Anda di halaman 1dari 150

SISTEM PENYELENGGARAAN

PELATIHAN DASAR CALON PNS


Widyaiswara Madya
BKPSDMD Prov. Kep Babel

Jl. Cendrawasih III No. 11 B Sungailiat


081 3673 32742
rosadiku@yahoo.com
TO BE A SUCCESS TEACHER
TO BE A SUCCESS FATHER
Pokok Bahasan:

1. Dasar Hukum Pelatihan 11. Agenda Habituasi


2. Tujuan dan Sasaran 12. Desain Pengalaman Belajar Peserta
3. Kompetensi yang Dibangun 13. Pengalaman Belajar Peserta
14. Evaluasi Akademik
4. Struktur Kurikulum
15. Aspek Penilaian Kasus
5. Waktu Pelaksanaan 16. Evaluasi Aktualisasi
6. Tahap Pembelajaran 17. Evaluasi Penguatan Kompetensi Teknis
7. Kurikulum dan Penyelenggaraan Bidang Tugas
8. Agenda Sikap dan Perilaku 18. Evaluasi Peserta (Akhir)
19. Kualifikasi dan Kelulusan
9. Agenda Nilai-Nilai Dasar
10. Agenda Kedudukan dan Peran ASN dalam
NKRI
UU 5 Tahun 2014
ttg Aparatur Sipil Negara

1. DASAR Peraturan Pemerintah


HUKUM No.11/2017 ttg Manajemen
PELATIHAN
Pegawai Negeri

Peraturan Kepala LAN No.12/2018


ttg Pedoman Penyelenggaraan
Pelatihan Dasar Calon PNS
2. TUJUAN & SASARAN

TUJUAN SASARAN
Membentuk PNS profesional yang
SASARAN
dibentuk oleh: 1) sikap dan perilaku Terwujudnya
displin PNS, 2) nilai- nilai dasar PNS,
3) kedudukan dan peran PNS dalam PNS profesional
NKRI, dan 4) menguasai kompetensi
teknis bidang tugas sehingga sebagai pelayan
mampu melaksanakan tugas dan
perannya secara profesional sebagai masyarakat.
pelayan masyarakat
3. KOMPETENSI YANG DIBANGUN
2. mengaktualisasikan nilai-
1. menunjukkan sikap nilai dasar PNS dalam
perilaku dan disiplin PNS; pelaksanaan tugas
jabatannya;
kompetensi PNS sebagai pelayan
masyarakat yang profesional, yang
diindikasikan dengan kemampuan:

4. menunjukkan penguasaan
3. mengaktualisasikan
kompetensi teknis yang
kedudukan dan peran PNS
dibutuhkan sesuai bidang
dalam kerangka NKRI; dan
tugas.
4. STRUKTUR KURIKULUM

Kurikulum Pembentukan Kurikulum Penguatan


Karakter PNS Bidang Tugas
Kompetensi Teknis
Agenda Sikap Perilaku Bela Negara Umum/Administrasi
01
Wawasan Kebangsaan & Nilai2 BN, Isu2 Kontemporer, Kesiapsiagaan
Bela Negara Untuk meningkatkan pengetahuan dan
01 keterampilan yang bersifat
02 Agenda Nilai–Nilai Dasar PNS umum/administratif dan diperlukan untuk
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, mendukung pelaksanaan tugas dan
jabatan.
Anti Korupsi
Agenda Kedudukan dan Peran PNS Dalam NKRI Kompetensi Teknis Substansi
03
Manajemen ASN, Pelayanan Publik, Whole of Government Untuk meningkatkan pengetahuan dan
02 keterampilan yang bersifat spesifik
04 Agenda Habituasi
(substantif dan/atau bidang) yang
Aktualisasi melalui pembiasaan diri terhadap kompetensi diperlukan untuk mendukung pelaksanaan
yang telah diperolehnya melalui berbagai mata Pelatihan tugas dan jabatan Pelaksana dan/atau
yang telah dipelajari pembentukan jabatan fungsional sesuai
dengan formasi jabatannya.
5. WAKTU PELAKSANAAN
(Kurikulum pembentukan karakter PNS)
• Dilaksanakan selama 113 Hari Kerja atau 1,141 JP dengan
rincian:
33 hari kerja (288 JP) untuk pembelajaran klasikal, dan 80 hari
kerja (853 JP) untuk pembelajaran non klasikal (aktualisasi pada
agenda pembelajaran habituasi) di tempat kerja.
• Peserta diasramakan saat pembelajaran klasikal dan diberikan
kegiatan penunjang berupa peningkatan kesegaran jasmani.
5a. WAKTU PELAKSANAAN
Kurikulum Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas

Alternatif pelaksanaan :
• sebelum mengikuti Pelatihan pada kurikulum dan pembelajaran
pembentukan karakter PNS dan atau
• pada saat pelaksanaan agenda pembelajaran habituasi s.d. kembali ke
tempat Pelatihan.

