Anda di halaman 1dari 34

MISMATCH DALAM PELAYANANJKN,

Mungkinkah Terjadi??

dr. Johana, MKM,AAK


Kepala Cabang Bandar Lampung BPJS Kesehatan

Disampaikan pada Seminar Perumahsakitan PERSI Lampung


Bandar Lampung, 22 Maret 2018
1
PETA JALAN JKN-KIS

Capaian 1. Jumlah Peserta 189,2 juta

2017 2. Indeks kepuasan peserta 79,5 %


3. Indeks kepuasan fasilitas kesehatan 75,7 %
AKSES DAN UTILISASI
PELAYANAN KESEHATAN
100 84 T*
TOTAL BIAYA PELAYANAN
80 67 T
57 T KESEHATAN (2014-2017)
Rp 250 T
60
42 T
40
20
0 Rp 203 T 47 T
2014 2015 2016 2017 (AnAudited)
di FKRTL di FKTP
Total Biaya Linear ( Total Biaya)
Rp 57 T dibayarkan untuk
penyakit katastrofik

Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017


Jenis Pelayanan (Laporan (Laporan (Laporan (Laporan
Audited) Audited) Audited) Unaudited)

Kunjungan di Pemasukan
66,8 Juta 100,6 Juta 120,9 Juta 150,2 Juta
FKTP
Pengeluaran JKN
Kasus RawatJalan
21,3 Juta 39,8 Juta 49,3 Juta 64,43 Juta
Rumah Sakit
Kasus RawatInap Jika iuran tidak dilakukan
4,2 Juta 6,3 Juta 7,6 Juta 8,72 Juta
Rumah Sakit penyesuaian sesuai perhitungan
Total Pemanfaatan 92,3 JUTA 146,7 JUTA 177,8 JUTA 219,6 JUTA aktuaria, maka terjadi mismatch
Total Peserta thn Total Peserta thn Total Peserta thn Total Peserta thn antara revenue danspending
2014: 133,4 Juta 2015: 156,79 Juta 2016: 171,9 Juta 2017: 189,2 Juta
PROPORSI PEMBIAYAAN
PELAYANAN KESEHATAN

90.00%
83.57%
79.20% 80.36%
80.00% 78.32%

70.00%

60.00%

50.00%

40.00%

30.00%
21.68% 20.80% 19.64%
20.00% 16.43%

10.00%

0.00%
2014 2015 2016 2017 (Buban Des)

Primer Rujukan
TANTANGAN JKN-KIS
TantanganJKN-KIS
Besaran Iuran dalam Perpres No. 19
Mismatch dan 28 Tahun 2016 tidak sesuai
dengan perhitungan aktuaria
Jumlah peserta dan Kolektabilitas
Pendapatan Belum Optimal belum sesuai harapan

Jumlah peserta penderita penyakit


kronis terus meningkat → Biaya naik
Transisi Epidemiologi (26,33% dari realisasi biaya 2014-
Performa UKM

2016)
Peningkatan kelompok umur usia lanjut
(Kelompok usia > 60 tahun → 21,4 juta
Transisi Demografi jiwa atau 12% )

Biaya Penyakit Katastrofik rata-rata


mencapai 27,62% dari total
Prevalensi Penyakit Katastrofik anggaran/tahun (2014-2016)

Peningkatan Defisit Finansial


Ekspektasi Peserta ↑ Utilisasi Pendapatan (Revenue) <
Pengeluaran (Expendit5ure)
Penetapan Iuran dalam Perpres No. 19
dan 28 Tahun 2016

(Dalam Rupiah)

Perhitungan Penetapan
No. SegmenPeserta Selisih
Aktuaria DJSN* Pemerint
ah
1 2 3 4 5=4-3
1. PBI 36.000 23.000 (13.000)
2. PBPU
a. KelasI 80.000 80.000 -
b. KelasII 63.000 51.000 (12.000)
c. KelasIII 53.000 25.500 (27.500)
3. PPU
a. PotonganUpah 6% 5% -1%
b. Batas AtasUpah 6 x PTKPK/1 8.000.000
c. Batas BawahUpah
*)Perhitungan UMR
tahun 2015 (Policy perdaerah
Brief DJSN) Tidakada

