Anda di halaman 1dari 75

SANITASI DAN PENGELOLAAN LIMBAH DI

LABORATURIUM SEKOLAH
PENGERTIAN SANITASI
Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan
penyakit yang menitikberatkan kegiatan
pada usaha kesehatan lingkungan hidup
manusia
• Penyediaan air bersih/ air minum
• Pengolahan sampah
• Pengolahan makanan dan minuman
• Pengawasan dan pengendalian serangga
• Kesehatan dan keselamatan kerja
PENGERTIAN HYGIENE
Hygiene : Usaha kesehatan preventif
yang menitikberatkan kegiatannya
kepada usaha kesehatan individu,
maupun usaha kesehatan pribadi hidup
manusia.
- Mencegah penyakit menular
- Mencegah kecelakaan
- Mencegah timbulnya bau tidak sedap
- Menghindari pencemaran
- Mengurangi jumlah (presentase sakit)
- Lingkungan menjadi bersih, sehat dan nyaman
PENGERTIAN LIMBAH

Limbah adalah buangan yang


dihasilkan dari suatu proses produksi
baik industri maupun domestik(rumah
tangga),
• sampah, yang tidak dikehendaki
lingkungan karena tidak memiliki nilai
ekonomis.
PROGRAM
LINGKUNGAN SEHAT
Bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan
hidup yang lebih sehat melalui pengembangan
system kesehatan kewilayahan untuk
menggerakkan pembangunan lintas sektor
berwawasan kesehatan.

 Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar


 Pemeliharaan dan Pengawasan Kualitas
Lingkungan
 Pengendalian dampak risiko lingkungan
 Pengembangan wilayah sehat.
UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN

Ditujukan untuk mewujudkan kualitas


lingkungan yang sehat;
 Fisik,
 Kimia
 Biologi
 Sosial
yang memungkinkan setiap orang
mencapai derajat kesehatan yang setinggi-
tingginya.

6
(Pasal 162 UU No 36/2009)
7
SANITASI DAN STANDART KESEHATAN
LINGKUNGAN SEKOLAH
• HEALTHY, SAFE & SECURE LEARNING
ENVIRONMENTS (UNESCO):
Lingkungan sekolah harus sehat,
nyaman dan aman.

• HEALTH PROMOTING SCHOOL (WHO):


Anak sekolah harus sehat supaya
mampu belajar dengan efektif. Untuk
itu sekolah merupakan tempat yang
mempromosikan derajad kesehatan
peserta didik.
Latar Belakang...........................???
• Anak berhak mendapat pendidikan
• Anak merupakan aset dan masa depan bangsa
• Anak merupakan agen perubahan
Kondisi sanitasi yang buruk dapat menyebabkan
ke-3 hal tersebut tidak terwujud
Data :
• Sekolah Yg Memenuhi Syarat Kes. 50,6%
(Bps, Th. 2001).
• JENTIK NYAMUK
– Tidak terdapat jentik nyamuk di
lingkungan sekolah
– Di setiap ruangan pada siang hari
harus terlihat terang untuk
menghindari ruangan sebagai
tempat peristirahatan nyamuk.
• SARANA PEMBUANGAN AIR LIMBAH
– Tersedia saluran pembuangan air limbah
tertutup, kedap air dan mengalir lancar.
– Tidak mencemari lingkungan

• SAMPAH
– Di setiap ruangan harus tersedia tempat
sampah yg dilengkapi dg tutup.
– Tersedia TPS di sekolah untuk
memudahkan pengangkutan ke TPA oleh
petugas.
– Jarak TPS sementara dengan ruang kelas
adalah > 10 m.
LOKASI SEKOLAH
• SESUAI DENGAN RENCANA
UMUM TATA RUANG (RUTR)
WILAYAH

• TIDAK TERLETAK PADA


DAERAH RAWAN BENCANA

• TIDAK TERLETAK PADA BEKAS


TPA DAN BEKAS LOKASI
PERTAMBANGAN.

• TIDAK BERADA DI BAWAH


JARINGAN LISTRIK TEGANGAN
TINGGI (SUTT/SUTET), JARAK
MINIMAL DARI JARINGAN
TERSEBUT MINIMAL 0,5 KM.
HALAMAN
• DIBERI PAGAR PEMBATAS
• TERSEDIA PENERANGAN DI
MALAM HARI
• BERSIH, TIDAK BECEK, TIDAK
ADA GENANGAN AIR
• TERSEDIA TEMPAT PARKIR YG
MEMADAI
• TERSEDIA TAMAN YG
TERPELIHARA & RAPI
• TERSEDIA ‘TPS’ SEMENTARA
KONSTRUKSI BANGUNAN
a. ATAP & TALANG:
– Atap kuat, tidak bocor & tidak
menjadi tempat perindukan tikus.
– Kemiringan atap harus cukup,
sehingga tidak mudah bocor dan
tidak memungkinkan terjadinya
genangan air pada atap & langit-
langit.
– Atap dengan tinggi > 10 m harus
dilengkapi penangkal petir.
– Talang tidak bocor & tidak
menjadi tempat perindukan
nyamuk.
b. LANGIT-LANGIT & DINDING:
– Langit-langit harus kuat,
berwarna terang & mudah
dibersihkan
– Tinggi langit-langit minimal
adalah 3 m dari permukaan
lantai, khusus untuk SMP ke
atas tinggi langit-langit
adalah 3,25 m.
– Permukaan dinding harus
bersih, tidak lembab &
berwarna terang.
– Warna dinding kelas harus
lembut & terang.
TANGGA DAN LANTAI
– TANGGA: Lebar anak
tangga minimal 30 cm,
tinggi anak tangga
maksimal 20 cm, lebar/luas
tangga ≥ 150 cm dan
dilengkapi pegangan untuk
pengaman.

– LANTAI: Kuat, tidak retak,


tidak licin, mudah
dibersihkan, tidak retak &
permukaan rata.
PINTU JENDELA
– PINTU: terdiri dari 2 (dua)
daun pintu, dengan arah
bukaan ke luar. Antara
dua kelas harus ada pintu
penghubung. Ukuran
sesuai ketentuan.

– JENDELA: Dapat dibuka


dan ditutup dengan arah
bukaan ke luar. Untuk
ruang tertentu (mis.
komputer, perpustakaan)
dilengkapi dengan tralis.
UTILITAS
• PENCAHAYAAN RUANG KELAS
200 – 300 LUX DAN TIDAK SILAU.

• KEBISINGAN: ≤ 45 dB(A)

• VENTILASI:
– 20 % DARI LUAS LANTAI.
– UNTUK RUANG BER AC:
• HARUS TERSEDIA JENDELA YANG DAPAT
DIBUKA/DITUTUP.
• AGAR TERJADI PENYEGARAN UDARA PADA
RUANG BER-AC JENDELA HARUS DIBUKA
SEKURANG-KURANGNYA 1 JAM SEBELUM
RUANGAN DIGUNAKAN.
• FILTER AC HARUS DICUCI MINIMAL 1 (SATU)
BULAN SEKALI.
• RUANG BIMBINGAN KONSELING
– PENCAHAYAAN: 200 – 300 LUX
– VENTILASI: ≥ 10% LUAS LANTAI RUANG
BERSANGKUTAN.
– RUANG BIMBINGAN & KONSELING HARUS TERPISAH
DENGAN RUANG LAINNYA.

• RUANG UKS:
– PENCAHAYAAN: 200 – 300 LUX
– VENTILASI: ≥ 10% LUAS LANTAI RUANG
BERSANGKUTAN.
– TERSEDIA TEMPAT CUCI TANGAN DNG AIR BERSIH YG
MENGALIR..
– LUAS MINIMAL: 27 M2.
• RUANG
PERPUSTAKAAN:
–PENCAHAYAAN:
200 – 300 LUX
–VENTILASI: 20%
LUAS LANTAI
RUANG
BERSANGKUTAN.
–TERSEDIA
EXHAUST FAN.
RUANG LABORATURIUM

– PENCAHAYAAN: 200-300 LUX


– VENTILASI 20% LUAS LANTAI DAN
DILENGKAPI EXHAUST FAN.
– TERSEDIA TEMPAT CUCI
PERALATAN GELAS
LABORATORIUM.
– DISEDIAKAN SHOWER UNTUK
LAB. KIMIA, TERSEDIA AIR BERSIH
YG MENGALIR DAN CUKUP.
– KEPADATAN RUANG
LABORATORIUM 2 M2/SISWA.
• KEPADATAN RUANG KELAS
MINIMAL 1,75 M2/SISWA.

