Anda di halaman 1dari 52

Penelitian

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DAN IBU


MENYUSUI TENTANG ASI EKSKLUSIF
DI UPTD PUSKESMAS
KECAMATAN PONTIANAK TIMUR

Disusun oleh:
ERIK AHMAD HASYIM, S.Ked/
PEMBIMBING: I4061172045 PEMBIMBING:
DANANG MUSTOFA, S.Ked/
Agus Fitriangga, SKM, MKM I4061172051
dr. Eka Ardiani Putri, MARS
dr. Mardiah SADAM HUSEN, S.Ked / drg. Popong Solihat
I4061172056
ERNIWATY, S.Ked/
I4061171023
TARMIJI, S.Ked/
I4061171025

KEPANITERAAN KLINIK
STASE ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2019
PENDAHULUAN
• Pola pemberian makanan terbaik bagi bayi dan anak menurut
para ilmuwan dunia dan telah menjadi rekomendasi World
Health Organization (WHO) adalah memberikan hanya Air Susu
Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai dengan umur 6
bulan (ASI eksklusif), meneruskan pemberian ASI sampai anak
berumur 24 bulan dan memberikan makanan pendamping ASI
(MP-ASI) kepada bayi mulai usia 6 bulan
• Menyusui secara eksklusif selain meningkatkan kesehatan
dan kepandaian secara optimal, ASI juga membuat anak
potensial memiliki emosional yang stabil dan spiritual yang
matang, serta memiliki perkembangan sosial yang baik.
• terdapat 4,1 juta (75% dari semua kematian balita) terjadi
pada tahun pertama kehidupan, risiko kematian bayiusia 9 – 12
bulan meningkat 40% jika bayi tidak disusui (WHO, 2017)
• Indonesia menempati posisi ke-4 tertinggi dengan AKB 26 per
1000 kelahiran hidup di ASEAN
• AKB di Kalimantan Barat memiliki nilai 8 per 1.000 kelahiran
hidup (Dinkes, 2017)
• Kota Pontianak ini memiliki AKB 6,6 per 1000 kelahiran hidup
dengan kematian bayi sebanyak 78 kasus tahun 2017
• Tingkat pemberian ASI ekslusif di Indonesia masih sangat
rendah yaitu 15,3% (Riskesdas, 2010)
• Rendahnya pemberian ASI merupakan ancaman bagi tumbuh
kembang anak yang akan berpengaruh pada pertumbuhan dan
perkembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara
umum
• Daerah wilayah kerja puskesmas Saigon pada tahun 2017
terdapat 497 bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dari 692 bayi
yang ada atau 71,82% bayi yang mendapakan ASI eksklusif.

• Sedangkan pada tahun 2019 (Bulan Januari-April) terdapat 180


bayi dari 293 bayi yang mendapatkan ASI ekslusif atau 61,43%

•bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Seiring berjalannya waktu


dari tahun ke tahun terjadi angka penurunan bayi yang
mendapatkan ASI eksklusif
• Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat Hubungan
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Asi Eksklusif Dengan Tindakan
Pemberian Asi Eksklusif

• belum adanya penelitian yang dilakukan di UPTD Puskesmas


Pontianak Timur yang manilai pengetahuan ibu hamil dan ibu
menyusui tentang ASI eksklusif

• maka peneliti tertarik untuk meneliti tingkat pengetahuan


ibu hamil dan ibu menyusui tentang ASI ekslusif
Rumusan Masalah
Bagaimana gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil dan
menyusui tentang ASI eksklusif?

Tujuan Umum
Tujuan umum dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui
gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui
tentang ASI eksklusif.
Tujuan Khusus
Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah:
a. Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif berdasarkan umur.
b. Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif berdasarkan tingkat
pendidikan.
c. Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif berdasarkan pekerjaan.
d. Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang ASI eksklusif berdasarkan umur.
e. Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang ASI eksklusif berdasarkan
tingkat pendidikan.
f. Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang ASI eksklusif berdasarkan
pekerjaan.
Manfaat

Menambah pengetahuan dan wawasan sehingga mahasiswa dapat memberikan informasi mengenai ASI
eksklusif kepada ibu hamil dan ibu menyusui di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pontianak Timur.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi ilmu pengetahuan secara
umum dan dapat digunakan sebgai bahan perbandingan dalam kepustakaan di bidang kesehatan.