Jika tidak dilakukan penyesuaian sesuai


perhitungan aktuaria, maka terjadi mismatch
antara revenue danspending
6
INISIATIF STRATEGISUNTUK
PENDANAAN YANG EFEKTIF

HTA: salah
satu upaya
kendali biaya
program
JKN-KIS
Kesinambungan Operasional Program JKN
REVENUE ISSUES
1. Adverse Selection
2. Iuran Belum Sesuai Hitungan Actuaria
3. Rasionalisasi Manfaat (Health
Technology Assessment)
4. APBN dan Sumber Lain
5. Tunggakan Pemda tahunsebelumnya
tinggi.
6. Pembayaran iuran Jamkesda di akhir
bulan, triwulan atau semester.
7. Kesadaran dan kemampuan membayar
PBPU rendah.

Spending >> Revenue


Rasio Klaim 114%
Mengancam kesinambungan operasional
KESINAMBUNGAN OPERASIONAL
PILIHAN SOLUSI

1. Revenue Collection
a. Penyesuaian iuran  ability to pay vs willingness to pay?
b. Suntikan Dana Tambahan/Talangan
c. Subsidi katastrofik: tergantung kemampuan APBN
d. Pungutan rokok atas kesehatan  tidak membebani APBN
e. Optimalisasi pembayaran iuran autodebet bagi peserta PBPU
2. Risk Pooling
Percepatan rekruitmen peserta untuk UHC
3. Puchasing
a. Penyesuaian (pengurangan manfaat) potensi politically incorrect dan
penolakan.
b. Penyesuaian Tarif
c. Pengenaan Urun Biaya
d. Minimalisir kecurangan
e. Upaya strategic purchasing lainnya

9
TARGET 1 Kesinambungan Operasional
STRATEGI KENDALI MUTU DAN KENDALI BIAYA

KEPUASAN PESERTA

KENDALI MUTU KENDALI BIAYA

1. Peningkatan KualitasPelayanan 1. Kendali Utilisasi dengan


Faskes
Penguatan sistem rujukan
2. Pembayaran BerbasisKinerja
2. Pemantapan Upaya Pencegahan
3. Penguatan standarmutu Faskes
4. Penguatan Koordinasi Manfaat dan Kecurangan
Pelayanan 3. Optimalisasi Program Promotif
5. Penerapan ElektronikKlaim Preventif

SUSTAINABILITAS FINANSIAL
TARGET 1 Kesinambungan Operasional
No TOP 10 Diagnosa Primer (KNS) Jml kasus RJTL
1 Essential (primary) hypertension 184.157
2 Non-insulin-dependent diabetes mellitus without complications 120.258
3 Impacted cerumen 95.971 Penguatan Layanan
4 Asthma, unspecified 67.975
Primer untuk
5 Bronchitis, not specified as acute or chronic 65.652
6 Urinary tract infection, site not specified 46.369 memberikan pelayanan
7 Otitis media, unspecified 45.697 Non Spesialistik
8 Allergic rhinitis, unspecified 31.112
9 Acute pharyngitis, unspecified 29.455
10 Acute nasopharyngitis [common cold] 29.117
Pasien Kontrol Ulang Di FKRTL dengan Diagnosa kronis tunggal tanpa ada kondisi klain

Sumber: Data WR Pelayanan tahun 2017


Surat Edaran Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Nomor 63 Tahun 2017
Tentang Penjaminan Penyelenggaraan Pelayanan Rujuk Balik
“Peserta yang dirujuk ke FKRTL dan merupakan pasien dengan Diagnosa Program Rujuk Balik
(PRB) tunggal tanpa komplikasi, maksimal kunjungan yang dapat dilakukan adalah :
1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan.” 11
TARGET 2 Cakupan Kepesertaan
Perkembangan Cakupan Kepesertaan (UHC)

> 70% dari


Jumlah
>3,5 Tahun penduduk
Perbandingan UHCDengan
Indonesia Menuju Negara Lain
UHC
2014-2019 140
Data sd 17 Februari 2018 127 Th
192.915.774 jiwa 120 118 Th

171.939.254 Jiwa 100

85% Pop (80,6 Jt)

100 % Pop (11,4 Jt)


156.790.287 79 Th
80
jiwa 72 Th
133.423.653
jiwa 60
48 Th

99 % Pop
(8,7 Jt)
100 % Pop
(582,291)
40 36 Th
26 Th

87 % Pop
(4,8 Jt )

100 % Pop
(126,7 Jt )

97,2 % Pop
20

(50,9 Jt )
1 Des 2017 0
2014 2015 2016 Jerman Belgiu Austria Luxembur Costa Rica Jepang Korea Selatan
m g
Sumber data : LPP Jamsoskes 12
TARGET 2 Cakupan Kepesertaan
Peserta dan Iuran Tahun 2014 - 2017
Juta Jiwa
PENINGKATAN PESERTA PENDAPATAN IURAN

*2017 adalah Prognosa

KOLEKTABILITAS IURAN
2017 Proporsi Peserta Non PBI
80,000 97.33% 96.70% 98.60% 97.39%100.00% sebesar 50,2%
70,000
74,231 95.00%
60,000 6 7,400
50,000
40,000 5 2,778
72,290
90.00% 2017 Proporsi Pendapatan Iuran
4 0,7 20 66,458
30,000
20,000 3 9,632
51,035
85.00%
Peserta Non PBI sebesar 65,8%
10,000
- 80.00%
2014 2015 2016 Prognosa Kolektabilitas Iuran > 95%
2017
Pendapatan Penerimaan kolektibilitas Iuran 13
TARGET 2 Cakupan Kepesertaan
Aging Population

Peserta JKN-KIS umur 60 Membutuhkan skema


tahun ke atas berjumlah pendanaan lain untuk
kebutuhan perawatan
21,4 juta jiwa atau 12% jangka panjang (long term
dari total peserta care)

 Sumber: aplikasi BI tanggal 16 Oktober 2017


TARGET 2 Cakupan Kepesertaan
Aging population berdampak pada
peningkatan biaya pelkes
Kunjungan penyakit katastrofik per kelompok umur
Tahun layanan 2016
RAWAT JALAN TINGKAT LANJUTAN RAWAT INAP TINGKAT LANJUTAN

43% kasus katastrofik terjadipada


kelompok umur 60 tahun keatas
TARGET 2 Cakupan Kepesertaan
Channel Pendaftaran Peserta PBPU
UPAYA PERCEPATAN
REKRUTMEN PESERTA

 Canvassing dan penegakkan


kepatuhan untukPPU
 Optimalisasi kanal
pendaftaran PBPU
 Sosialisasi, edukasi dan
advokasi kepada BUdan
Pemda
 Optimalisasi penggunaan
data Dukcapil.
Channel Pendaftaran Peserta PPU
(Badan Usaha)
TARGET 3 Manfaat Medis dan Non Medis Standar

Pely. Kesehatan yang Effective


Tidak Membahayakan
Pasien
Evidence Based
Medicine Manfaat Medis
Safe Efficient
komprehensif sesuai
kebutuhan Medis
Dimensi Mutu
Utilisasi Sumber Daya
Secara Maksimal Dan
Sumber: WHO,2006 Meminimalkan
Inefisiensi
Manfaat non medis yang
ditentukan berdasarkan
Patient skala besaran iuran yang
Accessible dibayarkan, termasuk
Centered
didalamnya manfaat
Pely. Kesehatanmudah Pely. Kesehatan Yang akomodasi.
diakses baik secara Sesuai Preferensi, Aspirasi
geografis, waktu, dan Equitable dan Sosial Kultur Peserta
kebutuhan pasien