Penentuan mata Pelatihan dan jumlah jam (klasikal atau non klasikal) disusun
instansi & dikonsultasikan dengan Intansi Teknis dan/atau Intansi Pembina
Jabatan Fungsional, dan Instansi Pembina Diklat (memperhatikan waktu masa
percobaan CPNS dan ketersediaan anggaran instansi).
6. TAHAP PEMBELAJARAN
O EVALUASI
R Agenda III: AKHIR
I Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI AGENDA IV
E
N Agenda II:
T AGENDA III
A Nilai-Nilai Dasar PNS PNS
Agenda IV
S PROFESIONAL
I Agenda I: Habituasi YANG
Sikap Perilaku AGENDA II BERKARAKTER
SEBAGAI
P
PELAYAN
E Penguatan MASYARAKAT
S AGENDA I
Kompetensi
E
R
Teknis Bidang
T Tugas
A
7. KURIKULUM DAN PENYELENGGARAAN
1. Mentor
(aktualisasi melalui pembiasaan diri
2. Coach di tempat pelatihan PNS
terhadap kompetensi yang telah PROFESIONAL
diperolehnya melalui berbagai mata Agenda IV
Pelatihan yang telah dipelajari) Habituasi YANG
Evaluasi BERKARAKTER
(Materi Institusional: Kebijakan Akhir SEBAGAI
Pengembangan SDM Aparatur dan MTSL) PELAYAN
Agenda II: Nilai-Nilai MASYARAKAT
Dasar PNS
(ANEKA) 1. Pembentukaan karakter PNS
2. Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas

Agenda III: Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI


(Manjemen ASN, Pelayanan Publik, Whole Of Government / WOG)
Agenda I: Sikap Perilaku
(TUS dan Keprotokolan, Kesehatan (33 hari kerja (288 JP) klasikal, dan 80 hari kerja (853 JP) non klasikal)
Jasmani&Mental , Kesiapsiagaan)
TERINTEGRASI
1. Teknis Umum/Administrasi; dan
2. Teknis Substantif.
Orientasi Peserta

Waktu Pelaksanaan Pelatihan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas


Coach di tempat kerja
8. AGENDA SIKAP PERILAKU
• bekali kemampuan menunjukan sikap perilaku dan kedisiplinan dalam suatu
kesiapsiagaan yang mencerminkan sehat jasmani dan mental dalam menjalankan
tugas jabatan PNS secara profesional sebagai pelayan masyarakat.
• mata pelatihan Kesehatan Jasmani dan Mental, Tata Upacara Sipil dan Keprotokolan,
dan Kesiapsiagaan secara terintegrasi.
• pengalaman belajar :membaca materi Pelatihan, mendengar dan berdiskusi serta
simulasi, menonton film pendek, dan melakukan kegiatan di luar kelas yang
mengandung unsur pembelajaran terkait substansi mata pelatihan dengan
proporsi 60% dari total waktu pembelajaran, serta melakukan refleksi terhadap
pengalaman tersebut
• di penghujung pembelajaran peserta menunjukan sikap dan perilaku disiplin PNS
selama penyelenggaraan Pelatihan.
9. AGENDA NILAI-NILAI DASAR
• bekali nilai-nilai dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan
PNS secara profesional sebagai pelayan publik : ANEKA
• Studi lapangan di akhir agenda untuk perkuat pemahaman terhadap
pembelajaran internalisasi Nilai-Nilai Dasar PNS
• pengalaman belajar : membaca materi Pelatihan, melakukan kegiatan yang
mengandung unsur pembelajaran tentang substansi Pelatihan, melakukan
refleksi terhadap pengalaman tersebut, mendengar dan berdiskusi, simulasi,
menonton film pendek, membahas kasus, menyaksikan tokoh panutan untuk
membentuk dan menginternalisasi nilai-nilai dasar PNS, studi lapangan,
• di penghujung pembelajaran peserta hasilkan produk pembelajaran yang
menunjukan hasil internalisasinya terhadap nilai-nilai dasar sebagai bekal
dalam pembiasaan diri mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS selama
penyelenggaraan Pelatihan.
10. AGENDA KEDUDUKAN DAN PERAN ASN DALAM
NKRI
• bekali pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS untuk menjalankan fungsi
ASN sehingga mampu kelola tantangan dan masalah keragaman sosial-kultural
dengan gunakan perspektif Whole of Government dalam mendukung pelaksanaan
tugas jabatannya
• mata Pelatihan : Manajemen ASN, Pelayanan Publik, dan Whole of Government.
• pengalaman belajar: membaca materi Pelatihan, melakukan refleksi terhadap
pengalaman tersebut, mendengar dan berdiskusi, serta simulasi, menonton film
pendek, dan membahas kasus, menyaksikan tokoh panutan, dan studi lapangan
dengan tujuan untuk memberikan penguatan pemahaman, di penghujung
pembelajaran peserta menghasilkan produk pembelajaran yang menunjukan hasil
pemahamanya sebagai bekal untuk mengaktualisasikannya pada agenda habituasi.
11. AGENDA HABITUASI
• memfasilitasi peserta lakukan proses aktualisasi melalui pembiasaan diri di
tempat kerja terkait kompetensi yang telah diperolehnya melalui berbagai
mata Pelatihan yang telah didalami di tempat pelatihan.
• pengalaman belajar: dapatkan pemahaman tentang konsepsi habituasi dan
pembelajaran aktualisasi sehingga peserta memiliki kemampuan
mensintesakan substansi mata Pelatihan ke dalam rancangan aktualisasi,
mendapatkan bimbingan penulisan rancangan aktualisasi, melaksanakan
seminar rancangan aktualisasi, melaksanakan rancangan aktualisasi di
tempat kerja dan menyusun laporan aktualisasi serta melakukan analisis
dampak apabila nilai-nilai dasar PNS tidak dilakukan (bagi CPNS Gol III),
menyiapkan rencana presentasi laporan pelaksanaan aktualisasi, dan
melaksanakan seminar aktualisasi
12. DESAIN PENGALAMAN BELAJAR
CONCRETE
EXPERIENCE
(Penanaman
Belief)

