Anda di halaman 1dari 18

Spesifikasi Alat pelindung diri

dari kebisingan
Berikut ini berbagai jenis alat pelindung telinga dengan tingkat peredaman
kebisingan berdasarkan kisaran frekuensi, seperti Tabel 1.
Menurut jenisnya, alat pelindung telinga terbagi menjadi 3
jenis, yaitu:
1) Sumbat telinga (ear plug), dapat dibuat dari kapas, plastik, karet
alami dan sintetis. Pengurangan tekanan bising pada sumbat telinga ini
adalah sekitar 8-30 dB(A). Namun hal tersebut tergantung pada longgar
tidaknya pemasangan sumbat telinga yang menutupi lubang telinga.
Daya proteksi alat ini kurang baik untuk tingkat bising di atas 100 dB(A),
alat tidak dapat dipakai bila ada infeksi pada telinga, penggunaan alat
sukar dimonitor karena dari jauh tidak terlihat, harus disediakan
berbagai ukuran dan akan mudah hilang karena kecil, serta perlu
perawatan untuk menjaga kebersihan alat
Tabel 1.1 APT Jenis Ear Plug berdasarkan reduksi tingkat
kebisingan
Kekurangan dan Kelebihan dari earplug
Kelebihan Kekurangan
Kecil mudah dibawa Dapat mengiritasi saluran telinga
Nyaman untuk digunakan dengan Membutuhkan lebih banyak waktu
peralatan pribadi perlindungan lainnya untuk menyesuaikan
(bisa dikenakan dengan earmuff)

Lebih nyaman digunakan untuk waktu Lebih sulit untuk memasukkan dan
yang lama ditempat yang panas dan mengeluarkan
lembab

Nyaman digunakan untuk didaerah Memerlukan praktik kebersihan yang


kerja yang terbatas baik
2) Ear Muff

Tutup telinga (ear muff), dapat dipakai pada tekanan bising sampai
dengan 110dB(A) karena dapat mengurangi tekanan bising sekitar 25 –
40 dB(A), dapat digunakan walaupun terdapat infeksi pada telinga dan
cukup disediakan satu ukuran, tidak mudah hilang serta mudah
dimonitor pemakaiannya karena dapat dilihat dari luar. Kerugian alat ini
adalah tidak nyaman dalam penggunaan yang lama di lingkungan yang
panas dan menggannggu penggunaan alat pelindung diri lainnya.
Kombinasi antara tutup telinga dan sumbat telinga dianjurkan
penggunaannya untuk tekanan kebisingan antara 120 – 125 dB(A)
APT Jenis Ear Muff berdasarkan reduksi tingkat kebisingan
Kelebihan dan kekurangan earmuff
Kelebihan Kekurangan
Variabilitas atunuasi antar pengguna Kurang portable dan lebih berat
sedikit.
Mudah terlihat di kejauhan untuk Kurang nyaman untuk digunakan
membantu dalam pemantauan dengan peralatan pelindung pribadi
penggunaan lainnya
Dapat dipakai pada pekerja dengan Kurang nyaman di tempat yang
infeksi telinga ringan panas dan lembab
Dirancang sedemikian rupa sehingga Kurang nyaman untuk digunakan di
satu ukuran cocok semua ukuran daerah kerja terbatas
kepala
3) Helmet

APT Jenis Helmet berdasarkan reduksi tingkat kebisingan

dapat mengurangi tingkat bising sekitar 40 – 50 dB(A) dan mengurangi


masuknya gelombang suara melalui getaran tulang kepala. Kerugian alat ini
adalah mahal dan tidak nyaman penggunaannya karena berat dan besar
Penjelasan mengenai pentingnya preferensi pengguna
Aspek manusia dalam pemilihan alat perlindungan pendengaran (hearing
protection) adalah sangat penting karena alat pelindungan pendengaran akan
efektif jika digunakan secara benar oleh pengguna. Sebaiknya management
menyediakan beberapa jenis alat perlindungan pendengaran (hearing protection)
sehingga para pekerja dapat memilih yang sesuai dengan mereka. Harap selalu
diingat faktor keselamatan dan hygiene dalam memilih alat pelindung
pendengaran. Artinya, jenis tertentu dari pelindung tidak boleh digunakan jika
tingkat kebisingan yang terlalu tinggi atau jika terbukti tidak memadai dari sudut
pandang higienis. Sebagai contoh, ear plugs yang digunakan berulang ulang
tanpa memperhatikan kebersihan, dapat memasukkan kotoran dan bakteri ke
dalam telinga, dan dapat menyebabkan infeksi telinga.
Media peredam kebisingan dan
kinerjanya
Faktor dalam mempertimbangkan pembangunan noise barrier