Kesetaraan Bagi
Semua Orang
TARGET 3 Manfaat Medis dan Non Medis Standar
Gambaran Pemetaan Tempat Tidur RS
P R O P O R SI TT
No P R O P I N SI VIP Kelas I Kelas II Kelas III JUMLAH
VI P
a b c d e f g=c+d+e+f h=c/g
1 Su m a t e r a Utara 1.503 2.824 3.614 7.215 15.156 10%
2 NAD 455 949 1.155 4.301 6.860 7%
3 Riau 740 787 1.043 2.181 4.751 16%
4 Kepulauan Riau 153 305 618 923 1.999 8%
5 Su m a t e r a Barat 386 896 1.346 3.252 5.880 7%
6 Jambi 292 376 487 1.148 2.303 13%
7 Su m a t e r a S e l a t a n 1.697 1.254 1.652 3.415 8.018 21%
8 K epul a ua n B a ng k a B el i t ung 79 200 321 662 1.262 6%
9 Bengkulu 244 325 446 958 1.973 12%
10 DKI Jakarta 1.134 2.442 3.582 7.847 15.005 8%
11 Banten 991 1.153 2.081 3.135 7.360 13%
12 J a w a Barat 3.331 4.968 7.693 13.091 29.083 11%
13 Jawa Tengah 4.627 5.203 6.295 14.575 30.700 15% Perlu Persiapan
14 DI Yogyakarta 804 764 1.439 2.969 5.976 13%
15 Jawa Timur 4.584 4.833 7.398 13.056 29.871 15% RS menuju Kelas
16 Kalimantan Timur 617 818 1.045 2.254 4.734 13%
17 K a l i m a n t a n Utara 54 82 137 320 593 9% Standar 2019
18 Kalimantan Selatan 420 579 593 2.122 3.714 11%
19 K a l i m a nt a n T eng a h 239 211 329 830 1.609 15%
20 Su l a w e s i S e l a t a n 1.500 1.854 1.862 4.991 10.207 15%
21 Su l a w e s i Barat 52 112 112 398 674 8%
22 Su l a w e s i Tenggara 214 305 331 1.079 1.929 11%
23 Maluku 137 236 289 1.121 1.783 8%
24 Su l a w e s i Utara 297 612 1.210 2.448 4.567 7%
25 Gorontalo 163 112 241 744 1.260 13%
26 Su l a w e s i T e n g a h 260 629 734 2.046 3.669 7%
27 M a l u k u Utara 149 190 238 517 1.094 14%
28 Bali 1.107 588 812 1.971 4.478 25%
29 NTB 182 271 354 1.298 2.105 9%
30 NTT 333 436 686 2.137 3.592 9%
31 P a pua 175 348 597 2.134 3.254 5%
32 P a p u a Barat 95 95 237 710 1.137 8%
33 K a l i m a n t a n Barat 204 437 839 2.443 3.923 5%
34 Lampung 740 737 1.107 2.582 5.166 14%
NASIONAL 27.958 35.931 50.923 110.873 225.685 12%

12,39 % 15,92 % 22,56 % 49,13 %


TARGET 3 Manfaat Medis dan Non Medis Standar
TANTANGAN IMPLEMENTASI

Manfaat Medis Manfaat NonMedis

 Standardisasi pelayanan  Standardisasi fasilitas kelas


berdasarkan panduanpraktik rawat I, II dan III
klinis  Kecukupan dan ketersediaan
 Pelayanan efektif dan efisien
tempat tidur
yang dibuktikan dengan HTA
dan bukti ilmiah.  Tempat tidur non kelas rawat
 Penetapan paket manfaat (semua peserta mendapatkan
berdasarkan kebutuhanmedis hak rawat di kelas standar)
dan analisis efektivitas

Harus ditegaskan dalam regulasi


TARGET 4 Kecukupan Jumlah Faskes
BPJS Kesehatan dan Kecukupan Pelayanan Kesehatan
di FASKES TERSELEKSI
Terdokumentasinya informasi klinis dengan baik di
rekam medis adalah hal yang krusial untuk patient
safety documentation dan pelayanan kesehatan yang
bermutu. Hal ini juga penting untuk akurasi koding KUALITAS
DRG (CBG) yang berdampak pada pembiayaan
kesehatan tepat.
(The Clinical Casemix Handbook of Australia vers 2.0, 2111-2012)
Mutu Mutu
1. Catatan Pelayanan Dokumen Medik 1. Indikator Kinerja Faskes
MUTU 2. Pelaksanaan Standar
layanan
KUANTITAS
Mutu Layanan
Non Medik