ACTIVE Pendekatan REFLECTIVE


EXPERIMENTATION experiential learning OBSERVATION
sebagai bekal
melakukan habituasi

Aplikasi
ABSTRACT Aktualisasi
Menghasilkan
CONCEPTUALIZATION
(Penguatan Belief) Mendalami Penguatan
Mengalami Pendalaman
Membaca Penanaman
Pencarian
13. PENGALAMAN BELAJAR PESERTA
Menghasilkan (abstract conceptualization): menulis
jurnal, membuat rencana aksi penerapan intervensi
pada issue tertentu

Mengalami (concrete
experience): visitasi, nonton Aplikasi (active experimentation) : alumni
film, bahas kasus yang relevan menerapkan value (harus dipantau oleh
dengan issue penyelenggara dan user) pada issue
Mendalami (reflective tertentu
observation): diskusi, self- Tahap Aktualisasi
Membaca dialogue, menceritakan
materi Diklat kembali, mengkritisi,
secara E- memverifikasi value pada
learning proses intervensi
14. EVALUASI AKADEMIK
• Dilakukan melalui ujian tulis sebanyak 5 JP pada sesi
pembelajaran Evaluasi Akademik secara terintegrasi
(setelah seluruh mata Pelatihan agenda nilai-nilai dasar
PNS dan kedudukan dan peran PNS dalam NKRI)
• Jenis soal pada ujian tulis Tipe A dapat berbentuk pilihan
ganda, benar-salah, menjodohkan, jawaban singkat,
essay, atau kombinasi diantaranya dengan bobot 10%
• Jenis soal ujian tulils Tipe B berbentuk kasus dengan
bobot 10%. (diukur melalui kualitas analisis pemecahan
masalah)
CPNS Gol III Gol. I / II
15. ASPEK PENILAIAN KASUS
16. EVALUASI AKTUALISASI
PENILAIAN RANCANGAN AKTUALISASI

PENILAIAN PELAKSANAAN AKTUALISASI KONVERSI NILAI


17. EVALUASI PENGUATAN KOMPETENSI TEKNIS BIDANG TUGAS

• Evaluasi penguatan kompetensi teknis bidang tugas


dilakukan setelah peserta menyelesaikan pembelajaran
pada kurikulum penguatan kompetensi teknis bidang
tugas.
• Penyelenggaraan evaluasi dilakukan oleh Instansi
peserta melalui unit yang MEMBIDANGI pengembangan
sumber daya manusia aparatur Instansi di tempat kerja.
• Akumulasi perolehan nilai peserta pada kurikulum
penguatan kompetensi teknis bidang tugas diberikan
bobot 20%
18. EVALUASI PESERTA (AKHIR)
No Komponen Penilaian Bobot (%)
1. Sikap Prilaku (Agenda 1) 10
2. Akademik (Agenda 2 dan 3) 20
3. Aktualisasi (Agenda 4) 50
4. Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas 20
Jumlah 100
19. KUALIFIKASI DAN KELULUSAN
Kualifikasi kelulusan peserta Diklat ditetapkan sebagai berikut:
• Sangat Memuaskan (skor 90,01 – 100);
• Memuaskan (skor 80,01 – 90,0);
• Cukup memuaskan (skor 70,01 – 80,0); passing grade
• Kurang memuaskan (skor 60,01 – 70,0);
• Tidak Memuaskan (skor ≤60)
PEMBELAJARAN MATA PELATIHAN

Bahan Pembelajaran
a)
b)
Modul
Bahan Tayang
1 Disain Pembelajaran
a) Rancang Bangun Pembelajaran
c) Film Pendek Mata Pelatihan (RBPMP)
d) Studi Kasus b) Rencana Pembelajaran (RP)
e) Materi Pelengkap Modul (MPM) 2
Metode Pembelajaran
Evaluasi Pembelajaran 3 a)
b)
c)
Ceramah
Tanya Jawab
Curah Pendapat
d) Pemutaran Film Pendek
e) Pairwork
a) Pertanyaan Lisan f) Jigsaw
b) Penugasan
4 g) Diskusi
h) Presentasi
i) Studi Kasus
j) Window Shopping
KERANGKA BERPIKIR
HABITUASI

