Anda di halaman 1dari 12

PELAYANAN FARMASI

Rr. Asih Juanita, S.Farm., Apt.


TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat :


1. Menerangkan definisi Harga Netto Apotek (HNA) dengan percaya diri
2. Menerangkan definisi PPn dengan percaya diri
3. Menerangkan definisi margin laba dengan percaya diri
4. Menerangkan definisi Harga Jual Apotek (HJA) dengan percaya diri
5. Menerangkan definisi Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan percaya diri
6. Menghitung jumlah obat yang diperlukan dalam resep dokter dengan cermat
7. Menghitung PPn dengan cermat
8. Menghitung Margin Laba dengan benar
9. Menghitung harga jual obat sesuai resep dokter dengan teliti
• Harga Netto Apotek
• HNA = HJP + Biaya Distribusi
• HNA + PPN = Harga jual pabrik obat dan/atau PBF ke
pada apotek dan rumah sakit (harga patokan tertinggi)
(Kepmenkes 92/2012 tentang HET Obat Generik Tahun
2012)
• HNA ≤ 74% HET (Kepmenkes 92/2012 tentang HET
Obat Generik Tahun 2012).

Harga Netto Apotek (HNA)


Pajak Pertambahan Nilai
 Menurut undang-undang PPN 1983 tarif PPN secara u
mum adalah 10% untuk semua barang yang kena pajak
.

Pajak Pertambahan Nilai (PPn)


Margin laba bersih  ukuran keuntungan dengan memban
dingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan
dengan penjualan

Margin Laba
Harga Jual Apotek (HJA)
HJA = (HNA + PPN) x faktor jual

HJA = (HNA + PPN) + margin laba

Dapat ditambahkan embalase  harga barang yang tidak


termasuk obat, misalnya plastik, salinan resep, kertas
perkamen, uang jasa tenaga kefarmasian, dll.

Harga Jual Apotek (HJA)


• KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 069/Menkes/SK/lI/2006 TENTANG PENCANTUM
AN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PADA LABEL OBAT
• Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dicantumkan pada
label obat adalah Harga Netto Apotek (HNA) ditambah
PPN 10% ditambah margin apotek 25%.
• Dicantumkan dengan ukuran yang cukup besar dan
warna yang jelas sehingga mudah dibaca.
• Diletakkan pada tempat yang mudah terlihat.
• Dilakukan dengan dicap menggunakan tinta permanen
yang tidak dapat dihapus atau dicetak pada kemasan.
• HET adalah harga jual tertinggi di apotek, rumah sakit,
dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang berlaku
untuk seluruh Indonesia (Kepmenkes 92/2012 tentang
HET Obat Generik Tahun 2012).

Harga Eceran Tertinggi (HET)


Misalnya dalam resep diminta membuat serbuk erysanbe
chewable 80 mg sebanyak 12 bungkus.
Diketahui 1 tab erysanbe chew mengandung erytromisin
stearat 200 mg.
Jumlah tablet erysanbe chew yang diperlukan untuk mem
buat 12 bungkus serbuk =

80mg / bungkus  12bungkus


 4,8tab  4 4 tab
200mg / tab 5

Menganalisis Jumlah Obat yang


Diminta dalam Resep
Menghitung harga obat berda
sarkan resep dokter

1. PPN 10%
2. Margin 25%
3. Uang resep non racikan Rp 1.000,- (per resep)
4. Uang resep racikan Rp 3.000,- (per resep)
Contoh Resep :
R/ Amoxicillin 500 mg tab no X
s.t.d.d.tab I

Pro : Ani (18 tahun)

Diketahui HNA = Rp 500,-/tablet

Jumlah obat yang diperlukan = 10 tab


HNA = 10 tab x RP 500,-/tab = Rp 5.000,-

HNA + PPN = Rp 5.000,- + (10% x Rp 5.000,-)


= Rp 5.000,- + Rp 500,-
= Rp 5.500,-
HJA = (HNA + PPN) + Margin
= Rp 5.500,- + (25% x Rp 5.500,-)
= Rp 5.500,- + Rp 1.375,-
= Rp 6.875,-

Harga yang harus dibayar pasien


= ((HNA + PPN) + Margin) + Embalase (uang resep))
= Rp 6.875,- + Rp 1.000,-
= Rp 7.875,-