• JARAK PAPAN TULIS DENGAN


BANGKU SISWA TERDEPAN
MINIMAL 2,5 M

• JARAK PAPAN TULIS DENGAN


BANGKU SISWA PALING
BELAKANG MAKSIMAL 9 M

• TERSEDIA TEMPAT CUCI TANGAN


DNG AIR BERSIH YG MENGALIR DI
DEPAN KELAS. Minimal 1 tempat
cuci tangan untuk 2 (dua) kelas.
UDARA RUANGAN

Agar ruang memenuhi persyaratan kesehatan


perlu dilakukan upaya-upaya sebagai berikut

• Tinggi langit-langit dari lantai minimal 3 m.


• Adanya sirkulasi udara dalam ruang
• Bila suhu > 28oC perlu menggunakan alat
penata udara seperti Air Conditioner (AC),
kipas angin, dll.
KUALITAS UDARA RUANGAN
• KUALITAS UDARA
RUANG KELAS:
–Tidak berbau.
–Konsentrasi debu 150
μg/m3.
–Sekolah merupakan
kawasan tanpa
rokok.
Fasilitas
FASILITAS Sanitasi
SANITASI

Toilet (WC) Ruang


Ganti dan
Syarat Tempat Tempat
Penyimpan
kebersihan Cuci Mandi
an Baju
Jumlah Kerja
AIR BERSIH
– Tersedia air bersih
15 L/Org/hari
– Kualitas air bersih
memenuhi syarat
Kepmenkes. No. 416/1990,
tentang Syarat-syarat
Pengawasan Kualitas Air.
– Jarak sumur sumber air
bersih dengan sumber
pencemar (sumur
peresapan, TPA, Septic
Tank dan sejenisnya)
adalah 10 m.
TOILET
– Tersedia toilet untuk
laki-laki & perempuan
yang terpisah.
– Perbandingan Jumlah
WC & Urinoir untuk 1
WC & Urinoir untuk 40
orang siswa & 1 WC
untuk 25 siswi.
– Intensitas pencahayaan
100 Lux.
– Luas lubang ventilasi
30% dari luas lantai.
JAMBAN URINOIR
– TALANG: bersih dari kotoran
dan daun, mempunyai
kemiringan cukup sehingga
tidak memungkinkan terjadinya
genangan air hujan yang dapat
menjadi tempat perindukan
nyamuk.

– PEMBUANGAN AIR HUJAN:


Diresapkan ke dalam tanah atau
disalurkan ke sungai terdekat.
SARAANA PEMBUANGAN AIR LIMBAH
PENGELOLAAN SAMPAH DI SEKOLAH
PENGELOLAAN
 PEMISAHAN JENIS SAMPAH
 SETIAP RUANGAN ADA TEMPAT
SAMPAH TERTUTUP
 TERDAPAT SATU TEMPAT TPS DI
SEKOLAH
 TIDAK MENJADI SUMBER PENCEMAR
 TIDAK MENIMBULKAN BAU
 SETIAP 3 HARI SAMPAH DIBUAN KE
TPA
PEMILAHAN SAMPAH

Sampah basah
Sampah kering
Sampah B3
SAMPAH PADAT DIKATAGORIKAN MENJADI
DUA
1. PENIMBUNAN di TPA
Terdapat dua cara penimbunan, yaitu
penimbunan terbuka (open dumping) dan
metode sanitary landfill.
2. INCENIRATOR
Adalah pembakaran sampah/limbah padat
menggunakan suatau alat yang disebut
incenirator.
.PENANGANAN SAMPAH
1.Sampah organik –dapat di urai yaitu sampah yg
mudah membusuk seperti sisa
makanan,sayuran,daun-daun kering,.sampah ini
dapat (menjadi kompos )