1. Jumlah Faskes cukup (sarana memadai: jejaring


pelayanan lengkap, ruang tunggu, tempat parkir,
sistem antrian)
FASKES
2. Optimalkan aspek askesibilitas peserta
UNGGUL
20
TARGET 4 Kecukupan Jumlah Faskes
Perkembangan Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama (FKTP) KETERSEDIAAN FASKES KERJA SAMA
21,763
 79% dari 27.694 FKTP Tersedia
20,708
19,969
18,437 sudah kerja sama
 49% adalah milik Swasta(DPP, Klinik
Pratama, Praktik Dokter Gigi)

2014 2015 2016 2017


Salah satu fokus utama BPJS Kesehatan tahun 2018:
Meningkatkan kepuasan peserta melalui peningkatan kemudahan akses peserta ke Faskes dan
perbaikan Mutu layanan Faskes
 84% dari 2.735 FKRTL Tersedia
Perkembangan Fasilitas Kesehatan
Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL)  59% FKRTL milik swasta (RS dan KU)
2,400
2,300
2,200 2,115 2131 2156 2,179 2,201
2,225 2,244 2,24 2,292
9 2,268

2,086 2,099
2,068 2,069
2,100 1,999 2,029
1,950 1971
2,000 1,889 1,910 1,923
1,839 1,839 1,853 1868
1,900
1,800
1,700
1,600
1,500
1,400
1,300
1,200
1,100
1,000
Jan-16

Jan-17

Jul-17
Feb-16

Sep-16
Jul-16

Jan-17
Des-16

Des-17
Feb-17

Sep-17
Mei-16

Mei-17
Mar-16

Mar-17

Okt-17
Okt-16

Nov-17
Apr-17
Jun-16

Jun-17
Nov-16
Apr-16

Agus-17
Aguts-16

Jumlah RS
TARGET 4 Kecukupan Jumlah Faskes

NAD (70)
SEBARAN FKRTL KERJA SAMA
KS = 66
Belum = 4 KEPRI (31)
KALUT (9)
KS = 31
SUMUT (214) KS = 7
Belum = -
KS = 137 Belum = 2
KALTIM (55)
Belum = 77 SULUT (46) MALUT (23)
KS = 42
KS = 43 KS = 15
Belum = 13
Belum = 3 Belum = 8
RIAU (72)
KS = 60 KALTENG (21)
KS = 20 GORONTALO (14)
Belum = 12 KALBAR (46)
Belum = 1 KS = 14
KS = 41 Belum = -
Belum = 5
JAMBI (37) PAPUA BARAT (16)
KS = 30 KS = 14
SUMBAR (77) Belum = 7 Belum = 2
KS = 57
Belum = 20 BABEL (21)
KS = 21 SULBAR (11)
Belum = - KS =8
BENGKULU (22) Belum = 3 SULTENG (35)
KS = 21
KS = 26
Belum = 1
Belum = 9

SUMSEL (67)
KS = 58 DKI (193) MALUKU (28)
Belum = 9 KALSEL (42) KS = 26
KS = 133
JATIM (393) KS = 38
Belum = 60 Belum = 2
LAMPUNG (71) KS = 286 Belum = 4
KS = 56 Belum = 107 SULTRA (33)
Belum = 15 SULSEL (98) KS = 22
KS = 94 Belum = 11
BANTEN (104) PAPUA (42)
Belum = 4 KS = 27
KS = 77
Belum = 27 Belum = 15

JABAR (350)
KS = 306
Belum = 44 JATENG (296) DIY (79) BALI (62)
KS = 269 KS = 66 KS = 45
Belum = 27 Belum = 13 Belum = 17 NTB (31) NTT (47)
KS = 25 KS = 44
Belum = 6 Belum = 3

