Anda di halaman 1dari 35

Asuhan Keperawatan

pada Pasien Leukimia


Oleh:
FEBBY DINI DEA SAGITA
LA VIOLA SEPTINEZIA A
SANDRA DEWI
BELLA ANGELVINA
LEUKIMIA ?
Leukemia merupakan suatu penyakit keganasan yang
disebabkan karena adanya abnormalitas gen pada sel
hematopoetik sehingga menyebabkan poliferasi
klonal dari sel-sel yang tidak terkendali
ASUHAN KEPERAWATAN
• Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke RS
dengan keluhan demam tinggi disertai nyeri kepala
hasil anamnesa didapatkan bahwa klien sering
berkeringat pada malam hari, lemas, mudah sakit
terutama pilek, mudah pendarahan terutama di
gusi. Dari pemeriksaan fisik didapatkan RR
20x/menit, S 38,7 derajat celcius, N 82 x/menit,
TD 120/90 mmHg, leukosit 35.000 sel/tetes
darah,HB 6,4 gr/dr, klien tampak lemas dan pucat,
bibir kering dan sianosis, akral dingin dan
sianosis, CRT 3 detik.
• Keluhan utama: Demam tinggi disertai nyeri • Nyeri/tidak nyaman
kepala. :Klien mengeluh nyeri kepala.
• Riwayat kesehatan sekarang :-
• Riwayat kesehatan terdahulu :-
• Pemeriksaan head to toe: • Neurosensorik
:Kesadaran klien komposmentis.
• Kesadaran : Komposmentis.
• Keadaan umum : Lemas dan pucat, bibir
kering dan sianosis, akral ingin dan sianosis.
• Ttd vital : TD : 120/90 mmHg • Keamanan: -
• N : 82 x/menit
• RR : 20 x/menit
• S : 38,7’C
• Pemeriksaan penunjang
• Oksigenisasi: klienmudah sakit • Laboratorium:
terutamapilek.
• Leukosit 35.000 sel/tetes darah.
• Cairan dan Elektrolit
:Klien sering berkeringat pada malam hari. • CRT: 3 detik.

• Aktivitas/Istirahat • Radiologi :-
:Klien mengalami gangguan pada
aktivitasnya.Klien tampak lemas dan pucat.
• Ekg :-
DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF

• PX mengeluhkan: • Setelah dilakukakan


pemeriksaan fisik :
• Deman tinggi. • RR 20x/menit.
-S 38,7 c
• N 82 x/menit
• nyeri kepala.
• TD 120/90 mmhg
• CRT 3 detik
• sering berkeringat pada malam
hari. • PX terlihat:
• Lemas
• lemas. • Pucat
• Bibir pucat dan sianosis
• mudah sakit terutama pilek. • Akral dingin dan sianosis
• pemeriksaan labor:
• mudah pendarahan terutama di
gusii. • leukosit35.000mm3(sel/tetes
darah)
• -hemoglobin 6,4 gr/dl
DATA SDKI ETIOLOGI
DS: 1. Perfusi perifer 1. Penurunan
PX mengeluhkan: tidak efektif konsentrasi hb.
-Deman tinggi
-nyeri kepala
-sering berkeringat 2. Hipertermia 2. Proses penyakit.
pada malam hari
-lemas 3. Resiko infeksi 3. Ketidakadekuatan
-mudah sakit
terutama pilek pertahanan tubuh
-mudah pendarahan 4. Resiko sekunder:imununo
terutama di gusi. perdarahan supresi.
DO:
Setelah dilakukakan
pemeriksaan fisik :
5. Intoleransi 4. Penurunan hb.
-RR 20x/menit aktivitas
-S 38,7 c 5. Kelemahan.
-N 82 x/menit
-TD 120/90 mmhg
-CRT 3 detik
-PX terlihat:
-Lemas
-pucat
-Bibir pucat dan sianosis
-Akral dingin dan sianosis
-pemeriksaan labor:
-leukosit
35.000mm3(sel/tetes
darah)
DIAGNOSA PRIORITAS
1. Perfusi Perifer
Tidak Efektif b/d 2. Hipertermi b/d
penurunan proses penyakit.
konsentrasi HB

4. Resiko
3. Resiko Infeksi
Perdarahan.

5. Intoleransi
Aktivitas b/d
Kelemahan.
SDKI SLKI SIKI
1.Perfusi perifer Setelah dilakukan Perawatan
tidak efektif b/d tindakan Sirkulasi(Intervensi
penurun keperawatan Utama)
konsentrasi hb diharapkan 1. Periksa sirkulasi
meningkatnya perifer
d/d: keadekuatan aliran (pengisian
darah pembuluh kapiler,warna.suh
*DS: darah distal untuk u).
Px mengatakan: menunjang fungsi
-lemas jaringan. 2. Lakukan
-mudah perdarahan pencegahan
terutama digusi infeksi.
KH:
*DO: *Penyembuhan luka 3. Lakukan
px terlihat: 2(Cukup menurun)-4 perawatan kaki
-pucat (cukup meningkat) dan kuku.
-akral dingin
-lemas *Kelemahan otot 4. Lakukan hidrasi.
*pemeriksaan labor: 2(cukup meningkat)-
-leukosit 3(sedang) 5. Anjurkan
35.000mm3(sel/tete *Akral 2(cukup berolahraga
s darah) memburuk)- rutin.
-hb 6,4 gr/ 3(sedang)
SDKI SLKI SIKI
Pemantauan Hasil
Laboratorium
(Intervensi
Pendukung).

1. Identifikasi
pemeriksaan
laboratorium
yang
diperlukan.
2. Kolaborasi
dengan dokter
jika hasil
laboratorium
memerlukan
intervensi
media.
NO SDKI SLKI SIKI

2. Hipertermia b/d Setelah dilakukan Manajemen hipertermi


proses penyakit tindakan (intervensi utama)
d/d: keperawatan 1. Monitor suhu tubuh.
diharapkan suhu 2. Sediakan lingkungan
tubuh agar tetap yang dingin.
berada pada rentang 3. Longgarkan atau
DS: normal . lepaskan pakaian.
-PX mengatakan 4. Ganti linen setiap
demam tinggi. hari.
KH: 5. Lakukan
pendinginan
DO: -pucat 2(cukup eksternal(kompres
-Pucat meningkat)- dingin pada
-S 38,7 derajat 3(sedang) dahi,leher,dada,abdo
celcius men,axila.
*pemeriksaan 6. Anjurkan tirah
labor: -suhu tubuh 2(cukup baring
-leukosit memburuk)-4(cukup 7. Kolaborasipemberia
35.000mm3(sel/te membaik) n cairan dan
tes darah) elektrolit
intravena,jika perlu.
SDKI SLKI SIKI

Edukasi Pengukuran
Suhu Tubuh (intervensi
pendukung)

1. Identifikasi kesiapan
dan kemampuan
menerima informasi.

2. Dokumentasikan
hasil pengukuran
suhu tubuh.

3. Jelaskan prosedur
suhu tubuh.

4. Ajarkan membaca
hasil termometer
raksa dan atau
elektronik.
NO SDKI SLKI SIKI

3. Resiko infeksi Setelah dilakukan Pencegahan Infeksi


d/d: tindakan keperawatan (intervensi utama)
diharapkan derajat
infeksi menurun 1. Monitor tanda dan
DS: gejala infeksi lokal
*px mengeluhkan: berdasarkan observasi
atas sumber informasi. dan sistemik.
-Demam tinggi 2. Cuci tangan sebelum
-Nyeri kepala dan sesudah kontak
-Sering berkeringat KH: dengan pasien dan
pada malam hari -Demam 2(cukup lingkungan pasien.
-mudah sakit meningkat)-4(cukup 3. Jelaskan tanda dan
terutama pilek menurun) gejala infeksi.
-mudah perdarahan
-Nyeri 2(cukup 4. Ajarkan cara mencuci
terutama digusi tangan dengan benar.
meningkat)-3(sedang)
-periode malaise 5. Anjurkan
DO: meningkatkan asupan
*Pemeriksaan labor: 2(cukup meningkat)-
nutrisi.
-leukosit 35.000 4(cukup menurun) 6. Kolaborasi pemberian
mm3(sel/tetes -kadar sel darah putih imunisasi, jika perlu.
darah) 2(cukup memburuk)-
-HB 6,4gr/dr 4(cukup membaik)
SDKI SLKI SIKI

Pemberian obat
(intervensi pendukung)

1. Identfikasi
kemungkinan alergi,
interaksi, dan
kontraindikasi obat.
2. Perhatikan prosedur
pemberian obat
yang aman dan
akurat.
3. Dokumentasikan
pemberian obat dan
respon terhadap
obat.
4. Jelaskan jenis obat,
alasan pemberian,
tindakan yang
diharapkan, dan
efek samping
sebelum pemberian.
NO SDKI SLKI SIKI

4. Resiko Setelah dilakukan Pencegahan


perdarahan d/d tindakan keperawatan perdarahan
diharapkan tidak (intervensi utama)
terjadi resiko 1. Monitor tanda dan
perdarahan. gejala perdarahan.

2. Monitor nilai
DS:
hematokrit/hemoglo
Px mudah bin sebelum dan
perdarahan KH: setelah kehilangan
terutama digusi darah.
-Hemoglobin
DO: 1(memburuk)-4(cukup 3. Anjurkann
HB 6,4 gr/dr membaik) meningkatkan
S 38,7 c asupan makanan
dan vitamin K.
-Suhu tubuh 2(cukup
memburuk)-4(cukup 4. Kolaborasi
membaik) pemberian obat
pengontrol
perdarahan,jika
perlu.
SDKI SLKI SIKI

Balut tekan (intervensi


utama)

1. Monitor jumlah dan


warna cairan
drainase dari luka.

2. Pasang sarung
tangan.

3. Jelaskan tujuan dan


prosedur balut
tekan.
NO SDKI SLKI SIKI

5. Intoleransi Setelah dilakukan Manajemen


aktivitas b/d tindakan keperawatan energi(intervensi
kelemahan d/d diharapkan utama)
meningkatnya respon
DS: fisiologis terhadap 1. Monitor pola dan jam
-Px mengeluhkan aktivitas yang tidur.
lemas membutuhkan tenaga 2. Berikan aktivitas
distraksi yang
-Px sering
menenangkan(mass
berkeringat pada age sambil bernafas
malam hari KH: pelan-pelan).
-Px mengatakan 3. Anjurkan tirah
nyeri kepala -perasaan lemah baring.
2(cukup meningkat)- 4. Anjurkan
DO: 4(cukup menurun) menghubungi
Px terlihat: perawat jika tanda
dan gejala kelelahan
-lemas -sianosis 2(cukup
tidak berkurang.
-sianosis meningkat)-4(cukup 5. Kolaborasi dengan
-leukosit 35.000 menurun) ahli gizi tentang cara
mmm3(sel/tetes meningkatkan
darah) asupan makanan.
-hemogblin 6,4
SDKI SLKI SIKI

Terapi aktivitas
(intervensi pendukung)

1. Identifikasi defisit
tingkat aktivitas.
2. Fasilitasi makna
aktivitas yang
dipilih.
3. Ajarkan cara
melakukan aktivitas
yang dipilih.
4. Kolaborasi dengan
terapis okupasi
dalam
merencanakan dan
memonitor program
aktivitas, jika
sesuai.
NO SDKI IMPLEMENTASI EVALUASI
1 Perfusi perifer Perawatan
tidak efektif b/d Sirkulasi(Intervensi
penurunan Utama) S: Px mengatakan
konsentrasi hb ujung- ujung jari
1. Memeriksa sirkulasi sudah mulai hangat
perifer dengan cara dan tidak pucat lagi.
inspeksi warna dan
palpasi suhu pada
O: Setelah
bagian akral.
2. Melakukan pencegahan dilakukan tindakan,
infeksidengan cara Bagian perifer px
pemberian vaksinasi. terlihat: sudah tidak
3. Melakukan perawatan sianosis dan mulai
kaki dan kuku dengan menghangat. Crt: 2
cara menjaga detik.
kebersihan kaki dan
potong kuku jika kuku
A: Masalah teratasi.
panjang.
4. Melakukan hidrasi
dengan cara banyak P: Implementasi
minum air putih. dihentikan.
5. Anjurkan berolahraga
rutin seperti berjalan
kaki.
SDKI IMPLEMENTASI EVALUASI

Pemantauan Hasil
Laboratorium(Interven
si Pendukung)

1. Mengidentifikasi
pemeriksaan
laboratorium
seperti: Jumlah
Hb,Leukosit.

2. Berkolaborasi
dengan dokter
untuk
mengintervensi
hasil cek
laboratorium.
NO SDKI IMPLEMENTASI EVALUASI
2. Hipertermi b/d Manajemen hipertermi
proses penyakit (intervensi utama) S: Px mengatakan
badannya sudah
1. Monitor suhu tubuh Px
tidak panas lagi.
dengan menggunakan
termometer digital
dibagian aksilla O: Setelah dilakukan
selama 5 menit. Tindakan
Keperawatan
2. Menyediakan didapatkan hasil:
lingkungan yang T:36,8’C
dingin dengan Px terlihat tidak
membuka jendela
pucat.
ruangan.

3. Melonggarkan atau A: masalah teratasi.


lepaskan pakaian Px,
agar suhu tubuh yang P: Implementasi
tinggi tidak tertahan dihentikan.
dengan menggunakan
pakaian yang
berbahan tipis.
SDKI IMPLEMENTASI EVALUAS
I
4.Mengganti linen setiap hari dipagi hari agar kebersihan
pasien terjaga dan terhindar dari bakteri/virus akibat
berkeringat malam.
5.Melakukan pendinginan eksternal dengan cara
mengkompres dingin pada
dahi,leher,dada,abdomen,dan aksilla pasien hingga
suhu kembali normal.
6.Menganjurkan tirah baring dengan pasien tidak banyak
melakukan aktivitas.
7.Berkolaborasipemberian cairan dan elektrolit
intravena,jika perlu.

Edukasi Pengukuran Suhu Tubuh (intervensi


pendukung)
1. Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan
menerima informasi sebelum perawat
memberikan informasi.
2. Mendokumentasikan hasil pengukuran suhu
tubuh dicatatan perkembangan Pasien.
3. Menjelaskan prosedur pemeriksaan suhu tubuh
ke pasien.
4. Mengajarkan membaca hasil termometer
elektronik.
NO SDKI IMPLEMENTASI EVALUASI

3. Resiko infeksi Pencegahan Infeksi


(intervensi utama)

1. Monitor tanda dan S: pasien


gejala infeksi lokal mengatakan pilek
dan sistemik sudah berkurang
2. Mencuci tangan
sebelum dan sesudah O:Px terlihat masih
kontak dengan pasien mengalami influenza.
dan lingkungan pasien
dengan menggunakan A: Masalah teratasi
handscrub selama 30 sebagian.
detik.
3. Menjelaskan tanda P: Lanjutkan
dan gejala infeksi Intervensi 2,4,5.
kepada Pasien.
4. Mengajarkan cara
mencuci tangan 6
langkah dengan benar
SDKI IMPLEMENTASI EVALUASI

5.Menganjurkan meningkatkan asupan nutrisi


Pasien.
6.Berkolaborasi pemberian imunisasi
influenza.

Pemberian obat (intervensi pendukung)

1. Mengidentfikasi kemungkinan alergi,


interaksi, dan kontraindikasi obat.
2. Memperhatikan prosedur pemberian obat
yang aman dan akurat.
3. Mendokumentasikan pemberian obat dan
respon terhadap obat.
4. Menjelaskan jenis obat, alasan pemberian,
tindakan yang diharapkan, dan efek
samping sebelum pemberian obat.
NO SDKI IMPLEMENTASI EVALUASI

4. Resiko Pencegahan
perdarahan perdarahan(intervensi S: Px mengatakan
utama) sudah tidak
1. Monitor tanda dan mengalami
gejala perdarahan perdarahan digusi
dengan menginspeksi lagi.
bagian gusi pasien
yang mengalami
perdarahan. O: setelah
2. Monitor nilai dilakukan tindakan
hematokrit/hemoglobin keperawatan
sebelum dan setelah didapatkan hasil:
kehilangan darah 1.gusi pasien tidak
dengan cara melihat ada perdarahan
hasil laboratorium. lagi.
3. Menganjurkann untuk
2.Hb: 7gr/dl
meningkatkan asupan
makanan dan vitamin
K A: masalah teratasi
4. Berkolaborasi untuk sebagian
pemberian obat
pengontrol perdarahan P: Lanjutkan
menggunakan obat intervensi 1-3.
asam traneksamat.
SDKI IMPLEMENTASI EVALUASI

Balut tekan (intervensi utama)

1. Monitor jumlah dan warna


cairan drainase dari luka
2. Memasang sarung tangan
3. Menjelaskan tujuan dan
prosedur balut tekan
NO SDKI IMPLEMENTASI EVALUASI

5. Intoleransi Manajemen S: Px mengatakan


aktivitas b/d energi(intervensi utama) lemas sudah mulai
kelemahan 1. Monitor pola dan jam tidur berkurang.
dengan cara menanyakan
bagaimana kualitas tidur O: setelah
pasien.
dilakukan
2. Memberikan aktivitas
distraksi yang menenangkan tindakan
dengan cara massage sambil keperawatan Px
menginstruksikan kepasien terlihat:
untuk bernafas pelan-pelan. 1. Lemas
3. Menganjurkan Pasien untuk berkurang.
tirah baring 2.Nyaman dan
4. Menganjurkan Px untuk rileks.
menghubungi perawat jika
tanda dan gejala kelelahan
tidak berkurang. A: Masalah
5. Berkolaborasi dengan ahli teratasi sebagian.
gizi tentang cara bagaimana P: Intervensi
meningkatkan asupan dilanjutkan1,2 dan
makanan Px. 5
SDKI IMPLEMENTASI EVALUASI

Terapi aktivitas (intervensi


pendukung)

1. Mengidentifikasi defisit
tingkat aktivitas
2. Memfasilitasi makna aktivitas
yang dipilih.
3. Mengajarkan cara melakukan
aktivitas yang dipilih.
4. Berkolaborasi dengan terapis
okupasi dalam merencanakan
dan memonitor program
aktivitas, jika sesuai

• Diagnosa
• Perfusi perifer tidak efektif b/d penurunan konsentrasi hb,
Kami mengambil diagnosa prioritas ini yang 1 karena jika perfusi perifer tidak efektif dikarenakan
turunnya konsentrasi hb maka ini akan mengganggu tugas hb sebagai pembawa oksigen keseluruh
tubuh,akibatnya jika oksigen tidak sampai/tidak terpenuhi kejaringan tubuh maka sel tubuh tidak dapat
berfungsi sebagaimana mestinya,jika tidak segera ditangani dapat berakibat fatal seperti menurunnya
kinerja jantung dan otak.
• Hipertermia b/d proses penyakit,
Kami mengambil diagnosa prioritas ini yang ke - 2 karena jika demam tinggi akibat proses penyakit
harus membutuhkan penanganan segera karena tubuh dapat dehidrasi,peningkatakan konsumsi o2, dan
takutnya suhu tubuh terus meningkat dan jika tidak ditangani bisa terjadi
• Resiko infeksi,
Kami mengangkat diagnosa prioritas ini yang ke – 3 karena jika infeksi tidak diatasi maka suhu tubuh
yang tadinya sudah diatasi/sudah kembali normal maka akan naik kembali akibat infeksi.
• Resiko perdarahan,
Kami mengangkat diagnosa prioritas ini yang ke – 4 karena pasien mudah perdarahan digusi akan
beresiko mengalami penurunan volume darah yang dapat mengganggu kesehatan.
• Intoleransi aktivitas b/d kelemahan,
Kami mengangkat diagnosa prioritas ini yang terakhir karena intoleransi aktivitas tidak terlalu
mengancam nyawa dan kemungkinan jika sudah dilakukan dan dipantau terapi dietnya maka kelemahan
akan teratasi.
SDKI SIKI RASIONAL

Perfusi perifer tidak efektif 1. Periksa sirkulasi perifer 1. Untuk mengetahui


b/d penurun konsentrasi hb 2. (pengisian apakah sirkulasi perifer
kapiler,warna.suhu) kembali ke keadaan
3. Lakukan pencegahan normal.
infeksi 2. Agar terhindar
4. Lakukan perawatan terjadinya infeksi.
kaki dan kuku 3. Agar bakteri/virus
5. Lakukan hidrasi tidak mudah masuk.
6. Anjurkan berolahraga 4. Agar tidak terjadi
rutin dehidrasi.
5. Agar sirkulasi perifer
lancar.
SDKI SIKI RASIONAL

Hipertermia b/d proses 1. Monitor suhu tubuh 1. Untuk mengetahui suhu


penyakit 2. Sediakan lingkungan tubuh pasien apakah
yang dingin sudah kembali normal.
3. Longgarkan atau 2. Agar pasien merasa
lepaskan pakaian nyaman.
4. Ganti linen setiap hari 3. Agar sirkulasi udara
5. Lakukan pendinginan tubuh lancar
eksternal(kompres dingin 4. Agar terhindar dari
pada bakteri/virus akibat
dahi,leher,dada,abdomen, berkeringat dimalam
axila. hari.
6. Anjurkan tirah baring 5. Agar panas tubuh
7. Kolaborasipemberian menurun.
cairan dan elektrolit 6. Agar pasien
intravena,jika perlu. mendapatkan istirahat
yang cukup.
7. Agar cairan tubuh
terpenuhi
SDKI SIKI RASIONAL

Resiko infeksi 1. Monitor tanda dan 1. Untuk mengetahui


gejala infeksi lokal dan apakah pasien terdapat
sistemik infeksi.
2. Cuci tangan sebelum 2. Mencegah cross
dan sesudah kontak infection antar pasien.
dengan pasien dan 3. Agar pasien paham
lingkungan pasien tanda gejala infeksi.
3. Jelaskan tanda dan 4. Untuk mengontrol dan
gejala infeksi mengurangi faktor
4. Ajarkan cara mencuci pencetus infeksi.
tangan dengan benar. 5. Untuk meningkatkan
5. Anjurkan antibodi alami tubuh.
meningkatkan asupan 6. Untuk mencegah
nutrisi penyakit akibat infeksi.
6. Kolaborasi pemberian
imunisasi, jika perlu.
SDKI SIKI RASIONAL

Resiko perdarahan 1. Monitor tanda dan 1. Untuk mengetahui


gejala perdarahan apakah pasien
2. Monitor nilai mengalami perdarahan.
hematokrit/hemoglobin 2. Untuk mengetahui
sebelum dan setelah apakah nilai ht/hb
kehilangan darah normal setelah dan
3. Anjurkann sebelum kehilangan
meningkatkan asupan darah
makanan dan vitamin K 3. Agar perdarahan mudah
4. Kolaborasi pemberian teratasi.
obat pengontrol 4. Untuk mengontrol
perdarahan,jika perlu. perdarahan,Jika
perdarahan tidak
teratasi.
SDKI SIKI RASIONAL

Intoleransi aktivitas b/d 1. Monitor pola dan jam 1. Untuk mengetahui


kelemahan tidur keefektifan pola dan
2. Berikan aktivitas distraksi jam tidur.
yang 2. Untuk menenangkan
menenangkan(massage pikiran dari kegelisahan
sambil bernafas pelan- dan mengurangi
pelan) ketegangan otot.
3. Anjurkan tirah baring 3. Agar kelelahan dapat
4. Anjurkan menghubungi berkurang
perawat jika tanda dan 4. Agar perawat dapat
gejala kelelahan tidak melakukan tindakan
berkurang askep selanjutnya.
5. Kolaborasi dengan ahli 5. Agar nutrisi pasien bisa
gizi tentang cara terpenuhi sehingga bisa
meningkatkan asupan mengurangi kelemahan.
makanan