Anda di halaman 1dari 26

Terminologi Psikiatrik

Oleh :
Nicolas Bondan Pradipto
1710211108
I. VII. Daya
IV. Berpikir
Kesadaran Ingat

VIII.
II. Emosi V. Bicara
Intelegensia

III. Perilaku
VI. Persepsi IX. Insight
Motorik
Gangguan kesadaran paling sering berhubungan
I. Kesadaran
dengan adanya kelainan pada otak.

1. Disorientasi : gangguan orientasi waktu, tempat, orang.

2. Kesadaran berkabut : kejernihan ingatan yang tidak lengkap.

3. Stupor : hilangnya reaksi dan ketidak sadaran lingkungan sekeliling.

4. Delirium : bingung, gelisah, disorientasi, takut dan halusinasi.

5. Somnolen : mengantuk yang abnormal.

6. Drowsiness : cenderung selalu tidur


Emosi adalah keadaan perasaan yang komplek
II. Emosi berhubungan dengan afek dan mood.

Emosi
Afek lain

Gangguan psikologis
Mood yang berhubungan
dengan mood
Emosi adalah keadaan perasaan yang komplek
II. Emosi berhubungan dengan afek dan mood.
Afek : ekspresi emosi yang terlihat
Afek serasi : irama emosional sesuai gagasan, pikiran, atau
Afek pembicaraan yang menyertai.
1. Afek tidak serasi : ketidak sesuaian antara perasaan emosional
dengan gagasan pikiran atau pembicaraan yang menyertai.
2. Afek tumpul : penurunan berat intensitas irama perasaan yang di
ungkapkan keluar.
3. Afek sempit : penurunan intensitas irama perasaan yang kurang
parah dibawah afek tumpul.
4. Afek datar : tidak ada atau hampir tidak ada ekspresi afek, suara
monoton dan wajah tidak bergerak.
5. Afek labil : perubahan irama perasaan cepat dan tiba-tiba tidak
berhubungan stimuli eksternal.
Emosi adalah keadaan perasaan yang komplek
II. Emosi berhubungan dengan afek dan mood.

Mood adalah emosi meresap dan dipertahankan, subjektif dan


Mood dilaporkan pasien pada orang lain.
1. Euforia : elasi kuat dengan perasaan kuat dengan perasaan
kebesaran.
2. Depresi : kesedihan yang psiko patologis.
3. Anhedonia : hilang minat menarik diri dari semua aktifitas
rutin yang
menyenangkan.
4. Elasi : perasaan menyenangkan dan gembira yang
berlebihan, puas
diri sendiri atau optimis.
Emosi adalah keadaan perasaan yang komplek
II. Emosi berhubungan dengan afek dan mood.

Emosi 1. Kecemasan : ketakutan disebabkan dugaan bahaya dari


lain dalam atau luar.
2. Agitasi : kecemasan berat diserati kegelisahan motorik.
3. Ketegangan : peningkatan aktifitas motorik dengan
psikologis yang tidak
menyenangkan.
4. Panik :cemas akut episodik dan kuat.
5. Ambivalensi :terhadap sama-sama dua impuls yang
berlawanan.
Emosi adalah keadaan perasaan yang komplek
II. Emosi berhubungan dengan afek dan mood.

Gangguan psikologis
yang berhubungan
dengan mood
Gangguan psikologis yang berhubungan dengan mood :
tanda disfungsi somatik pada seseorang paling sering
berhubungan dengan depresi.
1. Anoreksia : menurunnya nafsu makan.
2. Hiperfagia : meningkatnya nafsu makan.
3. Insomnia : menurunnya kemampuan untuk tidur.
4. Hipersomnia : tidur yang berlebihan.
5. Bulimia : perasaan lapar yang tidak habis-habisnya
dan makan yang berlebih.
III. aspek jiwa yang termasuk impuls, motivasi,
Perilaku harapan, dorongan, instink dan idaman, seperti
Motorik yang diekspresikan oleh perilaku.
1. Ekoprasia : peniruan gerakan yang patologis 7. Hiperaktivitas : kegelisahan, agresif, aktivitas
seseorang pada orang lain. destruktiv, seringkali disertai
2. Katatonia : terlihat pada skizofrenia katatonik dan dengan patologik otak dasar.
beberapa kasus 8. Ataksia : kegagalan koordinasi otot.
penyakit pada otak. 9. Tremor : gangguan pergerakan ritmik, berkurang saat
3. Negativisme : tahanan tanpa motifasi terhadap istirahat dan
semua usaha untuk tidur, dan meningkat pada waktu marah dan ketegangan.
menggerakkan terhadap semua instruksi. 10. Konvulsi : kontraksi otot atau spasme yang involunter.
4. Katapleksi : hilangnya tonus otot dan kelemahan 11. Kejang klonik : kejang dimana otot secara bergantian
sementara yang kontaksi dan relaksasi.
dicetuskan oleh berbagai keadaan emosional. 12. Kejang tonik : kejang dimana terjadi kontraksi otot
yang terus menerus.
5. Mutisme : tidak bersuara tanpa kelainan struktural.
13. Distonia : Perlambatan kontraksi terus menerus dari
6. Tik : pergerakan motorik yang spasmodik dan tidak tubuh.
disadari.
Berpikir adalah aliran gagasan, simbol, dan asosiasi yang di
IV. Berpikir arahkan oleh tujuan dimulai oleh suatu masalah dan
mengarah pada kesimpulan yang berorientasi kenyataan.

Gangguan umum
dalam bentuk atau
proses berpikir

Gangguan spesifik
pada bentuk pikir

Gangguan spesifik
pada isi pikir
Berpikir adalah aliran gagasan, simbol, dan asosiasi yang di
IV. Berpikir arahkan oleh tujuan dimulai oleh suatu masalah dan
mengarah pada kesimpulan yang berorientasi kenyataan.

Gangguan umum
dalam bentuk atau
proses berpikir 1. Gangguan mental : sindrom prilaku yang bermakna
secara klinis, disertai
dengan penderitaan atau ketidakmampuan.

2. Psikosis : ketidakmampuan untuk membedakan


kenyataan dari
fantasi.

3. Berpikir autistik : preokupasi dengan dunia dalam


dan pribadi.
Berpikir adalah aliran gagasan, simbol, dan asosiasi yang di
IV. Berpikir arahkan oleh tujuan dimulai oleh suatu masalah dan
mengarah pada kesimpulan yang berorientasi kenyataan.
1. Sirkumstansialitas : berbicara yang tidak langsung dan lambat dalam
mencapai tujuan tetapi akhirnya dari titik awal mencapai
tujuan yang diharapkan.
2. Tangensialitas : ketidakmampuan untuk mempunyai asosiasi pikiran
Gangguan yang diarahkan oleh tujuan.
spesifik pada 3. Inkoherensi : pikiran yang biasanya tidak dapat dimengerti.
4. Ekolalia : pengulangan kata-kata atau frase-frase seseorang oleh
bentuk pikir seseorang lain secara psikopatologis.
5. Asosiasi longgar : penyimpangan yang mendadak dalam urutan pikiran
tanpa penghambatan.
6. Flight of ideas : verbalisasi atau permainan kata-kata yang cepat dan
terus menerus yang menghasilkan pergeseran terus
menerus dari satu ide ke ide lain.
7. Blocking : terputusnya aliran berpikir secara tiba-tiba sebelum
pikiran atau gagasan diselesaikan.
Berpikir adalah aliran gagasan, simbol, dan asosiasi yang di
IV. Berpikir arahkan oleh tujuan dimulai oleh suatu masalah dan
mengarah pada kesimpulan yang berorientasi kenyataan.

