Anda di halaman 1dari 15

MODEL EKOLOGI TERJADINYA PENYAKIT

DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

KELOMPOK 2
1. Muhammad Fikri Azhari
2. Muhammad Ibrahim
3. Tania Lifia Rahma
4. Titania Mahriyah
5. Zahrotal Untsaya
A. LIMBAH PADAT
 Pengertian Limbah Padat
Limbah Padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur, atau bubur yang
berasal dari suatu proses pengolahan. Limbah padat berasal dari kegiatan industri dan
domestik. Limbah domestic pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga, limbah
padat kegiatan perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian, serta dari tempat-
tempat umum.
 Jenis- Jenis Limbah Padat
1. Secara garis besar, Limbah padat terdiri dari :
2. Limbah Padat yang mudah terbakar
3. Limbah padat yang sukar terbakar
4. Limbah padat yang mudah menyusut
5. Limbah padat yang dapat di daur ulang
6. Limbah Radioaktif
7. Bongkar bangunan
8. Lumpur
 Dampak yang Ditimbulkan Akibat Pencemaran Limbah Padat
Limbah akan berdampak negatif pada lingkungan hidup jika tidak ada pengolahan
yang baik dan benar, dengan adanya limbah padat didalam lingkungan hidup maka
dapat menimbulkan pencemaran seperti :

1) Timbulnya gas beracun, seperti asam sulfida (H2S),


amoniak (NH3), methane (CH4), CO2 dan sebagainya. Gas
ini akan timbul jika limbah padat ditimbun dan membusuk
dikarena adanya mikroorganisme. Adanya musim hujan dan
kemarau, terjadi proses pemecahan bahan organik oleh
bakteri penghancur dalam suasana aerob/anaerob.
2) Dapat menimbulkan penurunan kualitas udara, dalam
sampah yang ditumpuk, akan terjadi reaksi kimia seperti gas H2S, NH3 dan methane
yang jika melebihi NAB (Nilai Ambang Batas) akan merugikan manusia.
3) Penurunan kualitas air, karena limbah padat biasanya langsung dibuang dalam
perairan atau bersama-sama air limbah. Maka akan dapat menyebabkan air menjadi
keruh dan rasa dari air pun berubah.
4) Kerusakan permukaan tanah.
1.Dampak Terhadap Kesehatan
Dampaknya yaitu dapat menyebabkan atau menimbulkan panyakit. Potensi bahaya
kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:
a) Penyakit diare, penyakit ini terjadi karena bakteri yang berasal dari sampah dengan
pengelolaan yang tidak tepat.
b) Penyakit kulit misalnya kudis dan kurap.

