Anda di halaman 1dari 9

TAX HAVEN COUNTRY

1. Sukmawati Akmal (02271611034)


2. Mareta Ayu Agustina (02271611052)
3. Indra Abdul Rony (02271611
4. Nurmi (02271611114)
5. Fatmawati (02271611
6. Ochi (02271611
7. Nurwaida (02271611
Pengertian Tax Haven Country

Tax Haven Country (Negara Surga Pajak) adalah


merupakan suatu istilah yang menyatakan bahwa
sebuah negara atau teritori yang menjadi tempat
berlindung bagi para pembayar pajak sehingga para
pembayar pajak ini dapat menghindarkan
pembayaran pajaknya.
Dalam UU PPh terbaru, tax haven disebut-sebut sebagai
alat menghindari pajak yakni dalam pasal 18 (3c) UU PPh
tahun 2008 sebagai berikut :

"Penjualan atau pengalihan saham perusahaan


antara (conduit company atau special purpose
company) yang didirikan atau bertempat
kedudukan di negara yang memberikan
perlindungan pajak (tax haven country) yang
mempunyai hubungan istimewa dengan badan
yang didirikan atau bertempat kedudukan di
Indonesia atau bentuk usaha tetap di
Indonesia dapat ditetapkan sebagai penjualan
atau pengalihan saham badan yang
didirikan atau bertempat kedudukan di
Indonesia atau bentuk usaha tetap di
Indonesia."
Ciri-Ciri Tax Haven Country
1 2
Sebuah negara, negara bagian atau Sebuah negara yang
yurisdiksi dalam suatu negara yang: menerapkan tingkat pajak
• Menerapkan tariff pajak rendah yang relative lebih rendah
bahkan 0%, dibandingkan negara lainnya,
• Tidak transparan dalam
pemberian pelayanan
admisnitratif dan legislative,
terutama menyangkut masalah 3
keuangan,
• Memberikan struktur pajak Suatu negara dengan tarif
istimewa hanya kepada pajak rendah bahkan 0%,
perusahaan asing saja, tetapi disertai layanan jasa
tidak memberikannya kepada keuangan dan hukum dengan
penduduk dan usaha lokal, kerahasiaan tinggi bagi bagi
• Menerapkan peraturan yang tidak 1 warga dan perusahaan asing.
memungkinkan pertukaran data
Apakankeuangan dengan
corporate pemerintah
governance index
negara lain;
berpengaruh sertaterhadap
negatif dimaksudkan
biaya
semata untuk menarik investasi
ekuitas?
asing.
Suatu negara/wilayah dapat dikategorikan sebagai Tax
Haven Country, menurut Organisasi Kerja Sama Ekonomi
dan Pembangunan (Organisation for Economic Co-
operation Development/OECD), jika memenuhi salah
satu faktor:

• Pajaknya sangat rendah, bahkan tidak ada


pajak yang dikenakan, dengan tujuan untuk
menyediakan negara/wilayahnya sebagai
negara/wilayah tempat pelarian warga asing
yang akan menghindarkan pajak.
• Memiliki fasilitas perlindungan yang sangat
ketat terhadap informasi nasabah.
• Tidak adanya transparansi dalam operasi tax
haven tersebut.
Dalam konteks perpajakan
Internasional, ada berbagai skema
yang biasa dilakukam oleh PMA untuk
melakukan penghematan pajak yaitu
dengan skema seperti:

Transfer pricing Thin capitalization

Controlled foreign
Treaty shopping
corporation (CFC)
Potensi Masalah dan Alternatif Pemecahanya

1. Personal Residency,
Menurut buku Tolleys Tax
2. Trading And Other Business Activity,
Havens (2000) ada empat cara
3. Asset Holding,
untuk melakukannya. 4. Financial Intermediary,
Contoh Kasus:

“X Ltd. Yang didirikan dan berkedudukan di


negara A, sebuah negara yang memberikan
perlindungan pajak (tax haven country),
memiliki 95% saham PT X yang didirikan
dan bertempat kedudukan diindonesia. X
Ltd. Ini adalah suatu perusahaan antara
(conduit company) yang didirikan dan
dimiliki sepebuhnya oleh Y Co., sebuah
perusahaan di negara B, dengan tujuan
sebagai perusahaan antara dalam
kepemilikannya atas mayoritas saham PT
X.”