WHOLE OF NILAI-NILAI DASAR


GOVERNMENT “ANEKA”

MANAJEMEN
ASN Akuntabilitas
Kecerdasan Emisional
Nasionalisme
Koordinasi
Etika Publik
Kolaborasi
Komitmen Mutu
Net Working
Anti Korupsi

PELAYANAN PUBLIK
KOMPETENSI YANG DIBANGUN

1. Menunjukkan sikap
perilaku Bela Negara

2. Mengaktualisasikan nilai-nilai
dasar PNS dalam pelaksanaan
tugas jabatannya

3. Mengaktualisasikan
kedudukan dan peran PNS
dalam kerangka NKRI

4. Menunjukkan penguasaan
kompetensi teknis yang dibutuhkan
sesuai bidang tugas
1
• Integritas Moral

• Kejujuran
2

Membangun
3
• Semangat dan Motivasi Nasionalisme dan Kebangsaaan

• Karakter Kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab


4

• Memperkuat profesionalisme serta Kompetensi Bidang


5
UU No.23/2014
Kompetensi ASN tentang PEMDA pasal
233 ayat 1 dan 2

Teknis UU No.5/2014
Pasal 69 ayat 1,3

Manajerial Pasal 70 ayat 1,2

Sosial Kultural
Pemerintahan
Tugas ASN (UU No.5/2014)

Pelatihan Dasar
CPNS bertujuan
untuk
mengembangkan
kompetensi
CPNS yang
dilakukan secara
terintegrasi
Mengapa saya
memilih profesi
PNS ???
Bahan Tayang
….!
THE FIRST

 Open your Mind


 Open your Heart

 Open your Eyes

 Open your Ears


Merah Hijau
Biru Oranye
Kuning Biru
Copyright © 2003-2010, Michael Michalko, All Rights Reserved
Mata diklat ini memfasilitasi pembentukan
nilai-nilai dasar anti korupsi pada peserta
diklat prajabatan melalui pembelajaran nilai-
nilai dan aktualisasinya.

DISKRIPSI
MATA
DIKLAT
Mata diklat ini disajikan berbasis Experiencial learning
dengan penekanan pada proses internalisasi nilai nilai
dasar tersebut melalui kombinasi ceramah
interaktif,diskusi,studi kasus, simulasi, menonton film
pendek. Keberhasilan peserta dinilai dari kemampuannya
mengaktualisasikan nilai nilai dasar anti korupsi dalam
memimpin mengelola pelaksanaan tugas jabatannya.

…!
Setelah mengikuti serangkaian
pembelajaran pada mata diklat
anti korupsi, diharapkan
peserta mampu membentuk
perilaku yang amanah dan jujur
serta berperan dalam
pencegahan korupsi
dilingkungannya !!!

AT…!
1. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar anti
korupsi dalam memimpin, mengelola dan
melaksanakan tugas jabatannya.
2. Membentuk perilaku yang amanah , jujur
serta berperan dalam mencegah korupsi
di lingkungannya.
3. Menganalisa dampak prilaku dan tindak
pidana korupsi bagi dirinya, keluarga,
masyarakat, bangsa dan kehidupan.

AT…!
MATA DIKLAT DISAJIKAN SECARA INTERAKTIF DENGAN METODE :

1. CERAMAH  Peserta diminta mendengar ceramah ;


2. Film Pendek  Peserta diminta menonton film pendek, kemudian diminta
mengomentari dengan menggali Nilai Nilai Anti korupsi mana yang baik dan
mana yang harus di hindari dan mendiskusikannya
3. Diskusi  Peserta mendiskusikan pentingnya Anti Korupsi yang harus
dimiliki Pegawai Aparatur Sipil Negara.
4. STUDI KASUS: Peserta Diminta Mendiskusikan Kasus-kasus Aktual.
5. Aktualisasi  Peserta diharapkan mampu MENGAKTUALISASIKAN
NILAI-NILAI DASAR ANTI KORUPSI baik dalam kedudukannya sebagai
Aparatur Sipil Negara maupun sebagai Warga Negara

AT…!
Kegiatan Belajar Mengajar MD ANTI KORUPSI Latsar Golongan III dan Golongan II
Penyajian
Memendu Peserta agar dapat memiliki pemahaman
tentang :
• Pengenalan diri Anti Korupsi , agar peserta
mampu membentuk perilaku
• Menayangkan,menjelaskan dan Menfasilitasi
yang amanah dan jujur serta
diskusi mengenai pengertian korupsi dan prilaku
• Menjelaskan deskripsi mata Korupsi dan dampaknya ; Aktualisasi Anti Korupsi
berperan dalam p e n c e g a h a
k o r u p s I dilingkungannya
Aparatur Sipil Negara
diklat Memandu peserta agar dapat
Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar
• Memandu peserta untuk mengenal, merumuskan
anti korupsi dalam memimpin,
dan memfasilitasi pembentukan nilai-nilai
• Kompetensi Dasar yang ingin dasar anti korupsi pada peserta diklat
mengelola dan melaksanakan
tugas jabatannya.
dicapai; prajabatan melalui pembelajaran nilai-nilai
dan aktualisasinya.

