Anda di halaman 1dari 47

ULTRA STRUKTUR

&
FUNGSI ORGANEL SEL

Dr. Indra Zachreini,Sp.THT-KL

Program Studi Pendidikan Dokter


Universitas Malikussaleh
SEL
• Unit Struktural dan Fungsional Organisme hidup.
• Organisme terkecil terdiri dari sel tunggal.
• Terdapat 2 jenis utama sel: Prokariot dan Eukariot.
1. Membran Sel (Membran Plasma)
Mebran Sel
• Semipermiable
• Ketebalan 7,5nm (75 Unit Angstrom)
• Terutama terdiri dari protein dan lemak
• Terdiri dari 2 lapisan phospholipid
(kepala= fosfat, polar, hidrofilik) (Ekor=
lipid, nonpolar, hidrofobik).
• Banyak terdapat protein yang terbenam
dalam membran, yang menembus
melintas membran (protein integral),
yang menonjol didalam atau diluar
membran (protein perifer).
• Fungsi protein didalam membran:
a. Protein struktural.
b. Protein pompa
c. Protein pembawa
d. Saluran ion
e. Reseptor
f. Enzim
g. Glikoprotein
2. CYTOPLASMA
Cytoplasma
• Cytoplasma adalah bagian interior sel yang
tidak ditempati oleh nucleus.
• Cytoplasma mengandung sejumlah struktur
tersendiri,yang sangat terorganisir dan
terbungkus membran-organella-tersebar
dalam massa kompleks mirip gel yang
disebut cytosol.
• Hampir semua sel memiliki 5 jenis utama
organella sel yaitu: endoplasmic
reticulum,golgi apparatus, lysosom,
peroksisom dan mitochondria.
• Tiap organel memiliki ruang bagian dalam
tersendiri yg mengandung serangkaian zat
kimia khusus untuk menjalankan fungsi sel
tertentu.
• Pembagian ruang ini memungkinkan
berlangsungnya secara serentak
bermacam2 reaksi kimia yg mungkin tidak
cocok satu sama lain di dalam sel.
• Sekitar 50% volume sel total ditempati
oleh organella.
cytoplasm

(1) nucleolus (2) nucleus (3) ribosome (4) vesicle (5) rough endoplasmic reticulum (ER)
(6) Golgi apparatus (7) Cytoskeleton (8) smooth ER (9) mitochondria (10) vacuole

