Anda di halaman 1dari 58

SURVEILANS EPIDEMIOLOGI RUMAH SAKIT

Dr. Bambang Setiaji, M.kes


Kepala Bidang Pengkajian Epidemiologi
RSPI Sulianti Saroro
SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
PENYAKIT INFEKSI & PENYAKIT MENULAR

BIDANG PENGKAJIAN EPIDEMIOLOGI


RUMAH SAKIT PENYAKIT INFEKSI SULIANTI SAROSO (RSPI-SS)
TUGAS BIDANG PENGKAJIAN EPIDEMIOLOGI
• Melaksanakan advokasi dan fasilitasi
kesiapsiagaan dan penanggulangan KLB
penyakit infeksi dan penyakit menular, kajian,
diseminasi informasi, kemitraan dan jejaring
kerja
• Melaksanakan surveilans epidemiologi
penyakit infeksi dan penyakit menular
PENGERTIAN
• Surveilans:
Pengumpulan, analisis dan interpretasi data terkait kesehatan yang
berkelanjutan, sistematis yang diperlukan untuk perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi praktik kesehatan masyarakat. (WHO, 2017)

• Surveilans Epidemiologi:
Kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau
masalah-masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya
peningkatan dan penularan penyakit atau masalah-masalah kesehatan
tersebut, agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan
efisien melalui proses pengumpulan data, pengolahan dan penyebaran
informasi epidemiologi kepada penyelengggara program kesehatan (PMK,
45/2014)
ALUR SURVEILANS EPIDEMIOLOGI DI RSPI SS
(KONDISI IDEAL)
MEKANISME SURVEILANS EPIDEMIOLOGI

Menyusun
Pengumpulan Penyebarluasan
Identifikasi data Analisis dan rekomendasi
dan Pengolahan data dan
yang diperlukan Interpretasi Data dan alternatif
Data informasi
tindakan
KEGIATAN SURVEILANS

Pengumpulan Data Cleaning Data Verifikasi data Analisis Data Diseminasi


Informasi
•Koleksi data
bersumber dari •Sortir data •Verifikasi ke •Analisis •Laporan
rekap bulanan SIM •Konfirmasi unit terkait berdasarkan surveilans
RS orang, internal
data
tempat dan •Laporan
waktu surveilans
eksternal
Pengumpulan Data
Surveilans RAWAT INAP

UMUM (RM)

SIM RS BIDANG
TPP IGD/POLI PENUNJANG EPID

JAMINAN (JPK)

RAWAT
JALAN
SKEMA PELAPORAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
RSPI PROF. DR. SULIANTI SAROSO

Koleksi
data Lap.
Survei-
(rekam lans:
medik): Pemba-
Verifikasi hasan - STP - Dinas
data oleh Analisis oleh - PWS Direktur Direktur Kes.
- IGD verifikator Data Tim Teknis Utama - SuDin.
- Lap.
-IRJA (SK) Survei- Kes.
Pokja
- IRNA lans
- Lap.
- Lab Surveilan
Bidang
PERMASALAHAN DATA SURVEILANS

Kedisiplinan
pengisian/ input Manual,
dukungan IT Rendahnya
Data tidak data pemahaman
satu pintu, kurang, data
belum integrasi tentang pentingnya
validasi sulit surveilans
Validasi Data
 Data Surveilans Epidemiologi dianggap valid jika data yang
dikumpulkan: sesuai, benar dan bermanfaat  Perlu proses
validasi