1) Faktor Posisi
Bunyi yang merambat dari sumber bunyi menyebar ke segala arah. Namun
bunyi yang diterima oleh bangunan umumnya adalah bunyi yang merambat
secara horizontal menuju bangunan atau pada sudut kemiringan tajam. Oleh
karena itu, perambatan bunyi yang merambat dengan arah horizontal atau
merambat dengan sudut tajam akan dapat diredam oleh penghalang bising
yang berbentuk vertical
2) Faktor peletakan
Ada beberapa kemungkinan peletakan yang dapat dipakai dalam mendesain
barrier sebagai peredam kebisingan, antara lain:
• Cenderung lebih mendekati sumber bunyi
Faktor dalam mempertimbangkan pembangunan noise barrier
3) Faktor Bentuk
Elemen vertikal bangunan yang letaknya terpisah dengan bangunan dapat
dimanfaatkan secara maksimal sebagai peredam gelombang bunyi jika didukung
tertentu tentang bentuk.Umumnya elemen tersebut dibuat dengan bentuk pipih
tanpa lubang atau celahsupaya rambatan gelombang bunyi tidak dapat
menembus celah – celah dinding pagar tersebut. Sehingga dapat berfungsi
sebagai peredam bising secara maksimal
4) Faktor Kerapatan Material
Material alam atau material bangunan yang memiliki berat tertentu lebih baik
dalam meredam bunyi. Berat yang dimiliki tiap-tiap material mendukung
material tersebut untuk bertahan pada posisi untuk tidak mudah mengalami
resonansi sehingga bunyi yang merambat dari sumber tidak dapat diteruskan ke
posisi penerima. Semakin berat dan lapisan tebal material maka kemampuannya
dalam meredam bunyi sangat baik
Faktor dalam mempertimbangkan pembangunan noise barrier

5) Faktor Dimensi Ukuran atau dimensi sebuah pembatas


Ketika tingkat kebisingan suatu kawasan melampaui ambang batas yang
diperbolehkan oleh Peraturan Menteri Negera Lingkungan Hidup no.46 tahun
1996, maka harus dilakukan penanganan terhadap aliran rambatan bunyi
tersebut. Bangunan peredam kebisingan adalah bangunan yang berfungsi
sebagai penghalang bagi kawasan yang diakibatkan oleh kebisingan jalan raya
Bangunan peredam bising dapat berupa
• Enclosure sumber bising
• Enclosure penerima
• Enclosure keduanya
Media peredam kebisingan

Tabel 2.2.1 nilai TL perkiraan untuk


beberapa material umum, diuji untuk
lintas spektrum dengan frekuensi
suara yang khas. Dapat digunakan
sebagai panduan kasar dalam desain
akustik hambatan suara. Data
merupakan laporan pengujian bahan
oleh laboratorium terakreditasi
Material – material yang digunakan sebagai peredam kebisingan

1) Material Kayu
Meski memberikan tampilan alami sebagaimana layaknya pagar bangunan, noise
barrier yang tersusun dari kayu memiliki kekurangan dari aspek tebal dan berat
material bila dibandingkan material dari batu atau beton. Celah- celah yang
terbentuk antarpapan atau lembaran kayu yang disusun juga sangat
memungkinkan terjadinya penyusupan rambatan gelombang bunyi
2) Material Batu/ bata/ beton
Seiring perkembangan dan penemuan material baru, bata, bata atau beton kini
digolongkan sebagai material konvensional. Meski begitu dilihat dari aspek
berat dan tebal materialnyaa, batu, bata atau beton merupakan material yang
sangat disarankan untuk digunakan sebagai material noise barrier.
Material – material yang digunakan sebagai peredam kebisingan

3) Material Logam
Material ini memenuhi aspek berat meski tidak selalu memenuhi aspek tebal.
Logam memberikan tampilan modern dan menghemat waktu karena fabrikasi.
Permukaan nya memiliki kecenderungan pemantul yang kuat. Sebaiknya di
selesaikan dengan permukaan kasar (bergelombang, bergerigi) agar tidak
memantulkan kembali bunyi ke arah sumber secara kuat.
4) Material Kaca
Material transaparan memberikan kesan modern dan menyediakan view dari
bangunan ke arah luar. Sifat permukaan kaca yang cenderung halus dan licin
memiliki kekurangan karena dapat memantulkan kembali gelombang bunyi ke
arah sumber sehingga menghasilkan akumulasi kebisingan