Anda di halaman 1dari 50

Insersi dan Evaluasi

Dika Agung Bakhtiar drg., Sp.Pros


• TRY IN (PASANG COBA)
Tahapan awal persiapan gigi tiruan lengkap untuk
mengevaluasi estetik dan hubungan RA dan RB
sebelum gigi tiruan lengkap (GTL) diinsersikan

• Tujuan :
1. Untuk memeriksa oklusi sentris dan relasi sentris
GTL RA dan RB
2. Untuk memeriksa dimensi vertikal oklusi pasien
pada saat memakai GTL
3. Untuk memeriksa ketepatan basis dan anasir gigi
tiruan dengan keadaan rongga mulut pasien
4. Untuk memeriksa artikulasi dan phonetic dari
pasien setelah memakai GTL
• Pemeriksaan Try In
A. Pemeriksaan Intra Oral :
1. Sayap dari gigi tiruan
Overextention, underextention
2. Kestabilan dari gigi tiruan
3. Pemeriksaan dari posterior palatal seal
4. Pemeriksaan estetik, pengunyahan, oklusi dan
kenyamanan dari pasien
5. Inklinasi anasir GTL RA dan RB

• B. Pemeriksaan Ekstra Oral :


1. GTL pada saat di artikulator
2. Pemeriksaan basis gigi tiruan di model kerja
3. Pemeriksaan anasir GTL sebelum diinsersikan
pada pasien
• PEMERIKSAAN DI ARTIKULATOR

• 1. PERMUKAAN CETAKAN
~ Basis harus berkontak rapat dengan model
~ Daerah tepi gigi tiruan harus dibentuk sesuai dengan
kedalaman dan sulkus pada model
RA : Basis meluas sampai postdam
RB : Basis mencapai retromolarpad

• 2. PERMUKAAN POLES
~ Aspek bukal dan lingual dari permukaan poles harus
konvergen ke arah oklusal sehingga tekanan dari jaringan
lunak dapat membantu menambah retensi

• 3. PERMUKAAN OKLUSAL
~ Kontak oklusi dan artikulasi
• PEMERIKSAAN DALAM MULUT
1. RETENSI FISIK
~ Tarik gigi tiruan anterior ke arah vertikal . Bila
retensinya baik, gigi tiruan tidak akan terlepas.

• ~ Faktor-faktor yang menyebabkan retensi tidak


baik yaitu tidak adanya penutupan tepi akibat
sayap yang terlalu pendek atau kurang lebar,
penutupan posterior yang tidak efektif, basis gigi
tiruan yang kurang cekat
• 2. PERLUASAN BASIS
* Bila sayap terlalu panjang, jaringan sulkus
tampak renggang bila gigi tiruan
dipasangkan di dalam mulut, dan upaya
jaringan untuk kembali ke keadaan semula
melalui elastisitasnya dapat melepaskan gigi
tiruan.
• Dapat diperbaiki dengan cara mengurangi
panjang sayap dari gigi tiruan
• 3. NEUTRAL ZONE (ZONA NETRAL ATAU
DAERAH NETRAL)
~ Penyusunan anasir gigi tiruan harus terletak
pada neutral zone untuk mendapatkan
retensi dan kestabilan dari gigi tiruan

• 4. OKLUSI
* Diperiksa pada saat relasi sentrik
• 5. FREEWAY SPACE
* Gigi tiruan RB diinsersikan kemudian diukur
dimensi vertikal rest. Kemudian gigi tiruan RA
diinsersikan dan diukur dimensi vertikal
oklusinya sehingga dapat diperoleh tepat
atau
tidaknya freeway space
• 6. PENAMPILAN (ESTETIK)
Tahap mencoba gigi tiruan malam, dokter gigi harus :

• a. Menilai estetik pada waktu pasien oklusi yang


meliputi warna, bentuk, ukuran gigi, letak bidang
oklusal, garis median, derajat dukungan bibir

• b. Membahas estetik gigi tiruan dengan pasien

• c. Menciptakan penampilan akhir dengan menyusun


gigi anterior secara rinci, membentuk tepi gingiva,
serta bila perlu mengasah tepi insisal
INSERSI GIGI TIRUAN LENGKAP
TUJUAN :
1. Menyesuaikan permukaan cetakan guna
menjamin kenyamanan
2. Mengubah permukaan oklusal untuk
mendapatkan kontak oklusi yang merata
3. Memberikan instruksi kepada pasien
untuk mempercepat adaptasi, penggunaan
yang efisien, serta pemeliharaan kesehatan
mulut.
PEMERIKSAAN :
• 1. PERMUKAAN CETAKAN
Bila terdapat rasa sakit pada gigi tiruan,
periksa permukaan cetakan dengan
menggunakan gulungan kasa atau kapas
diusapkan pada permukaan cetakan. Bila ada
benang tersangkut pada bintil-bintil akrilik,
maka bisa dihilangkan
dengan menggunakan frezzer
• 2. PERMUKAAN OKLUSAL
a. Kesalahan pada dental lab