Kapan?
• Sumber data berubah (mis perubahan sistem pencatatan
pasien dari manual ke elektronik)
• Akan dipublikasi
• Ada perubahan pengukuran
• Ada perubahan data pengukuran tanpa diketahui
sebabnya
• Ada perubahan subyek data
Cara Validasi
a. Mengumpulkan data kembali oleh orang kedua
b. Menggunakan sampel secara statistik
c. Membandingkan antara data awal dengan data yang
dikumpulkan kembali
d. Disebut baik bila akurasi levelnya minimal 90%
e. Apabila perbandingan datanya tidak sama, penyebabnya
harus dicatat dan tindakan korektif harus dilaksanakan
f. Mengumpulkan sample baru setelah semua tindakan koreksi
dilakukan
SK TIM SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
SK TIM SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
SK JEJARING SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
SK e-SURETRIPSS
INOVASI BIDANG
PENGKAJIAN
EPIDEMIOLOGI
E-SURETRIPSS
SURVEILANS EPIDEMIOLOGI TERINTEGRASI PELAYANAN DI RSPI SS
(GHPR, MERS-COV, DAN DIFTERI)
e-SURETRIPSS
• e-SURETRIPSS merupakan kepanjangan dari Elektronik Surveilans Epidemiologi
Terintegrasi Pelayanan di RSPI Sulianti Saroso
• Aplikasi e-SURETRIPSS dikembangkan dalam rangka mengumpulkan data
surveilans penyakit secara terintegrasi dalam SIM-RS
• SIM-RS yang mumpuni sudah menjadi kebutuhan dasar setiap rumah sakit.
• Saat ini, sudah terdapat 3 data surveilans penyakit di aplikasi e-SURETRIPSS
yaitu GHPR, Difteri dan Mers CoV. Dimana, data-data penyakit tersebut akan
terintegrasi masuk ke e-SURETRIPSS dari penginputan data di unit terkait.
Tujuan
1. Menyusun panduan pelaksanaan surveilans epidemiologi terintegrasi
antara bidang pengkajian epidemiologi dengan unit layanan di RSPI
Sulianti Saroso (e-SURETRIPSS = Surveilans Epidemiologi Terintegrasi
Pelayanan di RSPI SS) melalui aplikasi elektronik SIM-RS.
2. Menyusun panduan pelaksanaan surveilans epidemiologi terintegrasi
sebagai dsar penyusunan sistem teknologi informasi berupa modul
dan aplikasi (e-SURETRIPSS).
Manfaat
1. Tersedianya sistem pelaksanaan surveilans epidemiologi terintegrasi antara
bidang pengkajian epidemiologi dengan unit pelayanan secara terstruktur dan
efisien (Pedoman e-SURETRIPSS)
2. Terlaksananya peningkatan kuantitas dan kualitas data surveilans epidemiologi
yang dapat digunakan untuk memperbaiki layanan kesehatan penyakit infeksi,
baik pada pasien RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, maupun masyarakat secara
umum.
3. Tersedianya data 1 pintu yang terstandar dan sudah tervalidasi sehingga dapat
dimanfaatkan sebagai data kajian /penelitian internal maupun eksternal.
Sasaran
Bidang Pengkajian Epidemiologi dan unit pelayanan terkait dalam
pelaporan penyakit potensial KLB.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup pedoman e-SURETRIPSS meliputi: Perencanaan,
Persiapan, Pelaksanaan, Pelaporan, Diseminasi Hasil, Monitoring
dan Evaluasi Utilisasi (termasuk dukungan stakeholder dan
pengendalian mutu).
PEDOMAN
Aplikasi e-SURETRIPSS MODUL &
MANUAL
e-
SIRATERAPISS

UNIT LAYANAN TIM SE

Input Data IRM Dashboard Bidang


(Pasien Masuk) P. Epidemiologi

Input Data IGD Pengolahan Data

Input Data IRNA- Analisis Data


R. ISOLASI
Verifikasi Draft
Input Data Laporan Surveilans
Penunjang

Laporan Surveilans
Input Data IRM
(Pasien Pulang)
DATA
JEJARIN
Base Data SIM BASE
RSPI SS
G SE
RISET
JENG MILAN’S SULIANTI
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL/ WHATSAPP GROUP (WAG)

JENG MILAN’S merupakan media komunikasi jejaring surveilans


epidemiologi eksternal yang dibentuk RSPI Sulianti Saroso menggunakan
WAG yang bertujuan untuk mempercepat pencapaian Sistem
Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) 1 x 24 jam penyakit potensial wabah
pada stake holder kesehatan sejabodetabek.

Selain itu juga untuk 1) Efisiensi rujukan pasien dari potensi KLB, 2)
Efisiensi penyampaian informasi penyakit potensial KLB pada stakeholder
kesehatan.
Link Profil Jeng Milan’s Sulianti Saroso :
https://www.youtube.com/watch?v=s3pxsjD3I7U
TABLE TOP EXERCISE (TTX)
JENG MILAN’S SULIANTI
e- SURETRIPSS
SURVEILANS:
PENATALAKSANAAN KASUS
DAN IMUNISASI (PTKI)
DIFTERI AFP/ POLIO
CAMPAK PERTUSIS
TETANUS MENINGITIS
31
SURVEILANS DIFTERI
Tren Kasus Difteri
Rawat Inap, RSPI Sulianti Saroso
Tahun 2015-2018
250
211

200
Jumlah Kasus Difteri
Rawat Inap, RSPI Sulianti Saroso
150 Berdasarkan Kelompok Umur
Periode 2015-2018

100
298
60 300
46 260
39
50 28 250
17151415 1920
8 9 7 6 1114
0 1 2 5 2 0 1 0 0 3 1 1 4 3 2 1 2 2 2 1 2 5 5 6 4 3 1 3 3 3 4 187
200 174
0
Jan

Jun

Jan

Jun

Jan

Jun

Jan

Jun
Jul

Sept
Okt

Jul

Sept
Okt

Jul

Sept
Okt

Jul

Sept
Okt
Apr

Agt

Nov
Des

Apr

Agt

Nov
Des

Apr

Agt

Nov
Des

Apr

Agt

Nov
Des
Feb

Feb

Feb

Feb
Mar

Mei

Mar

Mei

Mar

Mei

Mar

Mei
150
2015 2016 2017 2018 111
86
-50 100

31 37
50 16 16
0 6
0
2015 2016 2017 2018

Anak (≤ 18 thn) Dewasa ( > 18 thn) Total


Jumlah Kasus Difteri
Rawat Inap, RSPI Sulianti Saroso
Berdasarkan Jenis Kelamin
Periode 2015-2018

350

300
298
250
260 Jumlah Kasus Difteri
200 Rawat Inap, RSPI Sulianti Saroso
Total

Berdasarkan Domisili Pasien


150 Tahun 2015-2018
138 150 148
100 122
37 210
Jakarta Utara
50 23 Jakarta Pusat 89
9 7 16 14
0 Jakarta Timur 116
2015 2016 2017 2018
Jakarta Barat 60
Laki-laki 9 23 138 150
Perempuan 7 14 122 148 Jakarta Selatan 84
Total 16 37 260 298 Kota Bekasi 51
Kab. Bekasi 73
Kota Bogor 12
Kab. Bogor 67
Kota Tangerang 23
Kab. Tangerang 27
Kota Tangerang Selatan 23
Depok 58
Luar Bodetabek 14

0 50 100 150 200 250


SURVEILANS CAMPAK
SURVEILANS TETANUS
SURVEILANS:
PENGENDALIAN PENYAKIT
BERSUMBER BINATANG (P2B2)
GHPR ANTHRAX
MALARIA FILARIASIS
DBD H5N1
LEPTOSPIROSIS MENINGOENCEPHALITIS
CHIKUNGUNYA HANTA, ZIKA, PB2 LAINNYA 38
SURVEILANS GHPR
SURVEILANS MALARIA
Tren Kasus Malaria di RSPI Sulianti Saroso Jumlah Kasus Malaria di RSPI Sulianti Saroro
Berdasarkan Domisili
Tahun 2016-2018 Tahun 2016-2018
10 2%(1)
9
8 Jakarta Utara
7
Axis Title

6 Jakarta Timur
5
4 32%(20) Jakarta Selatan
3 46%(29)
Jakarta Barat
2
1 3%(2) Jakarta Pusat
0
Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nov Des Luar DKI
2016 1 0 0 0 1 4 3 1 0 0 3 3 1%(1) Tidak Tahu
11%(7)
2017 3 2 0 0 3 0 2 1 1 3 3 0 5%(3)
2018 5 1 2 1 3 0 2 9 0 0 2 4

Jumlah Kasus Malaria di RSPI Sulianti Saroro Jumlah Kasus Malaria di RSPI Sulianti Saroro
Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan Usia
Tahun 2016-2018 Tahun 2016-2018
35 35
29 29
30 30
25
25 25
20 18 17 Laki-Laki 18 Anak (≤18 Th)
16 16 20
15 16 16
15 13 12 Perempuan 15 Dewasa (>18 Th)
10 Total 10 Total
3 2 4
5 5 1 2
0 0
2016 2017 2018 2016 2017 2018
SURVEILANS DBD
Tren Pasien DBD Rawat Inap Jumlah Pasien DBD Rawat Inap di RSPI Sulianti Saroso
di RSPI Sulianti Saroso Berdasarkan Umur
Tahun 2015-2018 Tahun 2015-2018
200 800 713
180
160 600
Jumlah Kasus

140 450
120 388 Anak (≤ 18 thn)
100 400 325 Dewasa (> 18 thn)
80 227
60 223 Total Kasus
200 131
40 66 76
20 65 26 50
0 0
Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nov Des 2015 2016 2017 2018
2015 32 63 74 82 70 34 26 12 15 14 13 15
2016 31 79 154 174 101 41 26 28 39 15 11 14
2017 22 7 20 10 12 11 10 10 1 13 11 4 Jumlah Pasien DBD Rawat Inap di RSPI Sulianti Saroso
2018 13 4 13 11 11 7 1 3 5 3 0 5
Berdasarkan Domisili
Tahun 2015-2018
Jumlah Pasien DBD Rawat Inap di RSPI Sulianti Saroso 4% (48)
Berdasarkan Jenis Kelamin 13% (171)
Tahun 2015-2018
Jakarta Utara
2% (22)
800 713 Jakarta Timur
Jakarta Barat
600
7% (106) Jakarta Pusat
450
Laki-Laki
1% (15) Jakarta Selatan
376
400 337
Perempuan 2% (27) 71% (981) Luar DKI Jakarta
245 Tidak Tahu
205
200 131 Total Kasus
76 55 45 76
31
0
2015 2016 2017 2018
SURVEILANS
PENGENDALIAN PENYAKIT
MENULAR LANGSUNG(P2ML)
MERS-CoV TYPHOID FRAMBUSIA
TB PARU PNEUMONIA SARS
HFMD DIARE SIFILIS
HEPATITIS KOLERA GONORRHOE
HIV/AIDS EBOLA PML lainnya
42
SURVEILANS MERS-CoV
Grafik 2. Distribusi MERS Under Inves gated Case
Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2014-2018
Laki-laki Perempuan

Grafik 3. Distribusi MERS Under Inves gated Case Berdasarkan


48% Kelompok Umur Tahun 2014-2018
< 45 Tahun ≥ 45 Tahun

52% 82%

18%
Grafik 4. Distribusi Kasus MERS Under Investigated Case RSPI SS Berdasarkan
Riwayat Perjalanan Tahun 2014-2018
18
18
16
13
14 12
12 10
10 8
7 7
8
5
6
4 2 2 2
1
2 0 0 0
0
2014 2015 2016 2017 2018
umroh ibadah haji lain-lain
SURVEILANS TB PARU
Tren Kasus TB Paru per Tahun Jumlah Kasus TB Paru Rawat Inap RSPI - SS
Rawat Inap RSPI - SS Tahun 2016-2018 Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2016-2018
300
244
250 212 250 208 197
200
200 141
154
150
150
Jumlah 100
36
100 15 13
50

50 0
Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
0
Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Anak (≤ 18 th) Dewasa (> 18 th)

Jumlah Kasus TB Paru Rawat Inap RSPI - SS Jumlah kasus TB Paru Rawat Inap RSPI - SS
Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2016-2018 Berdasarkan Wilayah Tempat Tinggal
Tahun 2016-2018

200 200
156
143 150

Jumlah
150 100
88 85 50
100 69 69 0
Jak- Jak- Jak- Jak- Jak- Kota Bekas Bogor Tang Kep. Luar
Ut Tim Sel Pus Bar Depo i erang Serib Jabod
50
k u etabe
k
0 Tahun 2016 193 9 3 17 6 1 6 1 2 0 6
Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
Tahun 2017 159 4 2 16 13 0 9 0 3 1 5
Laki-laki Perempuan Tahun 2018 93 5 8 16 9 5 3 0 8 1 6
SURVEILANS HFMD
SURVEILANS HEPATITIS
Tren Kasus Hepatitis per Tahun
Rawat Inap RSPI - SS Tahun 2016-2018
16 14
13
14
12
10 8
8
6
4
2
0
Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018

Jumlah
SURVEILANS TYPHOID SURVEILANS PNEUMONIA
Tren Kasus Typhoid per Tahun Tren Kasus Pneumonia per Tahun
Rawat Inap RSPI - SS Tahun 2016-2018 Rawat Inap RSPI - SS Tahun 2016-2018
160 160
140 140
140 140

120 120
99 99
100 100

80 80
Jumlah Jumlah
60 60
38 38
40 40

20 20

0 0
Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
SURVEILANS DIARE
Tren Kasus Diare per Tahun
Rawat Inap RSPI - SS Tahun 2016-2018
300 272

250
208
200

150 120 Jumlah

100

50

0
Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
SIMPULAN
• Data Surveilans Epidemiologi Rumah Sakit yang tervalidasi sangat
dibutuhkan oleh RS (data base RS)
• Kerjasama Tim di Rumah Sakit dalam mendukung data surveilans RS
yang tervalidasi
• Pentingnya tenaga surveilans di Rumah Sakit, dalam pengelolaan data
surveilans di RS
• Penguatan Surveilans Epidemiologi di Rumah Sakit Membutuhkan
Komitmen yang tinggi dari Pengambil Keputusan di RS
• VIDEO ESURETRIPSS
• VIDEO JENG MILANS SULIANTI
POSTER PUBLIKASI
SURVEILANS
EPIDEMIOLOGI
RSPI SULIANTI SAROSO
DIFTERI
JENIS DATA ASAL DATA

• Data Pasien, Keadaan Akhir, Status Kasus TPP (Rekam Medik)


• Pemeriksaan Data Vital, Riwayat Rawat Inap, Diagnosa Inst. Rawat Inap,
Masuk, Diagnosa Keluar, Diagnosa Utama, Diagnosa 1, Ins. Rawat Jalan
dan Diagnosa 2

• Jenis Spesimen, Hasil (Kultur Litbang dan Swab), Inst. Laboratorium


Kontak

• Riwayat Sakit, Riwayat Vaksin, Riwayat Kontak, Riwayat DPJP & Pengkajian
Pengobatan Epidemiologi
MERS-CoV
JENIS DATA ASAL DATA
1. Data Pasien, Keadaan Akhir, Status Kasus TPP (Rekam Medik)
2. Pemeriksaan Data Vital, Riwayat Rawat Inap, Diagnosa Masuk, Rawat Inap
Diagnosa Keluar, Diagnosa Utama, Diagnosa 1, dan Diagnosa 2

3. Dahak yang dihasilkan alami, Swab Nasofaring, Kombinasi usap Laboratorium


hidung/tenggorok, Serum untuk serologi atau deteksi virus

4. History Obat Farmasi


5. Riwayat Imunisasi, Riwayat Penyakit Sebelumnya, Riwayat DPJP & Pengkajian
Kontak Hewan, Riwayat Kontak Manusia, Riwayat Konsumsi Epidemiologi
Makanan Mentah, Riwayat Sakit, Penggunaan Alat Bantu Nafas,
dan Riwayat Perjalanan
GHPR
JENIS DATA ASAL DATA

1. Data Pasien, Keadaan Akhir, Status Kasus TPP (Rekam Medik)

2. Pemeriksaan Data Vital, Riwayat Rawat Inap, Diagnosa Masuk, Rawat Inap
Diagnosa Keluar, Diagnosa Utama, dan Diagnosa 1

4. Alamat digigit, Tanggal, digigit, Lokasi gigitan, Tanggal berobat, IGD


Jenis hewan, Pengobatan, Kondisi hewan

5. Laboratorium/ lyssa Laboratorium


6. Riwayat sakit, Riwayat pengobatan, Riwayat kontak, DPJP & Pengkajian
Pemeriksaan spesimen Epidemiologi
SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
PENYAKIT INFEKSI & PENYAKIT
MENULAR

BIDANG PENGKAJIAN
EPIDEMIOLOGI