Anda di halaman 1dari 14

Kelompok 5

Bardah wasalamah
Erwanto
Harfi
Dwi fitriani
Megi febra
Lingga okrita
Oki aleksander
a.definisi
 Atelektasis adalah istilah yang berarti “
pengembangan paru –paru yang tidak sempurna
dan menyiratkan arti bahwa alveolus pada bagian
paru-paru yang terserang tidak mengandung
udara dan kolaps ( sylvia A .price, patofisiologi
edisi 4, EGS)
 Atelektasis adalah suatu kondisi dimana paru-
paru tidak dapat mengembang sacara
sempurna.(Asuhan keperawatan pada klien
dengan gangguan sistem pernapasan,hal 140)
klasifikasi
1. Atelektasis Bawaan
(Neonatorum)
2.Atelektasis didapat
etiologi
Penyebab atelektasis ada beberapa, tergantung
kepada atelektasis itu sendiri :
 Untuk atelektasis bawaan penyebabnya adalah
ketidak sempurnaan pembentukan paru-paru
pada saat janin berkembang.
Lanjutan…
 Untuk atelektasis didapat (obstruksi) penyebabnya
adalah:
 Adanya obstruksi total pada jalan napas mulai dari
laring sampai dengan bronkiolus
 Melemahnya gerakan napas (otot
parasternal/diafragma)
 Usia
 Kondisi tubuh dengan kesadaran menurun
 Untuk atelektasis didapat (kompresi) atelektasis ini di
akibatkan karena adanya tekanan dari luar, baik secara
menyeluruh (complete) maupun sebagian (parsial)
Manifestasi Klinis
Atelektasis dapat terjadi secara perlahan dan
hanya menyebabkan sesak nafas yang ringan.
Gejalanya bisa berupa :
· gangguan pernafasan
· nyeri dada
· batuk
Lanjutan.......
Jika daerah atelektsis itu luas dan terjadi sangat
cepat akan terjadi :
· dipsneu dengan pola pernapasan yang cepat dan
dangkal,
· takikardi dan sianosis,
· napas tertinggal,
· temperatur yang tinggi, dan
· jika berlanjut akan menyebabkan penurunan
kesadaran atau syok.
komplikasi
KOMPLIKASI
1. Pneumothoraks
2. Efusi pleura
Penatalaksanaan
Tujuan penatalaksaan adalah mengeluarkan benda
asing atau secret pada saluran pernapasan dan
memperbaiki ventilasi.
Tindakan yang biasa dilakukan :
a.Berbaring pada sisi paru-paru yang sehat sehingga
paru-paru yang terkena kembali bisa mengembang.
b.Menghilangkan penyumbatan,baik melalui
bronkoskopi maupun prosedur lainnya.
lanjutan
Medis
 Pemeriksaan bronkoskopi
 pemberian oksigenisasi
 Pemberian terapi simtomatis(anti
sesak,bronkodilator,antibiotik,dan kortikosteroid)
 Fisioterapi(masase atau latihan pernapasan.
Keperawatan
 Teknik batuk efektif
 Pengaturan posisi secara teratur
 Melakukan postural drainase dan perkusi dada
Diagnosa keperawatan yang
mungkin muncul
 Bersihan jalan nafas tidak efektif yang
berhubungan dengan adanya benda asing dalam
saluran pernapasan yang menyebabkan
sumbatan.
 Intoleransi aktifitas berhubungan dgn sesak
napas.
 Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan
gangguan aliran udara ke alveoli atau ke bagian
utama paru..
NCP
 Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan
adanya benda asing dalam saluran pernapasan yang
menyebabakan sumbatan.
Tujuan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam
diharapkan bersihan jalan napas menjadi efektif.
Kriteria hasil
 klien dapat mempertahankan jalan napas secara efektif
 Tidak ada suara napas tambahan
 Dispnea tidak ada
 TTV DBN
Intervensi
 Ajarkan klien batuk efektif
 Kaji kepatenan jalan napas
 Kaji frekuensi dan kedalaman pernapasan
 Atur posisi semifowler
Rasionalisasi
 batuk efektif dimobilisasi agar benda asing,sputum
lebih mudah dikeluarkan.
 Penggunaan otot interkostal abdominal dan pelebaran
nasal menunjukkan pelebaran upaya bernapas
 Dengan posisi semifowler akan lebih memudahkan
untuk bernapas.
Wassalamualaikum,Wr.Wb