Anda di halaman 1dari 36

Seminar Diseminasi Akhir

Di Ruang ICU RSD Idaman Banjarbaru

KELOMPOK A2

Program Profesi Ners Ilmu


Keperawatan
Fakultas Kedokteran
Universitas Lambung
Mangkurat
Oktober 2019
M1-Man
Input Proses Output
- Tidak terdapat strutur baru Mahasiswa - Struktur organisasi
- Beberapa perawat belum berkoordinasi dengan sudah dibentuk
mendapatkan pelatihan kepala ruangan - Kepala ruangan
penyusunan struktur, sudah mengusulakn
- Tidak ada rekaputulasi data pelatihan perawat,
diagnosis keperawatan penambahan staff dan
melakukan pelatihan
terbanyak rekaputulasi, serta
- Perhitungan jumlah perawat pengusulan - Telah dilakukan
penambahan perawat diskusi melakukan
rekapitulasi diagnosisis
HAMBATAN

Maih belum adanya format mengenai RENCANA TINDAK LANJUT


perekapan diagnosis terbanyak - Agar parawat meningkatkan kapasitas
dan tanggung jawab
DUKUNGAN -Membuat format rekapitulasi data
- Membuat program internal
Kepala ruangan mendukung mahasiswa agar
memperbaiki kekurangan di ruangan
Pembagian Kuesioner Kepuasan Pasien
Sebelum Sesudah
M2-Material
Input - Terdapat bekas tempat makan Proses Berkoordinasi dengan kepala Output - Bekas tempat makan pasien
pasien di depan ruangan pasien ruangan ICU untuk sudah ditempatkan yang
- Keluarga pasien tidak mematuhi mendiskusikan terkait disediakan
jam kunjung pasien karena tidak
ada tata tertib ruang ICU yang penyediaan kantong plastik - Keluarga pasien sudah
diletakan di depan pintu masuk warna sampah infeksius dan mematuhi jam kunjung pasien
keluarga pasien non infeksius, pembuatan karena ada tata tertib ruang ICU
yang diletakan di depan pintu
- Plastik sampah medis dan non lembar bolak-balik masuk keluarga pasien
medis warnanya tidak dibedakan (flipchart), pembuatan poster
- Sebagian nomor loker obat - Plastik sampah medis dan non
tata tertib ruang ICU, medis warnanya sudah dibedakan
pasien ada yang tidak ada
pembuatan nomor loker obat
- Terdapat plafon di area nurse - Nomor loker obat pasien ada
pasien dan perbaikan plafon semua
station yang berlubang
di ruang ICU.
HAMBATAN
Untuk waktu adanya sarana dan prasana
yang didiskusikan dan diajukan belum dapat RENCANA TINDAK LANJUT
ditentukan oleh bagian sarana prasarana
Kepala ruangan selalu memfollow up ke bagian
alur permintaan BAKHP, permintaan alat
DUKUNGAN
kesehatan, dan logistik untuk tindak lanjut yang
- Kepala ruangan selalu memfollow up terkait usulan yang
masih dalam proses pengadaan.
telah di ajukan
- Kepala ruangan dan supervisor memberikan dukungan
kepada mahasiswa
M3-Methods
PENERAPAN MAKP

Input Proses Output


- Ruangan belum Roleplay kegiatan MAKP
memahami konsep Mahasiswa melakukan
dilakukan selama 3 role play dengan metode
metode MAKP minggu, meliputi : MAKP dan adanya
- Belum dilakukan timbang terima, peningkatan pemahaman
pelatihan manajerial penerimaan pasien baru, perawat di ruang ICU
MAKP discharge planning, tentang metode PPJA
dokumentasi askep,
- Belum menggunakan
supervisi, ronde
metode PPJA
keperawatan dan DRK

HAMBATAN
-perawat ruangan ICU banyak yang masih kurang
memahami tentang penerapan metode MAKP
RENCANA TINDAK LANJUT
- Perawat perlu penyesuaian untuk menerapkan metode
MAKP
Mengusulkan kepada kepala ruangan ICU
untuk penerapan MAKP dengan metode
DUKUNGAN
PPJA
Kepala ruangan, PPJA, dan perawat pelaksana
sangat kooperatif dan mendukung
PENERAPAN MAKP

