Anda di halaman 1dari 21

CASE BASED DISCUSSION

SCABIES IMPETIGENISATA
Presentan:
Prima Ufiyantama Afta Sakria
1913020022

Pembimbing:
dr. Lucky Handaryati, Sp.KK
Identitas Pasien
 Nama : An. M
 Usia : 8 tahun
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Alamat : Jl. Taman Mutiara No. 11
 Agama : Islam
 Tanggal Pemeriksaan : 6 November 2019
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang bersama ibunya dengan keluhan
timbul bintil – bintil kecil kemerahan, gatal dan nyeri
sejak 2 hari yang lalu. Keluhan bermula pada
bagian sela jari yang kemudian meluas dan
bernanah. Pasien mengatakan keluhan semakin
memberat ketika malam. Ketiga teman pasien
mengalami keluhan yang sama.
Riwayat Penyakit Dahulu
 Menurut ibu pasien, keluhan yang serupa pernah
dialami oleh pasien sekitar 4 bulan yang lalu.
Riwayat Penyakit Keluarga
 Tidak ada anggota keluarga pasien yang
menderita keluhan serupa. Riwayat asma, alergi
makanan dan obat-obatan disangkal.
Riwayat Sosial Ekonomi
 Ketiga teman pasien memiliki keluhan yang sama
dengan pasien
 Pasien tidak menggunakan BPJS
Pemeriksaan Fisik
a. Status Generalis
 Kesadaran : Composmentis
 Berat badan : 35,2 kg
 Kepala : Normochepal
 Mata : konjungtiva pucat -/-, ikterik -/-
 Telinga : dbn
 Mulut : dbn
 Leher : dbn
 Thorax : tidak dilakukan
 Abdomen : tidak dilakukan
 Ekstremitas : dbn
b. Status Dermatologi
 Lokalis : Lipatan jari tangan
 UKK : Papul, pustul, terowongan
Diagnosis Banding
 Scabies Impetigenisata
 Pediculosis corporis
 Dermatitis kontak alergi
 Prurigo
Diagnosis Kerja
 Scabies Impetigenisata
Penatalaksanaan
a. Non Farmakologi
 Mencuci handuk 3 hari sekali

 Merendam pakaian dengan air panas

 Tidak menggunakan handuk secara bersamaan

 Anjurkan teman pasien untuk berobat

b. Farmakologi
 Cefadroxil tablet 2x1

 Cetirizine tablet 1x1

 Medscab cream 2x1

 Pirotop cream 3x1

 Black soap
Dokumentasi
SCABIES
(The itch, sky-bees, gudik, budukan, gatal agogo)

 Definisi
 Penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi
terhadap Sarcoptes scabei var hominis dan produknya.
 Impetigenisata → diikuti dengan infeksi sekunder

 Cara Penularan
 Kontak langsung (kontak kulit dengan kulit) seperti berjabat
tangan, tidur bersama, hubungan seksual
 Kontak tak langsung (melalui benda) seperti pakaian,
handuk, sprei, bantal
Etiologi Scabies

Etiologi : Sarcoptes scabiei var. hominis.

Tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya cembung


dan bagian perutnya rata. Tungau ini transient, warna
putih kotor, dan tidak bermata.

Ukurannya yang betina berkisar antara 330 – 450 mikron x 250 – 350
mikron, sedangkan jantan lebih kecil, yakni 200 – 240 mikron x 150 -
200 mikron
Siklus Hidup Sarcoptes scabiei var. hominis

Siklus Hidup Sarcoptes scabiei


Predileksi
GEJALA KLINIS ( 4 Cardinal Sign )

Pruritus noktura (gatal pada malam hari)

Menyerang manusia secara kelompok

Terdapat terowongan (kunikulus) pada tempat


predileksi berwarna putih/keabu-abuan, berbentuk
garis lurus/berkelok, pada ujung terowongan
ditemukan papul / vesikel

Menemukan tungau
Tata Laksana

Topikal Sistemik

• Permethrin 5% cream  8-12  Antihistamin


jam lalu dicuci
 Antibiotik infeksi
• Sulfur Presipitatum 4-20%
salep/cream sekunder
• Krotamiton 10% cream/lotion
• Gama benzena heksa klorida
(gameksan = gammexane)
kadarnya 1 % cream / lotion
Pencegahan
Baju, sprei, sarung bantal, selimut handuk,
saputangan, dan kain lainnya dicuci dengan air
panas dan dijemur dibawah sinar matahari

Semua orang yang kontak dengan penderita


diobati

Tidak saling bertukar pakaian dan handuk dengan


orang lain

Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat


Daftar Pustaka
 Djuanda. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.
Jakarta: FK UI.
 Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
2010. Parasite-Scabies.
http://www.cdc.gov/parasites/scabies/biolog
y.html
 Oakley, A. 2009. Scabies.Diagnosis and
Management. Best Practice Journal.