• ~ Pada prosedur pengisian akrilik, adonan sudah


mengeras (setting) hingga menimbulkan perlawanan yang
lebih besar ketika kuvet ditutup sehingga mendorong
anasir gigi tiruan masuk ke dalam gips

• ~ Rasio gips dan air tidak sesuai aturan pabrik sehingga


tekanan normal dapat memecahkan gips yang
menyebabkan terjadinya gerakan gigi

• ~ Bila tekanan pada flasking dilepas selama siklus


pemasakan maka ke dua bagian dapat terpisah, sehingga
tinggi GTL dapat bertambah
• 3. PENYESUAIAN OKLUSI
Kesalahan yang terjadi dapat dikoreksi
dengan cara remounting gigi tiruan pada
artikulator dengan bantuan catatan gigit atau
penetapan gigit
• 4. INSTRUKSI KE PASIEN

• a. Keterbatasan gigi tiruan


~ Pada awal pemeriksaan bila terdapat masalah
anatomis atau adaptif, pasien diberi penjelasan sehingga
tida ada komplain pada saat kontrol

• b. Pengendalian gigi tiruan


~ Pada tahap awal setelah insersi, pasien disarankan
untuk memakan makanan yang tidak lengket sedikit demi
sedikit dan mengunyah pada ke dua sisi sekaligus

• c. Penampilan
~ Dapat mengembalikan dimensi vertikal yang menurun
• d. Sensasi awal
~ Munculnya air liur yang berlebihan itu
normal

• e. Memakai gigi tiruan di malam hari


~ Gigi tiruan dipakai di malam hari paling
sedikit 10 hari pertama, sehingga didapatkan
reseptor mekanis secara terus menerus pada
mukosa mulut yang mempercepat adaptasi
• f. Membersihkan gigi tiruan
~ Menyikat gigi tiruan secara teratur dan
hati-hati dengan sabun cair, air dan sikat
nilon yang lembut yang cukup kecil supaya
terjangkau semua permukaan gigi tiruan
• g. Kontrol
Ada 3x kontrol

• 1. Kontrol pertama sehari setelah insersi (tidak


boleh lebih dari 1 minggu setelah insersi)

• Periksa : rasa sakit, longgar, kenyamanan, oklusi,


artikulasi, kestabilan gigi tiruan, estetik

• Instruksi pasien :
Gigi tiruan dipakai selama 24 jam, pada saat
makan dilepas, pada saat tidur dipakai
• 2. Kontrol 2 (7 hari setelah insersi)

Periksa : oklusi, artikulasi, kestabilan, kenyamanan,


estetik

Instruksi pasien :
~ Gigi tiruan bisa digunakan makan (makan yang
lunak-lunak terlebih dahulu)
~ Pada waktu tidur, gigi tiruan dilepas dan
dibersihkan dengan cairan desikfetan


• 3. Kontrol 3 (30 hari setelah insersi)

Periksa : oklusi, artikulasi, kestabilan, Kenyamanan,


estetik

Instruksi pasien :
~ Gigi tiruan bisa digunakan untuk makan apa saja
(boleh makan makanan yang keras dan lunak)
~ Pada waktu tidur, gigi tiruan dilepas dan dibersihkan
dengan cairan desikfetan
Problema pasca insersi
• Reparasi
• Suatu tindakan untuk memperbaiki
kerusakan
dan perlekatan gigi tiruan setelah gigi tiruan
digunakan pasien

• Tindakan reparasi terbagi menjadi :


A. Longgar
B. Reparasi gigi tiruan karena jatuh
C. Reparasi elemen gigi yang patah atau lepas
Tindakan reparasi GT longgar
• 1.Relining indirek
*Readaptasi sebagian permukaan gigi tiruan
yang melekat pada jaringan penyangga
dengan cara menambahkan beberapa lapis
bahan untuk gigi tiruan (resin akrilik
autopolimerisasi) sesuai dengan kebutuhan.
• *Prosedur ini beresiko merubah dimensi vertikal
pasien dan relasi anteroposterior gigi tiruan

• *Penambahan bahan pada permukaan basis gigi


tiruan maka ketebalan basis gigi tiruan
bertambah, pada rahang atas berarti juga
ketebalan palatum bertambah.

