Anda di halaman 1dari 19

Penatalaksanaan Benign Prostatic

Hyperplasia pada Laki-Laki Usia


60 Tahun
Hanniel Dwi Putra Gundo
Skenario 13 Rumusan Masalah
Seorang laki-laki berusia 60 tahun Seorang laki-laki 60 tahun datang
datang kepoliklinik dengan keluhan dengan keluhan sering BAK pada
sering BAK, terutama pada malam malam hari
hari.
Anamnesis

Pemeriksaan
Prognosis
Fisik

Pemeriksaan
Komplikasi
Penunjang

Tatalaksana
RM Differential
Diagnosis

Manifestasi Working
Klinis Diagnosis

Patofisiologi Epidemiologi
Anamnesis Pemeriksaan Fisik
• Keluhan sudah 6 bulan dan memberat • TTV dalam batas normal
• Pancaran urin lemah • Rectal toucher : teraba prostat > 4
• Tidak ada nyeri cm dari anus

• Tidak ada darah


• Tidak demam dan mual mutah
• Sisa urin > 150 cc
Pemeriksaan Penunjang

Urinalisis Pemeriksaan Fungsi Ginjal


Pemeriksaan urinalisis dapat Pemeriksaan faal ginjal berguna
menentukan adanya leukosituria dan sebagai petunjuk untuk perlu tidaknya
hematuria. Apabila ditemukan melakukan pemeriksaan pencitraan
hematuria, maka perlu dicari pada saluran kemih bagian atas.
penyebabnya. Bila dicurigai adanya Gagal ginjal akibat BPH terjadi
infeksi saluran kemih perlu dilakukan sebanyak 0,3-30% dengan rata-rata
pemeruksaan kultur urine. 13,6%.
Prostat Spesific Antigen (PSA)
• PSA adalah antigen spesifik => sel kapsul prostat dan
• Kadar PSA normal < 4ng/ml
• kadar PSA 4-10ng/ml => pembesaran ringan
• kadar 10-20 ng/ml => pembesaran sedang
• Kadar 20-35 nl/ml =>pembesaran berat.
Pemeriksaan Urodinamik Uroflowmetry
Mengukur volume dan tekanan urin di Pemeriksaan sederhana untuk mencatat
dalam kandung kemih dan untuk aliran urin, menentukan kecepatan dan
mengevaluasi aliran urin. kesempurnaan kandung kemih dalam
mengosongkan urin
Penurunan kecepatan aliran menunjukan
adanya hyperplasia prostat.
Uretrosistoskopi Ultrasonografi (USG) Rektal
Uretrosistoskopi dilakuakan untuk Pemeriksaan USG rektal sering
melihat keadaan uretra dan kandung dilakukan untuk menentukan
kemih dengan jalan memasukan alat keganasan maupun kelainan lainnya
cystoscope ke dalam uretra dan dari kelenjar prostat.
kadung kemih
Untuk melihat adanya keganasan atau
tidak
Ca prostat Infeksi Saluran Kemih
Kanker prostat merupakan keganasan Infeksi saluran kemih merupakan
yang penyebabnya masih belum istilah yang ditujjukkan untuk
diketahui keberadaan mikroorganisme dalam
urin.

• Dysuria • Dysuria
• Kesulitan dalam menahan kemih • Frekuensi
• Sering berkemih, • Hematuria
• Retensi urin • Urgensi
• Nyeri pinggang • Stranguria
• Hematuria.
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)
Kelainan histologis yang khas ditandai dengan poliferasi sel-sel
prostat. Akumulasi sel-sel dan pembesaran kelenjar merupakan hasil
dari poliferasi sel epitel dan stroma prostat. BPH adalah bagian dari
proses umur yang normal pada laki-laki dan secara hormonal
tergantung dari produksi hormone testosterone dan
dehidrotestosteron (DHT).
Epidemiologi
• Jarang menyebabkan kematian
• Negara berkembang (1988) 0,5-1,5/100.000
• Negara maju lebih jaranng
• BPH meningkat pada laki-laki dengan umur
• 31-40 tahun => 8%
• 50-60 tahun => 40-50%
• > 80 tahun => 80%
Testosteron

Patognesis
•90% berasal
yang berada di dari testis
prostat

Enzim 5 alfa
reduktase
Obstruksi prostat terdiri dari 2 elemen

Dihidrotestro Komponen statis


stenon (DHT) • Berhubungan dengan pembesaran prostat,
yang membutuhkan DHT
• Pilihan obat => antiandrogen dan 5 alfa
Testosteron dan DHT reduktase
berikatan dengan reseptor
androgen Komponen dinamis
• Berasal dari kontraksi tonus otot polos
Biosintesis yang di pengaruhi oleh saraf simpatis
protein dan • Pilihan terapi => alfa -1 adrenergic
hyperplasia antagonis selektif
Patofisiologi
Peningkatan tekanan
Bila obstruksi dan
Hiperplasia => pengosongan => Hipertrofi otot
hipertrofi
Obstruksi flow rate di destrusor
berlangsung lama
pertahankan

Dekompensasi
Otot destrussor Tekanan destrusor
hipertrofi & Otot destrussor di
menjadi lemah dan meningkat & flow
kerusakan kandung ganti jaringan fibrosis
tonisitas rate turun
kemih => irreversible

Terbentuk trabekula,
saccule dan diverkel
Gejala klinis hyperplasia prostat dapat dibagi
dalam 2 keluhan
Gejala obstruksi Gejala iritasi
• Penurunan kekuatan dan besarnya • Urgency
aliran urin, • Peningkatan frekuensi berkemih
• Perasaan pengosongan urin dari • Nokturia
kandung kemih yang tidak tuntas,
• Double voiding
• Strining urinate dan post-void dribbling.
Skor keluhan

Skor 0-7 = keluhan ringan

Skor 8-19 = Keluhan sedang

Skor 20-35 = Keluhan Berat


• Pasien dengan keluhan nyeri
Observasi • Mengurangi minum setelah makan malam, hindari obat dekongestan.
• Setiap 3 bln control keluhan, residu urin, colok dubur

 Antagonis adrenergic α  1mg/ hari. ( mengurangi postruksi pada buli2 tanpa rusak kontraktlitas)
 Penghambat enzim 5-a-reductase  1x5 mg/hari. (hambat pembentukan DHT, prostat membesar akan mengecil
Medika  Fitoterapi  menurunkan efek anti inflamasi
mentosa  Terapi kombinasi  penghambat 5 alfa-reduktase

• Penanganan setiap pasien berbeda


• Indikasi  retensi urin berulang, hematuria, tanda penurnann faal ginjal, gagal ginjal, ISK berulang, urolitiasis
Bedah • Transuretral Resection of the Prostate (TURP)  standar emas
Penatalaksanaan
Prognosis
Lebih dari 90% pasien mengalami perbaikan sebagian atau perbaikan dari gejala
yang dialaminya. Sekitar 10-20% akan mengalami kekambuhan penyumbatan
dalam 5 tahun.
Kesimpulan
Benign prostatic hyperplasia (BPH) merupakan kelainan histologik dan
poliferasi sel-sel prostat. Penyakit yang sering menyerang pada usia di atas 50
tahun dan penyebab kematian yang jarang. Penyakit ini dapat di sebabkan oleh
perubahan kadar hormone akibat proses penuaan. Pada BPH akan terjadi
pembesaran prostat yang kemudian akan menyebabkan retensi urin. Terapi
medis hanya bisa mengurangi symptom tapi tidak menyembuhkan BPH.