikumpulkan selama yankep diberikan
• Dikumpulkan secara sistematis (alat pengkajian)

Proses Pengkajian Keluarga


1. Wawancara dengan klien
• Pertemuan dengan satu/lebih anggota keluarga
sangat penting pada tahap awal
• Memberikan kesempatan kepada seluruh anggota
keluarga untuk mengungkapkan persepsinya,
mengetahui interaksi antar anggota
• Fokus berdasar tujuan

Sumber Pengkajian Keluarga


2. Observasi: kondisi rumah, fasilitas, dll
3. Dokumentasi: info tertulis dari rujukan
dll
4. Sekunder (dari lembaga lain)
• Saling terbuka, menghormati, komunikasi
berjalan bersama dgn proses pengkajian &
tahap orientasi
• Perawat harus peka terhadap kebutuhan
dan masalah klg
• Klg yang sadar tentang masalah &
membutuhkan bantuan akan bersikap
terbuka

BHSP
• Menerima keluarga, mengakui hak-hak klg
tanpa keluar dari tujuan dan nilai-nilai perawat
• Bantu keluarga mengungkapkan masalahnya
• Perawat harus memhami tentang masalah
keluarga dan pengalamannya
1. Keterampilan komunikasi: kemampuan
mendengar, kemampuan anggota klg
berdiskusi
2. Paradigma keluarga
 persepsi klg tentang realitas hidup dalam
keluarga
Keinginan klg untuk memiliki harapan

Pengkajian kekuatan keluarga


3. Dukungan dari keluarga: penguat, hub saling
memiliki
4. Kemampuan merawat diri
 Kemampuan berTJ terhadap masalah kesh
Kemampuan menjaga kesh sendiri
5. Keterampilan menyelesaikan masalah
Kemampuan bernegosiasi dalam klg
Memusatkan perhatian pada kejadian skrg
Pengalaman sebagai sumber
Adalah pernyataan yg menggambarkan
respon manusia (keadaan sehat atau
perubahan pola interaksi dari
individu/kelompok) yang perawat secara
legal dapat mengidentifikasi dan menyusun
intervensi utk mengurangi, menghilangkan
atau mencegah perubahan

Diagnosa kep. keluarga


• Aktifitas-pola latihan:
 perilaku mencari hidup sehat
 kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah

• Kognitif – pola persepsi


 kurang pengetahuan
Konflik keputusan

Diagnosa Kep yg dapat timbul


• Peran – pola hubungan
 Berduka
Konflik peran orang tua
 isolasi sosial
 perubahan dalam proses keluarga
 perubahan peran menjadi orang tua
• Koping – pola toleransi terhadap stres
 koping keluarga tidak efektif:: menurun
Koping keluarga tidak efektif: kecacatan
• Merupakan identifikasi masalah klg
• Masalah terjadi pada berbagai tingkatan
sistem:
 tingkat unit keluarga
 salah satu tingkat subsistem: pasangan,
orang tua, saudara sekandung

Spesifikasi masalah
• Masalah kesehatan bersifat promotif dan
preventif:
 pengurangan risiko sakit (diet, penurunan
tingkat stres), perbaikan gaya hidup,
komunikasi
Krisis atau titik stres yang dapat diantisipasi:
kehamilan, pindah rumah, masa remaja, istri
bekerja

Masalah potensial