Anda di halaman 1dari 37

POTENSI DAN

PENGEMBANGAN BUDIDAYA
UDANG WINDU
C

DI KAB. BULUKUMBA
Dinas Perikanan Kab. Bulukumba
2019
GAMBARAN UMUM WILAYAH KAB.
BULUKUMBA
• Kabupaten Bulukumba terdiri dari 10 kecamatan yaitu Kecamatan Ujung Bulu
(Ibukota Kabupaten), Gantarang, Kindang, Rilau Ale, Bulukumpa, Ujung Loe,
Bontobahari, Bontotiro, Kajang dan Herlang.
• 7 diantaranya termasuk daerah pesisir sebagai sentra pengembangan
pariwisata dan perikanan yaitu kecamatan: Gantarang, Ujung Bulu, Ujung
Loe, Bontobahari, Bontotiro, Kajang dan Herlang. 3 Kecamatan sentra
pengembangan pertanian dan perkebunan yaitu kecamatan: Kindang, Rilau
Ale dan Bulukumpa.
• Secara keseluruhan panjang garis pantai Kabupaten Bulukumba mencapai
128 km, sangat menunjang Kabupaten Bulukumba sebagai daerah
bahari/maritim dengan potensi unggulan perikanan dan kelautan.
Panjang Garis Pantai Tiap Kecamatan (km)
POTENSI PERIKANAN BUDIDAYA
• Potensi perikanan terdiri dari perikanan tangkap (perikanan laut) dan
perikanan budidaya (perikanan darat). Dari 10 kecamatan, 7 diantaranya
mempunyai potensi kelautan sedangkan potensi perikanan darat terdapat di
semua kecamatan.
• Potensi perikanan budidaya di Kab. Bulukumba seperti tambak, laut, kolam,
mina padi merupakan potensi yang dapat dikembangkan. Budidaya air
payau di tambak pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebanyak 7.318
ton dari tahun 2017 sebanyak 7.233 ton.
• Komoditas budidaya tambak mayoritas yakni Udang Windu, Udang
Vannamei, Ikan Bandeng,dan Rumput Laut.
DATA POTENSI DAN LUAS REALISASI BUDIDAYA TAMBAK KABUPATEN BULUKUMBA
KECAMATAN POTENSI REALISASI REALISASI MENURUT TEKNOLOGI (Ha)
NO
KEL/DESA (Ha) (Ha) TRADISIONAL SEMI INTENSIF INTENSIF SUPRA INTENSIF
1 UJUNG LOE 2350 2.211 1.665 546 - -
Dannuang 188 165 165 - - -
Garanta 340 317 222 95 - -
Manyampa 1319 1296 907 389 - -
Manjailing 250 226 181 45 - -
Salemba 193 170 153 17 - -
Seppang 60 37 37 - - -
2 UJUNG BULU 449 314 283 31 1 -
Ela - ela 100 65 59 7 1 -
Kalumeme 349 249 224 25 - -
3 KAJANG 600 469 409 61 - -
Tanah Jaya 32 26 26 - - -
Possi Tanah 81 64 64 - - -
Lembanna 108 98 78 20 - -
Lembang Lohe 181 141 127 14 - -
Lembang 185 135 108 27 - -
Lolisang 13 5 5 - - -
4 BONTO TIRO 70 50 45 5 - -
Dwi Tiro 70 50 45 5 - -
5 HERLANG 50 20 20 - - -
Bonto Kamase 50 20 20 - - -
6 BONTO BAHARI 691 278 106 27 145 -
Sapolohe 138 133 106 27 - -
Tanah Lemo 553 145 - 145 -
7 GANTARANG 1067 453 301 27 125 -
Matekko 152 75 53 8 15 -
Mariorennu 351 138 28 - 110 -
Polewali 100 35 28 7 - -
Palarambarae 152 125 113 13 - -
Jalanjang 312 80 80 - - -
JUMLAH 5277 3795 2827 697 271 -
DATA PRODUKSI UDANG WINDU TAHUN 2019
KABUPATEN BULUKUMBA
KECAMATAN PRODUKSI (TON)
NO LUAS LAHAN REALISASI(Ha)
KEL/DESA TRIWULAN I TRIWULAN II TRIWULAN III
1 UJUNG LOE 2,211.0 90.00 89.10 80.20
Dannuang 165.0 5.40 5.35 4.81
Garanta 317.0 22.50 22.28 20.05
Manyampa 1,295.7 40.50 40.10 36.09
Manjalling 226.3 9.90 9.80 8.82
Salemba 170.0 8.10 8.02 7.22
Seppang 37.0 3.60 3.56 3.21
2 UJUNG BULU 326.2 16.00 15.00 12.20
Ela-ela 65.0 6.40 5.25 4.64
Kalumeme 249.0 9.60 9.75 7.56
3 KAJANG 469.4 12.10 11.00 10.10
Tanah Jaya 26.0 0.73 0.66 0.61
Possi Tanah 64.0 1.09 0.99 0.91
Lembanna 98.0 1.33 1.21 1.11
Lembang Lohe 141.0 5.45 4.95 4.55
Lembang 135.4 3.03 2.75 2.53
Lolisang 5.0 0.48 0.44 0.40
4 BONTO TIRO 49.7 1.70 1.50 1.30
Dwi Tiro 49.7 1.70 1.50 1.30
5 HERLANG 19.5 0.30 0.20 0.10
Bonto Kamase 19.5 0.30 0.20 0.10
6 BONTO BAHARI 278.0 11.30 10.10 9.60
Sapolohe 133.0 11.30 10.10 9.60
Tanah Lemo 145.0 0.00 0.00 0.00
7 GANTARANG 453.0 20.10 20.00 19.20
Matekko 75.0 1.81 1.80 1.73
Mariorennu 138.0 9.85 9.80 9.41
Polewali 35.0 1.21 1.20 1.15
Palambarae 125.0 5.03 5.00 4.80
Jalanjang 80.0 2.21 2.20 2.11
JUMLAH 3,806.8 151.5 146.9 132.7
Pengembangan Budidaya Udang
Windu di Kab. Bulukumba
Kendala utama budidaya udang windu di
lapangan :

