Anda di halaman 1dari 47

Percobaan 7 :

Reaksi pada Unsur dan


Senyawa Tembaga dan Perak

Elva Febriana Yusuf (180332616576)


Fitri Armilla Rizky (180332616525)
Noer Rachmah Fadillah (180332616576)
Tujuan Percobaan

1. Mampu membuat senyawa tembaga(ii) oksida


2. Mampu memahami reaksi tembaga(ii) oksida dan tembaga(ii) oksida dengan asam
3. Mampu membuat senyawa tembaga(ii) oksida
4. Mampu membuat senyawa tembaga(ii) iodida
5. Mampu memahami reaksi senyawa tembaga(ii) dengan larutan NaOH encer, NH4OH
dan HCl pekat

6. Mampu memahami penguraian termal tembaga(ii) klorida anhidrat

7. Mampu memahami reaksi perak nitrak dengan kalium kromat, amonia encer dan
natrium hidroksida

8. Mampu memahami reaksi pembetukan cermin perak


Dasar Teori
Tembaga umumnya mempunyai tingkat oksidasi +2, sedang yang pada tingkat
oksidasi +1 hanya stabil jika berada dalam larutan. Dikenal juga senyawa tembaga
dengan tingkat oksidasi +3, yaitu K3CuF6, tetapi senyawa tembaga pada tingkat oksidasi
+3 kurang penting.
Tembaga mempunyai titik leleh 1083 oC dan berat jenisnya 8,93 g.cm. Warna
logamnya menyerupai emas, mudah ditempa, dapat diregang, dan merupakan
konduktor panas dan listrik nomer dua sesudah perak. Logam tembaga secara lambat
bereaksi dengan udara lembab dan permukaannya berangsur-angsur menjadi terlapis
oleh lapisan hijau dari tembaga karbonat basa.
2Cu (s) + O2 (g) + CO2 (g) + H2O (l) → Cu2(OH)2CO3 (s)

Pada temperatur sekitar 300 oC bereaksi dengan udara atau oksigen dan terbentuk
lapisan hitam dari senyawa tembaga(ii) oksida, dan temperatur 1000 oC akan terbentuk senyawa
tembaga(i) oksida. Logam tembaga tidak bereaksi dengan air atau uap air dan asam-asam encer
non oksidator, misalnya HCl encer dan asam sulfat encer. Asam klorida pekat yang mendidih dapat
bereaksi dengan tembaga menghasilkan gas hidrogen dan senyawa dikloro kuprat(i) [CuCl2]-.
2Cu + 2H+ 2Cu+ + H2
+ Cl- (dari asam klorida)

2 [CuCl]-
Asam sulfat yang panas, asam nitrat encer, dan asam nitrat pekat dapat bereaksi dengan tembaga.
Dalam larutan, ion tembaga(i) tidak stabil dan mengalami disproporsionasi menjadi ion tembaga(ii) dan
tembaga.
2Cu+ → Cu + Cu2+
Kesetimbangan dapat bergeser ke kiri jika ditambah anion yang dapat mengendapkan
senyawa tembaga(i), misalnya dengan ion iodida akan terbentuk endapan CuI, atau dengan
penambahan suatu zat yang dapat membentuk ion kompleks, dimana ion kompleks dari
tembaga(i) lebih stabil daripada ion kompleks tembaga(ii), misalnya dengan amonia akan
terbentuk ion [Cu(NH3)]+.
Senyawa tembaga(ii) hidroksida dapat diperoleh sebagai endapan seperti agar-agar yang
berwarna hijau-biru bila larutan garam tembaga(ii) ditambah larutan natrium hidroksida.
Endapan ini jika disaring dan dikeringkan pada temperatur 100 oC akan diperoleh senyawa
Cu(OH)2, tetapi pemanasan suspensi yang tidak disaring pada sekitar 80 oC akan terurai menjadi
tembaga(ii) oksida dan air. Senyawa tembaga(ii) hidroksida dapat dengan segera larut dalam
larutan amonia dan dihasilkan warna yang sangat biru dari ion kompleks [Cu(NH3)4]2+.
Alat dan Bahan

Bahan
Alat
Zat padat Zat cair
• Tabung reaksi • Kalium tartrat • CuSO4 • Glukosa 2%
• Gelas beker • Glukosa • NaOH encer • HNO3 encer
• Krusibel • CuO • NaOH 1% • KI
porselen • Logam Cu • HCl encer • Na2S2O3
• Kertas saring • CuCl2 anhidrat • HCl pekat • NH4OH
• Penangas air • CuBr2 anhidrat • H2SO4 encer • NH4OH 10%
• Lampu spiritus • CuSO4 • KCN • AgNO3 10%
• (NH4)2SO4 • K2CrO4
Data Pengamatan dan Pembahasan
1. Pembuatan tembaga(i) oksida
N Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
o Sebelum Sesudah
1 Pembuatan tembaga(i) oksida • CuSO4(aq) : NaOH (aq) +
CuSO4 (aq) 1 mL tembaga(ii) sulfat, KNaC4H4O6 (s) =
- dimasukkan tabung reaksi biru, garam larutan tak
- ditambah NaOH (aq) yang sudah dicampur normal berwarna
dengan kalium tartrat tetes demi tetes hingga • KNaC4H4O6 (s) : + CuSO4(aq)
endapan tepat larut kalium tartrat, =larutan berwarna
- ditambah seujung sendok glukosa putih, garam biru muda
- dipanaskan hingga terjadi endapan jingga rangkap +C6H12O6 (s) =
- dibiarkan mengendap • NaOH (aq) : larutan bitu tua
- didekantasi natrium tidak ada
- digunakan endapan untuk percobaan 2 hidroksida, tidak endapan,
berwarna, basa dipanaskan
• C6H12O6 (s) : menjadi merah
glukosa, putih, jingga dan
senyawa organik terdapat endapan

Hasil
Reaksi molekul : CuSO4(aq) + 2NaOH(aq)  Cu(OH)2(s) + Na2SO4(aq)

Reaksi ion total : Cu2+(aq) + SO42-(aq) + 2Na+(aq) + 2OH-(aq)  Cu(OH)2(s) + 2Na+(aq) + SO42-(aq)

Reaksi ion bersih : Cu2+(aq) + 2OH-(aq)  Cu(OH)2(s)

Ion spektator : SO42-(aq), 2Na+(aq)

Jenis reaksi : reaksi non redoks

Reaktan : Cu2+(aq), 2OH-(aq)

Produk : Cu(OH)2(s)
Reaksi molekul : Cu(OH)2(s) + KNaC4H4O6(aq)  KNaCu[(COO)2(CHO)2](aq)

Reaksi ion total : Cu(OH)2(s) + K+(aq) + Na+(aq) + C4H4O62-(aq)  Cu[(COO)2(CHO)2]2-(aq) +


Na+(aq) + K+(aq)

Reaksi ion bersih : Cu(OH)2(s) + C4H4O62-(aq)  Cu[(COO)2(CHO)2]2-(aq)

Ion spektator : K+(aq), Na+(aq)

Jenis reaksi : reaksi non redoks

Reaktan : Cu(OH)2(s), C4H4O62-(aq)

Produk : Cu[(COO)2(CHO)2]2-(aq)
Reaksi molekul : 2Cu(OH)2 (s) + (s)  Cu2O(s) + (s) + 2H2O(l)

Ion spektator : -
Jenis reaksi : reaksi redoks Hasil pengamatan  sesuai teori
Terbentuk endapan jingga Cu2O(s)
Reaktan : 2Cu(OH)2(s), C6H12O6(s)
Produk : Cu2O(s), C6H12O7(aq), 2H2O(l) Kesimpulan:
Cu2O(s) dapat dibuat dengan uji fehling larutan glukosa
Reduktor : C6H12O6(s) yang menghasilkan endapan berwarna merah jingga
Oksidator : 2Cu(OH)2(s)
2. Reaksi tembaga(i) oksida dan tembaga(ii) oksida
Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
Sebelum Sesudah
Endapan percobaan Cu2O (s) + HCl (aq)
1 -Suhu normal
- diambil sedikit • Cu2O (s) : :larutan tidak
- dimasukkan tabung reaksi tembaga(i) berwarna, tidak
- ditambah HCl encer sampai oksida, merah, berbau, endapan
berlebih oksida basa putih
- dipanaskan • HCl (aq) : asam -dipanaskan:
- diamati klorida, tidak larutan berwarna
berwarna, asam biru pucat,tidak
Hasil ada endapan,
tidak berbau
Reaksi molekul: Cu2O(s) + 2HCl(aq)  2CuCl(s) + H2O(l)
Reaksi ion : Cu2O(s) + 2H+(aq) + 2Cl-(aq)  2CuCl(s) + H2O(l)
Ion spektator : -
Jenis reaksi : reaksi non redoks
Reaktan : Cu2O(s), 2H+(aq), 2Cl-(aq)
Produk : 2CuCl(s), H2O(l)
Ksp CuCl = 1,72 x 10 -7
Penambahan HCl berlebih
Reaksi molekul : CuCl(s) + HCl(aq)  [CuCl2]-(aq) + H+(aq)

Reaksi ion total : CuCl(s) + H+(aq) + Cl-(aq)  [CuCl2]-(aq) + H+(aq)

Reaksi ion bersih : CuCl(s) + Cl-(aq)  [CuCl2]-(aq)


Ion spektator : H+(aq)

Jenis reaksi : reaksi non redoks


Hasil pengamatan  tidak sesuai teori
Reaktan : CuCl(s), Cl-(aq) Berdasarkan pustaka, reaksi tembaga(ii) oksida
dengan asam klorida menghasilkan endapan
Produk : [CuCl2]-(aq)
putih

Kesimpulan:
Reaksi Cu2O(s) dengan HCl(aq)
menghasilkan larutan tidak berwarna dari
adanya ion [CuCl2]-(aq)
N Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
o Sebelum Sesudah
• Cu2O (s) : Cu2O (s) + H2SO4 (aq)
Endapan percobaan 1 tembaga(i) -suhu normal : larutan
- diambil sedikit oksida, tidak berwarna dan
- dimasukkan tabung reaksi merah, endapan berwarna merah
- ditambah H2SO4 encer sampai oksida basa bata
berlebih • H2SO4 (aq) : -dipanaskan: larutan
- dipanaskan asam sulfat, berwarna biru pucat dan
- diamati tidak endapan berwarna merah
berwarna, bata
Hasil asam

Reaksi molekul : Cu2O(s) + H2SO4(aq)  Cu(s) + CuSO4(aq) + H2O(l)


Reaksi ion total : Cu2O(s) + 2H+(aq) + SO42-(aq)  Cu(s) + Cu2+(aq) + SO42-(aq)
+ H2O(l)
Reaksi ion bersih : Cu2O(s) + 2H+(aq)  Cu(s) + Cu2+(aq) + H2O(l)
Oksidasi : Cu+(aq)  Cu2+(aq) + e- E0 = -0,153 V
Reduksi : Cu+(aq) + e-  Cu(s) E0 = + 0,521 V +
Reaksi redoks : 2Cu+(aq)  Cu2+(aq) + Cu(s) E0sel = + 0,368 V
Ion spektator : SO42-(aq),
Jenis reaksi : reaksi redoks
Reaktan : Cu2O(s), 2H+(aq)
Produk : Cu(s), Cu2+(aq),
H2O(l) Hasil pengamatan  tidak sesuai teori
Berdasarkan pustaka, reaksi tembaga(ii) oksida
Oksidator : Cu2O(s) dengan asam sulfat menghasilkan endapan merah
Reduktor : Cu2O(s) kecoklatan dan larutan biru.

Kesimpulan:
Reaksi Cu2O(s) dengan H2SO4(aq) menghasilkan
endapan coklat, larutan abu-abu kehitaman
N Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
o Sebelum Sesudah
Endapan percobaan 1 • Cu2O (s) : Cu2O (s) + HNO3 (aq)
tembaga(i) - Suhu normal :
- diambil sedikit oksida, merah, larutan tidak
- dimasukkan tabung reaksi oksida basa berwarna, endapan
- ditambah HNO3 encer • HNO3 (aq) : merah bata
sampai berlebih asam nitrat, - Dipanaskan :
- dipanaskan tidak larutan biru pucat
- diamati berwarna, endapan merah
asam bata
Hasil

Reaksi molekul : CuO(s) + 2HNO3(aq)  Cu(NO3)2(aq) + H2O(l)


Reaksi ion : CuO(s) + 2H+(aq) + 2NO3-(aq)  Cu2+(aq) + 2NO3-(aq) + H2O(l)
Reaksi ion bersih : CuO(s) + 2H+(aq)  Cu2+(aq) + H2O(l)
Oksidasi : Cu+(aq)  Cu2+(aq) + e- E0 = -0,153 V
Reduksi : Cu+(aq) + e-  Cu(s) E0 = + 0,521 V +
Reaksi redoks : 2Cu+(aq)  Cu2+(aq) + Cu(s) E0sel = + 0,368 V

Ion spektator : 2NO3-(aq)


Jenis reaksi : reaksi redoks
Reaktan : Cu2O(s), 2H+(aq)
Produk : Cu(s), Cu2+(aq), H2O(l) Hasil pengamatan  sesuai teori
Oksidator : Cu2O(s)
Kesimpulan:
Reduktor : Cu2O(s) Reaksi Cu2O(s) dengan HNO3(aq)
menghasilkan larutan biru Cu(NO3)2(aq)
Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
Sebelum Sesudah
Tembaga(ii) oksida • CuO (s) : CuO (s) + HCl (aq)
tembaga(ii) - Suhu normal :
- diambil sedikit oksida, hitam, larutan berwarna
- dimasukkan tabung reaksi basa biru dan ada
- ditambah HCl encer • HCl (aq) : endapan hitam
sampai berlebih asam klorida, - Dipanaskan larutan
- dipanaskan tidak biru dan ada
- diamati berwarna, endapan hitam
asam
Hasil

Reaksi molekul : CuO(s) + 2HCl(aq)  CuCl2(aq) + H2O(l)


Reaksi ion : CuO(s) + 2H+(aq) + 2Cl-(aq)  Cu2+(aq) + 2Cl-(aq) + H2O(l)
Reaksi ion bersih : CuO(s) + 2H+(aq)  Cu2+(aq) + H2O(l)
Ion spektator : 2Cl-(aq)
Jenis reaksi : reaksi non redoks
Reaktan : CuO(s), 2H+(aq)
Produk : Cu2+(aq), H O(l)
Hasil pengamatan  tidak sesuai teori
Menurut pustaka, tembaga(ii) oksida larut dalam asam mineral
menghasilkan garam tembaga(ii)

Kesimpulan:
Reaksi CuO(s) dengan HCl(aq) menghasilkan larutan hijau
CuCl2(aq) yang belum bereaksi sempurna
Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
Sebelum Sesudah

Tembaga(ii) oksida • CuO (s) : CuO (s) + H2SO4


tembaga(ii) (aq)
- diambil sedikit oksida, - Suhu normal :
- dimasukkan tabung reaksi hitam, basa larutan biru
- ditambah H2SO4 encer sampai berlebih • H2SO4 (aq) : dan ada
- dipanaskan asam sulfat, endapan
- diamati tidak - Dipanaskan :
berwarna, terbentuk
Hasil asam larutan biru

Reaksi molekul : CuO(s) + H2SO4(aq)  CuSO4(aq) + H2O(l)


Reaksi ion : CuO(s) + 2H+(aq) + SO42-(aq)  Cu2+(aq) + SO42-(aq) + H2O(l)
Reaksi ion bersih : CuO(s) + 2H+(aq)  Cu2+(aq) + H2O(l)
Ion spektator : SO42-(aq)
Hasil pengamatan  sesuai teori
Jenis reaksi : reaksi non redoks Kesimpulan:
Reaksi CuO(s) dengan H2SO4(aq) menghasilkan larutan biru
Reaktan : CuO(s), 2H+(aq)
CuSO4(aq) dan endapan hitam dari CuO yang belum bereaksi
Produk : Cu2+(aq), H2O(l) sempurna
Hasil Pengamatan
Prosedur
Sebelum Sesudah
• CuO (s) : CuO (s) + HNO3 (aq)
Tembaga(ii) oksida
tembaga(ii) - Suhu normal:
- diambil sedikit oksida, hitam, Larutan biru dan
- dimasukkan tabung reaksi oksida basa ada endapan
- ditambah HNO3 encer sampai • HNO3 (aq) : hitam
berlebih asam nitrat, - Dipanaskan :
- dipanaskan tidak berwarna, terbentuk larutan
- diamati asam biru
Hasil

Reaksi molekul : CuO(s) + 2HNO3(aq)  Cu(NO3)2(aq) + H2O(l)


Reaksi ion : CuO(s) + 2H+(aq) + 2NO3-(aq)  Cu2+(aq) + 2NO3-(aq) + H2O(l)
Reaksi ion bersih : CuO(s) + 2H+(aq)  Cu2+(aq) + H2O(l) Ion spektator : 2NO3-(aq)
Jenis reaksi : reaksi non redoks
Reaktan : CuO(s), 2H+(aq)
Produk : Cu2+(aq), H2O(l)
Hasil pengamatan  sesuai teori
Kesimpulan:
Reaksi CuO(s) dengan HNO3(aq) menghasilkan
larutan biru Cu(NO3)2(aq) dan endapan hitam dari
CuO yang belum bereaksi sempurna
3. Pembuatan tembaga(i) klorida
Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
Sebelum Sesudah
Tembaga(ii) oksida seujung CuO (s) + HCl (aq) :
sendok • CuO (s) : larutan berwarna kuning
- dimasukkan tabung reaksi tembaga(ii) Dipanaskan larutan
- ditambah 5 mL HCl pekat oksida, hitam, baerwarna kehijauan
- dipanaskan hingga larutan hijau oksida basa +tembaga dan Sebelum dipanaskan
- ditambah seujung sendok tembaga • Cu (s) : tembaga, dipanaskan hasilnya
- dididihkan 5 menit unsur logam tembaga sedikit
- disaring • HCl (aq) : asam mengeluarkan
- dimaukkan filtrat ke gelas beker berisi klorida, tidak gelembung, endapan
air 200 mL berwarna, asam kuning kecoklatan,
• H2O (Air) : disaring filtrate berwarna
Hasil cairan tidak kehijauan
berwarna, +air terdapat sedikit asap
senyawa pksida putihdan larutan berubah
indifferent warna dari kehijauan
menjadi berwarna biru
pucat
Reaksi Molekul : CuO(s) + 2HCl(aq)  CuCl2(aq) + H2O(l)
Reaksi Ion total : CuO(s) + 2H+(aq) + 2Cl-(aq)  Cu2+(aq)+ 2Cl-(aq) + H2O(l)
Reaksi Ion bersih : CuO(s) + 2H+(aq)  Cu2+(aq) + H2O(l)

Jenis reaksi : Reaksi non redoks,


Spektator : Cl-
Reaktan : CuO, H+(aq)
Produk : Cu2+, H2O
Reaksi Molekul : CuCl2(aq) + Cu(s)  Cu2Cl2 (s)

Reaksi Ion : Cu2+(aq) + 2Cl-(aq) + Cu(s)  Cu2Cl2(s)


oksidasi
+2 reduksi 0
+1

Jenis reaksi : Reaksi redoks

R. Oksidasi : Cu (s)  Cu+(aq) + e Eored = -0,521 V

R. Reduksi : Cu2+(aq) + e  Cu+(aq) Eored = +0,153 V+

Reaksi Molekul : CuCl


R. Redoks : Cu (s) + Cu22+ (aq)+
(aq) 2Cu
Cu(s) 2CuCl (aq)
+(aq) Eosel = -0,368 V

Hasil pengamatan  tidak sesuai teori


Kesimpulan:
Senyawa tembaga(i) klorida dapat dibuat dengan cara mereduksi tembaga(ii) klorida dan
mengoksidasi tembaga
4. Pembuatan tembaga(I) iodida
Hasil Pengamatan
No Prosedur Gambar
Sebelum Sesudah
a. Tembaga(ii) sulfat 1 mL • CuSO4 (aq) : CuSO4 (aq) + KI (aq) :
tembaga(ii) sulfat, larutan kuning tua,
- dimasukkan tabung reaksi biru, garam asam terbentuk endapan
- ditambah 1 mL larutan KI • KI (aq) : kalium putih, tidak berbau dan
- diamati iodida, tidak tidak ada perubahan
- dibiarkan mengendap berwarna, garam suhu
- ditambah larutan natrium normal +Na2S2O3 (aq) tetes
tiosulfat hingga jenuh • Na2S2O3 (aq) : demi tetes :
- diamati natrium tiosulfat, menghasilkan larutan
tidak berwarna, berwarna putih
Hasil garam normal +Na2S2O3 (aq) hingga
jenuh : endapan larut,
tidak berbau, tidak ada
perubahan suhu
larutan tidak berwarna
R. Molekul : 2CuSO4(aq) + 4KI(aq)  2CuI(s) + I2(aq) + 2K2SO4(aq)
R. Ion total : Cu2+(aq) + 2SO42-(aq) + 4K+(aq) + 4I-(aq)  2CuI(s) + I2(aq) + 4K+(aq) + 2SO42-(aq)
R. Ion bersih : 2Cu2+(aq) + 4I-(aq)  2CuI(s) + I2(aq)

Jenis reaksi : Reaksi redoks

R. Oksidasi : 2I-(aq)  I2(aq) + 2e Eo = -0,535 V

R. Reduksi : Cu2+(aq) + 2e  2Cu+(aq) Eo = +0,153 V +

R. Redoks : Cu (s) + Cu2+(aq)  2Cu+(aq) Eo = -0,382 V


Penambahan Na2S2O3
R. Molekul : I2(aq) + 2Na2S2O3(aq)  2NaI(s) + I2(aq) + Na2S4O6(aq)

R. Ion total : I2(aq) + 4Na+(aq) + 2S2O32-(aq)  2Na+ (aq) + 2I-(aq) + 2Na+(aq) + S4O62- (aq)

R. Ion bersih : I2(aq) + 2S2O32-(aq)  2I-(aq) + 2S4O62- (aq)

Jenis reaksi : Reaksi redoks

R. Oksidasi: 2S2O32-(aq)  S4O62- (aq) + 2e Eored = -0,08 V

R. Reduksi : I2(aq) + 2e  2I-(aq) Eored = +0,5355 V +

R. Redoks : 2S2O32-(aq) + I2(aq)  S4O62- (aq) + 2I-(aq) Eosel = +0,4555 V

Hasil pengamatan  sesuai teori


Kesimpulan:
Pembuatan senyawa tembaga(i) dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, CuSO4
dengan KI dan Na2S2O3. kedua, mereaksikan CuSO4 dengan KCN
Hasil Pengamatan
No Prosedur
Sebelum Sesudah
b. Tembaga(ii) sulfat 1 mL CuSO4 (aq) + KCN
• CuSO4 (aq) : (aq) : terbentuk
- dimasukkan tabung reaksi tembaga(ii) sulfat, endapan hijau
- ditambah 1 mL larutan biru, garam asam muda, larutan
KCN • KCN (aq) : kalium berwarna hijau
- diamati sianida, tidak muda, tidak berbau,
berwarna, garam tidak ada perubahan
Hasil
normal suhu
R. Molekul : CuSO4(aq) + 4KCN(aq)  K3[Cu(CN)4](aq) + K2SO4 (aq)

R. Ion total : Cu2+(aq) + SO42- (aq) + 4K+(aq) + 4CN-(aq)  [Cu(CN)4]3-(aq) +

2K+(aq) + SO42- (aq)

R. Ion bersih : Cu2+(aq) + 4CN-(aq)  [Cu(CN)4]2-(aq)

Jenis reaksi : Reaksi non redoks

Reaktan : Cu2+, CN-

Produk: [Cu(CN)4]2-

Spektator: K+, SO42-


5. Reaksi dari senyawa tembaga (ii) sulfat
Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
Sebelum Sesudah
Tembaga(ii) sulfat 1 mL CuSO4 (aq) + NaOH (aq)
• CuSO4 (aq) : tembaga(ii) :
- ditambah larutan NaOH sulfat, biru, garam asam -tetes demi tetes:
encer tetes demi tetes • NaOH (aq) : natrium larutan berwarna biru
hingga berlebih hidroksida, tidak muda, tidak berbau,
berwarna, basa endapan hitam
Hasil
-berlebih: larutan tidak
berwarna, endapan
hitam, tidak berbau dan
tidak ada perubahan
suhu
R. Molekul : CuSO4(aq) + 2NaOH(aq)  Cu(OH)2(s) + Na2SO4(aq)
R. Ion total : Cu2+(aq) + SO42- (aq) + 2Na+(aq) + 2OH- (aq)  Cu(OH)2(s) + 2Na+(aq)
+ SO42- (aq)
R. Ion bersih : Cu2+(aq) + 2OH- (aq)  Cu(OH)2(s)
Ksp Cu(OH)2 = 2 x 10 -19

Jenis reaksi : Reaksi non redoks


Reaktan : Cu2+, OH-
Produk : Cu(OH)2
Spektator : SO42, Na+
Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
Sebelum Sesudah
Tembaga(ii) sulfat 1 mL • CuSO4 (aq) : CuSO4 (aq) + NH4OH (aq)
tembaga(ii) sulfat, :
- dimasukkan tabung reaksi biru, garam asam - Tetes demi tetes :
- ditambah larutan NH4OH • NH4OH (aq) : terbentuk larutan biru
tetes demi tetes hingga amonium hidroksida, tua
berlebih tidak berwarna, basa - Berlebih : terbentuk
Hasil larutan biru tua

R. Molekul : CuSO4(aq) + 2NH4OH (aq)  [Cu(NH3)2](OH)2 (aq) + H2SO4(aq)

R. Ion : Cu2+(aq) + 2NH4+ (aq)  [Cu(NH3)2]2+ (aq) + 2H+ (aq)

Jenis reaksi : Reaksi non redoks

Reaktan : Cu2+, SO42-, NH3


Produk : Cu(OH)2.CuSO4, NH4+
Spektator :-
Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
Sebelum Sesudah
CuSO4 (aq) + HCl (aq)
Tembaga(ii) sulfat 1 mL
• CuSO4 (aq) : - Tetes demi tetes :
- dimasukkan tabung reaksi tembaga(ii) Biru pucat, tidak
- ditambah larutan HCl pekat tetes demi sulfat, biru, berbau, tidak ada
tetes hingga tidak terjadi perubahan garam asam perubahan suhu, tidak
lagi • HCl (aq) : asam ada endapan.
klorida, tidak - Berlebih
Hasil berwarna, asam Biru pucat, tidak
berbau, tidak ada
perubahan suhu, tidak
ada endapan.
R. Molekul : CuSO4(aq) + 2HCl(aq)  CuCl2(aq) + H2SO4(aq)

R. Ion total : Cu2+(aq) + SO42- (aq) + 2H+(aq) + 2Cl- (aq)  Cu2+ (aq) + 2Cl- (aq) + 2H+(aq)

+ SO42- (aq)

R. Ion bersih : -

Jenis reaksi : Reaksi non redoks


Spektator : SO42, H+, Cu2+, Cl-

Hasil pengamatan  sesuai teori


Kesimpulan:
Tembaga(ii) sulfat bereaksi dengan NaOH membentuk endapan biru, sedangkan
tembaga(ii) sulfat bereaksi dengan NH4OH membentuk larutan berwarna biru.
Tembaga(ii) sulfat tidak dapat bereaksi dengan HCl
6. Penguraian termal tembaga(ii) halida
Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
Sebelum Sesudah
Tembaga(ii) klorida
anhidrat,tembaga(II) • CuBr2 (s) : CuBr2 (s) : setelah
bromida seujung sendok Tembaga(II) dipanaskan terjadi
- dimasukkan krusibel bromide, perubahan warna
porselen padatan menjadihijau dan
- dipanaskan warna biru, menghasilkan gas berbau
- diamati gas beserta residu garam busuk
normal
Hasil
• CuCl2 (s) : CuCl2 (s) : setelah
tembaga(ii) dipanaskan menjadi warna
klorida, coklat kehitaman timbul gas
hijau, garam berbau busuk
normal
R. Molekul : 2CuCl (s) + O2 (g) → 2CuO (s) + 2Cl2 (g) Hasil pengamatan  sesuai teori
R. Ion Total : 2CuCl (s) + O2 (g) → 2CuO (s) + 2Cl2 (g) Kesimpulan:
R. Ion Bersih : 2CuCl (s) + O2 (g) → 2CuO (s) + 2Cl2 (g)
Penguraian termal tembaga(ii) klorida
adalah didapatkan residu berwarna
coklat yang menunjukkan terbentuknya
Jenis reaksi : Reaksi non redoks senyawa baru
8. Reaksi dari persenyawaan perak(I)
N Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
o Sebelum Sesudah
a Ternbentuk
Larutan perak nitrat 1 mL
• AgNO3 (aq) : perak endapan
- dimasukkan tabung reaksi nitrat, tidak berwarna merah
- ditambah beberapa tetes larutan kalium berwarna, garam bata
kromat normal
- dibagi endapan menjadi dua • K2CrO4 (aq) : kalium
kromat, kuning,
Endapan 1 dan 2 garam normal
Molekul : 2AgNO3(aq) + K2CrO4(aq)  Ag2CrO4(s) + 2KNO3(aq)

R. Ion total : 2Ag+(aq) + 2NO3-(aq) + 2K+ (aq) + CrO42-(aq)  Ag2CrO4(s) + 2K+

(aq) + 2NO3-(aq)

R. Ion bersih: 2Ag+(aq) + CrO42-(aq)  Ag2CrO4(s)

Jenis reaksi `: Reaksi non redoks Ksp Ag2CrO4 : 4 x 10-


12
Reaktan : Ag+, CrO42-

Produk : Ag2CrO4

Spektator : NO3-, K+
Hasil Pengamatan
Prosedur
Sebelum Sesudah Gambar

Endapan 1
- diasamkan dengan larutan HNO3 encer • HNO3 (aq) : • Berubah
- diamati asam nitrat, warna
tidak berwarna, menjadi
Hasil asam kuning dan
padatan
kuning,endap
an larut

R. Molekul : 2Ag2CrO4(s) + 4HNO3(aq)  4AgNO3(aq) + H2CrO4(s) + H2O(l)

R. Ion total : 2Ag2CrO4(s) + 4H+(aq) + 4NO3-(aq)  4Ag+(aq) + 4NO3-(aq) + 2H+(aq) + CrO42-(aq) + H2O(l)

R. Ion bersih : 2Ag2CrO4(s)  4Ag+(aq) + CrO42-(aq) + H2O(l)


Jenis reaksi : Reaksi non redoks
Reaktan :Ag2CrO4
Produk: Ag+, CrO42-, H2O
Spektator : H+,NO -
Hasil Pengamatan
Prosedur
Sebelum Sesudah
• NH4OH (aq) : Larutan berwarna kuning
Endapan 2 amonium cerah, terbentuk endapan
- diasamkan larutan NH4OH hidroksida, kuning namun setelah itu
- diamati tidak endapan larut
berwarna,
Hasil basa

R. Molekul : 2Ag2CrO4(s) + 4NH4OH (aq)  [Ag(NH3)2]2CrO4(aq) + H2O(l)

R. Ion : Ag2CrO4(s) + 4 NH4OH(aq)  2[Ag(NH3)2]+(aq)+ CrO42-(aq) + H2O(l)

Jenis reaksi : Reaksi non redoks


Reaktan: Ag2CrO4, NH4OH
Produk: [Ag(NH3)2]+, CrO42-
Spektator: -
Hasil Pengamatan
No Prosedur
Sebelum Sesudah
b.
Larutan perak nitrat 1 mL • AgNO3 (aq) : • NH4OH (aq) : Terbatas dan
- dimasukkan tabung reaksi perak nitrat, tidak amonium berlebih :
- ditambah larutan NH4OH berwarna, garam hidroksida, tidak Terbentuk endapan
encer tetes demi tetes normal berwarna, basa coklat, ketika
- diamati diigoyangkan
endapan larut
Hasil
menjadi tidak
berwarna
R. Molekul : 2AgNO3(aq) + 2 NH4OH(aq)  Ag2O(s) + 2NH4NO3(aq) + H2O(l)

R. Ion : 2Ag+(aq) + NO3-(aq) + 2NH4+(aq) + 2OH-(aq)  Ag2O(s) + 2NH4+(aq) + 2NO3-(aq) + H2O(l)

R. Ion bersih : 2Ag+(aq) + 2OH-(aq)  Ag2O(s) + H2O(l)

Jenis reaksi : Reaksi non redoks


Reaktan : Ag+, OH-
Produk : Ag2O, H2O(l)
Spektator : NH4+, NO3-
Hasil Pengamatan
No Prosedur
Sebelum Sesudah
Larutan perak nitrat 1 mL
• AgNO3 (aq) : • NaOH (aq) : Terbatas dan
- dimasukkan tabung reaksi perak nitrat, tidak natrium berlebih :
- ditambah larutan NaOH berwarna, garam hidroksida, tidak • Endapan
- diamati normal berwarna, basa berwarna coklat,
Hasil larutan warna
coklat

R. Molekul : AgNO3(aq) + 2NaOH(aq)  2Ag2O(s) + 2NaNO3(aq) + H2O(l)


R. Ion : Ag+(aq) + NO3-(aq) + 2Na+(aq) + 2OH-(aq)  Ag2O(s) + 2Na+(aq) + 2NO3-(aq) + H2O(l)
R. Ion bersih : Ag+(aq) + 2OH-(aq)  2Ag2O(s) + H2O(l)

Jenis reaksi : Reaksi non redoks


Kesimpulan:
Reaktan : Ag+,OH- Endapan dari senyawa perak(i) dapat larut
Produk : Ag2O, H2O pada amonia dan asam nitrat encer,
sedangkan dalam NaOH tidak larut dan
Spektator : NO3- , Na+ membentuk endapan coklat
9. Reaksi pembetukan cermin perak
Hasil Pengamatan
Prosedur Gambar
Sebelum Sesudah

Larutan garam perak • AgNO3 (aq) : perak AgNO3 (aq) + NaOH (aq) :
nitrat 10 % 1 mL nitrat, tidak Terbentuk endapan coklat dan
berwarna, garam larutan keruh
- dimasukkan tabung normal + ammonia berubah menjadi
reaksi • NaOH (aq) : larutan tak berwarna
- ditambah 1 mL larutan natrium hidroksida, + glukosa berubah menjadi
NaOH 1% tidak berwarna, warna kecoklatan
- dilarutkan endapan basa Setelah pemanasan berubah
dengan 1 mL larutan • NH4OH (aq) : warna menjadi keperakan (
NH4OH 10% amonium cermin perak)
- ditambah 1 mL larutan hidroksida, tidak
glukosa 2 % berwarna, basa
- dipanaskan dengan • C6H12O6 (aq) :
penangas air bersuhu glukosa, tidak
sekitar 60 oC berwarna, senyawa
- diamati organik

Hasil
R. Molekul : AgNO3(aq) + 2NaOH(aq)  Ag2O(s) + 2NaNO3(aq) + H2O(l)
R. Ion : Ag+(aq) + NO3-(aq) + 2Na+(aq) + 2OH-(aq)  Ag2O(s) + 2Na+(aq) + 2NO3-

(aq) + H2O(l)

R. Ion bersih : Ag+(aq) + 2OH-(aq)  Ag2O(s) + H2O(l)

Jenis reaksi : Reaksi non redoks


Reaktan : Ag+,OH-
Produk : Ag2O, H2O
Spektator: NO3, Na+

R. Molekul : Ag2O(s) + 4NH4OH(aq)  2[Ag(NH3)2]OH(aq)

R. Ion : Ag2O(s) + 4NH4OH(aq)  2[Ag(NH3)2]+ + OH-(aq)

Jenis reaksi : Reaksi non redoks


Reaktan : Ag2O, NH4OH
Produk : [Ag(NH3)2]+,OH-
Spektator :-
R. Molekul : 2[Ag(NH3)2]OH(aq) + C6H12O6(aq)  C6H12O7(aq) + Ag(s) + 3NH3(aq) + H2O(l)

R. Ion : 2[Ag(NH3)2]+ (aq) + OH-(aq) + C6H12O6(aq)  C6H12O7(aq) + Ag(s) + 3NH3(aq) + H2O(l)

Jenis reaksi : Reaksi redoks

R. Oksidasi : C6H12O6(aq) + H2O(l)  C6H12O7(aq) + 2H+ (aq)+ 2e Eo = -0,521 V

R. Reduksi : 2Ag+(aq) + 2e  2Ag(s) Eo = +0,153 V+

R. Redoks : C6H12O6(aq) + H2O(l) + 2Ag+(aq)  2Ag(s) + C6H12O7(aq) + 2H+ (aq) Eo = -0,368 V

Kesimpulan:
Cermin perak dapat dibuat melalui uji
Tollens pada lartan gukosa, ion Ag+ akan
direduksi mejadi Ag(s)