2.Sampah an organik tidak terurai yaitu sampah yg


tidak mudah membusuk ,seperti plastik wadah
pembungkus makanan,kertas,plastik mainan,botol
dan gelas minuman,kaleng,kayu, dapat di jadikan
(sampah komersil )
1. SAMPAH BASAH
PEMBUATAN COMPOS
Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sampah organik, seperti
sayuran, daun dan ranting, serta kotoran hewan, melalui proses
degradasi/ penguraian oleh mikroorganisme tertentu, sementara
mikroba yang ada dalam kompos dapat membantu penyerapan zat
makanan yang dibutuhkan tanaman.
SYARAT PENGOLAHAN KOMPOS
2. SAMPAH KERING
DAUR ULANG
Berbagai jenis limbah padat dapat mengalami proses
daur ulang menjadi produk baru. Proses daur ulang
sangat berguna untuk mengurangi timbunan sampah
karena bahan buangan diolah menjadi bahan yang
dapat digunakan kembali.
Contoh kertas, kaca, logam, plastik dan karet
SAMPAH B3
KARAKTERISTIK LIMBAH B3
BAHAN BERBAHAYA BERACUN (B3)
DALAM SAMPAH RUMAH TANGGA
SUMBER PENGHASIL LIMBAH B3
AKIBAT LIMBAH B3
PENYIMPANAN LIMBAH B3
PENYIMPANAN
PENGANGKUTAN
PEMBERIAN TANDA
YANG PERLU JUGA DIPERHATIKAN BAGI PENGELOLA PERALATAN
BENGKEL/ LABORATORIUM :

 Semua peralatan dipusatkan di suatu ruang Bengkel, laboratorium


( selalu dikunci)
 Ruang alat hanya digunakan untuk keperluan kegiatan belejar
mengajar praktek.
 Pengecekan extra perlu dilakukan untuk peralatan khusus yang
dilakukan sewaktu – waktu , untuk pekerjaan tertentu seperti alat –
alat instrumen.
 Bila diperlukan dapat mengangkat orang yang bertanggung jawab
tidak hanya dalam hal pelayanan keluar masuk peralatan tetapi juga
untuk perawatan.
 Sebaiknya peralatan ditata secara kelompok menurut jenis dan
fungsinya.
RUANG LABORATURIUM

• Hindari berserakan di atas bangku


• Periksa ruangan penyimpanan yang tersedia
• Hindari berserakan di rak
RUANG BENGKEL
LAYOUTING PERALATAN
LAYOUTING
PERALATAAN
Peralatan dalam kotak alat
KEBERSIHAN PENYELENGGARAAN KANTIN

Penyimpanan
Makanan

Pengolahan dan
Penyajian
tempat
makanan
pengolahan

Pengangkutan Tenaga Pengelola


makanan Makanan
KANTIN
• Bersih
• Tersedia air bersih dalam jumlah yang cukup
• tersedia sarana cuci tangan yang dilengkapi air
mengalir dan sabun
• tersedia sarana untuk mencuci peralatan makan
yang dilengkapi dengan air mengalir dan sabun
• Tersedia tempat sampah tertutup
• Makanan dan minuman yang dijual tidak basi
(baru) serta terbebas dari serangga
• Tidak menjual makanan kadaluarsa
• Tersedia tempat untuk menyimpan bahan
makanan
• Tersedia tempat makanan siap saji yg tertutup
• Tersedia tempat penyimpanan peralatan makan
& minum
• Petugas kantin bersih, rapi dan tidak
berpenyakit menular
Penyebaran Penyakit Karena Vektor

Darah,
Hewan selaput
Pembawa lendir,
Penyakit: tikus, makanan/
nyamuk, lalat,
kecoa, lipas, dll minum
Bibit penyakit:
Virus, Bakteria,
Protozoa
• Vektor adalah salah satu mata rantai
dari rantai penularan penyakit, yaitu
arthropoda atau invertebrata lain
yang memindahkan infectious agents
baik secara mekanis maupun secara
biologis kepada pejamu (host)
Pemberantasan Vektor

Memutus siklus hidup

Membasmi langsung vektor dewasa

Mengendalikan media penyebarannya


FAKTOR RISIKO KESEHATAN
KONDISI ATAP DAN TALANG :
ATAP YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
DPT MENJADI TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK DAN
TIKUS. KONDISI INI MENDUKUNG PENYEBARAN
DAN PENULARAN DBD DAN LEPTOSPIROSIS

KONDISI DINDING :
DINDING YANG LEMBAB DPT MENGAKIBATKAN
TIMBULNYA JAMUR, DAN MEDIA TUMBUHNYA
KUMAN PATHOGEN, TIMBUL GANGGUAN
PERNAPASAN
FAKTOR RISIKO KESEHATAN
KONDISI LANTAI:
TIDAK RATA, LICIN DPT MENYEBABKAN KECELAKAAN,
LANTAI YANG TIDAK KEDAP AIR MENYEBABKAN
KELEMBABAN MENGAKIBATKAN BERKEMBANYA
JAMUR, BAKTERI DAN VIRUS

PENCAHAYAAN :
- MENDUKUNG BERKEMBANYA MIKROORGANISME
( TBC, ISPA, REAKSI ALERGI )
- PENCAHAYAAN KURANG, MENJADI GELAP, DISENANGI
UTK ISTIRAHAT NYAMUK
- KELELAHAN MATA, MENGANGGU PROSES BELAJAR
FAKTOR RISIKO KESEHATAN
VENTILASI :
PROSES PERTUKARAN UDARA TDK LANCAR= PENGAP DAN
LEMBAB. DAN BERKEMBANGNYA BAKTERI,VIRUS, DAN JAMUR
KEPADATAN KELAS :
PERBANDINGAN JUMLAH PESERTA DIDIK DGN RUANG KELAS
YG TDK MEMENUHI SYARAT MENYEBABKAN MENURUNNYA
PROSENTASE KETERSEDIAAN OKSIGEN. MENIMBULKAN RASA
KANTUK, KONSENTRASI BELAJAR, DAN PENULARAN
PENYAKIT
KETERSEDIAAN TEMPAT CUCI TANGAN :
MENURUNKAN PENYAKIT DIARE, CACINGAN,
FAKTOR RISIKO KESEHATAN
SAMPAH :
PENANGANAN SAMPAH YG TIDAK MEMENUHI SYARAT
MENJADI BERKEMBANG BIAKNYA VEKTOR PENYAKIT SEPERTI
LALAT , NYAMUK. TIKUS DAN KECOA. SELAIN ITU
MENYEBABKAN PENCEMARAN TANAH DAN GANGGUAN
KENYAMAN DAN ESTETIKA

SARANA PEMBUANGAN AIR LIMBAH


AIR LIMBAH HRS MENGALIR, TDK ADA GENANGAN YG DPT
MENIMBULAKAN BAU, TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK,
TIKUS. , MENGANGGU ESTETIKA
Dampak kondisi sanitasi yang buruk di
sekolah
• Rendahnya efektivitas dalam kegiatan belajar
prestasi belajar menurun
• Tingkat absensi meningkat
• Meningkatnya prevalensi penyakit cacingan
dan diare di kalangan murid dan guru
• Meningkatnya polusi lingkungan yang
berbahaya bagi murid dan masyarakat sekitar
PEMBINAAN,PENGAWASAN,
DAN PENILAIAN
 DINAS KESEHATAN BERTANGGUNG JAWAB DALAM
PEMBINAAN TEKNIS KESLING

 TIM PEMBINA UKS MENSOSIALISASIKAN


PEDOMAN,MELAKSANAKAN PEMBINAAN,
PENGEMBANGAN UKS, INTERVENSI, MONITORING DAN
EVALUASI

 TIM PELAKSANA UKS : PEMBINAAN LINGK SEHAT,


KERJASAMA DGN ORG TUA MURID, KEMITRAAN,
IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO, MENETAPKAN PRIORITAS
PENGENDALIAN,PEMELIHARAAN, PERBAIKAN SESUAI
KEMAMPUAN DAN MENGINFORMASIKAN KE LINTAS
SEKTOR/PROGRAM TERKAIT/MASY GUNA TINDAK LANJUT
TERIMA KASIH