5 Provinsi Terbanyak
5 Provinsi Paling Sedikit

KS = kerja
sama 22
TARGET 4 Kecukupan Jumlah Faskes
ISSUES PADA MUTU
TANTANGAN PELAYANAN MEDIS
TANTANGAN ASPEK SUPPLY SIDE FKRTL
(Mutu Layanan)
 Distribusi FKRTL belum merata  Pelayanan pada pasien belumstandar
 Ketersediaan dan konsistensi pelaksanaan standar
 Distribusi dokter dan paramedis belum
prosedur operasional (SPO) dalam bentuk Panduan
merata Praktik Klinis dilengkapi clinical pathway
 Disparitas sarana prasarana antar Faskes
dan Nakes belum merata TANTANGAN ASPEK PEMBIAYAAN
 Disparitas kompetensi dokter dan
 Tarif INA CBG dianggap belum rasional
paramedis
 Pemecahan episode perawatan pasien, Pasien
 Standardisasi Fasilitas Kesehatan
diminta datang berulang kali untuk pemeriksaan
penunjang, Pasien diminta pulang paket habis
TANTANGAN PELAYANAN NON MEDIS  Merujuk Pasien berbiaya besar
 Pemahaman sistem pembayaran INA CBG belum
 Antrian administrasi Pasien BPJS Kesehatan baik
di RS  Sistem remunerasi di FKRTL
 Diskriminasi Pelayanan bagi pasien BPJS
Kesehatan TANTANGAN ADMINISTRASIKLAIM
 Informasi ketersediaan tempat tidur
 Pengenaan Iur Biaya diluar ketentuan  Jumlah Beban klaim
 Ketersediaan Obat Di FKRTL  Jumlah dan Standardisasi Verifikator
 Kualitas administrasi pengajuan klaim
 Kepatuhan terhadap legal aspek (SIP)
TARGET 4 Kecukupan Jumlah Faskes
ISSUES PADA KEPASTIAN AKSES
 Kemudahan akses ke Faskes (jumlah,
lokasi, infrastruktur).
 Tidak ada diskriminasi antara peserta
AKSES
peserta JKN dan NonJKN HFIS
 Akses terhadap fasilitas dan pelayanan Pendaftaran Faskes
LAYANAN medis sesuai kebutuhan (ditunjang beserta seluruh profil,
dengan rujukan berbasiskompetensi) Peta lokasi termasuk fasilitas ruang
 Ketersediaan ruang rawat dan ICU Faskes rawat dan ketersediaan
sesuai kebutuhan. SDM
 Waiting time reasonable
KEPASTIAN  Ketersediaan obat dan alkes
AKSES  Skrining kesehatan mandiri (web/mobile
JKN)

 Akses terhadap informasi tentang


AKSES kebijakan dan prosedur pemberian paket
INFORMASI manfaat
 Akses terhadap informasi fasilitas dan
kompetensi (profil) Faskes pemberi APLICARES
manfaat
 Akses tentang jadwal dan giliran Akses Profil Dan
Informasi JKN, tagihan,
pemeriksaan (prediksi waiting time) Ketersediaan Tempat
iuran, pendaftaran antrian
 Akses informasi tagihan iuran Tidur Faskes
FKTP*, skrining, dll
 Akses terhadap ketersediaan ruang
rawat (display informasi)
TARGET 4 Kecukupan Jumlah Faskes

KUALITAS PELAYANAN DIRS UPAYA PENINGKATAN KUALITAS


FKRTL
PELAYANAN NON MEDIS
1. Rujukan On Line dari FKTP dan antar FKRTL
2. Informasi profil RS (dokter dan penunjang pelayanan medis) pada Aplicares, termasuk Display
informasi ketersediaan tempat tidur RS
3. Implementasi Sistem antrian elektronik di FKRTL
4. Integrasi Sistem IT RS dengan BPJS Kesehatan untuk penerbitan Eligibilitas Peserta
5. Memastikan tidak adanya iur biaya yang tidak sesuai ketentuan
6. Memastikan ketersediaan obat di Fasilitas Kesehatan dengan ikut mendorong pengisian
RKO, mensosialisasikan E-Monev Obat dan kebijakan obat substitusi jika obat e-katalog tidak
tersedia.
7. Penyediaan Layanan PIPP (Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan) Peserta di RS

MEDIS
1. Fasilitas Kesehatan yang bekerjasama adalah yang telah lulus Seleksi
2. Memastikan terpenuhinya standar kewenangan dan kompetensi dokter melalui surat ijin
praktik (SIP) dan clinical appointment di seluruh Fasilitas Kesehatan
3. Ketersediaan clinical pathway atau Panduan Praktek Klinis (PPK) di Fasilitas Kesehatan
TARGET 4 Kecukupan Jumlah Faskes
MONITORING KUALITAS PELAYANAN

