Anda di halaman 1dari 28

OLEH: Toto

1. Mengembalikan individu dan keluarga atau


kelompok pasca kejadian tertentu (bencana
alam maupun bencana sosial) sehingga
menjadi kuat secara individu atau kolektif
2. Berfungsi secara optimal, memiliki
ketangguhan dalam menghadap masalah
serta menjadi berdaya dan produktif dalam
menjalani hidupnya
3. Pemenuhan kebutuhan psikis dengan
menghilangkan trauma (trauma healing)
seperti menghibur, memberikan pembinaan
mental psikologis agar tidak jenuh,pelayanan
penguatan mental keagamaan, pendidikan
dan informasi.
 Psikoslogis merupakan salah satu dimensi
yang turut mempengaruhi kesehatan mental
seseorang
 Faktor-faktor psikologis diantaranya:
- pengalaman awal,
- proses pembelajaran,
 Agar program psikososial tepat sasaran maka
perlu dilakukan assesment tentang kondisi
psikososial dan sumberdaya yang dimiliki.
 Assesment psikososial adalah proses untuk
mengindentifikasi kondisi psikososial pada
suatu kelompok/individu dan sumberdaya
yang mereka miliki
 Rasa aman.
 Kondisi kesehatan mental
 Kearifan lokal
 Depresi,
 Cemas,
 Perilaku agresif,
 Bingung,
 Putus asa,
 Sedih,
 Kehilangan,
 Takut,Menyendiri
 Melihat dampak psikologis yang timbul tidak
hanya bantuan secara fisik saja yang
diperlukan , namun dukungan psikologis
pasca bencana juga sangat diperlukan.
 Dukungan adalah bentuk sebuah suport
kepada seseorang suatu perhatian,
penghargaan, yang diberikan kepada individu
dan berfungsi sebagai memotivasi.
 Bantuan yang diberikan kepada individu dan
masyarakat yang mengalami gangguan
psikologis, dimana bantuan ini dilakukan
secara terus menerus dan saling
mempengaruhi antara aspek psikologis dan
aspek sosial dalam lingkungan dimana
individu atau masyarakat berada.
 Mengembalikan individu, keluarga,
masyarakat agar setelah peristiwa bencana
terjadi dapat secara bersama menjadi kuat,
berfungsi optimal dan memiliki ketangguhan
menghadapi masalah sehingga menjadi
produktif dan berdaya guna
 Membantu individu untuk mengurangi beban
emosinya
 Mengembalikan fungsi sosial individu
didalam lingkungannya
 Meningkatkan kemampuan individu didalam
pemecahan masalah masalah yang dihadapi
pasca bencana
 Pekerja Sosial,
 Perawat jiwa,
 Psikiater,
 Psikolog.
 Melakukan intervensi psikososial
 Intervensi psikososial dilakukan bukan hanya
di pelayanan rumah sakit jiwa
 Lebih mengarah pada layanan yang diberikan
pada masyarakat yang yang bersipat informal
 Layanan berupa pendekatan untuk
mendekatkan psikiatri kedalam kehidupan
sehari-hari baik kepada yang sehat maupun
yang sakit
 Mengembangkan kepercayaan
 Menunjukan empati
 Membantu untuk memenuhi kebutuhan fisik
dasar
 Teteap tenang meski keadaan panik, gelisah
 Mendorong dilakukannya kegiatan kelompok
 Mengembangkan rutinitas yang positif
 Melakukan kunjungan rumah
 Pendekatan berbasis masyarakat
 Pemanfaatan relawan terlatih
 Penguatan
 Keterlibatan aktif
 Partisipasi masyarakat
 Kerahasiaan
1. cara komunikasi dengan korban bencana yang
harus dihindari ucapan :
(saya mengerti,Jangan sedih,Anda kuat, anda
akan melaluinya,Jangan menangis Ini
kehendak tuhan,Ini bisa lebih buruk)
2. Adapun ucapan yang lebih membantu adalah :
- Ada orang disini yang akan membantu anda
- Kami tidak akan meninggalkan anda sendirian
- Silahkan tumpahkan emosi anda
- Kita berada dalam kondisi ini bersama Saya tahu
anda kuat
 Bantuan Konseling Dan
Konsultasi;
 Pendampingan;
 Pelatihan;
 Kegiatan psikososial
Tahap Tanggap Darurat : Pasca dampak- langsung:
- (Menyediakan pelayanan intervensi krisis untuk
pekerja bantuan, misalnya defusing/ dan
debriefing untuk mencegah secondary trauma,
- Memberikan pertolongan emosional pertama
(emotional first aid), misalnya berbagai macam
teknik relaksasi dan terapi praktis, Berusahalah
untuk menyatukan kembali keluarga dan masyarakat.
- Menyediakan informasi, kenyamanan, dan bantuan
praktis.
 Lanjutkan tahap tanggap darurat
 Mendidik profesional lokal, relawan, dan
masyarakat sehubungan dengan efek trauma
 Melatih konselor bencana tambahan
 Memberikan bantuan praktis jangka pendek
dan dukungan kepada penyintas
 Menghidupkan kembali aktivitas sosial dan
ritual masyarakat
 Lanjutkan tugas tanggap bencana.
 Memberikan pendidikan dan pelatihan
masyarakat tentang reseliensi atau ketangguhan.
 Mengembangkan jangkauan layanan untuk
mengidentifikasi mereka yang masih
membutuhkan pertolongan psikologis.
 Menyediakan "debriefing" dan layanan lainnya
untuk penyintas bencana yang membutuhkan.
 Mengembangkan layanan berbasis sekolah dan
layanan komunitas lainnya berbasis lembaga.
 Latihan nafas dalam
 Latihan relaksasi progresif
 Latihan berfokus pada 5 jari
 Latihan membangun interaksi
 Melakukan ibadah
 Peran serta kegiatan
 Kelompok dewasa :
Bercakap cakap tentang perasaan, harapan , keinginan, hal
positif yang masih dapat disyukuri
 Kelompok Remaja :
Olahraga, musik, tari, menulis, aktivitas sosial
 Kelompok anak :
Terapi bermain, menggambar, menari, bercerita,
menonton film kartun atau film anak anak.
 Kelompok lansia :
bercakap cakap tentang perasaan, memberikan informasi
tentang kegiatan yang dilakukan, berbagi pengalaman
masa lalu, melakukan pendampingan untuk masalah dan
kebutuhan manusia,
 *Pekerja Sosial Pertama Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah
Pemenuhan kebutuhan sosial dengan cara:
- menerima kunjungan tamu,
- advokasi dan fasilitasi kegiatan
- Pemenuhan kebutuhan sosial psikologis di
pengungsian dapatdikatakan terpenuhi
meskipun serba terbatas
 Organisasilah para pemuda dan remaja yang ada di posko pengungsian
untuk berkumpul bersama dan tawari untuk berlatih teater.
 Bangun keakraban terlebih dahulu pada pertemuan-pertemuan awal,
karena ada kemungkinan mereka belum saling mengenal meski tinggal
di posko pengungsi yang sama. Gunakan games-games yang membuat
setiap orang saling mengenal.
 Setiap hari lakukan latihan rutin 1,5 hingga 2 jam.
 Setelah dirasa cukup berlatih, adakan pertunjukan teater ringan di posko
pengungsi, gunakan tema-tema tentang keiklasan, kepedulian,
semangat hidup ataupun bekerjasama.
 Para pemain boleh menggunakan tema tentang pengalaman hidup saat
mengungsi atau tinggal di pengungsian, namun harus dengan hati-hati,
supaya tidak menimbulkan histeria massa.
 Dalam pertunjukkan gunakan peralatan seadanya, spontanitas dan
keakraban dengan para pengungsi jauh lebih penting daripada tata
panggung dan peralatan.
 Kepada masyarakat di daerah rawan bencana
perlu peningkatankesadaran tentang risiko
bencana melalui sosialisasi dan simulasi siaga
bencana, agar masyarakat berdaya menghadapi
bencana dan risikonya.
 Berikan kembali penghiburan anda bagi mereka,
sekali lagi berikan kesempatan kepada peserta
untuk menyampaikan reaksi atau pertanyaan
atau apa saja yang belum sempat mereka
sampaikan pada kesempatan pertama.
 Berikanlah dukungan dan tawarkanlah bimbingan
dan informasi yang diperlukan.
Sekian
Terima Kasih