• indikator keberhasilan;
• Evaluasi dan Penutup

Pembukaan Penutup

AT…!
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan:

1. Sadar Anti Korupsi


•Dampak perilaku dan tindak pidana korupsi
•Pengertian korupsi
•Tindak pidana korupsi
•Niat, semangat dan komitmen anti korupsi
•Indonesia bebas dari korupsi

AT…!
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan:

2. Semakin Jauh dari Korupsi


• Tunas integritas
• Identifikasi nilai dasar anti korupsi
• Penyelarasan nilai organisasi dan
nilai anti korupsi
• Penanaman nilai integritas

AT…!
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan:
3. Bangun sistem integritas
•Re-Framing Culture
•Seeding Of Integrity
•Sistem Integritas Organisasi

AT…!
NENEK ATAU GADIS? KAKEK ATAU PEMUDA?
Ada berapa
orang yang
anda lihat?
Berapa Jumlah Titik Hitam ???
Perhatikan titik hitam, kemudian apa yang terjadi dengan
warna abu di sekelilingnya?
ADAKAH YANG ANEH ??
ADAKAH YANG ANEH ??
WHY ALWAYS ME.......??
Corruption Perception Index DUNIA (2014)
IPK Indonesia 2010
No Kota IPK No Kota IPK No Kota IPK
1 Denpasar 6.71 16 Banjarmasin 5.20 31 Jember 4.71
2 Tegal 6.26 17 Kendari 5.20 32 Palembang 4.70
3 Surakarta 6.00 18 Sibolga 5.15 33 Banda Aceh 4.61
4 Yogyakarta 5.81 19 Palu 5.10 34 Pdg Sidempn 4.58
5 Manokwari 5.81 20 Padang 5.07 35 Tj. Pinang 4.55
6 Gorontalo 5.69 21 Purwokerto 5.06 36 Pontianak 4.52
7 Tasikmalaya 5.68 22 Bandung 5.04 37 Mamuju 4.45
8 Balikpapan 5.58 23 Palangkaraya 5.03 38 Jakarta 4.43
9 Kediri 5.56 24 Pemtg Siantar 5.02 39 Ternate 4.42
10 Lhokseumawe 5.55 25 Semarang 5.00 40 Bengkulu 4.41
11 Sampit 5.55 26 Bdr Lampung 4.93 41 Jayapura 4.33
12 Tenggarong 5.41 27 Kupang 4.89 42 Sorong 4.26
13 Mataram 5.39 28 Serang 4.87 43 Pgkl Pinang 4.19
14 Manado 5.35 29 Samarinda 4.85 44 Medan 4.17
15 Ambon 5.29 30 Batam 4.73 45 Malang 4.15
???
Korupsi merupakan kejahatan
luar biasa, karena dampaknya
yang luar biasa menyebabkan
kerusakan baik dalam ruang
lingkup, pribadi, keluarga,
masyarakat dan kehidupan yang
lebih luas.
• K = KORUPSI
• D = DISKRESI (KEBEBASAN MENGAMBIL
KEPUTUSAN)
• M= MONOPOLI
• A = AKUNTABILITAS
Menurut Robert Klitkgard, korupsi adalah diskresi atau monopoli
tanpa akuntabilitas.
PENGERTIAN ANTI KORUPSI

TINDAKAN ATAU GERAKAN YANG DILAKUKAN


UNTUK MEMBERATAS SEGALA TINGKAH LAKU
(PERILAKU), SIKAP ATAU TINDAKAN YANG
BERTENTANGAN DENGAN NORMA-NORMA DENGAN
TUJUAN MEMPEROLEH KEUNTUNGAN UNTUK
PRIBADI/ORANG LAIN/KELOMPOK, MERUGIKAN
NEGARA ATAU MASYARAKAT BAIK LANGSUNG
MAUPUN TIDAK LANGSUNG YANG MENYEBABKAN
KERUGIAN KEUANGAN NEGARA MELALUI
ANTI KORUPSI PRAKTEK SUAP MENYUAP, PEMERASAN,
PERBUATAN CURANG, PENGGELAPAN DALAM
JABATAN, BENTURAN KEPENTINGAN DALAM
PENGADAAN SERTA GRATIFIKASI.
FENOMENA
KEHIDUPAN YG
MENGANDUNG
KERUSAKAN
KERUSAKAN HUTAN