Masalah penyakit udang ( virus, bakteri, parasit, jamur, dll)


Terbatasnya induk/benih SPF (Spesific Patogen Free) /SPR
(Spesific Patogen Resistence)
Rendahnya produksi & produktivitas lahan (degradasi
lingkungan)
Tingginya harga sarana produksi (pupuk, benur, pakan)
Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya
± 90 % petani tambak tergolong menerapkan teknologi
sederhana.
Budidaya Udang Windu Sistem Tradisional
dengan kriteria sebagai berikut :

 Sangat tergantung pada alam (tidak ada campur tangan manusia)


 Penerapan teknologi sangat minim (hanya mengandalkan pakan alami,,
tidak menggunakan pompa dan kincir air)
 Biaya produksi rendah(±5–10juta/ha)
 Tingkat resiko masih rendah
 Padat penebaran < 10 ekor/m2
 Hasil produksi masih rendah
 Kualitas SDM masih rendah
Budidaya Udang Windu Tradisional /
Tradisional Plus
• Budidaya Tradisional :
- teknologi sederhana
- padat tebar rendah
- mengandalkan pakan alami - pasang surut
- luas tambak 3-10 ha
- produksi rendah
Plus:
- sarana tambahan (pompa air)
- pemberian pakan secukupnya
- aplikasi probiotik
Sistem Budidaya Polikultur Udang
Windu, Bandeng dan Gracillaria sp
• Budidaya Polikultur merupakan pembudidayaan ikan lebih dari satu jenis secara
terpadu.
• Udang windu, ikan bandeng dan rumput laut secara biologis memiliki sifat–sifat yang
dapat bersinergi sehingga budidaya polikultur semacam ini dapat dikembangkan
karena merupakan salah satu bentuk budidaya polikultur yang ramah terhadap
lingkungan.
• Rumput laut merupakan penyuplai oksigen melalui fotosintesis pada siang hari dan
memiliki kemampuan untuk menyerap kelebihan nutrisi dan cemaran yang bersifat
toksik di dalam perairan. Sedangkan ikan bandeng sebagai pemakan plankton
merupa- kan pengendali terhadap kelebihan plankton dalam perairan. Kotoran
udang, ikan bandeng dan bahan organik lainnya merupakan sumber hara yang
dapat dimanfaatkan oleh rumput laut dan fitoplankton untuk pertumbuhan.
Budidaya Udang Windu Secara
Tradisional Plus dengan Aplikasi Sinbiotik
• Untuk mengembalikan kejayaan udang windu di Sulawesi
Selatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui APBD Tahun
2019 mengalokasikan anggaran untuk paket Diseminasi Inovasi
Teknologi Udang Windu Berbasis Kawasan yang tersebar di 10
(sepuluh) kabupaten, salah satunya Kab. Bulukumba yaitu di dua
lokasi budidaya tambak di Kec. Ujung Bulu dan Kec. Ujung Loe.
• Untuk mendukung kegiatan budidaya udang windu secara
tradisional diperlukan sentuhan “teknologi” melalui aplikasi
Sinbiotik.
• Sinbiotik merupakan gabungan antara prebiotik dan probiotik
yang merupakan mikroorganisme baik dan menguntungkan
dalam budidaya tambak.
• Prebiotik merupakan mikroorganisme yang berfungsi sebagai
makanan untuk probiotik dan sebagai penunjang probiotik untuk
bekerja mengendalikan mikroorganisme jahat pada tambak
• Probiotik merupakan organisme yang bersifat menguntungkan
bagi udang dan lingkungan tambak karena dapat mengontrol
patogen di tambaksehingga udang tidak mudah terserang
penyakit .
METODE PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA UDANG
WINDU TRADISIONAL-PLUS DENGAN APLIKASI SINBIOTIK
 Persiapan tambak
- Persiapan tanah dasar/petakan
