Anda di halaman 1dari 13

TATA GUNA LAHAN DALAM

TRANSPORTASI
 PENGERTIAN TATA GUNA LAHAN (LAND USE)
Menurut Vink (1975), ”Lahan merupakan suatu wilayah tertentu di atas permukaan bumi, khususnya meliputi
semua benda penyusun biosfer yang dapat dianggap bersifat menetap atau berpindah berada di atas dan di
bawah wilayah tersebut, meliputi atmosfer, tanah, batuan induk, topografi, air, tumbuhan-tumbuhan, binatang,
serta akibat-akibat kegiatan manusia pada masa lalu maupun sekarang, yang semuanya memiliki pengaruh
nyata terhadap tata guna lahan oleh manusia, pada masa sekarang maupun masa yang akan datang”

Sedangkan definisi tata guna Lahan menurut Malingreau (1978), ”Pengunaan Lahan adalah segala macam
campur tangan manusia, baik secara menetap ataupun berpindah-pindah terhadap suatu kelompok sumberdaya
alam dan buatan, yang secara keseluruhan disebut lahan, dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan baik
material maupun spiritual, ataupun kebutuhan kedua-duanya”.
 PENGERTIAN TRANSPORTASI
Mengenai definisi Transportasi adalah perpindahan atau pergerakan orang, barang, informasi, untuk tujuan spesifik
dari area atau satu tempat ketempat lain. Transporasi merupakan sebagai sesuatu hal yang berhubungan dengan
pemindahan orang atau barang dari suatu tempat asal ke tempat tujuan.

Menurut Morlok(1978), dalam pengertian yang lengkap, transportasi didefinisikan sebagai” suatu tindakan, proses
atau hal yang sedang dipindahkan dari suatu tempat ketempat lain”. Pada prinsipnya, fungsi transportasi adalah untuk
menghubungkan orang dengan tata guna lahan, pengikat kegiatan dan memberikan kegunaan tempat dan waktu
untuk komoditi yang diperlukan.
 HUBUNGAN/INTERAKSI ANTARA TATA GUNA LAHAN DAN TRANSPORTASI
 Interaksi guna lahan dan transportasi merupakan intereaksi yang sangat dinamis dan kompleks. Interaksi ini
melibatkan berbagai aspek kegiatan serta berbagai kepentingan. Perubahan guna lahan akan selalu
mempengaruhi perkembangan transportasi dan sebaliknya.

 Pola perubahan dan besaran pergerakan serta pemilihan moda pergerakan merupakan fungsi dari adanya pola
perubahan guna lahan di atasnya, sedangkan setiap perubahan guna lahan dipastikan akan membutuhkan
peningkatan yang diberikan oleh sistim transportasi dari kawasan yang bersangkutan.

 Agar tata guna lahan dapat terwujud dengan baik maka kebutuhan transportasinya harus terpenuhi dengan baik.
Sistem transportasi yang macet tentunya akan menghalangi aktivitas tata guna lahannya. Sebaliknya, tranportasi
yang tidak melayani suatu tata guna lahan akan menjadi sia-sia, tidak termanfaatkan.

 Proses perencanaan transportasi dan pengembangan lahan mengikat satu sama lainnya. Pengembangan lahan
tidak akan terjadi tanpa sistem transportasi, sedangkan sistem transportasi tidak mungkin disediakan apabila
tidak melayani kepentingan ekonomi atau aktivitas pembangunan. Dari asumsi mendasar tersebut, maka perlu
kajian yang mendalam mengenai analisis keduanya (transportasi dan penggunaan lahan).

 Berubahnya suatu guna lahan di wilayah tertentu, akan merubah fungsi dari suatu wilayah tersebut. Seperti
adanya pembangunan suatu bandara di daerah tertentu, akan merubah fungsi dari tata guna lahan tersebut
dalam skalayang besar.
 BANGKITAN DAN PERGERAKAN
Bangkitan pergerakan adalah tahapan pemodelan yang memperkirakan jumlah pergerakan yang berasal dari suatu
zona atau tata guna lahan dan jumlah pergerakan yang tertarik kesuatu tata guna lahan atau zona . Pergerakan lalu-
lintas merupakan fungsi tata guna lahan yang menghasilkan pergerakan lalu-lintas. Bangkitan dan tarikan lalu-lintas
tergantung pada dua aspek tata guna lahan menurut (Tamin, 2000:41), yaitu :

1. Jenis tata guna lahan

Bahwa jenis guna lahan yang berbeda seperti permukiman, perdagangan, pendidikan mempunyai ciri
bengkitan lalulintas yang berbeda pada jumlah arus lalu-lintas, jenis lalu-lintas, lalu-lintas pada waktu yang berbeda.

2. Jumlah aktivitas dan intensitas pada tata guna lahan

Bahwa bangkitan pergerakan tidak hanya beragam disebabkan oleh jenis tata guna lahan, tetapi jugaoleh tingkat
aktivitasnya. Semakin tinggi tingkat penggunaan lahan, semakin tinggi pergerakan arus lalu lintas yang dihasilkan.
Sementara itu Martin menyatakan bahwa bangkitan lalu lintas dipengaruhi oleh beberapa faktor (Martin dalam
Warpani, 1990:111) antara lain:
1. Maksud perjalanan, merupakan ciri khas sosial suatu pejalanan. Misalnya ada yang bekerja, sekolah, dan
sebagainya.
2. Penghasilan keluarga, penghasilan merupakan ciri khas lain yang bersangkut paut dengan perjalanan seseorang.
Perubahan ini kontinu walaupun terdapat beberapa golongan penghasilan. Penghasilan keluarga berkaitan erat
dengan pemilikan kendaraan.
3. Pemilikan kendaraan, yang berkaitan dengan perjalanan perorangan (per unit rumah) dalam pemilihan moda
dan karakteristik penduduk.
4. Guna lahan ditempat asal, merupakan ciri khas fisik yang dapat diukur. Mempelajari tata guna lahan adalah cara
yang baik untuk mempelajari lalu lintas sebagai adanya kegiatan selama ini tersebut terukur, konstan, dan dapat
diramalkan.
5. Jarak dari Pusat Kegiatan, yang berkaitan dengan kepadatan penduduk dan pemilihan moda.
6. Jauh perjalanan, adalah ciri khas alami yang dapat dijadikan parameter dalam menentukan peruntukan lahan
7. Moda perjalanan, merupakan sisi lain dari maksud perjalanan yang dapat digunakan untuk mengelompokan
macam perjalanan. Setiap moda mempunyai kekhususan dalam transportasi kota dan mempunyai beberapa
keuntungan disamping sejumlah kekurangan.
8. Penggunaan kendaraan, dapat dinyatakan dengan jumlah orang perkendaraan.
9. Guna Lahan ditempat tujuan, pada hakekatnya tidak jauh berbeda dengan guna lahan ditempat asal.
10.Saat, terutama menentukan volume lalu lintas pada jam-jam tertentu dengan kepadatan yang berbeda
 AKSESIBILITAS
 Aksesibilitas adalah derajat kemudahan dicapai oleh orang, terhadap suatu objek, pelayanan ataupun lingkungan.
Kemudahan akses tersebut diimplementasikan pada bangunan gedung, lingkungan dan fasilitas umum lainnya.

 Setiap upaya peningkatan fasilitas transportasi akan berdampak terhadap perubahan tataguna lahan apabila tidak
ada upaya pengendalian. Pengendalian ini sangat penting agar upaya peningkatan fasilitas transportasi dapat
bermanfaat dan berdayaguna seoptimal mungkin.

 Aksesibilitas memegang peran penting bagi para pengembang lahan. Seringkali justru para pengembang lahan
yang menciptakan aksesibilitas ke lokasi yang dikembangkan agar kepentingan investasi dapat terwujud.
 DAMPAK
Adanya perubahan suatu Tata Guna Lahan pada daerah tertentu sudah pasti menimbulkan dampak pada daerah
tersebut,baik dampak positif maupun negatif. Setidaknya ada 3 aspek yang berdampak akibat adanya perubahan
pada suatu Tata Guna Lahan. Sebagai berikut:

1. Aspek sosial

2. Aspek ekonomi

3. Aspek lingkungan.
EKONOMI TRANSPORTASI
KETERKAITAN ANTARA EKONOMI DAN TRANSPORTASI
 Transportasi dan ekonomi memiliki hubungan yang erat, inti hubungan diantara keduanya ada dua hal yaitu pergerakan orang dan atau
barang dan level aksesibilitas.

 Pergerakan orang dan atau barang timbul karena adanya derivated demand atau permintaan turunan dari suatu kegiatan atau aktifitas
yang mengharuskan adanya perpindahan.

 Adanya perpindahan, tentunya akan menghasilkan suatu nilai atau value yang dapat berbentuk bermacam macam, mulai dari uang,
kepuasan, kebergunaan dan lain lain.

 Transportasi juga akan menentukan level of aksesibilitas, dintinjau dari mudah tidaknya suatu lokasi dijangkau. semakin mudah daerah
tersebut dicapai maka semakin tinggi level aksesibilitasnya demikian juga sebaliknya.

 Kemudahan aksesibilitas sangat ditentukan oleh sarana dan prasarana transposrtasi yg memadai.

 Aksesibilitas yg tinggi akan sangat memudahkan aktifitas perekonomian terutama pergerakan barang dan jasa dalam rangka mengcreate
value atau nilai, dalam hal ini keuntungan yg diperoleh.
 TRANSPORTASI YG BAIK DAN DAMPAKNYA TERHADAP EKONOMI
Sistem transportasi yang baik juga akan mampu mendukung program program terkait pembangunan ekonomi
(economic developmant) seperti regional marketing, investment promotion, tourism development, supporting
UKM dan lain lain. Karena transportasi akan menjadi kunci penentu daripada semua kegiatan yang intinya akan
meningkatkan value added atau nilai tambah dari apapun.
 SURPLUS PRODUSEN DAN SURPLUS KONSUMEN
 Surplus Produsen
Surplus produsen adalah selisih antara harga produsen yang sudah disediakan dengan baik dan jumlah harga yang
sebenarnya mereka terima dari konsumen. Ini adalah uang tambahan, manfaat, dan atau keuntungan dari
produsen yang didapatkan dari menjual produk dengan harga yang lebih tinggi dari harga minimal yang diterima
mereka seperti yang ditunjukkan oleh kurva penawaran.

 Surplus Konsumen
Surplus konsumen adalah selisih antara harga maksimum konsumen yang bersedia untuk membayarnya dan harga
sebenarnya yang harus dibayarnya. Jika konsumen akan bersedia membayar lebih dari harga yang diminta saat ini,
maka mereka mendapatkan keuntungan yang lebih dari produk yang dibeli dari mereka untuk membelinya
Sumber referensi:

http://hadwinsaleh.blogspot.co.id/2013/01/tata-guna-lahan.html

http://febryaristian.blogspot.co.id/2012/08/antara-tata-guna-lahan-dan-transportasi.html

google.com/searching