Anda di halaman 1dari 38

ULKUS DEKUBITUS

Teguh Imana Nugraha


1840312028

Pembimbing : dr. Vendry Rivaldi, Sp.B (K)V


bab 1
pendahuluan
LATAR BELAKANG

- Ulkus dekubitus : Kerusakan struktur anatomis dan fungsi kulit normal


akibat dari tekanan eksternal yang berhubungan dengan penonjolan
tulang dan tidak sembuh dengan urutan waktu yang biasa. Biasanya
terdapat warna kemerahan pada daerah bagian tulang yang menonjol,
atau bagian kulit yang mengelupas, terkoyak, timbulnya blister dan
nekrosis kulit

- Merupakan suatu hal yang serius, dengan angka morbiditas dan


mortalitas yang tinggi terutama pada penderita lanjut usia.

- Adanya ulkus dekubitus mengganggu proses pemulihan pasien, mungkin


juga diikuti komplikasi dengan nyeri dan infeksi sehingga menambah
panjang lama perawatan. Ulkus dekubitus dapat menjadi sangat progresif
dan sulit untuk disembuhkan.
bab 2
Tinjauan pustaka
Definisi

Ulkus dekubitus adalah kerusakan/kematian kulit sampai jaringan di bawah


kulit, bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya
penekanan pada suatu area secara terus menerus sehingga mengakibatkan
gangguan sirkulasi darah setempat.

Black dan Hokarison (2005) mendefinisikan ulkus decubitus adalah lesi pada
kulit yang disebabkan karena adanya tekanan yang berlebihan dan mengakibatkan
kerusakan pada bagian dasar jaringan.
epidemiologi

Prevalensi ulkus dekubitus di Indonesia Fasilitas perawatan akut di Amerika Serikat


dilaporkan dari RS Dr. Sardjito memperkirakan 2,5 juta luka tekan ditangani
Yogyakarta sebesar 40 % setiap tahunnya

Ayello (2007) menyebutkan prevalensi ulkus


Insiden berkisar antara 0,4% - 38% di
dekubitus 10-17% di perawatan akut, 0-29% di
unit perawatan akut, 2,2 % - 23,9% di
perawatan rumah, 2,3-28% di tatanan perawatan
unit long term care (perawatan) jangka
jangka panjang, dengan rentang insiden 0,4 –
panjang, 0% - 7% di home care (perawatan
38% di perawatan akut dan 2,2 – 23,9 % di
di rumah)
tatanan perawatan jangka panjang.
etiologi

Menurut Bouten, ulkus dekubitus disebabkan oleh 3


teori, yaitu
1. Tekanan yang terus menerus pada jaringan tertentu
yang menyebabkan kerusakan pada jaringan karena
terhambatnya alirah darah ke kapiler yang akhirnya
jaringan menjadi hipoksia.
2. Ulkus dekubitus dapat disebabkan karena tegangan
geser, yang mengakibatkan keadaan yang lebih parah
dan secara signifikan mempercepat timbulnya ulkus
dekubitus.
3. Interstitium diantara sel dan kapiler terminal.
Tekanan mekanis dari luar akan mengubah tekanan
interstitial, aliran cairan interstitial, dan konsentrasi
dari molekul dan ion, dan juga mempengaruhi Lokasi dan Persentase Ulkus
transport nutrisi ke dalam sel yang dimana sel Dekubitus. 1: studi Yeoman dan
berfungsi sebagai drainase limfatik produk buangan Hardy, 2: studi Dansereaou
metabolisme tubuh
Tuberositas
lokasi
lokasi
faktor resiko

a.
faktor resiko
beda
tipe ulkus dekubitus
Normal
T

i
patofisiologi
TEKANAN

Oklusi pembuluh darah

Hipoksia jaringan

Tekanan dihilangkan
diagnosis

Tipe Manifestasi Klinis Perkiraa


n Lama
Perawat
an
Normal Beda temperatur dengan kulit 6 Minggu
sekitarnya hingga dibawah lebih
kurang 2,5ºC
Arteriosk Selain faktor tekanan, terdapat 16 Minggu
eloris gangguan aliran darah akibat
arteriosklerosis. Beda
diagnosis
Setiap pasien yang mempunyai faktor resiko terjadinya ulkus
dekubitus, sehingga harus dilakukan penilaian resiko terjadinya ulkus
dekubitus yang meliputi
1. Status kesehatan secara umum
2. Pemeriksaan kondisi kulit
3. Identifikasi adanya ulkus dekubitus sebelumnya
4. Penentuan nilai braden score atau norton score sebagaimana
dianjurkan oleh agency for health care policy and reserch.
Penilaian ulkus meliputi evaluasi medis pasien secara lengkap.
Riwayat penyakit meliputi onset dan durasi ulkus, perawatan ulkus
sebelumnya, faktor resiko, dan masalah kesehatan dan pengobatan
lainnya.
Penilainya ulkus dekubitus juga melihat jumlah, lokasi dan ukuran
(panjang,lebar dan kedalaman) dan menilai adanya eksudat, bau,
saluran sinus, nekrosis, eskar formation, tunneling, undermining,
infeksi, penyembuhan (granulation and epithelialization) dan tepi
diagnosis