- Perbaikan pintu air dan pematang
- Pemberantasan hama
- Pengapuran
- Pemupukan
- Persiapan air
 Penebaran benur
Pemeliharaan
- Pemberian pakan fermentasi
- Pemberian aplikasi sinbiotik
- Pemupukan dan pengapuran susulan
- Pemantauan kualitas air, dan pertumbuhan udang windu
- Penjagaan areal tambak
Panen
Penebaran benur udang windu
• Penebaran benur udang windu sejumlah 250.000 ekor berukuran PL 13, sebelum
penebaran dilakukan aklimatisasi (penyesuaian suhu dan salinitas antara di dalam
kantong benur dengan air tambak)dan dilakukan pada pagi hari.
• Penebaran benur dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2019
• Tanda benur udang windu baik diperhatikan dari kondisi fisik, keaktifan gerak dan
bebas dari penyakit
• Ukuran dan warna benur seragam lebih dari 90%
• Aktif berenang, jika benur diletakkan di dalam baskom dan airnya diputar maka benur yang
sehat akan berenang melawan arus
• Perut benur berisi makanan yang ditunjukkan warna coklat atau hitam dan penuh tidak
terputus putus.
• Sensitif terhadap rangsangan, benur yang sehat akan bereaksi cepat dan jika terkena
sentuhan atau kejutan
Proses penebaran benur windu
Tahap Pemeliharaan Budidaya Udang Windu
Secara Tradisional Plus dengan Aplikasi Sinbiotik
• Pemberian aplikasi sinbiotik bertujuan untuk memperbaiki kualitas air,
meningkatkan daya tahan tubuh, daya cerna dan melawan bakteri jahat.
• Pemupukan dengan KNO3 dan NPK, bertujuan untuk menumbuhkan
plankton.
• Perbaikan kualitas air
• NPK Mutiara untuk 1 ha = 3 kg + 2 ml sinbiotik
• KNO3 untuk 1 ha = 1 kg + 1 ml sinbiotik

• Pemberian fermentasi saponin


• Pemberian fermentasi saponin bertujuan untuk merangsang udang untuk ganti kulit (moulting)
sehingga membantu percepatan pertumbuhan
• Fermentasi Saponin pemberian sebanyak 1 kali tiap minggu, dengan cara
• Saponin sebanyak 2 kg kemudian air secukupnya dicampur dengan 5 ml sinbiotik
• Ditutup rapat
• Disimpan 3 x 24 jam ( 3 hari ) dilakukan aplikasi pada pagi hari
Tahap Pemeliharaan Budidaya Udang Windu
Secara Tradisional Plus dengan Aplikasi Sinbiotik
• Pemberian Fermentasi Pakan Dedak
• Pakan sebanyak 6 kg dedak ditambah 50 ml sinbiotik dan air secukupnya dibuat
adonan
• Aplikasi pakan bisa dilakukan bersamaan dengan aplikasi sinbiotik dan gula
• Fermentasi minimal 1 x 24 jam
• Pemberian fermentasi pakan dedak 2x sehari (pagi dan sore hari) disebarkan secara
merata di areal tambak
• Dosis pemberian pakan yaitu 3 – 5 kg
Tahap Pemeliharaan diberikan perlakuan
Perlakuan Tambak Pembudidaya Udang Windu di Ujung Bulu

Tanggal Perlakuan Pemberian


30 Agustus 2019 Aplikasi sinbiotik 50 ml Pagi hari 7.00
2-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 50 ml Pagi hari 7.00
5-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 100 ml Pagi hari 7.00
8-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 100 ml Pagi hari 7.00
11-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 100 ml Pagi hari 7.00
14-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 100 ml Pagi hari 7.00
17-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 100 ml Pagi hari 7.00
21-Sep-19 Pemupukan tambak pertama KNO3 3kg + NPK 10 kg + sinbiotik 350 ml Pagi hari 7.00