(11) cytoplasm (12) lysosome (13) centrioles


• Organella serupa satu sama lain di dalam
semua sel. Terdapat beberapa variasi
bergantung pada kemampuan khusus
tiap-tiap jenis sel.
• Bagian cytoplasma yang tidak ditempati
organella, terdiri dari cytosol.
• Cytosol adalah suatu massa semi cair yang
diikat oleh jaringan protein luas yang
membentuk cytosceleton
3.Nucleus
Nucleus
• Struktur: Komponen sel terorganisasi
tunggal paling besar,berstruktur bulat
atau oval, biasanya terletak dekat dengan
bagian tengah sel.
• Nukleus dikelilingi oleh suatu membran
berlapis ganda, yang memisahkannya dari
bagian sel lain.
• Terdapat materi genetik sel,
deoxyribonucleic acid (DNA) yang
memiliki 2 fungsi penting.
Fungsi:
1. DNA memberi kode atau instruksi untuk
mengarahkan sintesis berbagai protein struktural
dan enzimatik spesifik di dalam sel.
Nucleus secara tidak langsung mengatur sebagian
besar aktivitas sel dan berfungsi sebagai pusat
kontrol sel.
2. DNA berfungsi sebagai cetak biru genetik selama
replikasi sel untuk memastikan bahwa sel
menghasilkan “sel anak” persis seperti
“induk”nya, sehingga dapat terus dihasilkan jenis
sel yang identik dalam tubuh.
• Nucleolus (plural nucleoli) adalah sebuah
sub-organella dari sel nucleus
• Fungsi : memproduksi and assembli komponen
ribosome.
• Struktur : spherical, dikelilingi oleh lapisan
kromatin. Tidak ada membran yang
memisahkan nucleolus dengan nucleoplasma.
• Nucleoli terbuat dari protein dan ribosomal
DNA (rDNA), bagian dari kromosom.
Ribosomal DNA merupakan komponen dasar
karena berfungsi sebagai template untuk
transkripsi ribosomal RNA (rRNA) untuk
inclusion pada ribosome baru.
4. Ribosom
Ribosom
• Struktur: Granula2 RNA dan protein,
sebagian melekat ke rough endoplasmic
reticulum, sebagian bebas di cytoplasma.
• Fungsi: Ribosom merupakan kompleks
protein-RNA khusus yang mensintesis
protein di bawah pengarahan DNA nucleus
• Kode genetik untuk sintesis protein
ditranskripkan menjadi sebuah messenger
(molekul pembawa) yang membawa
pesan genetik dari nucleus ke ribosom,
tempat berlangsungnya sintesa protein
5. Mitochondria
Mitochondria
• Mitochondria adalah organel energi atau
“pembangkit tenaga” sel
• Mengambil energi dari zat2 gizi dalam
makanan dan mengubahnya menjadi
suatu bentuk yang dapat digunakan untuk
menjalankan aktivitas sel
• Jumlah Mitochondria per sel sangat
bervariasi, bergantung pada kebutuhan
energi tiap2 jenis sel.
• Struktur: Badan2 berbentuk batang atau
oval yang dibungkus oleh dua membran,
dengan membran bagian dalam melipat2
menjadi krista (lipatan ke dalam)yang
menonjol ke matriks (larutan mirip gel)di
bagian dalam.
• Krista mengandung protein penting yang
mengubah sebagian besar energi yang
terkandung di dalam makanan menjadi
suatu bentuk yang dapat digunakan.
• Banyaknya lipatan sangat memperluas
permukaaan daerah yang dapat ditempati
protein penting tersebut.
• Matriks terdiri dari campuran pekat
ratusan enzim yang berbeda, penting
untuk mempersiapkan molekul2 nutrien
untuk pengambilan akhir energi yang
dapat digunakan oleh protein2 di krista.
• Fungsi umum Mitochondria:
1. Organel energi
2. Tempat utama untuk membentuk ATP
3. Mengandung enzim untuk siklus asam
sitrat dan rantai transportasi elektron.
6. Golgi Apparatus
Golgi Apparatus
• Golgi apparatus (GA) berhubungan erat ER.
• Struktur: Terdiri dari rangkaian kantung2
(sisterna) gepeng, sedikit melengkung dan
terbungkus membran yang bertumpuk2
membentuk lapisan2.
• Kantung yang menggepeng tsb tipis di
bagian tengah tapi tepinya mengembang.
• Jumlah lapisan golgi bervariasi, tergantung
jenis sel. Sebagian sel hanya memiliki satu
tumpukan. Sel yang mensekresikan protein
memiliki ratusan tumpukan.
• Sebagian besar molekul yang baru
saja disintesis rER masuk ke
tumpukan Golgi
• Bahan2 mentah yang baru disintesis
ini bergerak dari ER melalui
pembentukan vesikel menelusuri
lapisan2 GA.
• Fungsi GA: Pusat modifikasi,
pengemasan dan distribusi protein
yang baru disintesa.
• Cara yang digunakan oleh GA untuk
mengarahkan lalu lintas molekul
belum sepenuhnya dipahami.
• Produk yang diarahkan untuk
transportasi intrasel dikemas secara
berbeda dari produk2 yang akan
dikeluarkan dari sel.
• Produk ke bagian intrasel dikemas
dalam vesikel berselubung (coated
vesicle) dan yang akan disekresikan
dikemas dalam vesikel sekretorik
(secretoric vesicle)
7. Endoplasmic Reticulum
Endoplasmic Reticulum
• Struktur: Endoplasmic Reticulum (ER)
adalah jaringan membranosa yang luas
dan kontinu, terdiri dari tubulus berisi
cairan dan kantung gepeng, sebagian
ditaburi oleh ribosom.
• Terdapat 2 jenis ER:
1. Rough ER (rER)
2. Smooth ER (sER)
• Fungsi umum: pembentukan membran
sel baru dan komponen2 sel lain serta
pembuatan zat2 untuk disekresi
Smooth & Rough Endoplasmic Reticulum
Rough Endoplasmic Reticulum
Rough Endoplasmic Reticulum
Rough Endoplasmic Reticulum
• rER, berkaitannya dengan ribosom, mensintesis
dan melepaskan berbagai protein baru kedalam
lumen ER, yaitu ruang berisi cairan yang
dibungkus oleh membran ER.
• Protein tersebut:
1. sebagian protein diarahkan untuk diekspor ke
luar sel sebagai produk sekretorik, misalnya
hormon dan enzim.
2. Sebagian diangkut ke tempat2 di dalam sel
untuk digunakan membentuk membran sel
baru
Rough Endoplasmic Reticulum

• Dinding membranosa ER juga


mengandung enzim2 yang penting untuk
sintesis hampir semua lipid yang
dibutuhkan untuk membentuk membran
baru
Smooth Endoplasmic Reticulum
Smooth Endoplasmic Reticulum
• sER tidak mengandung ribosom, karena itu
disebut “halus”.
• sER tidak terlibat dalam sintesis protein karena
tidak mengandung ribosom.
• sER melakukan berbagai aktivitas yang berbeda
tergantung dari jenis sel.
• Pada sebagian besar sel, sER relatif jarang dan
berfungsi terutama sebagai pusat pengemasan
dan pengeluaran molekul2 yang akan
dipindahkan dari rER.
Smooth Endoplasmic Reticulum
• Sebagian sel khusus, memiliki banyak sER yang
memiliki tugas tambahan sbb:
1. sER banyak ditemukan di sel2 yang mengkhususkan
diri dalam metabolisme lipid-misalnya sel2 yang
mengeluarkan hormon steroid.
2. Pada sel hati, sER memiliki kemampuan khusus. sER
mengandung enzim2 yang berperan dalam
detoksifikasi berbagai bahan berbahaya yang
diproduksi di dalam tubuh sebagai hasil metabolisme
atau bahan2 dalam bentuk obat atau senyawa asing.
3. Pada sel2 otot, sER telah diperluas dan dimodifikasi,
dikenal sebagi retikulum sarkoplasma yang
menyimpan kalsium dan berperan penting dalam
proses kontraksi otot.
8. Lysosome
Lysosome
• Struktur: kantung membranosa yang
mengandung enzim2 hidrolitik
• Berbentuk oval atau sferis yang tampak
bergranula bila tidak aktif.
• Granula tersebut merupakan agregat
protein pada enzim2 pencernaan kuat
yang ada didalamnya
• Fungsi: sistem pencernaan sel,
menghancurkan bahan yang tidak
diinginkan misalnya benda asing dan sisa
sel
• Lisosom baru terbentuk dari kumpulan
khusus enzim hidrolitik yang baru
disintesis dan tertangkap di dalam vesikel
terselubung yang kemudian melepaskan
diri dari Golgi apparatus.
• Bahan ekstrasel yang akan dihancurkan
oleh enzim2 lisosom dibawa ke bagian
dalam sel melalui proses endositosis.
• Endositosis dapat dilakukan melalui salah
satu dari dua cara:
1. Membran plasma mengalami invaginasi
(melekuk ke dalam), membentuk suatu
kantung yang mengandung sedikit cairan
ekstrasel, biasanya dengan partikel
spesifik yang telah terikat dengan
reseptor permukaan.

Membran plasma kemudian menutup di


permukaan kantung, membentuk vesikel
kecil intrasel yang terbungkus membran
dengan isi kantung terperangkap di
dalamnya.
2. Sebagian kecil sel (ex: sel darah putih),
melakukan bentuk khusus endositosis
yang disebut fagositosis.
Apabila sel darah putih menjumpai
sebuash partikel multimolekul besar;
misalnya bakteri atau sisa jaringan, sel
tersebut menjulurkan tonjolan
permukaan yg seluruhnya menutupi atau
mengelilingi partikel tsb sehingga
terbentuk suatu vesikel internal dgn
partikel tsb di dalamnya.
Lisosom melebur dgn membran vesikel
dan melepaskan enzim hidrolitik ke dlm
vesikel.
Lysosome
Enzim ini menghancurkan bakteri atau
bahan lain yg terperangkap di dalamnya.
Enzim hidrolitik umumnya mengurai bahan
yang ditelan menjadi produk2 seperti
asam amino, glukosa dan asam lemak
yang dapat dipergunakan oleh sel.
Lisosom yg telah menyelesaikan aktivitas
pencernaan mereka dikenal sebagai
residual body.
Bahan yg tidak tercerna yg tertinggal dlm
residual body akhirnya dikeluarkan dari sel
melalui proses eksositosis.