 Melakukan walk through audit (WTA) setelah peserta mendapatkan pelayanan di Fasilitas
kesehatan sebagai umpan balik kualitas layanan secara rutin setiap bulan
 Bekerjasama dengan pihak ke-3 untuk melakukan survey kepuasan peserta di Fasilitas
Kesehatan
 Bekerjasama dengan pihak ke-3 untuk melakukan survey indeks Kualitas pelayanan di
Fasilitas Kesehatan

NO INDIKATOR TARGET CAPAIAN TARGET 2018


PERFORMA 2017 2017
1 Kepuasan Peserta, 80% 79,20% 81%
Dimensi Rujukan
2 Indikator Proses; WTA 82% 84,61% 85%

3 Indeks Kualitas 79% 75,75% 79%


Layanan FKRTL
Indikator
TARGET 5 Peraturan Direvisi secara Rutin

Perbaikan
Regulasi Evaluasi
Penyempurnaan

 Regulasi ini dibutuhkan untuk perbaikan dan penyesuaian


terhadap perubahan yang terjadi.
 Perubahan dan perbaikan regulasi yang dinamis  butuh respon
Menjaga vitalitas
dan adaptasi seluruh stakeholder
dan kesinambungan
 Dibutuhkan waktu sosialisasi yang cukup dan memastikan regulasi
dapat dipahami dengan baik dan benar, sehingga tidak program JKN
menimbulkan kegaduhan.

SEDANG DILAKUKAN REVISI PERPRES JKN DALAM


RANGKA MENJAGA SUISTAINABILITASJKN
TARGET 6 Indeks Kepuasan Peserta

INDEKS KEPUASAN PESERTA


TAHUN 2017

79,5%
TARGET 6 Indeks Kepuasan Peserta

Peningkatan Pelayanan Administrasi


melalui Optimalisasi Kanal Layanan

Kantor CabangBPJS Kesehatan


Cakupan Penggunaan Mobile JKN
untuk Transaksi Kepesertaan
Bank / PPOB dan Pihak III lainnya

Mobile JKN

Website BPJSKesehatan

BPJS Kesehatan Care Center 1 500 400

Mobile Customer Service

Kecamatan dan Kelurahan Jumlah yang Telah Registrasi Mobile


JKN sebanyak 1,150,072 Peserta
TARGET 7 Indeks Kepuasan
Fasilitas Kesehatan

INDEKS KEPUASAN
FASILITAS KESEHATAN
TAHUN 2017

75,7%
TARGET 7 Indeks Kepuasan Fasilitas Kesehatan
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN
DI BPJS KESEHATAN

PERBAIKAN ADMINISTRASIKLAIM

1. Pengembangan E-Claim di FKTP dan FKRTL


2. Implementasi verifikasi digital klaim (VEDIKA) pada semua FKRTL kerja sama
3. Pengembangan aplikasi penagihan obat Online
4. Standardisasi kompetensi Verifikator melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
5. Penetapan waktu pernyataan klaim lengkap diterima
6. Penetapan standar waktu penyelesaian klaim
7. Standardisasi prosedur verifikasi dan waktu verifikasi
8. Standardisasi prosedur dan waktu penyelesaian Dispute Klaim
TARGET 8 Akuntabilitas Program

Dewas  Direksi

Kantor Akuntan
Publik
SPI 
Verifikator

3 Tahun berturut-turut
Berhasil Memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)dari Akuntan Publik
HARAPAN
Dukungan PERSI untuk :
1. Mendorong penerapan pelayanan yang efisien, efektif dan berkualitas
melalui penerapan kaidah-kaidah evidence based
2. Mendukung upaya untuk menjaga ketersinambungan program JKN
3. Menetapkan standardisasipelayanan medis berbasis mutu dan patient
safety
4. Memberikan rekomendasi perbaikan program JKN kepada Pemerintah,
BPJS Kesehatan dan FKRTL
5. Turut aktif dalam implementasi clinical governance untuk menerapkan
pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien

33
Terima Kasih

Kartu Indonesia Sehat


Dengan Gotong Royong, Semua Tertolong

Fanpage:
www.bpjs-kesehatan.go.id @BPJSKesehatanRI BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan @bpjskesehatan_ri bpjskesehatan