• *Dapat dilakukan sekaligus pada kedua gigi


tiruan rahang atas dan rahang bawah secara
bersamaan.
• Indikasi :
Gigi tiruan yang longgar akibat resorpsi residual
ridge
yang terus menerus

• Tujuan :
1. Membuat permukaan anatomis yang sesuai
dengan
jaringan pendukungnya,
2. Memperbaiki tinggi gigit (dimensi vertikal
oklusi)
yang terlalu rendah
• Cara melakukan relining indirek :
1. Ukur dimensi vertikal oklusi pasien

• 2. Kerok bagian permukaan anatomi landasan


gigi tiruan sebanyak mungkin dan hilangkan
semua undercut supaya mudah memasang
dan
melepas gigi tiruan
• 3.Buat stopper pada 3 tempat stabil, setebal
kekurangan dimensi vertical pasien dengan
pedoman
dimensi vertical pasien sebelum permukaan
landasan
gigi tiruan dikerok.
• 4. Bahan untuk mencetak harus bersifat
mukostatik dan mempunyai daya alur yang tinggi.
Aduk bahan cetak dan oleskan di bagian
permukaan anatomi landasan gigi tiruan secara
merata dan lakukan pencetakan dengan
memasukkan ke dalam mulut dan tempatkan
pada kedudukan sebenarnya. Pasien diminta
menggigit perlahan-lahan tanpa tekanan sesuai
dimensi vertical yang diukur tadi.
• 5. Lakukan trimming untuk mendapatkan daerah
peripherial seal yang baik

• 6. Setelah bahan cetak setting, gigi tiruan


dikeluarkan dari mulut pasien. Periksa hasil
cetakan dan hasil harus merata, tidak ada
bagian gigi tiruan yang tampak dan tidak
boleh menutupi stopper
• 7. Buat model kerja dengan cara boxing

• 8. Buang malam untuk boxing dan haluskan tepi


sayap model rahang, tetapi jangan lepaskan
gigi tiruan dari model kerja / rahang

• 9. Lakukan flasking dan boiling out sehingga


terdapat ruangan. Semua bahan cetak dibuang
dan diganti dengan akrilik
• 10.Lakukan packing, curing, deflasking, dan pemolesan
gigi tiruan

• 11. Gigi tiruan dipasang dalam mulut pasien sambil


diperiksa ketepatan kedudukannya dan ukur kembali
dimensi vertikalnya

• 12. Relining dapat dilakukan satu persatu atau


sekaligus rahang atas dan rahang bawah
• 13. Relining yang tujuan untuk meninggikan
dimensi
vertical,penggerokan permukaan anatomi
tidak
perlu, bagian tersebut hanya dikasarkan saja.
Stopper harus dibuat sesuai dengan
kekurangan
ukuran dimensi vertical oklusi pasien yang
seharusnya
Tindakan Reparasi GT longgar
2. Relining Direk
1. Lakukan pencetakan dengan bahan alginate pada
pasien dengan gigi tiruan digunakan sebagai sendok
cetaknya.

2. Periksa bagian yang tebal pada pencetakkan tersebut

3. Aplikasikan akrilik atau soft tissue conditioner pada


gigi tiruan dan masukkan gigi tiruan tersebut ke
dalam rongga mulut pasien. Setelah setting,
keluarkan gigi tiruan tersebut dari mulut pasien
• 4. Rapikan kelebihan akrilik atau soft tissue
conditioner dengan menggunakan stone pink
atau scapel

• 5. Poles gigi tiruan tersebut dan insersikan


Tindakan reparasi GT longgar
• REBASING
• Merupakan penggantian seluruh basis gigi tiruan
dengan basis yang baru.

• • Indikasi :
• Gigi tiruan yang longgar akibat resorpsi residual ridge
yang terus menerus

• • Tujuan :
• Membuat permukaan anatomis yang sesuai dengan
jaringan pendukungnya, memperbaiki tinggi gigitan
(dimensi vertikal) yang terlalu rendah
• Cara rebasing :
1. Bagian perifer sayap gigi tiruan dikasari
terlebih dahulu

• 2. Buat cetakan rahang pasien dengan


menggunakan gigi tiruan lama sebagai sendok
cetaknya dan gunakan bahan cetak yang
bersifat mukostatik
• 3. Buat model kerja dari gips dengan cara boxing,
dasar model kerja dibuat cekungan sebagai
indeks bagi penempatan kembali

• 4. Letakkan gigi tiruan dan model kerja pada


bagian atas articulator dan siapkan indeks oklusal
pada bagian bawah gips. Jika indeks telah setting,
articulator dibuka dan trimming permukaan
indeks sampai kedalaman 2mm.
• 5. Gigi tiruan dilepas dari model kerja. Bahan cetak dibuang
dan trimming landasan akrilik gigi tiruan. Gigi-gigi tersebut
dibersihkan dan ditempatkan kembali dalam indeks
oklusalnya.

