Anda di halaman 1dari 7

HIPERURISEMIA DAN GOUT ARTHRITIS

Pengertian ....

 Hiperurisemia adalah kadar asam urat serum lebih dari 7


mg/dl pada laki-laki dan lebih dari 6 mg/dl pada wanita.

 Gout Arthritis adalah penyakit yang disebabkan peningkatan


kadar asam uram serum
Insiden

 Penyakit gout sebesar 1 – 2% terutama pada usia 30 – 40


tahun dan 20x lebih sering pada pria daripada pada wanita
 Penyakit ini terutama menyerang pada sendi tangan dan
deposisi biasanya pada jempol kaki.
Klasifikasi

Gout primer

 Dipengaruhi oleh factor genetik (gangguan sejak lahir) pada


metabolism dan produksi purin.
 Terdapat produksi atau sekresi asam urat yang berlebih yang
dikarenakan pemasukan makanan dari alcohol yang berlebih
atau diet tinggi kandungan purin.
Klasifikasi

Gout sekunder
Gout sekunder dapat disebabkan oleh penyakit yang bukan
turunan. Produksi asam urat yang berlebih, misalnya pada :
a. Kelainan mieloproliferatif (polisitemia, leukemia,
mielomaretikularis).
b. Syndrome Lesch – Nyhan yaitu suatu kelainan akibat
defisiensi hipoxantin guanine fosforibosil tranferase yang terjadi
pada anak – anak dan pada sebagian orang dewasa.
c. Gangguan penyimpanan glikogen
d. Pada pengobatan anemia pernisiosa oleh karena maturasi sel
megaloblastik menstimulasi pengeluaran asam urat.
Diet Rendah Purin
• Batasi konsumsi:
• Daging merah: daging sapi, daging kambing dan daging bebek.
• Jeroan seperti hati, otak, ginjal, jantung.
• Beberapa jenis ikan seperti sarden, tuna, makarel.
• Bir.
• Boga bahari.
• Makanan-makanan manis dan minuman ringan yang tinggi kadar gula buah atau fruktosanya.
• Makanan mengandung ragi seperti roti.
• Beberapa sayuran seperti bayam, jamur, kembang kol, kacang polong, kacang panjang, kacang
merah. Sayuran tersebut memang mengandung purin yang tinggi, namun tidak meningkatkan
risiko rematik asam urat.
• Perbanyak konsumsi:
• Buah-buahan, seperti jeruk, melon, apel.
• Sayuran hijau, wortel, tomat.
• Pastikan asupan cairan yang cukup membantu mengurangi pembentukan kristal di sendi.
Usahakan minum air minimal 2 liter per hari. Namun, mungkin Anda memerlukan sebanyak 3
hingga 3,5 liter per hari, tergantung pada berat badan Anda dan juga seberapa sering Anda
berolahraga.
• Sumber karbohidrat yang lebih kompleks seperti kentang dan beras merah.
• Mengonsumsi produk susu rendah lemak.