Anda di halaman 1dari 12

SISTEM AKUNTANSI

PERBANKAN
DISUSUN OLEH :

1. SALSABILA TIFANI (C1C018108)


2.YELI PUTRI YANI (C1CO18142)
3.PUTRI LESTARI (C1C018166)
4.KARINA RAHMANALIA (C1C018168)

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN AJARAN 2019 / SEMESTER 3
SISTEM AKUNTANSI PERBANKAN

Informasi keuangan suatu bank diperlukan berbagai pihak. Untuk memenuhi


kebutuhan informasi pihak eksternal maupun internal maka disusun sistem
akuntansi perbankan.

Sebuah system akuntansi perbankan dibangun untuk mencapai sasaran


tertentu, yaitu :

A. Sebagai sistem informasi B. Sebagai sistem


manajemen penentuan biaya

C.Sebagai Sistem D.Sebagai sistem laporan


pengawasan kepada penguasa moneter
A. Sebagai sistem informasi manajemen

Bahwa sistem akuntansi perbankan dapat dipakai sebagai sistem informasi manajemen seperti
tercermin dalam fungsi suatu sistem akuntansi perbankan sebagai berikut :
A. Mencatat setiap jenis transaksi yang terjadi langsung dari dokumen secara teliti pada
saat itu juga.
B.Transaksi diklasifikasikan ke dalam rekening yang sejenis sehingga diperoleh
informasi untuk masing-masing kegiatan.
C.Penggunaan nomor rekening untuk setiap transaksi akan menghindari pengolahan
secara ganda.
D.Transaksi yang sudah diposting tidak akan dapat masuk ke rekening yang lain karena
adanya cek digit secara otomatis
E.Fungsi bagian akuntansi di bank adalah pengolahan data yang menunjang kebutuhan
bagian operasional tentang informasi keuangan baik yang menyangkut kegiatan sendiri
maupun secara keseluruhan.
F.Semua kegiatan transaksi diproses menjadi akuntansi yang dapat disajikan per kelompok
rekening, per sub buku besar, secara per buku besar.
G.Adanya sistem stelsel dalam akuntansi akan memudahkan pengarsipan transaksi
keuangan menurut masing-masing rekening yang bersangkutan.
H. Neraca, laporan laba-rugi dan laporan komitmen & kontinjensi merupakan laporan
yang menyangkut segala kegiatan yang dilakukan bank selama periode tertentu.
B. Sebagai sistem penentuan biaya

Produk yang dihasilkan bank adalah dalam bentuk


abstrak, harga terbentuk dipasar (suku bunga)
sehingga menyulitkan untuk menghitung biaya per
unit. Sistem akuntansi perbankan akan memberikan
manfaat dalam penentuan biaya terutama dalam
pengalokasian biaya antar departemen/divisi, dapat
digunakan untuk mengukur pendapatan yang
diperoleh dan dapat untuk menghitung laba-rugi
suatu bank.
C.Sebagai Sistem pengawasan

Sistem akuntansi yang baik akan menciptakan


pengawasan yang baik. Dalam arti sempit dapat berupa
pemeliharaan ketelitian dan kebenaran administrasi
keuangan, misalnya, apakah pembukuan telah
menggunakan dokumen yang benar, apakah transaksi
yang dilakukan telah dibukukan pada saat itu juga dan
sebagainya. Dalam arti luas maka sebuah sistem
akuntansi perbankan dapat digunakan untuk
kepentingan evaluasi terhadap kinerja bank secara
keseluruhan, misalnya, berupa evaluasi likuiditas,
solvabilitas, profitabilitas, tingkat resiko, dan
sebagainya.
D.Sebagai sistem laporan kepada penguasa moneter

Aktivitas bank harus selalu dalam kendali penguasa moneter. Untuk dapat
mengendalikan bank tersebut penguasa moneter harus dilapori atas kegiatan bank
yang bersangkutan.

Beberapa laporan yang harus disampaikan kepada penguasa moneter misalnya :


•Laporan likuiditas setiap minggu (giro wajib minimum) bagi masing-masing
cabang di wilayah kerja penguasa moneter.
•Laporan bulanan terhadap penguasa moneter sebagai laporan sandi. Laporan ini
memuat neraca dan laba rugi secara terinci menurut sandi/nomor rekening yang
telah distandarisasi.
•Laporan enam bulanan berupa laporan keuangan kepada penguasa moneter/
laporan keuangan publikasi.
•Laporan-laporan yang bersifat khusus bagi bank sentral.
Untuk dapat memenuhi sasaran tersebut maka system
akuntansi perbankan dibangun dengan memperhatikan
aspek-aspek berikut :

1. Akrual basis dalam 2.Cash basis dalam


pencatatan biaya pencatatan pendapatan

3.Aspek dasar rancang


bangun system akuntansi
perbankan 4. Perlunya penyusunan
rekening stelsel bank
1. Akrual basis dalam
pencatatan biaya

Ini adalah yang menjadi cirri khas bank,


sebagai lembaga yang bergerak dalam
bidang jasa dan penuh resiko maka bank
akan mencatat setiap biaya yang
dikeluarkan dengan pendekatan akrual.
Pendekatan akrual ini kiranya tidak lepas
dari karakteristik biaya bank yang sebagian
besar proporsional dengan berlangsungnya
waktu.
2.Cash basis dalam
pencatatan pendapatan

Pendapatan bank sebagian besar diperoleh dari


penghasilan bunga. Besarnya pendapatan bunga ini
sangat dipengaruhi oleh besarnya suku bunga, jangka
waktu, besarnya penempatan, dan tingkat
kolektibilitasnya. Rendahnya tingkat kolektibilitas
adalah sangat dekat dengan resiko. Tingkat
kolektibilitas yang rendah dapat dibuktikan melalui
tingkat interst margin yang rendah dan adanya
cadangan aktiva produktif yang relatif tinggi. Untuk
itu dalam mengakui dan mencatat pendapatan
digunakan pendekatan atas dasar kas (cash basis).
3.Aspek dasar rancang
bangun system akuntansi
perbankan

Akuntansi perbankan dikembangkan dari


akuntansi tradisional sehingga dalam membangun
sistem akuntansi perbankan pun berpijak pada
tujuan akuntansi, konsep dasar pelaporan yang
terintegrasi dalam mutu laporan keuangan serta
adanya perincian aktiva, hutang, modal,
perdapatan dan biaya serta rekening komitmen
dan konjitensi bank.
4. Perlunya penyusunan
rekening stelsel bank

Dalam menyusun rekening bank, paling tidak harus memperhatikanaspek


aktiva,hutang, modal, pendapatan dan beban. Aspek tersebut memiliki sifat-sifat yang
berbeda, untuk itu dalam menyusun rekening hendaknya berpedoman pada :
• Rekening aktiva disusun atas dasar tingkat likuiditasnya.
• Kelompok rekening hutang disusun bedasarkan urutan pemakaiannya/jatuh
temponya.
• Kelompok modak disusun berdasarkan urutan tingkat kekekalannya.
• Pendapatan dan biaya disusun berurutan atas dasar rangking paling besar atau
dari prioritas utama bank.
• Penyajian komitmen dan kontinjensi disusun berdasarkan urutan tingkat
kemungkinan pengaruhnya terhadap perubahan posisi keuangan dan hasil usaha bank.
Selanjutnya penomoran rekening cabang, general ledger dan sub general ledger
pada umumnya telah distandarisasi oleh setiap bank.
Penomoran rekening stelsel bank dimulai dari nomor cabang, general ledger dan
sub general ledger, sub-sub general ledger dan nomor nasabah.
TERIMA KASIH

ANY QUESTION ?