• 6. Lakukan modifikasi seal daerah posterior palatal dan relief


biladiperlukan

• 7. Buat landasan gigi tiruan yang baru dari malam, lakukan


waxing

• 8. Try in dalam mulut pasien dan periksa estetik, oklusi sentrik


dan ukur dimensi vertikal oklusi pasien
• 9. Setelah sesuai dan pasien setuju, lakukan
flasking, packing, curing, deflasking dan
remounting gigi tiruan yang belum dilepas dari
model rahangnya dalam artikulator

• 10. Gigi tiruan dilepaskan dari model rahang dan


poles

• 11. Insersikan ke dalam mulut pasien, periksa


kestabilan, estetik, fonetik dan oklusi.
• Kerusakan gigi tiruan karena jatuh
• 1. Reparasi gigi tiruan karena retak
• a. Cari bagian yang retak yang mungkin tak tampak
dengan mata,dengan sedikit membengkokkan gigi
tiruan tetapi harus
hati-hati agar gigi tiruan tidak patah.

• b.Bagian gigi tiruan yang berkontak dengan jaringan


mulut disekitar daerah yang retak dicor dengan gips.
Setelah gips setting, lepaskan model kerjanya
• c.Tepi bagian yang retak dilebarkan dengan
bur sehingga terdapat celah di antaranya
selebar kurang lebih 3 mm

• d.Buat bevel kearah luar untuk menambah


retensi. Pada permukaan palatal dibuat
dovetail agar retensi lebih banyak dan
pembetulan lebih kuat
• e. Permukaan model kerja diulasi dengan
bahan cms, diamkan sampai kering,kemudian
gigi tiruan diletakkan di atas model kerja

• f. Aplikasikan self cure acrylic pada bagian


yang direparasi dan ratakan, setelah akrilik
setting, kelebihan dibuang dan dipoles
• 2.Reparasi gigi tiruan karena jatuh

• a. Bagian-bagian gigi tiruan yang patah dikumpulkan


semua, jangan ada bagian yang hilang

• b.Bagian-bagian gigi tiruan yang patah disatukan


dengan meneteskan sticky wax pada permukaan
mekanik landasan gigi tiruan. Malam diratakan dengan
lecron, pada bagian yang patah harus
rata tidak boleh ada retensi sedikitpun.
• c. Untuk menambah kekuatan dan stabilitas
dapat
digunakan batang korek api yang dicekatkan pada
permukaan oklusal gigi dengan meneteskan sticky
wax

• d.Buatlah model kerja dari gigi tiruan yang telah


disatukan dengan gips.
• e. Setelah gips setting, batang korek api dan sticky
wax dibuang dan dibersihkan lalu buat ruang akrilik
sepanjang pecahan sambil meluruskan pecahannya
dengan jarak antara bagian-bagian yang akan
disambung kira-kira 3 mm dan bentuknya melandai
kearah pecahan di permukaan mekaniknya serta
dapat di bevel selebar 5 mm kemudian untuk
penguat buat retensi atau dibentuk lekukan pada
tepi pecahan berupa dovetail yang berhadapan
sepanjang garis patah.
• f. Bagian yang patah diangkat, model rahang
diulasi cms, setelah kering gigi tiruan dipasang
lagi pada dasar gips. Daerah kosong antara
pecahan diisi akrilik dengan tehnik springkle
dan disatukan sesuai landasan sebelah
menyebelahnya. Setelah setting, poles gigi
tiruan dan insersikan ke pasien
• 3. Reparasi elemen gigi yang patah atau lepas

• a.Buang semua sisa gigi yang patah dan bagian dasar gigi
dengan round bur, terutama diperluas kearah palatal untuk
mempermudah pemasangan gigi tiruan pengganti.

• b.Tepi bagian labial jangan dibuang, harus tetap seperti


semula untuk pertahankan estetik

• c.Pilih gigi tiruan pengganti yang sama ukuran,warna dan


bentuk anatomisnya
• d.Setelah gigi pengganti berada pada posisi yang benar,
lalu cekatkan ke gigi tetangga dengan stickywax

• e.Buat indeks dari gips pada permukaan labial dengan


mengulasi permukaan dengan cms terlebih dahulu

• f.Lepaskan gigi tiruan pengganti dari tempatnya dan


bersihkan sticky wax yang ada
• g.Letakkan gigi tiruan pengganti pada
tempatnya, ulasi dasar landasan gigi tiruan
dan gigi tiruan pengganti dengan monomer
dengan kuas kecil. Masukkan adonan akrilik
dari bagian palatal kedalam lubang di bawah
gigi sedikit demi sedikit. Setelah penuh, akrilik
dirapikan.
• h.Setelah akrilik setting, kelebihan akrilik
dibuang sehingga terbentuk kontur semula
kemudian dilakukan pemolesan.
•TERIMA KASIH