 Dampak yang dirasakan secara tidak langsung adalah apabila kaleng bekas, ban
dan lain-lainnya terisi dengan air hujan maka benda-benda bekas tersebut akan
menjadi sarang nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak. Dan apabila
menggigit manusia maka dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti
penyakit-penyakit di bawah ini disebabkan oleh nyamuk, yaitu :
1) Penyakit Kaki Gajah
2) Penyakit Malaria
3) Penyakit Demam Berdarah
 2. Dampak Terhadap Lingkungan
Cairan dari limbah – limbah yang masuk ke sungai
akan mencemarkan airnya sehingga mengandung
virus-virus penyakit. Berbagai ikan dapat mati
sehingga mungkin lama kelamaan akan punah.
Tidak jarang manusia juga mengkonsumsi atau
menggunakan air untuk kegiatan sehari-hari,
sehingga manusia akan terkena dampak limbah
baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selain mencemari, air lingkungan juga menimbul-
kan banjir karena banyak orang-orang yang mem-
buang limbah rumah tanggake sungai,sehingga
pintu air mampet dan pada waktu musim hujan air
tidak dapat mengalir dan air naik menggenangi
rumah-rumah penduduk, sehingga dapat meresah-
Kan para penduduk.
B. LIMBAH CAIR
 Pengertian Limbah Cair
Limbah cair adalah sisa atau pembuangan dari suatu hasil usaha
Atau kegiatan yang berwujud cair yang dibuang ke lingkungan dan
Diduga dapat menurunkan kualitas lingkungan atau merusak
ekosistem air, Sedangkan menurut Sugiharto (1987) air limbah
(waste water) adalah kotoran dari masyarakat, rumah tangga dan juga yang berasal dari industri,
air tanah, air permukaan, serta buangan lainnya.
 Penyebab Pencemaran Limbah Cair
Ada berbagai kemungkinan yang dapat menjadi penyebab timbulnya pencemaran limbah itu bisa
karena kelengahan kita, suatu misal terjadinya kebocoran pipa pada saluran air kotor menuju bak
penampungan atau septic tank yang tanpa sepengetahuan kita menyebabkan sumber air bersih
dalam tanah ikut tercemar karenanya. Kemungkinan yang terparah bila semuanya disebabkan karena
adanya unsur kesengajaan dari pihak yang tak bertanggungjawab. Bisa jadi karena alasan – alasan
tertentu seperti kecilnya kesadaran diri akan menjaga lingkungan menyebabkan sebagian pihak
merasa tak apa dan bukan hal yang besar bila limbah tersebut dibiarkan atau dibuang ke tempat
yang salah.
Contoh Limbah cair yang berasal dari rumah tangga (domestik) maupun
Industri.
Air limbah domestik terdiri atas :
1. Tinja ( faeces ),yang mengandung mikroba pathogen
2. Air seni (urine), pada umumnya mengandung nitrogen
dan Posfor campuran air seni dan tinja disebut Excreta
3. Grey water atau air bekas cucian dapur, mesin cuci
dan kamar mandi

Air cucian dari setiap rumah tangga berkumpul dan menyatu pada parit-parit
kota mengalir menuju parit yang lebih besar kemudian ke sungai bercampur
dengan segala macam limbah mulai dari detergen, busa sampho, kaporit dan
karbol serta cucian bekas kotoran lainnya. Kaporit dan larutan karbol serta
detergen merupakan racun bagi bakteri pembusuk dalam air sungai. Apabila
konsentrasinya semakin tinggi maka bahan-bahan organik sukar membusuk
sehingga menambah endapan dalam dasar parit dan parit akhirnya cepat
tersumbat.
 Dampak Pencemaran Limbah Cair dari Industri dan Rumah Tangga
Limbah cair bisa berupa limbah yang yang terbentuk dari bahan
organik dan anorganik. Apabila meresap kedalam permukaan
tanah, limbah cair dapat merusak tanah terutama kesuburan
tanah dan juga sumber air yang ada di dalamnya. Bila kita hidup
pada tanah yang telah tercemar dan mengkonsumsi segala
sesuatu darinya bisa membahayakan kesehatan tubuh dan
berbagai penyakit seperti diare, dan disentri dapat timbul di tengah – tengah kita.