PELAYANAN BURUK

BANGUNAN RUSAK

NARKOBA

BURUKNYA PENEGAKKAN
HUKUM

KEMISKINAAN
1. Negara korup harus membayar biaya hutang lebih besar
(Depken and Lafountan, 2006)
2. Harga infrastruktur lebih tinggi (Golden and Picci, 2005)
3. Menimbulkan ketimpangan kaya-miskin (Gupta Davoodi and
Alonso-Terme, 2002)
4. Korupsi menurunkan investasi (paolo Mauro, 1995)
5. Memiliki dampak yang kuat dan negatif terhadap arus investasi
asing (Shang, ADB)
6. Negara dengan tingkat korupsi rendah akan menarik investasi
lebih banyak, Campos and Pradhan, ADB)
1. PESERTA BERDIRI MEMBUAT LINGKARAN BESAR, BERHITUNG
SECARA BERGANTIAN SATU SAMPAI SELESAI;
2. SETIAP PESERTA YANG GILIRAN ANGKANYA MERUPAKAN KELIPATAN
DUA, MAKA IA HARUS BERKATA “BING”
3. SETIAP PESERTA YANG GILIRAN ANGKANYA MERUPAKAN KELIPATAN
TIGA , MAKA IA HARUS BERKATA “BANG”
4. SETIAP PESERTA YANG GILIRAN ANGKANYA MERUPAKAN KELIPATAN
DUA DAN TIGA, MAKA IA HARUS BERKATA “BINGBANG”
1. TUANGKAN DALAM BENTUK GAMBAR ATAU
KARTUN DISERTAI TULISAN, DAMPAK YANG AKAN
TERJADI JIKA DI INSTANSI ANDA TERDAPAT
KORUPSI.

2. TEMPELKAN DI DINDING/PAPAN YANG ADA, AGAR


DAPAT DILIHAT DAN DIKOMENTARI OLEH
KELOMPOK LAIN.
Seorang petani memiliki sebidang tanah luas yang akan dibagi
menjadi 4 bagian yang sama diantara 4 orang anaknya. Tanah
itu tergambar seperti dibawah ini:
CREATIVE THINKING EXERCISES
MANA ATAS ….MANA BAWAH…??
FOKUS PADA TANDA “+” MAKA ANDA AKAN MELIHAT
SESUATU YANG BERBEDA……….
1. Kerugian Keuangan Negara;
2. Suap – Menyuap;
3. Pemerasan;
4. Perbuatan Curang;
5. Penggelapan dalam Jabatan;
6. Benturan Kepentingan dalam Pengadaan;
7. Gratifikasi
NIAT, SEMANGAT DAN KOMITMEN
ANTI KORUPSI

Spiritual
Accountability

Kesadaran bahwa hidup harus


dipertanggungjawabkan !!

AT…!
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari
sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya
berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau
Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari
kiamat kamu tidak mengata-kan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,
NIAT ANTI KORUPSI SEMAKIN KUAT BAGI
MEREKA YANG INGAT AKAN TUHANNYA,
IA TIDAK INGIN URUSAN DUNIA
MERUSAK PERJANJIAN DENGAN
TUHANNYA DAN AKAN MENJADI BEBAN
BAGI KEHIDUPAN SETELAH DUNIA.
INDONESIA BEBAS DARI
KORUPSI
TUNAS INTEGRITAS
• MANUSIA SEBAGAI FAKTOR KUNCI PERUBAHAN
• MANUSIA SEBAGAI MAHLUK DENGAN ASPEK
JASMANI DAN ROHANI
• MANUSIA SEBAGAI MAHLUK SOSIAL

BANGSA

INTEGRITAS
INDIVIDU ORGANISASI

TAKA…..
Para tunas integritas diharapkan dapat menjalankan peran strategis
dalam organisasi berupa:

1. Menjadi jembatan masa depan kesuksesan organisasi, mereka


menjadi kumpulan orang yang selalu terdepan untuk memastikan
tujuan organisasi tercapai.!
2. Membangun sistem integritas, berpartisipasi aktif dalam
pembangunan sistem integritas hingga semua peluang korupsi dan
berbagai penyimpangan lainnya dapat ditutupi.!
3. Mempengaruhi orang lain, khususnya mitra kerja untuk berintegritas
tinggi!

TAKA…..
NILAI-NILAI ANTI-KORUPSI

1 2 3
KEJUJURAN KEPEDULIAN KEMANDIRIAN

4 5 6
KEDISIPLINAN TANGGUNG JAWAB KERJA KERAS

7 8 9
KESEDERHANAAN KEBERANIAN KEADILAN

JUPE MANDI TANGKER KEBEDIL


TAKA…..
FAKTOR PENYEBAB ORANG
KORUPSI

Tuliskan satu kata PENYEBAB ORANG KORUPSI


menurut anda !
FAKTOR PENYEBAB
ORANG KORUPSI
1. Greeds (keserakahan)
2. Opportunities
(kesempatan melakukan kecurangan)
3. Needs
(kebutuhan hidup yang sangat banyak)
4. Sistem (Aturan)
UNSUR-UNSUR TINDAK PIDANA :
1. Unsur Subjektif
1. Setiap orang
Orang perorangan atau termasuk korporasi.
( Pasal 1 angka 3 UU PTPK)
2. Penyelenggara Negara
3. Pegawai Negeri
dalam UU Tentang Kepegawaian. Pasal 1 angka 1 UU
No 8 Tahun 1974 jo UU No 43 Tahun 1999
4. Korporasi
UNSUR-UNSUR TINDAK PIDANA
2. Unsur Objektif
a. Janji
b. Kesempatan
c. Kemudahan
d. Kekayaan Milik Negara
-. Uang
-. Daftar
-. Surat, Akta
-. Barang
DIANGGAP SEBAGAI KORUPSI JIKA....