Struktur Organisasi saat Jadwal Dinas saat


Roleplay Roleplay
PENERIMAAN PASIEN BARU

K
Input Proses - Penerimaan pasien baru Output
dilakukan di nurse station
Pada pasien baru dengan menggail
perawat jarang keluarga pasien
memperkenalkan nama - Penerimaan pasien baru
perawat serta dan juga dilakukan pada semua
saat validasi timbang pasien baru
terima
- Penerimaan pasien baru
sudah dilakukan sesaui
HAMBATAN alur

Keluarga pasien
terkadang kurang RENCANA TINDAK LANJUT
menaati peraturan
DUKUNGAN dengan pengunjung Mengusulkan kepada kepala rungan untuk
Kepala ruangan, PPJA, dan yang dibatasi selalu melakukan penerimaan pasien baru
perawat pelaksana sangat sesuai SPO
kooperatif dan mendukung
terhadap pelaksanaan penerimaan
pasien baru sesuai SPO
Penerimaan Pasien Baru

3
SUPERVISI KEPERAWATAN

K
Input Proses Output
Kegiatan supervisi
- Belum memiliki SPO dilakukan oleh PPJA
(mahasiswa) dan
- Sudah pernah supervisi oleh supervisor
dilakukannamun belum (mahasiswa) dan
terstruktur, terjadwal, disaksikan supervisor
penilaian dan evaluasi perawat ruang ICU dan
dilakukan penilaian serta
penyampaian hasil
HAMBATAN
RENCANA TINDAK
- Kegiatan Supervisi LANJUT
yang belum optimal
- Jadwal Supervisi yang Mengusulkan kepala
belum terjadwal ruangan untuk melakukan
DUKUNGAN supervise keperawatan
Kepala ruangan dan supervisor sesuai SPO dan melakukan
sangat mendukung kegiatan feed back dan follow up dari
roleplay supervisi keperwatan hasil
Pelaksanaan supervisi pemasangan infus pump B-Braun
DISCHARGE PLANNING
K

Input Proses Output

Discharge planning
Kegiatan ini jarang dilakukan pada semua
dilakukan pasien dari awal masuk,
pemberian leaflet sampai
pembayaran administrasi

HAMBATAN

Media yang tersedia belum sesuai RENCANA TINDAK LANJUT


dengan kriteria pasien
Mengusulkan kepada kepala ruangan
untuk melakukan discharge planning
DUKUNGAN sesuai kriteria pasien dan memperbanyak
Kepala ruangan dan supervisor leaflet
sangat mendukung kegiatan
discharge planning
Pelaksanaan discharge planning kepada keluarga pasien tentang pemberian
nutrisi melalui NGT sebelum pasien pindah ruangan
RONDE KEPERAWATAN

Input Proses Output


- Konselor aktif dalam
- SPO ronde memberikan informasi
keperawatan belum ada - Dianjurkan untuk
Melakukan roleplay ronde
- Ronde keperawatan pasien melakukan
keperawatan di ruang
belum pernah fisioterapi untuk cepat
ICU
dilakukan penyembuhan

HAMBATAN
RENCANA TINDAK LANJUT
Belum adanya SPO ronde
keperawatan dan alur ronde Mengusulkan kepada kepala ruangan
keperawatan untuk melakukan ronde keparwatan 3
DUKUNGAN bulan sekali dan sebelumnya
Kepala ruangan dan berkoordinasi dengan kepala bidang
supervisor sangat keperawatan
mendukung kegiatan ronde
keperawatan
Pelaksanaan ronde keperawatan
DRK (Diskusi Refleksi Kasus)
Input Proses Output
- Kegiatan sesuai yang
- Belum memiliki SPO DRK dilakukan sebanyak telah direncanakan
- DRK belum terjadwal 1x CI, kepala ruangan, - Perbaikan pemberian
tetap supervisor dan perawat asuhan keperawatan
ruang ICU

HAMBATAN

Hanya beberapa perawat


yang mau mengikuti RENCANA TINDAK LANJUT
DRK
DUKUNGAN Mengusulkan untuk melakukan DRK
secara terstruktur
Kepala ruangan dan supervisor
sangat mendukung kegiatan
DRK
Pelaksanaan DRK
Timbang Terima K

Input Output
Proses - Timbang terima dihadari
kepala ruangan, supervisor,
Masih belum PPJA
konsistennya kegiatan
timbang terima dan -Isi timbang terima : jumlah
masih kurangnya pasien, tingkat ketergantungan,
terpantau dari shift keluhan pasien dan intervensi
siang ke shift malam -validasi ke ruang pasien tidak
lebih 5 menit
- Disimpulkan kepala ruangan

HAMBATAN
- Hambatan terjadi saat dilakukan timbang terima ada
pasien yang mengalami kegawat daruratn
- Dan juga saat dokter visite sehingga pasien terbagi RENCANA TINDAK LANJUT
untuk mendengarkan intruksi dokter
Mengusulkan kepala ruangan untuk
melakukan timbang terima sesuai SPO
DUKUNGAN
Kepala ruangan, supervisor dan perawat
sangat mendukung kegiatan timbang terima
sesuai SPO
Pelaksanaan Timbang Terima
DOKUMENTASI KEPERAWATAN K
Input Proses Output

Dokumentasi dilakukan
Kurang tercatatnya pengkajian, diagnosa
pendokumentasian keperawatan,
secara lengkap perencanaan,
implementasi, evaluasi,
catatan keperawatan

HAMBATAN

SAK yang ada di ruangan terbatas


dan pada shift siang dan shift malam
tidak memuat kolom intruski dari RENCANA TINDAK LANJUT
PPJA - Mengusulkan kepada kepala ruangan untuk
menyampaikan PPJA untuk pendokumentasian
yang lebih lengkap lagi dan melengkapi SAK
DUKUNGAN yang belum tersedia
Kepala ruangan, supervisor dan PPJA mendukung - Mahasiswa mengusulkan pada kepala ruangan
dengan menyatakan ingin belajar lebih mengenai untuk penambahan format skala braden yang
pendokumentasian dikoordinasikan KASI ASKEP
CPPT perawat ruang ICU CPPT perawat ruang ICU CPPT Mahasiswa Ners
sebelum Roleplay sesudah Roleplay ULM saat Roleplay
M4 & M5-Money
& Marketing
-

Input - Pasien Safety : Proses Output


identifikasi pasien dan - Perawat dan mahasiswa
pecegahaan infeksi selalu menerapkan 5 moment
belum maksimal kebersihan tangan dengan 6
- Mutu Pelayanan : langkah dan melakukan
tidak semua perawat identifikasi pasien
ruang ICU - Kepala ruangan telah
mendapatkan mengusul beberapa staff
pelatihan K untuk pelatihan kompetensi

HAMBATAN

Tidak ditemukan
hambatan dalam
pelaksanaan RENCANA TINDAK
LANJUT
DUKUNGAN
Kepala ruangan dan
supervisor agar selalu
Kepala ruangan memberi
mengingatkan pada staff saat
kesempatan dan waktu
timbang terima K
K K
Input Proses Output
- Kepala
ruangan/mahasiswa
-Rekapitulasi data merekap data pasien
sensus ruang ICU masuk dan pasien keluar
belum optimal - Kepala
ruangan/mahasiswa
menghitung jumlah hari
rawat dan lama rawat

HAMBATAN

Tidak ditemukan hambatan RENCANA TINDAK LANJUT


dalam pelaksanaan
Kepala ruangan dapat memberikan
DUKUNGAN wewenang/pelimpahan tugas
kepada staff administrasi
Kepala ruangan memberi
kepercayaan kepada mahasiswa
M6-Machine
SPO K
Kebersihan 90%
Input
tangan dengan Proses Output
Handrub

Prosedur SPO yang dilakukan


100% Penilain terhadap
penilaian ruangan yaitu, pelaksanaan tindakan
Pemasangan
: mandiri keperawatan
Kateter wanita sudah sesuai SPO

Perekam EKG 100%

HAMBATAN
RENCANA
Tidak ditemukan hambatan selama TINDAK LANJUT
penilaian observasi
Supervisor dapat
DUKUNGAN melakukan supervise
atau penilaian secara K
Kepala ruangan dan supervisor berkala
memberikan dukungan
FORM ASUHAN KEPERAWATAN
Input Proses Output
Mahasiswa
mengidentifikasi dan
melakukan pembuatan Draft form perencanaan
form asuhan asuhan keperawatan
keperawatan sesuai
masalh keperawatan

K
HAMBATAN
RENCANA TINDAK LANJUT
Tidak ditemukan hambatan
saat pelaksanaan Mahasiswa mengusulkan Draft form
perencanaan asuhan keperawatan kepada
DUKUNGAN kepala ruangan ICU

Kepala ruangan memfasilitasi


dan memberi dukungan
PAK
Input Proses Output

Mahasiswa melakukan
sosialisasi PAK saat
timbang terima pagi

HAMBATAN
K K
Dari sepuluh Diagnosis Medis RENCANA TINDAK LANJUT
terbanyak di ruang ICU hanya Kepala Ruangan dan Supervisor agar bisa
terdapat enam PAK mensosialisasikan untuk mengaplikasikan dalam
DUKUNGAN pelaksanaan PAK
Kepala Ruangan memberikan
dukungan kepada mahasiswa
untuk mensosialisasikan PAK
JURNAL READING

Nama Penulis Judul Jurnal Hasil

Antonny Halim Gunawan Analisis kebutuhan tenaga perawat unit Hasil penelitian ini menunjukkan waktu
pelayanan intensif berdasarkan beban kerja produktif sebesar 81,56% beban kerja 6,88
dan kompetensi di unit pelayanan intensif jam/shift, belum memenuhi standar dan
rumah sakit Dr. Oen Solo Baru tahun 2015 kompetensi yang ada, dan dibutuhkan 51
perawat.

Ni Luh Ade Kusuma Ernawati, Nursalam, Kebutuhan riil tenaga perawat dengan Beban kerja objektif tenaga perawat
Lilik Djuari metode Workload Indicator Staff Need diruang medical bedah rumah sakit umum
(WISN) Negara bali termasuk tinggi yaitu rerata
82,61%. kebutuhan tenaga perawat
berdasarkan Workload Indicator Staff Need
(WISN) di medical bedah rumah sakit
umum negara bali adalah 54 orang, tenaga
yang ada sebanyak 24 orang sehingga
kekurangan 30 perawat
Judul Jurnal Hasil
Nama Penulis

I G A Gede Utara Hartawan, Yaslis Ilyas Analisis kebutuhan perawat berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan beban kerja
pengamatan terhadap penanganan pasien untuk pasien gawat darurat sebesar 63,4
dewasa dan anak-anak di Unit Gawat menit per hari (1,1 jam per hari), pasien
Darurat Rumah Sakit Bali Royal gawat tidak darurat 1.585,5 menit per hari
(26,4 jam per hari), dan pasien darurat tidak
gawat 2.187,7 menit per hari (36,5 jam per
hari) dan kebutuhan tenaga perawat di
UGD Rumah Sakit Bali Royal sebesar 17
orang. Diperlukan penambahan tenaga
perawat pelaksana sebanyak 3 orang

Purwaningsih, Khoridatul Bahiyah, Perbandingan Penghitungan Kebutuhan Hasil penghitungan kebutuhan tenaga
Margaretha Kewa Lamak Tenaga Keperawatan Berdasarkan Metode keperawatan di ruang IRNA Bedah A
Douglas dan Time And Motion Study berdasarkan metode Douglas menunjukkan
(Comparison Of Nursing Staff Calculation bahwa jumlah perawat yang dibutuhkan lebih
Based on The Time And Motion Study And
banyak dibandingkan dengan penghitungan
Douglas Method)
kebutuhan tenaga keperawatan berdasarkan
Time and Motion Study
Nama Penulis Judul Jurnal Hasil

Razvi Yudatama, Setya Haksama Beban Kerja Subjektif Perawat Intensive Care Menurut hasil penelitian didapatkan bahwa
Unit Subjective Workload Of Nursing Staff In beban kerja subjektif 71,43% responden
Intensive Care Unit penelitian, sehingga termasuk beban kerja
tinggi.
TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA