Anda di halaman 1dari 21

www.ut.ac.

id
Gambaran Umum dan Konsep
Dasar Analisis Laporan Keuangan

www.ut.ac.id
Pemakai Laporan Keuangan
(Menurut Standar Akuntansi Keuangan;
IAI,2009:2-3)

1. Investor
2. Karyawan
3. Pemberi Pinjaman
4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya
5. Pelanggan
6. Pemerintah
7. Masyarakat

(lihat modul 1 hal ; 1.3-1.4)


www.ut.ac.id
Tujuan Analisis Keuangan

Berikut ini beberapa tujuan analisis keuangan:


1. Investasi pada saham
2. Pemberian kredit
3. Kesehatan pemasok
4. Kesehatan pelanggan
5. Kesehatan perusahaan ditinjau dari karyawan
6. Pemerintah
7. Analisis Internal
8. Analisis pesaing
9. Penilaian kerusakan

(lihat modul 1 hal: 1.4-1.7)

www.ut.ac.id
Cabang Akuntansi
Berkaitan dengan pemakai internal dan eksternal,
akuntansi berkembang menjadi dua jenis akuntansi:
1. Akuntansi Keuangan (financial accounting)
; adalah sistem pengakumulasian, pemrosesan, dan
pengkomunikasian yang didesain untuk informasi pengambilan
keputusan yang berkaitan dengan investasi dan kredit oleh
pemakai eksternal.
2. Akuntansi Manajemen (managerial accounting)
; adalah sistem pengakumulasian, pemrosesan, dan
pengkomunikasian yang didesain untuk informasi pengambilan
keputusan oleh pemakai internal.

(lihat modul 1 hal; 1.9-1.10)

www.ut.ac.id
PABU
(Prinsip Akuntansi Berterima Umum)
; merupakan seperangkat pedoman
resmi dan kebiasaan dunia usaha yang
dianggap berlaku dalam lingkungan
(negara) dan waktu tertentu. Di
Amerika, prinsip ini disebut dengan
general accepted accounting principles
(GAAP).
www.ut.ac.id
Hal-hal yang harus diketahui
seputar PABU;
1. Unsur dan kedudukan PABU
2. PABU yang diatur dalam standar
akuntansi
3. Pelaporan keuangan menurut
konsepsi FASB yang disusun
berdasar kondisi lingkungan
ekonomi dan sosial di Amerika
(lihat modul 1 hal; 1.13-1.14)
www.ut.ac.id
Pengertian Pelaporan Keuangan dan
Laporan Keuangan

Pelaporan Keuangan; meliputi segala aspek yang


berkaitan dengan penyediaan dan penyampaian
informasi keuangan.
Laporan Keuangan; catatan informasi keuangan
suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang
dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja
perusahaan tersebut.

(lihat modul 1 hal; 1.15)


www.ut.ac.id
Tujuan Laporan Keuangan
1. Informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan
2. Informasi yang bermanfaat untuk memperkirakan aliran
kas kepada pemakai eksternal
3. Informasi yang bermanfaat untuk memperkirakan aliran
kas perusahaan
4. Informasi mengenai sumber daya ekonomi dan klaim
terhadap sumber daya tersebut
5. Informasi mengenai pendapatan dan komponen-
komponennya
6. Informasi aliran kas

(lihat modul 1 hal; 115-119)


www.ut.ac.id
KARAKTERISTIK KUALITATIF INFORMASI AKUNTANSI
1. Bisa dipahami (understandability)
2. Bermanfaat untuk pengambilan keputusan
3. Relevan
4. Nilai prediksi dan umpan balik
5. Tepat Waktu
6. Reliabilitas
7. Bisa diverifikasi
8. Representatif
9. Kenetralan
10. Konsistensi dan bisa diperbandingkan
11. Batasan terhadap Hierarki informasi
12. Material

(lihat modul 1 hal ; 120-124) www.ut.ac.id


LAPORAN KEUANGAN POKOK
secara umum, ada lima bentuk (unsur) laporan
keuangan pokok yang dihasilkan oleh suatu
perusahaan;
1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
2. Laporan Laba Rugi
3. Laporan aliran kas
4. Laporan perubahan ekuitas
5. Catatan atas laporan keuangan

(lihat modul 1 hal 1.28-1.38)

www.ut.ac.id
ANALISIS KEBIJAKAN AKUNTANSI
TERHADAP
KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN

www.ut.ac.id
Dasar Akuntansi Keuangan – Akrual

Laporan Keuangan utamanya berbasis akrual. Standar akuntansi


mengharuskan konsep akrual. Para pendukung basis ini yakin bahwa
akuntansi basis akrual lebih unggul dibandingkan dengan akuntansi
berbasis kas. Baik untuk mengukur kinerja maupun kondisi keuangan.
Statement of Financial Accounting Concept No. 1 menyatakan bahwa
“informasi mengenai laba perusahaan berdasrkan akuntansi akrual
biasanya memberikan indikasi kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan arus kas saat ini dan masa depan yang lebih baik
dibandingkan dengan informasi yang dibatasi oleh aspek keuangan
berupa penerimaan dan pembayaran kas.

(lihat modul 2 hal ; 2.4)

www.ut.ac.id
Proses Akrual-Pengakuan Pendapatan dan Pengaitan Beban

1. Pengakuan pendapatan; Pendapatan diakui saat diperoleh dan saat direalisasi.


Pendapatan terjadi ketika perusahaan menyerahkan produk atau jasanya. Hal ini
berarti bahwa perusahaan telah melakukan tugasnya

2. Pengakuan beban. Akuntansi akrual mengharuskan pengaitan beban dengan


pendapatan. Proses pengaitan ini berbeda untuk dua kenis beban. Beban yang
berasal dari produksi suatu produk atau jasa disebut biaya produk (product costs),
dan diakui saat produk atau jasa diserahkan. Seluruh biaya produk disajikan
bersamaan pada biaya penjualan (cost of sales) tetapi akan berada
pada akun persediaan hingga dapat dikaitkan dengan pendapatan. Beban lainnya
adalah, biaya periode (periode costs), biasanya dikaitakan dengan pendapatan
periode tertentu.

(lihat modul 2 hal ; 2.11)


www.ut.ac.id
Defininisi Manajemen Laba

Terdapat beberapa persyaratan untuk memenuhi definisi manajemen laba


(earnings management). Persyaratan ini penting karena akan membedakan
manajemen laba dengan salah saji dan distorsi akuntansi yang diterima dengan
tujuan untuk pelaporan hasil tertentu. Diskresi (pilihan) yang tersedia digunakan
untuk memilih dan menerapkan prinsip akuntansi untuk tujuan tertentu, dan tidak
diragukan pilihan ini berada dalam kerangka praktik yang berlaku umum. Hal ini
lebih menjadi masalah bentuk dibandingkan substansi. Pemilihan ini juga tidak
memengaruhi transaksi aktual (seperti menunda pengeluaran pada periode
berikut) tetapi memengaruhi distribusi ulang atas kredit atau beban sepanjang
beberapa periode. Tujuan utama adalah untuk menurunkan keragaman laba
sepanjang beberapa periode melalui pemindahan laba antara periode baik dan
buruk, antara periode berjalan dan masa depan, atau berbagai kombinasi

(lihat modul 2 hal; 2.30

www.ut.ac.id
Beberapa bentuk manajemen laba yang harus
diwaspadai mencakup:
1. Perubahan. metode atau asumsi akuntansi
2. Menghapus keuntungan dan kerugian luar biasa (dan tidak
biasa).
3. Mandi besar' (big bath)
4. Penurunan nilai
5. Menentukan waktu pengakuan pendapatan dan beban

(lihat modul 2 hal; 2.31)

www.ut.ac.id
Inflasi (Inflation)

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan


terus menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat
disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang
meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau
bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran
distribusi barang.

Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata
uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan
tinggi-rendahnya tingkat harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat
inflasi, dua yang paling sering
digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

(lihat modul 2 hal; 2.38)


www.ut.ac.id
Inflasi (Inflation)

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan


terus menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat
disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang
meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau
bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran
distribusi barang.

Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata
uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan
tinggi-rendahnya tingkat harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat
inflasi, dua yang paling sering
digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

(lihat modul 2 hal; 2.38)


www.ut.ac.id
MACAM-MACAM INFLASI
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi
ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi :

Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di


bawah angka 10% setahun
inflasi sedang antara 10%—30% setahun.
berat antara 30%—100% setahun
dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila
kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

(lihat modul 1 hal ; 2.38)

www.ut.ac.id
SUKU BUNGA
Menurut Nopirin (1996) suku bunga adalah biaya yang harus dibayar
oleh peminjam atas pinjaman yang diterima dan merupakan imbalan
bagi pemberi pinjaman atas investasinya. Suku bunga mempengaruhi
keputusan individu terhadap pilihan
membelanjakan uang lebih banyak atau menyimpan uangnya dalam
bentuk tabungan.

Suku bunga juga merupakan sebuah harga yang menghubungkan masa


kini dengan masa depan, sebagaimana harga lainnya maka tingkat
bunga ditentukan oleh interaksi permintaan dan penawaran (Suhaedi,
2000). Tingkat suku bunga digunakan pemerintah
untuk mengendalikan tingkat harga, ketika tingkat harga tinggi dan
jumlah uang yang beredar dalam masyarakat banyak

(lihat modul 2 hal; 2.42)


www.ut.ac.id
Sumber;
Buku Materi Pokok EKSI4204 - Modul 1&2

www.ut.ac.id

Anda mungkin juga menyukai