1.MENYALAHGUNAKAN WEWENANG
2.MEMPERKAYA DIRI SENDIRI
3.MEMPERKAYA ORANG LAIN
4.MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA
TUGAS PERORANGAN
RANCANGAN AKTUALISASI DAN IMPLEMENTASI
NILAI-NILAI DASAR ANTI KORUPSI
Nama : ......................................
Jabatan/SKPD : ............................./...............................
Coach : ........................................
Widyaiswara : Imam Rosadi, STP, M.Eng
RANCANGAN AKTUALISASI
NO KEGIATAN NILAI-NILAI DASAR DAMPAK JIKA TIDAK DIIMPLEMENTASIKAN
ANTI KORUPSI
1. Melakukan pelayanan medik 1. Jujur Pasien tidak memahami sakit/penyakit yang
rawat jalan tingkat pertama Memberikan penjelasan yang jujur dan terbuka dideritanya, dan terapi yang diberikan
mengenai diagnosa pasien serta memberikan pilihan cenderung akan semau dokter.
terapi yang disesuaikan dengan kemampuan pasien

2. Peduli Pasien kesulitan memenuhi biaya


Memberikan pilihan tindakan yang disesuaikan pengobatannya.
dengan kemampuan pasien baik dari sisi bahan habis
pakai atau obat yang digunakan, sehingga pasien
akan terbantu dalam penyelesaian administrasi
pembayaran.

2. dst dst dst

Catatan : Minimal 7 (Tujuh ) Kegiatan, nilai dasar anti korupsi yang akan diimplementasikan disesuaikan
dengan kegiatan yang ada.
STUDI KASUS
Di sebuah instansi pemerintah akan dilakukan pengadaan barang dan jasa senilai Rp.
750.000.000,- dimana K selaku kepala instansi merangkap sebagai Pengguna Anggaran (PA). W
ditunjuk menjadi PPK, G ditugasi menjadi PPTK dan M menjadi Bendahara. Sebelum lelang
pengadaan dilakukan K minta kepada W agar CV RR dimenangkan dalam proses lelang yang
dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP), takut jabatannya dicopot maka W mengatur agar
CV RR menjadi pemenang. K telah menerima pemberian dari D selaku direktur CV RR sejumlah
uang dan dijanjikan akan mendapatkan perjalanan wisata ke Bali selama 5 hari jika CV RR benar-
benar menjadi pemenang lelang. Sebagai pemenang lelang CV RR ternyata lalai dan tidak bisa
menyelesaikan pekerjaannya sampai batas waktu sebagaimana diatur dalam kontrak. Meskipun
pekerjaan belum selesai K minta kepada G dan M menyelesaikan pembayarannya kepada D.
Untuk memuluskan aksinya D memberikan sejumlah uang kepada G dan M, namun M menolak
dan bersikukuh tidak akan mencairkan pembayaran kegiatan yang belum selesai. Melihat ada
penolakan M maka K mengancam akan memutasi M, karena ada ancaman tersebut maka M
melaporkan kejadian tersebut kepada Inspektorat.
Pertanyaan (Analisis):

1.Tentukan Jenis Korupsinya !


2.Tentukan Tindak Pidana Korupsi yang terjadi !
3.Tentukan Fakta dan Buktinya !
4.Nilai-nilai anti korupsi apa yang dilanggar?
5.Kesimpulan yang bisa diambil.
TUNAS
INTEGRITAS

RE-FRAMING UTILISASI

TAKA…..
RE-FRAMING CULTURE

!
PENANAMAN NILAI INTEGRITAS

I n t e r n a l i s a s i integritas terjadi apabila


individu menerima pengaruh dan bersedia
bersikap dan berperilaku dengan penuh integritas

I d e n t i fi k a s i integritas terjadi apabila


individu meniru integritas seseorang atau
kelompok lain.

Kesediaan terhadap integritas (Integrity


Compliance) adalah ketika individu bersedia
menerima pengaruh untuk berintegritas dari
orang lain atau dari kelompok lain.
INTERNALISASI
INSIDE OUT OUT SIDE IN
INTEGRITAS

TAKA…..
INTERNALISASI
INTEGRITAS

LINGK YG
BERINTEGRITAS

PROTEKSI INTEGRITAS

PERUBAHAN
PENGARUH NEGATIF
SCR OTOMATIS

TAKA…..
LINGKUNGAN
BERINTEGRITAS

BERTEMAN DG YG
BERPERILAKU POSITIF

SIMBOLISASI & SEJARAH YG


MEMBERIKAN INSPIRASI
PERILAKU POSTF DAN INGAT
KEBENARAN

RUTINITAS ATAU RISTUAL


POSITIF

MEMBANGN ATAU
MENJALANKAN SISTM
INTEGRITAS: KEPEMIMPINAN,
PENGENDALIAN DLL
TAKA…..
PROTEKSI
INTEGRITAS
IMAJINASI/SUGESTI
PENGARUH NEGATIF HANYA
DILUAR TIDAK PERNAH
MASUK KEDLM DIRI KITA