Penelitian ini dapat memberikan gambaran dan informasi untuk membantu puskesmas dalam
meningkatkan pengetauhuan ibu hamil dan menyusui tentang pentingnya ASI eksklusif.

Memberikan informasi secara tidak langsung tentang ASI eksklusif kepada ibu menyusui dan ibu hamil
di Puskesmas Saigon Pontianak Timur.
Keaslian Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Pengetahuan

Definisi
• Pengetahuan Pengetahuan adalah hasil tahu yang terjadi setelah orang mengadakan penginderaan
terhadap suatu objek tertentu.
• Sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui indera penglihatan (mata) dan indera pendengaran
(telinga). Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan
seseorang.
Tingkat Pengetahuan
a. Tahu (know)
b. Memahami (comprehention)
c. Aplikasi (application)
d. Analisis (analysis)
e. Sintesis (syntesis)
f. Evaluasi (evaluation)
Cara memperoleh pengetahuan
1. Cara lama
Cara tradisional atau kuno yang dipakai orang untuk memperoleh pengetahuan, sebelum ditemukannya
metode ilmiah atau penemuan secara sistematik dan logis adalah dengan cara non-ilmiah, tanpa melalui
penelitian.
2. Cara baru
Cara baru atau modern dalam memperoleh pengetahuan pada dewasa ini lebih sistematis, logis dan
ilmiah. Cara ini disebut metode penelitian ilmiah atau lebih popular disebut metodologi penelitian
(research methodology).
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan

a. Umur
Pengetahuan Kesehatan
b. Tingkat Pendidikan
a. Pengetahuan tentang penyakit menular dan tidak menular.
c. Pekerjaan
b. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang terkait dan
d. Pengalaman
mempengaruhi kesehatan yaitu gizi makanan, sarana air
e. Keyakinan
bersih, pembuangan air limbah, pembuangan kotoran
f. Informasi
manusia, pembuangan sampah, perumahan sehat, polusi
g. Penghasilan
udara dan sebagainya.
h. Sosial budaya
c. Pengetahuan tentang fasilitas pelayanan kesehatan yang
profesional maupun yang tradisional.
d. Pengetahuan untuk menghindari kecelakaan rumah tangga,
maupun kecelakaan lalu lintas dan tempat-tempat umum.
Pengukuran Pengetahuan

Penilaian pengetahuan dapat dilihat dari setiap pertanyaan yang akan diberikan peneliti kepada
responden. Kategori pengetahuan dapat ditentukan dengan kriteria:
a. Pengetahuan baik : jika jawaban benar 76-100%.
b. Pengetahuan cukup : jika jawaban benar 56-75% .
c. Pengetahuan kurang : jika jawaban benar ≤ 55%.
Pemberian ASI eksklusif
Pengertian Pemberian ASI Eksklusif

ASI eksklusif (menurut WHO) adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa
tambahan cairan ataupun makanan lain kecuali obat, vitamin dan mineral. Sedangkan ASI dapat
diberikan sampai bayi berusia 2 tahun bahkan lebih dari 2 tahun.

Manfaat Pemberian ASI


a. Manfaat untuk bayi b. Manfaat untuk ibu

ASI merupakan makanan alamiah yang baik Pemberian ASI secara Ekskluisif dapat berfungsi sebagai
untuk bayi, praktis, ekonomis,dan psikologis alat kontrasepsi sampai 6 bulan setelah kelahiran karena
yang mudah dicerna dan diserap oleh usus bayi. isapan bayi meransang hormon prolaktin yang
ASI mengandung protein yang spesifik untuk menghambat terjadinya ovulasi sehingga menunda
melindungi bayi dari alergi, kadar selenium yang kesuburan. ASI juga dapat mencengah kanker payudara,
melindungi gigi dari kerusakan kanker ovarium, dan anemia defisiensi zat besi.
Komposisi Dalam ASI
1. Protein
2. Lemak
3. Vitamin dan Mineral
4. Zat Anti Infeksi
5. Laktoferin
6. Faktor bifidus
7. Lisozim
8. Taurin
Manajement laktasi
Manajemen laktasi adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk menunjang keberhasilan menyusui. Dalam
pelaksanaannya terutama dimulai pada masa kehamilan, segera setelah persalinan dan pada masa menyusui
selanjutnya. Adapun upaya-upaya yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Pada masa Kehamilan (antenatal)
2. Pada masa segera setelah persalinan (prenatal)
3. Pada masa menyusui selanjutnya (post-natal)

Faktor yang Mempengaruhi Produksi ASI


a. Makanan Ibu
b. Ketentraman jiwa dan pikiran
c. Pengaruh Persalinan di Klinik Bersalin
d. Penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung estrogen dan progesteron.
Cara Pengeluaran ASI
a. Memerah dengan menggunakan tangan
b. Memerah dengan pompa

Penyimpanan ASI
Pemberian ASI perahan
Pemberian ASI perah dapat juga menggunakan sendok, jangan botol susu karena bisa mengakibatkan bayi
bigung puting. Jika terdapat sisa ASI perah, jangan disimpan karena sudah tercemar. Agar ASI tidak
terbuang, simpan ASI perah dalam wadah ukuran sekali minum.

Beberapa cara dalam menghangatkan ASI perah yang telah dibekukan:


a. Cek tanggal pada label wadah ASI. Gunakan ASI yang paling dulu disimpan.
b. ASI tidak harus dihangatkan. Beberapa ibu memberikannya dalam keadaan dingin
c. Untuk ASI beku: pindahkan wadah ke lemari es selama 1 malam atau ke dalam bak berisi air dingin.
Naikkan suhu air perlahan-lahan hingga mencapai suhu pemberian ASI
d. Untuk ASI dalam lemari es: Hangatkan wadah ASI dalam bak berisi air hangat atau air dalam panci yang
telah dipanaskan selama beberapa menit. Jangan menghangatkan ASI dengan api kompor secara langsung.
e. Jangan menaruh wadah dalam microwave. Microwave tidak dapat memanaskan ASI secara merata dan
justru dapat merusak komponen ASI dan membentuk bagian panas yang melukai bayi. Botol juga dapat
pecah bila dimasukkan ke dalam microwave dalam waktu lama.
f. Goyangkan botol ASI dan teteskan pada pergelangan tangan terlebih dahulu untuk mengecek apakah suhu
sudah hangat.
g. Berikan ASI yang dihangatkan dalam waktu 24 jam. Jangan membekukan ulang ASI yang sudah
dihangatkan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif

Faktor Presdiposisi Faktor Pendukung Faktor Pendorong

• Pengetahuan • Ketersediaan Sumber/ Fasilitas • Petugas Kesehatan

• Sikap • Keterjangkauan Fasilitas • Dukungan Keluarga

• Pekerjaan • Kebijakan Pemerintah


• Pendidikan
• Psikologis
• Kelainan bayi
Kerangka Teori
Kerangka Konsep
METODOLOGI PENELITIAN
Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Timur dan dilaksanakan pada bulan
April 2019.
Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah sejumlah besar subjek yang memiliki karakteristik tertentu. Populasi
penelitian dibagi menjadi 2, yaitu populasi target dan populasi terjangkau
Populasi Target
Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dan ibu menyusui di wilayah Kecamatan Pontianak
Timur.
Populasi Terjangkau
Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dan ibu menyusui yang berkunjung ke UPTD
Puskesmas Kecamatan Pontianak Timur pada bulan April 2019

Sampel
Sampel adalah seluruh ibu hamil dan ibu menyusui yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak
Timur pada bulan April 2019 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Kriteria penelitian
Kriteria Inklusi
1. Ibu hamil dan ibu menyusui yang terdaftar di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Timur.
2. Ibu yang menyusui bayi usia dibawah 6 bulan.
3. Semua ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Kecamatan Pontianak Timur.

Kriteria Eksklusi
1. Ibu hamil dibawah trimester ke 3 yang berkunjung ke Puskesmas Saigon Pontianak Timur.
2. Bayi usia dibawah 6 bulan yang bukan dibawa oleh ibunya ke Puskesmas Kecamatan Pontianak Timur.
3. Ibu hamil dan ibu menyusui yang mengisi kuesioner tidak lengkap.
Cara Pengambilan Sampel
Sampel diambil dengan cara non-probability sampling, yaitu consecutive sampling, dimana semua sampel
yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusiakan diambil sebagai subjek penelitian sampai jumlah subjek
penelitian terpenuhi.

BesarSampel
𝑁
RumusSlovin, sebagaiberikut: n = 1+𝑁 (𝑒)2
Keterangan:
n = Besarsampel
N= Populasi (JumlahPopulasiibuhamil di puskesmas Saigon tahun 2019 100 orang, jumlahbayi yang
mendapatkan ASI dipuskesmas Saigon tahun 2019 293 orang)
e= tingkatkesalahan (15%)
Jadiperhitungansubjekdalampenelitianinisebagaiberikut:
100 100
Ibuhamiln= 1+100 (0,15)2 = 3,25 = 30,76
293 293
Bayin= 1+293 (0,15)2= 7,5925 = 38,59
Jadisampeluntukibuhamilsebanyak 30 orang danuntukbayi 38 orang.
Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder.

Metode Pengolahan Data Analisis Data


Pada penelitian ini data akan diolah secara deskriptif.
a. Editing Setelah dilakukan pengambilan data, data diperiksa secara
b. Coding manual dan kemudian dilakukan proses pengolahan data
menggunakan perangkat lunak Statistical Product and Service
c. Entry Solutions (SPSS) 23.0. Teknik analisis data yang digunakan
d. Cleaning, pada penelitian adalah analisis univariat yaitu semua data
dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam tabel

Variabel Penelitian
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui.
Definisi Operasional
Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner yang berisi pertanyaan tentang identitas
responden, serta untuk mengukur pengetahuan responden menggunakan kuesioner yang diambil dari penelitian
Rina Sibuea tentang Gambaran Pengetahuan Pemberian ASI Ekslusif pada Ibu Bekerja di Kecamatan Porsea
yang telah divalidasi.

Etika Penelitian
Penelitian ini dijalankan dengan mematuhi etika yang berlaku:
a. Pengambilan data dilakukan dengan permohonan izin terlebih dahulu kepada pihak UPTD Puskesmas
Kecamatan Pontianak Timur.
b. Subjek yang dijadikan subjek penelitian diberikan informed consent.
c. Data yang diperoleh hanya digunakan untuk kepentingan penelitian dan dijaga kerahasiaannya.
Alur Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian yang dilakukan di UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Timur tanggal 8-27 April 2019 dengan
responden sebanyak 68 orang terdiri dari 30 responden ibu hamil dan 38 responden ibu menyusui. Adapun
Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui tentang ASI ekslusif
dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian kemudian diolah dan hasilnya disajikan dalam tabel distribusi,
frekuensi dan persentase sebagai berikut.
Karakteristik Responden Ibu Hamil
Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Pengetahuan Ibu Hamil Tetang ASI
Ekslusif

Penelitian Putri (2016) : pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja


Puskesmas Gentungan Kabupaten Gowa dalam kategori baik.
Frekuensi dan Persentase
Tingkat Pengetahuan Ibu
Hamil Tentang Materi ASI
Eksklusif
Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Pengetahuan Ibu Hamil Tetang ASI
Ekslusif Berdasarkan Umur.

Mirawati (2015), umur merupakan tolak ukur seseorang dalam menjalani hidup. Seseorang
yang berada pada usia reproduksi sehat yaitu umur 20-35 tahun akan mempunyai kemantapan
dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

Rauf (2013) menyatakan bahwa usia ibu hamil >26 tahun memiliki pengetahuan lebih baik tetang ASI
Eksklusif dari pada ibu hamil pada usia ≤25 tahun.
Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Pengetahuan Ibu Hamil Tetang ASI
Ekslusif Berdasarkan Pendidikan.

Rauf (2013) menyebutkan bahwa ibu dengan tingkat pendidikan lebih tinggi mempunya pengetahuan
tentang ASI Eksklusif lebih baik dari pada ibu yang memiliki tingkat pendidikan dasar.
Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Pengetahuan Ibu Hamil Tetang ASI
Ekslusif Berdasarkan Pekerjaan.

Rauf (2013): ibu hamil yang berkerja memiliki pengetahuan lebih baik tentang ASI Eksklusif dari
pada ibu hamil yang tidak berkerja.
Karakteristik Responden Ibu Menyusui
Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Pengetahuan Ibu Menyusui Tetang ASI
Ekslusif

Murti (2016) yang berjudul “Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Asi Eksklusif” di wilayah kerja
Puskesmas Ngrampal Sragen yang menyatakan bahwa tingkat pengetahuan ibu menyusui dalam
kategori baik.
Frekuensi dan Persentase
Tingkat Pengetahuan Ibu
Menyusui Tentang Materi ASI
Eksklusif
Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Pengetahuan Ibu Menyusui Tetang
ASI Ekslusif Berdasarkan Umur

Sariyani (2016) : pada usia ibu menyusui 26-35 tahun memiliki


pengetahuan tentang ASI Eksklusif dalam kategori baik.
Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Pengetahuan Ibu Menyusui Tetang ASI
Ekslusif Berdasarkan Pendidikan.

Murti (2016) menyatakan bahwa ibu menyusui dengan tingkat pendidikan


menengah keatas memiliki pengetahuan tentang ASI Eksklusif lebih baik dari pada
ibu menyusui dengan tingkat pendidikan dasar
Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Pengetahuan Ibu Menyusui Tetang ASI
Ekslusif Berdasarkan Pekerjaan.

Murti (2016) menyatakan bahwa ibu menyusui yang berkerja memiliki


tingkat pengetahuan lebih baik tentang ASI Eksklusif dari pada ibu
menyusui yang tidak berkerja.
Karakteristik Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Tetang ASI Ekslusif

Kementerian Kesehatan Direktur


Jenderal Bina Kesehatan
Masyarakat tahun 2010
mengeluarkan Pedoman Pelayanan
Antenatal Terpadu

40
Peraturan Menteri Kesehatan
35
Republik Indonesia Nomor 4 Tahun
30 2019 Tentang Standar Teknis Pemenuhan
25 Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar
20 Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
15

10

0
Baik Cukup Kurang

Ibu Hamil Ibu Menyusui


PENUTUP
Kesimpulan
Gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui tentang ASI Ekslusif di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Pontianak Timur dalam kategori baik. Kelompok ibu menyusui memiliki persetase jumlah
pengetahuannya baik lebih tinggi dengan 92.1% berbanding 76.67% pada ibu hamil.

Pengetahuan ibu hamil mengenai tentang materi ASI Eksklusif dalam kategori baik. Begitu pula
pengetahuan ibu menyusui mengenai tentang materi ASI Eksklusif dalam kategori baik. Materi dengan
persentase jawaban benar terendah adalah materi tentang cara penyimpanan ASI pada ibu hamil dan
materi tentang cara pemberian ASI pada ibu menyusui.
Pengetahuan ibu hamil tentang ASI Eksklusif berdasarkan umur dalam kategori baik paling banyak
dalam kelompok umur 25-30 tahun. Pengetahuan ibu hamil tentang ASI Eksklusif berdasarkan
pendidikan dalam kategori baik paling banyak dalam kelompok pendidikan menengah. Pengetahuan
ibu hamil tentang ASI Eksklusif berdasarkan pekerjaan dalam kategori baik paling banyak dalam
kelompok ibu hamil yang bekerja.

Pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif berdasarkan umur dalam kategori baik paling
banyak dalam kelompok umur 25-30 tahun dan ≥31 tahun. Pengetahuan ibu menyusui tentang ASI
Eksklusif berdasarkan pendidikan dalam kategori baik paling banyak dalam kelompok pendidikan
tinggi. Pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eksklusif berdasarkan pekerjaan dalam kategori baik
paling banyak dalam kelompok ibu menyusui yang bekerja.
Saran

Bagi Ibu Hamil dan Menyusui


Ikut serta dalam mengikuti kegitan penyuluhan tentang cara pemberian ASI dan penyimpanan ASI
yang diselenggaran oleh petugas UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Timur.
Bagi UPTD Puskesmas Pontianak Timur
Memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu menyusui tentang cara pemberian ASI dan Cara
penyimpanan ASI
Bagi Peneliti Lain
Penelitian ini dilakukan secara deskriptif, dan subjek penelitian adalah ibu hamil dan ibu menyusi,
selanjutnya perlu dikembangkan dengan mengganti variabel penelitian ataupun mengganti metode
penelitian
Terima kasih