Stadium 1
Reaksi peradangan terbatas pada
epidermis,tampak sebagai daerah
kemerahan/eritema, indurasi atau
lecet
 
Stadium 2
Reaksi lebih dalam lagi sampai
mencapai seluruh dermis hingga
lapisan lemak subkutan. Tampak
sebagai ulkus yang dangkal, tepi jelas
diagnosis

Stadium 3
Ulkus lebih dalam, meliputi jaringan
lemak subkutan, menggaung dan
berbatasan dengan fascia otot
 
Stadium 4
Perluasan ulkus menembus otot
sehingga tampak tulang di dasar
ulkus serta dapat mengakibatkan
infeksi pada tulang dan sendi
 
diagnosis

Unstageable
Dasar ulkus tertutup lapisan berwarna
kuning, coklat, abu-abu atau hijau
 
Dicurigai Deep Tissue Injury
Perubahan warna kulit menjadi merah
keungungan pada kulit yang utuh, bila
berisi darah, perabaan terasa lunak
seperti bubur, nyeri, lebih hangat atau
dingin dibanding jaringan sekitarnya
penatalaksanaan

Nonmedikamentosa Medikamentosa
Meliputi pengaturan diet dan rehabilitasi 1. Mempertahankan keadaan
medik: bersih pada ulkus dan
  sekitarnya
Terapi rehabilitasi medik yang diberikan 2. Mengangkat jaringan nekrotik.
untuk penyembuhan ulkus dekubitus
adalah dengan radiasi infra merah, short 3. Menurunkan dan mengatasi
wave diathermy, dan pengurutan. Tujuan infeksi.
terapi ini adalah untuk memberikan efek 4. Merangsang dan membantu
peningkatan vaskularisasi sehibgga
dapat membantu penyembuhan ulkus.
pembentukan jaringan
granulasi dan epitelisasi.
penatalaksanaan
Medikamentosa
Keadaan
penatalaksanaan
Medikamentosa
Perlu
pencegahan
Pengkajian
bab 3
Laporan kasus
IDENTITAS PASIEN
• Nama : Ny. LS
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Umur : 34 tahun
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Mengurus Rumah Tangga
• Alamat : Jl. Panglima Denai LK 1 Medan Amplas
• No. RM : 01.06.29.53
• Dirawat tanggal : 12 Oktober 2019
ANAMNESIS
Keluhan utama
• Luka borok di panggul belakang sejak 1 bulan yang lalu.
 
Riwayat Penyakit Sekarang
• Luka borok di panggul belakang sejak 1 bulan ini yang bertambah
besar., Lumpuh kedua tungkai sejak 2 bulan yang lalu, Awalnya
pasien demam, kemudian kaki mulai tidak bisa digerakkan. Pasien
hanya bisa berbaring, lama-kelamaan muncul borok di panggul
belakang sejak 1 bulan ini, nyeri (+), nanah (+), keluar darah (+)
• Rasa kebas (+) mulai dari 2 jari diatas pusar kebawah. Demam
tidak ada.
ANAMNESIS
Riwayat trauma sebelumnya
• Tidak ada.
Riwayat Penyakit Dahulu
• Tidak ada riwayat DM, hipertensi dan penyakit jantung.
• Pasien telah dirawat di bangsal saraf sebelumnya, dianjurkan
untuk MRI, namun belum sempat dilaksanakan.
Riwayat Penyakit Keluarga
• Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama
seperti pasien.
• Tidak ada riwayat DM, hipertensi dan penyakit jantung pada
anggota keluarga yang lain.
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
• Keadaan Umum : Tampak sakit sedang.
• Kesadaran : Compos mentis, GCS 15 (E4M6V5)
• Tanda Vital
• TD : 120 / 80 mmHg N : 110 x/ menit.
• RR : 18 x / menit S : 36,7 oC
• VAS:
PEMERIKSAAN FISIK
• Kepala
• Bentuk : Normocephal.
• Rambut : Hitam, tidak ada kelainan
• Mata : Konjungtiva anemis (+/+), sclera ikterik (-/-)
• Telinga : Tidak ditemukan kelainan
• Hidung : Tidak ditemukan kelainan
• Mulut : Mukosa bibir dan mulut basah
• Gigi : Oral hygiene cukup baik
• Leher : Tidak ditemukan kelainan
PEMERIKSAAN FISIK
• Thoraks
Paru
• Inspeksi : Simetris dalam keadaan statis dan dinamis.
• Palpasi : Fremitus kanan = kiri.
• Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru.
• Auskultasi: Suara napas vesikular, Rh -/-, Wh -/-.
Jantung
• Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak.
• Palpasi : Ictus cordis teraba 1 jari medial LMCS RIC V seluas 1 jari (1-
2cm), kuat angkat
• Perkusi
• Atas : RIC II linea parasternal sinistra
• Kanan : LSD
PEMERIKSAAN FISIK
• Abdomen
• Inspeksi : Tidak tampak membuncit
• Palpasi : Supel, nyeri tekan tidak ada, nyeri lepas tidak ada.
• Perkusi : Timpani pada seluruh lapang abdomen.
• Auskultasi : Bising usus (+) normal.
• Ekstermitas
• Akral : Hangat, oedema -/-.
• Sianosis : -/-.
• Perfusi : CRT < 2 detik
• Genitalia : tidak diperiksa
• Anus : sfingter tidak menjepit, ampula normal, mukosa licin,
handschoen feses (+), darah (-), refleks bulbocavernosus (-)
PEMERIKSAAN FISIK
Status Lokalis
• Inspeksi : tampak ulkus (+), dasar jaringan otot dan tulang,
darah (+), nanah (+)
• Palpasi : nyeri tekan (-)
Elbow flexor 5 5 Hip flexor 0 0
• ASIA Score :
Wrist extensor 5 5 Knee extensor 0 0

Elbow extensor 5 5 Ankle dorsiflesor 0 0

Finger flexor 5 5 Long toe extensor 0 0

Finger abductor 5 5 Ankle plantar flexor 0 0


• Ulkus Dekubitus grade IV
DIAGNOSIS KERJA
• Paraplegic Inferior tipe UMN dengan lesi setinggi T8-T9

DIAGNOSIS BANDING
• Tidak ada
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Laboratorium
- Hb : 8,6 gr/dl (N: 12-16 gr/dl)
- Leukosit : 8.410/mm3 (N: 5.000-10.000/mm3)
- Ht : 26 % (N: 37-43%)
- Trombosit : 161.000/mm3 (N: 150.000-400.000/mm3)
- PT/APTT : 59,8/86,8 detik (nilai rujukan: 8,9-12,1/32,7-42,1 detik)
- Albumin : 2,6 g/dl (N: 3,8-5,0 g/dl)
- Globulin : 2,7 g/dl (N: 1,3-2,7 g/dl)
- Total Protein : 5,3 g/dl (N: 6,6-8,7 g/dl)
- GDS : 102 mg/dl (N: < 200 mg/dl)
- Natrium : 139 mmol/l (N: 136-145 mmol/l)
- Kalium : 3,6 mmol/l (N: 3,5-5,1 mmol/l)
- Klorida serum : 97 mmol/l (N: 97-111 mmol/l)
Kesan : anemia sedang, PT dan APTT melebihi nilai rujukan, total protein <, albumin
DIAGNOSIS AKHIR
• Ulkus Dekubitus grade IV
• Paraplegic Inferior tipe UMN dengan lesi setinggi T8-T9
• Anemia sedang
• Hipoalbuminemia
TATALAKSANA
Terapi Bedah : Debridement elektif setelah KU baik
Terapi Konservatif :
• IVFD NaCl 0,9% 12 jam/kolf
• Inj. Ceftriaxon 2x1 gr (iv), Inf. Metronidazole 3x500 mg, Inj. Ketorolac 3x30
30 mg, Inj. Ranitidine 2x50 mg
• Transfusi PRC 2 unit
• Vip albumin 3x1 sachet
• Redressing/hari
• Miring kiri – miring kanan
bab 4
DISKUSI
Pada kasus ini diagnosis ditegakan atas dasar anamnesis
DISKUSI
pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan status lokalis. Dari anamnesis
diperoleh keterangan luka borok di panggul sejak 1 bulan sebelum
masuk rumah sakit. Sebelumnya pasien telah dirawat di bangsal saraf
dengan keluhan lumpuh kedua tungkai sejak 2 bulan yang lalu, Pasien
ini mempunyai faktor resiko terjadinya ulkus dekubitus baik secara
ekstrinsik maupun intrinsik.

Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan lab,


serta riwayat penyakit yang diderita pasien, maka diagnosis pasien ini
adalah ulkus Dekubitus grade IV.

Rencana terapi pembedahan yang akan dilakukan adalah


debridement, namun karena kondisi keadaan umum pasien belum baik
maka dilakukan pelaksanaan debridement elektif setelah keadaan
umum pasien membaik. Sehingga dilakukan terapi konservatif dengan
IVFD NaCl 0,9% 12 jam/kolf, inj. Ceftriaxon 2x1 gr (iv), inf. Metronidazole
3x500 mg, inj. Ketorolac 3x30 30 mg, inj. Ranitidine 2x50 mg, transfusi
PRC 2 unit, vip albumin 3x1 sachet, redressing/hari untuk mengurangi
thank you