DIS-ASOSIASI (KELUAR DARI


LINGKARAN PENGARUH
NEGATIF)

MULTY PROTECTION OF
INTEGRITY

TAKA…..
MULTY PROTECTION OF
INTEGRITY (MPI)

HANYA DAPAT DILAKUKAN OLEH MANUSIA YANG TELAH


MENGHIDUPKAN NURANINYA, NURANI YANG HIDUP
TDK AKAN PERNAH BERKOMPROMI DENGAN
PENYIMPANGAN, IA JUJUR DENGAN KEBENARAN DAN
KEBAIKAN UNIVERSAL, IA AKAN MEMBERIKAN RESPON
BERUPA HILANGNYA KETENANGAN.

TAKA…..
KIAT-KIAT
MULTY PROTECTION OF INTEGRITY
(MPI)
1. JIKA RAGU-RAGU LANGSUNG HENTIKAN.
2. JIKA YAKIN MENGAMBIL PILIHAN, NAMUN MUNCUL PERASAAN TDK NYAMAN MAKA
SEGERA HENTIKAN.
3. JIKA TETAP BERUSAHA MENYAMAN-NYAMANKAN DIRI KARENA BYK ORG YG
MELAKUKAN, SEGERA MINTA REKOMENDASI DARI ORANG YG BERINTEGRITAS TINGGI,
JIKA TDK DIREKOMENDASIKAN SEGERA HENTIKAN.
4. APABILA DORONGAN UNT MELAKUKAN MASIH KUAT JUGA, MAKA SEGERA BAYANGKAN
DAN AJUKAN PERTANYAAN “JIKA TETAP DILAKUKAN TERNYATA DIKETAHUI MEDIA MASSA
DAN DITAYANGKAN, “ APAKAH MEMBUAT MALU ATAU BANGGA?”, JIKA MEMBUAT MALU
SGR HENTIKAN.
5. BAYANGKAN DAN TANYAKAN “APAKAH YG DIPUTUSKAN/DIPILIH AKAN MEMBUAT
TERANG ATAU GELAP KUBURAN KITA?”, JIKA MEMBUAT GELAP MAKA SEGERA
HENTIKAN.
6. “APAKAH YG DIPUTUSKAN/DIPILIH AKAN MEMBUAT BERAT TIMBANGAN KE SURGA ATAU
NERAKA?” JIKA KE NERAKA SEGERA HENTIKAN.

TAKA…..
PERUBAHAN PENGARUH
NEGATIF SCR OTOMATIS

TAKA…..
BISA..!

CHANGE RE-
BELIEFS FRAMING

TAKA…..
SEEDING OF INTEGRITY

Merupakan upaya untuk menanamkan pengaruh integritas pada


bawah sadar hingga dapat membentuk perilaku, kebiasaan dan
budaya integritas.

Terdapat 3 aspek penting yang perlu disadari terkait pertempuran antara integritas
dan korupsi:

1. Koruptor menggoda biasanya pada saat seseorang sedang di luar sistem!


2. Koruptor menggoda biasanya pada saat keadaan sepi dan rahasia!
3. Koruptor menggoda dengan beragam cara dan menggunakan pengaruh yang
sebelumnya diluar perkiraan (WOW effect) !

!
SISTEM INTEGRITAS ORGANISASI

Organisasi yang telah mempunyai nilai-nilai organisasi perlu


melakukan penyelerasan nilai-nilai organisasinya dengan nilai-
nilai dasar anti korupsi!

!
PENUTUP
RANGKUMAN:
Kata kunci untuk menjauhkan diri dari korupsi adalah
Internalisasi integritas pada diri sendiri dan hidup atau
bekerja dalam lingkungan yang menjalankan sistem integritas
dengan baik. !

Penanaman nilai integritas dapat dilakukan dengan pendekatan


beragam cara, diantaranya melalui
1) Kesediaan,
2) Identifikasi dan
3) Internalisasi. Tingkat
permanensi penanaman ataupun perubahan sikap dan
perilaku melalui pendekatan internalisasi akan lebih
permanen dibandingkan dengan identifikasi dan kesediaan.!

!
EVALUASI

1. Mengapa internalisasi integritas pada diri sendiri menjadi


kata kunci untuk keberhasilan anti korupsi?
2. Bersediakah anda berkomitmen sungguh-sungguh untuk
tidak melakukan tindak pidana korupsi di instansi
saudara? Jelaskan kiat-kiat anda!
3. Bersediakah anda menegur atasan/rekan PNS
dilingkungan kerja anda yang nyata-nyata melakukan
tindak pidana korupsi? Bgm caranya?

!
Jangan hinakan harga diri anda dengan melakukan tipikor
Percayalah…!! korupsi tidak akan membuat
seseorang menjadi kaya, yang ada hanyalah hidup tidak
bahagia, matipun terancam masuk neraka…maka segeralah
bertobat…..!!!!
BERPIKIRLAH BETAPA KOTORNYA
KORUPSI, AYO KITA BERANTAS
KORUPSI...!
9