Anda di halaman 1dari 39

Referat

OTITIS MEDIA KRONIK DAN


KOMPLIKASINYA
M. Arif Naufal Ilham, S.Ked 04054821820070
Azzahra Afifah, S.Ked 04054821820069

Pembimbing:
dr. Yuli Doris Memy, Sp.THT-KL (K), FICS
OUTLINE

1 PENDAHULUAN

2 TINJAUAN PUSTAKA

3 KESIMPULAN
BAB 1 PENDAHULUAN
Otitis Media Kronik
Peradangan kronis dari telinga tengah dengan
perforasi membran timpani dan sekret yang keluar
dari telinga tengah terus menerus atau hilang timbul

OMA OMK

Perforasi Membran
Timpani
> 2 bulan
Penelitian di 6
Di dunia:
wilayah besar di
65-330 juta
Indonesia
60% gangguan
pendengaran >> Anak, anak
yang signifikan EPIDEMIOLOGI usia sekolah
Prevalensi OMK
94% di negara 27/1000 anak
berkembang
OMK aktif 10-12 th
OMK inaktif 6-9 th
Akan bertambah:
-kondisi ekonomi
-Kesadaran kesehatan Palembang (RSMH) pada tahun
-Pengobatan yang belum 2006 12,4%
tuntas
OMK

OMK Benigna/Aman OMK Maligna/Bahaya

Komplikasi

18,6%  Ekstrakranial
kasus  Intrakranial
kematian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi Telinga

Telinga luar
- Telinga luar  daun telinga dan liang telinga sampai membran timpani
- Liang telinga berbentuk huruf S,
• 1/3 bagian luar rangka tulang rawan (pars cartilago)
• 2/3 bagian luar bertulang keras (pars osseus).
Anatomi Telinga
Membran Timpani

Light reflex

Gambar membran timpani telinga kanan


Telinga Tengah
Telinga Tengah

Telinga tengah berbentuk kubus dengan: • Batas atas : tegmen timpani (meningan/otak).
• Batas Luar : membran timpani • Batas dalam : berturut-turut dari atas ke bawah
• Batas depan : tuba eustachius  kanalis semi sirklaris horizontal,
• Batas bawah : vena jugularis (bulbus jugularis) kanalis fasialis, tingkap lonjong
• Batas belakang : aditus ad antrum, kanalis fasialis (oval window), tingkap bundar
pars vertikalis. (round window), & promontorium.
Tuba Eustachius

Tuba eustachius menghubungkan rongga telinga tengah dan nasofaring.


Bagian bertulang 1/3 bagian, bagian tulang rawan 2/3 medial.
Fungsi : ventilasi, drainase sekret, dan menghalangi masuknya sekret dari nasofaring ke
telinga tengah.
Pada anak: tuba eustachius lebih lebar, pendek, dan letaknya lebih horizontal
Anatomi Telinga
Telinga dalam
Telinga dalam
- Telinga dalam  labirin membran
dan labirin tulang,
- Labirin membrane terisi endolimfe
- Labirin tulang berisi perilimfe.
- Labirin tulang dan membrane
 vestibular dan koklear.
 Bagian vestibular (pars superior)
keseimbangan
 Bagian koklearis (pars inferior) 
organ pendengaran
FISIOLOGI PENDENGARAN
OTITIS MEDIA Infeksi kronis dari telinga tengah dengan perforasi
KRONIK (OMK) membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga
tengah terus menerus atau hilang timbul.
Sekret mungkin encer atau kental, bening atau
berupananah

> 2 bulan
OMA OTITIS MEDIA
Dengan perforasi
membrane timpani Terlambatterapi KRONIK (OMK)
Terapitidakadekuat
Virulensikumantinggi
Dayatahantubuhpasienrendah
Higieneburuk
EPIDEMIOLOGI
kondisi ekonomi hygiene
Anak usia sekolah >> kesadaran masyarakat

Di Indonesia
OMSK menyerang 65-330 juta prevalensi OMSK
penduduk di dunia 3,1% dari seluruh
22,6% balita penduduk Indonesia
LETAK PERFORASI
KLASIFIKASI

Tipe aman/tipe mukosa/tipe Tipe bahaya/tipe tulang/tipe


benigna/tubotimpani maligna
-adanya kolesteatoma dan
perforasi sentral atau pars tensa dan gejala klinik yang berbahaya.
bervariasi dari luas dan penyakit -lebih sering mengenai pars flasida
-khasnya dengan terbentuknya
kantong retraksi yang mana
AKTIF TIDAK AKTIF bertumpuknya keratin sampai
menghasilkan kolesteatoma.
-sekret pada telinga dan tuli -perforasi total yang kering
-Sekret bervariasi dari mukoid dengan mukosa telinga tengah
sampai mukopurulen yang pucat.
-Ukuran perforasi bervariasi dari -Gejala yang dijumpai berupa tuli
sebesar jarum sampai perforasi konduktif ringan
subtotal pada pars tensa -Gejala lain  vertigo, tinitus,atau
suatu rasa penuh dalam telinga.
Gambaran Klinis
OMSK Tipe Benigna

Mukosa tebal
Perforasi Sentral

Pus mengalir Pus


dari liang telinga
Gambaran Klinis
OMSK Tipe Berbahaya
Perforasi atik
+ polip

Kolesteatom

Pus Fistula post aurikula Perforasi


e.c. Mastoiditis
Kolesteatoma

Kista epiterial yang berisi deskuamasi epitel (keratin).


Kolesteatoma Deskuamasi terbentuk terus lalu menumpuk
bertambah besar.

Epitel di liang telinga (daerah cul-de-sac) apabila (+)


serumen padat di liang telinga dalam waktu yang lama
 epitel kulit yang berada di medial dari serumen 
terperangkap kolesteatoma.
KLASIFIKASI KOLESTEATOMA

Kongenital Akuisital

 Terbentuk pada masa Primer Sekunder


embrionik.
 Pada telinga tengah dengan  Terbentuk tanpa didahului  Terbentuk setelah adanya
MT utuh, (-) tanda-tanda perforasi MT. perforasi MT.
infeksi. Timbul akibat proses Akibat dari masuknya epitel
invaginasi dari MT pars kulit dari liang telinga telinga
flaksida karena adanya atau dari pinggir perforasi MT
tekanan (-)di telinga tengah ke telinga tengah.
akibat gangguan tuba. Atau akibat metaplasi
mukosa kavum timpani
karena iritasi infeksi yang
berlangsung lama.
Kolesteatoma
akuisital primer
Kolesteatoma
kongenital

Kolesteatoma
akuisital sekunder
DIAGNOSIS

Anamnesis (gejala klinis), pemeriksaan telinga (pemeriksaan otoskopik) dengan atau tanpa
pemeriksaan kultur bakteri

KLINIS Pemeriksaan fisik :


 Tanda dini: perforasi pada
 Riwayat nyeri pada telinga (otalgia) marginal /atik.
 Sekret yang keluar dari telinga
 Sudah lanjut: abses/fistel
retroaurikuler, polip atau
 Rasa sakit saat telinga disentuh/ditekan jaringan granulasi, kolesteatoma,
sekret nanah dan berbau khas.
 Riwayat sakit tenggorokan, batuk, infeksi
saluran pernapasan atas Pemeriksaan Penunjang :

 Telinga berair (otorrhea)  Pemeriksaan penala Audiometri


 Gangguan pendengaran  BERA
 Foto Rontgen Mastoid
 Vertigo  Kultur dan uji resistensi bakteri
P E N ATA L A K S A N A A A N

24
Evaluasi  faktor-faktor yang Kolesteatom  operasi
menyebabkan penyakit menjadi  Obat-obatan dapat digunakan
kronis, perubahan-perubahan untuk mengontrol infeksi sebelum
anatomi yang menghalangi operasi.
penyembuhan serta menganggu
fungsi, dan proses infeksi yang
terdapat di telinga.
25
O M S K B e n i n g n a Te n a n g
• 1• Otitis media supuratif kronik beningna tenang
• Tidak perlu pengobatan  edukasi

• 2• Otitis media supuratif kronik beningna aktif


1. Membersihkan liang telinga dan kavum timpani (toilet telinga)
2. Pemberian antibiotik

• Jika jawaban untuk pertanyaan kedua adalah "ya," tanyakan "Apakah hal ini merupakan sesuatu yang
menurut Anda perlu dibantu untuk diatasi?"

26
OMSK Maligna/Bahaya
• Mutlak  tindakan operasi

• Beberapa teknik operasi pada OMSK dengan mastoiditis kronis benigna atau
maligna:
1. Mastoidektomi sederhana
2. Mastoidektomi radikal
3. Mastoidektomi radikal dengan modifikasi
4. Miringoplasti
5. Timpanoplasti
6. Pendekatan ganda timpanoplasti
The Power of PowerPoint | thepopp.com 27
Buku ajar ilmu kesehatan telinga, hidung, tenggorok, kepala, dan leher. Edisi 6. 2009.
TheJakarta
Power: of
FKUI. h.86 | thepopp.com
PowerPoint 28
KO M P L I K A S I

29
• Komplikasi di telinga
• A tengah

• Komplikasi di telingan
• B dalam

• Komplikasi ke
• C ekstradural

• Komplikasi
• Cara penyebaran infeksi : • D • Komplikasi ke SSP
• Penyebaran hematogen
• Penyebaran melalui erosi tulang
The Power of PowerPoint | thepopp.com 30
• Penyebaran melalui jalan yang sudah ada.
• Paresis nervus fasialis
Komplikasi
• Kolesteatom  erosi tulang 
d i Te l i n g a
infeksi kanalis fasialis
Te n g a h
• OMSK  dekompresi!

The Power of PowerPoint | thepopp.com 31


1. Fistula labirin
Komplikasi • Kolesteatom  destruksi
ke Te l i n g a vestibuler labirin  fistula
Dalam 2. Labirinitis
• Infeksi ruang perilimfa

The Power of PowerPoint | thepopp.com 32


1. Petrositis

Komplikasi • Infeksi  os petrosum


ke 2. Tromboflebitis Sinus Lateralis
Ekstradural 3. Abses Ekstradural
4. Abses Subdural

The Power of PowerPoint | thepopp.com 33


1. Meningitis
• GK: kaku kuduk, demam, mual
muntah serta nyeri kepala hebat.
Komplikasi 2. Abses Otak
ke SSP • Perluasan dari infeksi telinga dan
mastoid atau tromboflebitis
3. Hidrosefalus Otitis
• Sinus lateralis tertekan  sinus
arachnoid x absorbs LCS 
hidrosefalus otitis
The Power of PowerPoint | thepopp.com 34
PROGNOSIS

35
• Prognosis yang baik apabila dilakukan kontrol yang baik terhadap proses
infeksinya.

• Keterlambatan dalam penanganan karena sifat tidak acuh dari pasien


dapat menimbulkan kematian yang merupakan komplikasi lanjut OMSK
yang tidak ditangani dengan segera.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 36


BAB III KESIMPULAN
KESIMPULAN
• Otitis Media Kronik (OMK) atau yang biasa disebut “congek”  radang
• 1
kronis telinga tengah dengan adanya lubang (perforasi) pada gendang
telinga (membran timpani) dan riwayat keluarnya cairan (sekret) dari
telinga (otore) lebih dari 2 bulan, baik terus menerus atau hilang timbul.

• OMK dapat terbagi atas: tipe tubotimpani dan tipe atikoantral dimana
• 2
tipe anti koantral merupakan tipe paling ganas karena terdapat
kolesteatom yang bersifat destruksi.

• 3 • Komplikasi otologik dan intrakranial

• 4 • Penatalaksanaan  pengobatan konservatif dan operasi

• Kematian akibat OMSK terjadi pada 18,6% pasien karena telah


• 5
mengalami komplikasi intrakranial yaitu meningitis.
38
TERIMA KASIH