 Dampak Limbah Cair pada Kesehatan


Dalam paradigm Kesehatan Lingkungan ada 4 simpul yang berkaitan dengan proses
pajanan limbah cair yang dapat mengganggu kesehatan.
Simpul 1 : Jenis dan skala kegiatan yang diduga menjadi sumber pencemar atau biasa
disebut sebagai sumber emisi limbah. Sumber emisi limbah pada umumnya berasal dari
sektor industri, transportasi, yang mengeluarkan berbagai bahan buangan yang
mengandung senyawa kimia yang tidak dikehendaki. Emisi tersebut dapat berupa gas,
cairan, maupun partikel yang mengandung senyawa organik maupun anorganik.
LANJUTAN
Simpul 2 : Media lingkungan (air, tanah, udara, biota)
Emisi dari simpul 1 dibuang ke lingkungan, kemudian menyebar secara luas di lingkungan
sesuai dengan kondisi media transportasi limbah. Bila melalui udara, maka sebarannya
tergantung dari arah angin dominan dan dapat menjangkau wilayah yang cukup luas. Bila
melalui air maka dapat menyebar sesuai dengan arah aliran yang sebarannya dapat
sangat jauh. Komponen lain yang ikut menyebarkan emisi tersebut adalah biota air yang ikut
tercemar.
Simpul 3 : Pemajanan Limbah Cair ke manusia
Di lingkungan, manusia dapat menghirup udara yang tercemar, minum air yang tercemar,
makan makanan yang terkontaminasi dan dapat pula kemasukan Limbah melalui kulit.
Pada umumnya titik pemajanan B3 kedalam tubuh manusia melalui pernafasan, oral (mulut)
dan kulit
Simpul 4 :Dampak Kesehatanyang timbul Akibat kontak dengan Limbah Cair atau terpajan
oleh pencemar melalui berbagai cara seperti pada simpul 3, maka dampak kesehatan
yang timbul bervariasi dari ringan, sedang, sampai berat bahkan sampai menimbulkan
kematian, tergantung dari dosis dan waktu pemajanan. Jenis penyakit yang ditimbulkan,
pada umumnya merupakan penyakit non infeksi antara lain : Keracunan, kerusakan organ,
kanker, hypertensi, asma bronchioli, pengaruh pada janin yang dapat mangakibatkan lahir
cacat (cacat bawaan), kemunduran mental , gangguan pertumbuhan baik fisik maupun
psikis, gangguan kecerdasan dll.
3. LIMBAH GAS

Limbah gas adalah limbah yang memanfaatkan udara sebagai


media. Secara alami udara mengandung unsur-unsur kimia
seperti O2, N2, NO2, CO2, H2 dll. Penambahan gas ke udara
yang melampaui kandungan udara alami akan menurunkan
kualitas udara. Limbah gas yang dihasilkan berlebihan dapat
mencemari udara serta dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Zat pencemar melalui udara diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu
partikel dan gas. Partikel adalah butiran halus dan masih mungkin
terlihat dengan mata telanjang seperti uap air, debu, asap, kabut dan
fume. Sedangkan pencemaran berbentuk gas hanya dapat
dirasakan melalui penciuman (untuk gas tertentu) ataupun akibat
langsung.
 Limbah gas yang dibuang ke udara biasanya mengandung partikel-partikel
bahan padatan atau cairan yang berukuran sangat kecil dan ringan sehingga
tersuspensi dengan gas-gas tersebut. Bahan padatan dan cairan tersebut
disebut sebagai materi partikulat. Seperti limbah gas yang dihasilkan oleh suatu
pabrik dapat mengeluarkan gas yang berupa asap, partikel serta debu. Apabila
ini tidak ditangkap dengan menggunakan alat, maka dengan dibantu oleh
angin akan memberikan jangkauan pencemaran yang lebih luas. Jenis dan
karakteristik setiap jenis limbah akan tergantung dari sumber limbah
PENYAKIT AKIBAT PENCEMARAN LIMBAH GAS
1.Bronchitis kronika
Penyakit bronkitis kronik dapat disebabkan oleh asap rokok, debu, asap industri serta polusi udara.
Bronkitis kronik adalah bronkitis yang sifatnya lebih serius. Hal ini dapat disamakan dengan empisema,
TBC atau kanker cabang tenggorokan pada orang dewasa.
2.Emphysema
Emphysema merupakan salah satu jenis chronic obstructive pulmonary disease (COPD), yakni kondisi
ketika kantung-kantung udara di paru-paru perlahan-lahan rusak. Akibatnya, penderitanya akan
kesulitan bernapas. Penyebab emphysema adalah paparan polusi udara yang berkepanjangan, seperti:
Asap rokok, asap mariyuana, polusi udara, asap pabrik, abu batu bara dan silika, dan faktor keturunan.
3.Bronkopneumonia
Bronkopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang
ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat yang disebabkan oleh bakteri,virus, jamur dan benda
asing.
4.Asma
Asma merupakan suatu penyakit yang dikenal dengan penyakit sesak napas karena adanya
penyempitan pada saluran pernapasan.
5.Kanker paru-paru
Rokok tembakau adalah hal yang paling penting dan merupakan faktor resiko utama dari kanker paru-
paru. Faktor resiko lain penyebab kanker paru-paru termasuk radon (gas radioaktif), asbestos, arsenik,
kromium, nikel, dan polusi udara.
6.Kanker lambung
Kanker lambung atau dikenal sebagai gastric cancer merupakan kanker yang berawal pada bagian
lambung. Walaupun belum dapat dipastikan apa yang menjadi penyebab kanker lambung, akan tetapi,
salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung adalah kebiasaan merokok.
7.Penyakit-penyakit lain
umpamanya iritasi mata, kulit dan sebagainya banyak juga dihubungkan dengan pencemaran udara.
8.Penyakit Silikosis
Penyakit Silikosis disebabkan oleh pencemaran debu silika bebas, berupa SiO2, yang terhisap masuk ke dalam
paru-paru dan kemudian mengendap. Debu silika bebas ini banyak terdapat di pabrik besi dan baja, keramik,
pengecoran beton, bengkel yang mengerjakan besi (mengikir, menggerinda, dll). Selain dari itu, debu silika
juka banyak terdapat di tempat di tempat penampang bijih besi, timah putih dan tambang batubara.
Pemakaian batubara sebagai bahan bakar juga banyak menghasilkan debu silika bebas SiO2. Pada saat
dibakar, debu silika akan keluar dan terdispersi ke udara bersama – sama dengan partikel lainnya, seperti
debu alumina, oksida besi dan karbon dalam bentuk abu.
9.Penyakit Asbestosis
Penyakit Asbestosis adalah penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh debu atau serat asbes yang
mencemari udara. Asbes adalah campuran dari berbagai macam silikat, namun yang paling utama adalah
Magnesium silikat. Debu asbes banyak dijumpai pada pabrik dan industri yang menggunakan asbes, pabrik
pemintalan serat asbes, pabrik beratap asbes dan lain sebagainya.
10.Penyakit Bisinosis
Penyakit Bisinosis adalah penyakit pneumoconiosis yang disebabkan oleh pencemaran debu napas atau serat
kapas di udara yang kemudian terhisap ke dalam paru-paru. Debu kapas atau serat kapas ini banyak
dijumpai pada pabrik pemintalan kapas, pabrik tekstil, perusahaan dan pergudangan kapas serta pabrik atau
bekerja lain yang menggunakan kapas atau tekstil; seperti tempat pembuatan kasur, pembuatan jok kursi dan
lain sebagainya.
11.Penyakit Antrakosis
Penyakit Antrakosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu batubara.
Penyakit ini biasanya dijumpai pada pekerja-pekerja tambang batubara atau pada pekerja-pekerja
yang banyak melibatkan penggunaan batubara, seperti pengumpa batubara pada tanur besi,
lokomotif (stoker) dan juga pada kapal laut bertenaga batubara, serta pekerja boiler pada pusat Listrik
Tenaga Uap berbahan bakar batubara.
12.Penyakit Beriliosis
Udara yang tercemar oleh debu logam berilium, baik yang berupa logam murni, oksida, sulfat,
maupun dalam bentuk halogenida, dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang disebut
beriliosis. Debu logam tersebut dapat menyebabkan nasoparingtis, bronchitis dan pneumonitis yang
ditandai dengan gejala sedikit demam, batuk kering dan sesak napas. Penyakit beriliosis dapat timbul
pada pekerja-pekerja industri yang menggunakan logam campuran berilium, tembaga, pekerja pada
pabrik fluoresen, pabrik pembuatan tabung radio dan juga pada pekerja pengolahan bahan
penunjang industri nuklir.