Anda di halaman 1dari 10

SIFAT ENTROPI dan HUKUM TERMODINAMIKA

KE TIGA
• Kelompok :
1. Siti Muyasaroh 4311418026
2. Saidatul Malihah 4311418027
3. Mia Nur Alia Rahmawati 4311418028
4. Nana Anggriani 4311418029
Sifat sifat entropi
Entropi didefinisikan oleh persamaan diferensial

(9.1)

menyatakan bahwa entropi bernilai tunggal dan merupakan sifat


ekstensif dari sistem. Diferensial dS adalah diferensial eksak. Untuk
perubahan kecil dari keadaan 1 menuju keadaan 2,
dari persamaan (9.1) didapatkan :
(9.2)

Nilai dari ∆S tidak bergantung pada apakah proses reversible atau tidak,
akan tetapi hanya dari keadaan S1 dan S2.
Namun, jika menggunakan persamaan (9.2) maka harus menggunakan
kalor yang diserap dari jalur reversibel yang menghubungkan kedua
keadaan.
KONDISI TERMAL DAN STABILITAS MEKANIKA
SISTEM
Dua fakta yang harus diketahui sebelum membahas lebih lanjut mengenai
sifat-sifat entropi :
1. Kapasitas kalor dalam volume konstan (Cv) selalu positif, karena untuk
memastikan stabilitas termal suatu sistem terhadap kemungkinan variasi
suhu eksternal.
2. Koefisien dari kompresibilitas k selalu positif, Koefisien kompresibilitas
telah ditentukan,
Persamaan. (9.3)

K harus positif jika sistem harus stabil secara mekanis terhadap variasi
volume yang tidak disengaja
• PERUBAHAN ENTROPI DALAM TRANSFORMASI ISOTHERMAL
Pada sembarang perubahan keadaan isothermal, dimana nilai nilai T
konstan sehingga dapat dikeluarkan dari integral.
Sehingga berubah menjadi :

(9.4)
Entropy changes in isothermal transformation
Persamaan ini dipergunakan untung memperhitungkan perubahan
entropi yang dihubungkan dengan perubahan keadaan agregasi pada
temperature kesetimbangan. Baik system maupun reservoir keduanya
dikembalikan kekeadaan aslinya dalam siklus kecil ini, jumlah kalor yang
diperlukan adalah Qrev,karena tekanan konstan Qp= ∆H;
Sehingga entropi penguapan cairan pada titik didih dan penggabungan
pada titik leleh , persamaan (9.4) menjadi :

(9.5) (9.6)

Dimana ∆Hvap dan ∆H merupakan panas penguapan dan


pembentukan pada titik leleh Tb dan Tm.
• Untuk sebarang perubahan fase pada temperature kesetimbangan Te’
entropi transisi diberikan oleh :

(9.7)

Dimana ∆H merupakan kalor transisi pada Te’


Contoh soal
Find ∆S for the melting of 5.0 g of ice (heat of fusion=79.7cal/g) at 0◦C
and 1 atm. Find ∆S for the reverse process.
The melting is reversible and Eq.
𝑐𝑎𝑙
∆𝐻 79.7 5.0 𝑔
𝑔
∆S = = = 1.46 cal/K = 6.1J/K
𝑇 273𝐾
For the freezing of 5.0 g of liquid water at 0◦C and 1 atm, qrev is
negative, and ∆S = -6.1 J/K
Aturan Trouton
Untuk kebanyakan cairan, entropi penguapan pada titik didih normal
mempunyai nilai yang hampir sama :

Persamaan diatas merupakan aturan trouton. Untuk cairan yang


mematuhi aturan trouton.