24-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 300 ml Pagi hari 7.00


25-Sep-19 Aplikasi pupuk KNO3 3 kg + NPK 10 kg + sinbiotik 300 ml Pagi hari 7.00
29-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 150 ml Pagi hari 7.00
2 Oktober 2019 Aplikasi sinbiotik 150 ml Pagi hari 7.00
5 Oktober 2019 Aplikasi sinbiotik 150 ml + aplikasi fermentasi saponin 3 kg + 2 ml sinbiotik Pagi hari 7.00
8 Oktober 2019 Aplikasi sinbiotik 150 ml Pagi hari 7.00
15 Oktober 2019 Aplikasi fermentasi pakan Pagi hari 7.00
20 Oktober 2019 Aplikasi fermentasi saponin 2 kg + sinbiotik 100 ml Pagi hari 7.00
21 Oktober 2019 Aplikasi sinbiotik 200 ml + gula pasir Pagi hari 7.00
24 Oktober 2019 Survey dan fermentasi dedak 30 kg + sinbiotik 500 ml Pagi hari 7.00
31 Oktober 2019 Survey dan fermentasi dedak 30 kg + sinbiotik 500 ml Pagi hari 7.00

NB : Selanjutnya Pemberian aplikasi sinbiotik dilakukan kembali saat udang windu terlihat naik ke permukaan
Tahap Pemeliharaan diberikan perlakuan
Perlakuan Tambak Kelompok "Sibali Resoe” di Kec. Ujung Loe

Tanggal Perlakuan Pemberian


30 Agustus 2019 Aplikasi sinbiotik 100 ml Pagi hari 7.00
2-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 100 ml Pagi hari 7.00
5-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 200 ml+ pupuk NPK 1kg + F1 1 ml + KNO3 2kg + 4 ml Pagi hari 7.00
8-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 200 ml + pupuk NPK 2 kg + F1 50 ml + KNO3 1 kg + 50 ml Pagi hari 7.00
11-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 200 ml + gula pasir secukupnya Pagi hari 7.00
14-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 200 ml + gula pasir secukupnya Pagi hari 7.00
17-Sep-19 Aplikasi sinbiotik 200 ml + gula pasir secukupnya Pagi hari 7.00
21-Sep-19 Aplikasi fermentasi saponin 2 kg + 4 ml sinbiotik Pagi hari 7.00
23-Sep-19 Aplikasi fermentasi pakan + sinbiotik 100 ml Pagi hari 7.00

26-Sep-19 Aplikasi sinbiotik + gula pasir + pakan fermentasi dedak sebanyak 10 kg dedak + 100 ml sinbiotik Pagi hari 7.00
29-Sep-19 Aplikasi sinbiotik + pakan fermentasi dedak Pagi hari 7.00
2 Oktober 2019 Aplikasi sinbiotik 200 ml dan pakan dedak (30 kg + 200 ml sinbiotik) Pagi hari 7.00
5 Oktober 2019 Aplikasi sinbiotik 200 ml + pemberian pakan Pagi hari 7.00
7 Oktober 2019 Monitoring bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi sulsel
8 Oktober 2019 Aplikasi sinbiotik 200 ml + gula pasir secukupnya Pagi hari 7.00
11 Oktober 2019 Sampling udang windu
Jaring 1 = 30 ekor, jaring 2 = 49 ekor, jaring 3 = 34 ekor , jaring 4 = 10 ekor, jaring 5 = 51 ekor, ]
jaring 6 = 18 ekor dan jaring 7 = 26 ekor
12 Oktober 2019 Aplikasi pupuk ZA 2 kg + NPK 3 kg + KNO3 1 kg + Sinbiotik 100 ml Pagi hari 7.00
21 Oktober 2019 Aplikasi fermentasi saponin 2 kg + sinbiotik 100 ml Pagi hari 7.00
21 Oktober 2019 Aplikasi sinbiotik 250 ml + gula pasir Pagi hari 7.00
24 Oktober 2019 Monitoring dan fermentasi dedak Pagi hari 7.00
31 Oktober 2019 Aplikasi dedak dan sinbiotik 600 ml Pagi hari 7.00