1. Waham : keyakinan palsu, didasarkan pada kesimpulan


yang salah tentang kenyataan eksternal, tidak sejalan
dengan inteligensia pada pasien dan latar belakang
kultural, yang tidak dapat dikoreksi dengan suatu alasan.
Gangguan 2. Waham bizar : keyakinan palsu yang aneh, mustahil, dan
spesifik pada samasekali tidak masuk akal.
isi pikir 3. Waham nihilistik : perasaan palsu bahwa diringa, orang
lain, dan dunia adalah tidak ada atau berakhir.
4. Waham kebesaran: gambaran kepentingan, kekuatan
atau identitas seorang yang berlebihan.
5. Sisi pikir : waham bahwa pikiran pasien dihilangkan dari
ingatannya oleh orang lain atau tenaga lian.
Berpikir adalah aliran gagasan, simbol, dan asosiasi yang di
IV. Berpikir arahkan oleh tujuan dimulai oleh suatu masalah dan
mengarah pada kesimpulan yang berorientasi kenyataan.
6. Siar pikir : waham bahwa pikiran pasien dapat didengar
oleh orang lain seperti pikeran mereka sedang disiarkan ke
udara.
7. Obsesi : ketakutan yang patologis dari suatu pikiran atau
perasaan yang tidak dapat di tentang yang tidak dapat di
Gangguan
hilangkan dari kesadaran oleh usaha logika, yang disertai
spesifik pada
dengan kecemasan.
isi pikir
8. Kompulsi : kebutuhan yang patologis untuk melakukan
suatu impuls yang jika ditahan, menyebabkan kecemasan,
perilaku berulang sebagai respon suatu obsesi atau
dilakukan menurut aturan tertentu, tanpa akhir yang
sebenarnya dalam diri selain dari pada untuk mencegah
sesuatu dari terjadi di masa depan.
Berpikir adalah aliran gagasan, simbol, dan asosiasi yang di
IV. Berpikir arahkan oleh tujuan dimulai oleh suatu masalah dan
mengarah pada kesimpulan yang berorientasi kenyataan.
9. Fobia : rasa takut patologis yang resisten, irasional,
berlebihan dan selalu terjadi terhadap suatu jenis stimulasi
atau situasi tertentu, menyebabkan keinginan yang memaksa
untuk menghindaristimulus yang ditakuti.
10. Fobia sederhana : rasa takut dengan obyek yang jelas.
Gangguan
11. Fobia sosial : rasa takut akan keramain masyarakat.
spesifik pada
12. Agorafobia : rasa takut terhadap tempat yang terbuka.
isi pikir
13. Akrofobia : rasa takut terhadap tempat yang tinggi.
14. Algofobia : rasa takut terhadap rasa nyeri.
15. Ailurofobia : rasa takut terhadap kucing.
16. Panfobia : rasa takut terhadap segala sesuatu.
17. Klaustrofobia : rasa takut terhadap tempat yang tertutup.
18. Zoofobia : rasa takut terhadap binatang.
Bicara adalah gagasan, pikiran, perasaan yang di
V. Bicara ekspresikan melalui bahasa, komunikasi melalui
penggunaan kata-kata dan bahasa.
Gangguan bicara
1. Logorrhea : bicara yang banyak sekali, bertalian dan logis.
2. Disprosodi : hilangnya irama bicara yang normal.
3. Gagap : pengulangan atau perpanjangan suara atau suku
kata yang menyebabkan gangguan kefasihan bicara yang
jelas.
4. Kekacauan : bicara yang aneh dan distrimik, yang
mengandung semburan yang cepat dan menyentak.
VI. Persepsi adalah proses stimulasi fisik nenjadi
informasi psikologis.
Persepsi

Gangguan
Persepsi
Gangguan yang berhubungan
dengan gangguan kognitif

Gangguan yang berhubungan dengan


fenomen koversi dan disosiatif
VI. Persepsi adalah proses stimulasi fisik nenjadi
informasi psikologis.
Persepsi
1. Halusinasi : presepsi sensori yang palsu tidak
disertai dengan stimuli eksternal yang nyata,
Gangguan mungkin tredapat atau tidak terdapat
Persepsi interpretasi waham tentang pengalaman
halusinasi.
2. Halusinasi auditoris : presepsi bunyi yang
palsu.
3. Halusinasi visual : presepsi palsu tentang
penglihatan yang berupa citra yang berbentuk
dan citra yang tidak berbentuk.
4. Ilusi : mispresepsi terhadap stimuli eksternal
yang nyata.
VI. Persepsi adalah proses stimulasi fisik nenjadi
informasi psikologis.
Persepsi
1. Agnosia : ketidakmampuan untuk mengenali dan
menginterpretasikan kepentingan kesan sensoris.
Gangguan yang 2. Anosognosia : ketidakmampuan untuk mengenali
berhubungan suatu defek neurologi yang terjadi pada dirinya.
3. Agnosia visual : ketidakmampuan untuk mengenali
dengan benda atau orang.
gangguan 4. Somatopagnosia : ketidakmampuan untuk mengenali
kognitif suatu bagian tubuh sebagai milik tubuhnya sendiri.
5. Aura : sensasi perasaan akan adanya bahaya seperti
rasa penuh pada lambung, wajah memerah, dan
perubahan respirasi, perubahan kognisi dan keadaan
mood biasanya terjadi sebelum serangan.
VI. Persepsi adalah proses stimulasi fisik nenjadi
informasi psikologis.
Persepsi
Gangguan yang berhubungan dengan fenomen koversi
dan disosiatif : somatisasi material direpresi atau
perkembangan gejala dan distorsi fisik yang melibatkan
Gangguan yang otot volunter dan tidak disebabkan oleh suatu
berhubungan gangguan fisik.
dengan fenomen 1. Kepribadian ganda : satu orang yang tampak pada
koversi dan waktu yang berbeda menjadi dua atau lebih
disosiatif kepribadian dan karakter yang sama sekali berbeda.
2. Dissosiasi : mekanisme pertahanan yang tidak
disadari meliputi pemisahan dari kelompok proses
mental atau proses
prilaku dari sisa aktivitas psikis seseorang.
VII. fungsi dimana informasi di simpan di otak dan
selanjutnya di ingat kembali ke kesadaran.
Daya Ingat

Gangguan Tingkat
Daya Ingat Daya Ingat
VII. fungsi dimana informasi di simpan di otak dan
selanjutnya di ingat kembali ke kesadaran.
Daya Ingat
Gangguan
Daya Ingat
1. Amnesia : ketidakmampuan sebagian atau keseluruhan untuk mengingat pengalaman
masa lalu
2. Paramnesia : pemalsuan ingatan oleh distorsi pengingatan.
3. Hipermnesia : peningkatan derajat penyimpangan dan pengingatan.
4. Represi : suatu mekanisme pertahanan yang di tandai oleh
pelupaan secara tidak disadari terhadap gagasan yang tidak diterima.
5. Letologika : ketidakmampuan sementara untuk mengingat suatu nama atau kata benda
yang tepat.
6. Blackout : amnesia yang di alami oleh alkoholik berkaitan dengan
perilaku selama minum.
VII. fungsi dimana informasi di simpan di otak dan
selanjutnya di ingat kembali ke kesadaran.
Daya Ingat

Tingkat Daya Ingat

1. Segera (immediate) : reproduksi atau pengingatan hal-hal yang


dirasakan dalam beberapa detik sampai menit.
2. Baru saja (recent) : peringatan peristiwa yang telah lewat beberapa
hari.
3. Agak lama (recent past) : pengingatan peristiwa yang telah lewat selama beberapa
bulan.
4. Jauh (remote) : pengingatan peristiwa yang telah lama terjadi.
VIII. Intelegensia adalah kemampuan untuk mengerti, mengingat,
Intelegensia menggerakan dan menyatukan secara konstruktif pelajaran
sebelumnya dalam menghadapi situasi yang baru.

A. Retardasi mental : kurangnya inteligensia sampai derajat


dimana terdapatgangguan pada kinerja sosial dan kejuruan :
ringan (IQ 50 atau 55 – 70), sedang (IQ 35 atau 40 –50 atau 55),
berat (IQ 20 atau 25 – 35 atau 40), sangat berat (IQ dibawah 20
atau 25).
B. Demensia : pemburukan fungsi intelektual organik dan global
tanpa pengaburan kesadaran.
C. Pseudodemensia : gambaran klinis yang menyerupai
demensia yang tidak disebabkan oleh suatu kondisi organik.
kemampuan pasien untuk mengerti penyebab
IX. Insight sebenarnya dan arti dari suatu situasi.

A. Tilikan intelektual : mengerti kenyataan obyektif tentang


suatu keadaan tanpa kemampuan untuk menerapkan
pengetahuan dalam cara yang berguna untuk mengatasi situasi.
B. Tilikan sesungguhnya : mengerti kenyataan obyektif tentang
suatu situasi, disertai dengan daya pendorong,motivasi dan
emosional untuk mengatasi situasi.
C. Tilikan yang terganggu : menghilangnya kemampuan untuk
mengerti kenyataan obyektif dari suatu situasi.
Daftar Pustaka
1. Kaplan dan Sadock, Sinopsis Psikiatri, Edisi 7,
Jilid 1 dan 2, Bina Rupa Aksara, Jakarta, 1997
2. Maramis, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa,
Airlangga University Press, Surabaya,