NB : Selanjutnya Pemberian aplikasi sinbiotik dilakukan kembali saat udang windu terlihat naik ke permukaan
Parameter Kualitas Air Pemeliharaan
Udang Windu
Aplikasi Sinbiotik pada tambak
Aplikasi Pemberian Pupuk NPK
Fermentasi Pakan
• Pembuatan fermentasi pakan yang terdiri dari campuran dedak dan sinbiotik.
Pemberian pakan sebanyak 2x sehari (pagi dan sore hari)
• Dosis pemberian pakan yaitu 3 – 5 kg
Pengukuran Kualitas Air
• Pengukuran kualitas air pada tambak yaitu salinitas dan pH dilakukan setiap seminggu
sekali
Hasil Monitoring Kualitas Air
Tabel Monitoring Kualitas Air
Bulan : Agustus 2019

Parameter Kualitas Air


Hari / Tanggal Kode Kolam
DO pH Nitrat Nitrit Salinitas Ketinggian Air
1 2 3 4 5 6 7 8
Senin, 5 Agustus 2019 A1 7,9 30
A2 7,9 31 50-80 cm (Pelataran
A3 7,6 31 dan Caren)
A4 7,6 31
Selasa, 13 Agustus 2019 A1 7,8 32
A2 7,8 32 50-80 cm (Pelataran
A3 7,5 31 dan Caren)
A4 7,5 31
Rabu, 21 Agustus 2019 A1 7,9 30
A2 7,9 30 50-80 cm (Pelataran
A3 7,5 30 dan Caren)
A4 7,5 30
Senin, 26 Agustus 2019 A1 7,9 30
A2 7,9 31 50-80 cm (Pelataran
A3 7,6 31 dan Caren)
A4 7,6 30
Tabel Monitoring Kualitas Air
Bulan : September 2019

Parameter Kualitas Air


Hari / Tanggal Kode Kolam
DO pH Nitrat Nitrit Salinitas Ketinggian Air
1 2 3 4 5 6 7 8
Senin, 2 September 2019 A1 7,5 35
A2 7,5 35
50-80 cm (Pelataran dan Caren)
A3 7,9 35
A4 7,9 35
Senin, 9 September 2019 A1 7,6 35
A2 7,6 38
50-80 cm (Pelataran dan Caren)
A3 8,0 38
A4 8,0 38
Senin, 16 September 2019 A1 7,6 35
A2 7,6 38
50-80 cm (Pelataran dan Caren)
A3 8,0 35
A4 8,0 35
Senin, 23 September 2019 A1 7,9 35
A2 7,9 35
50-80 cm (Pelataran dan Caren)
A3 7,5 38
A4 7,5 38
Senin, 30 September 2019 A1 7,7 40
A2 7,7 40
50-80 cm (Pelataran dan Caren)
A3 7,5 40
A4 7,5 40
Tabel Monitoring Kualitas Air
Bulan : Oktober 2019

Parameter Kualitas Air


Hari / Tanggal Kode Kolam
DO pH Nitrat Nitrit Salinitas Ketinggian Air
1 2 3 4 5 6 7 8
Selasa, 1 Oktober 2019 A1 7,5 40
A2 7,5 38
50-80 cm (Pelataran dan Caren)
A3 8,0 38
A4 8,0 38
Selasa, 8 Oktober 2019 A1 7,5 40
A2 7,5 41
50-80 cm (Pelataran dan Caren)
A3 8,0 40
A4 8,0 40

Selasa, 15 Oktober 2019 A1 7,6 38


A2 7,6 38 50-80 cm (Pelataran dan Caren)
A3 7,9 40
A4 7,9 40

Selasa, 22 Oktober 2019 A1 7,5 37


A2 7,5 37 50-80 cm (Pelataran dan Caren)
A3 8,0 38
A4 8,0 38

Selasa, 29 Oktober 2019 A1 7,9 40


A2 7,9 40 50-80 cm (Pelataran dan Caren)
A3 7,6 38
A4 7,6 38
Tabel Monitoring Kualitas Air
Bulan : Nopember 2019

Parameter Kualitas Air


Hari / Tanggal Kode Kolam
DO pH Nitrat Nitrit Salinitas Ketinggian Air
1 2 3 4 5 6 7 8

Senin, 4 Nopember 2019 A1 7,9 40


50-80 cm Pelataran dan
A2 7,9 40
Caren
A3 7,6 40
A4 7,6 40

Senin, 11 Nopember 2019 A1 7,9 40


50-80 cm Pelataran dan
A2 7,9 40
Caren
A3 7,6 40
A4 7,6 40

Senin, 18 Nopember 2019 A1 8,0 38


50-80 cm Pelataran dan
A2 7,9 38
Caren
A3 7,9 38
A4 7,9 38
Sampling
Sampling
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai