Anda di halaman 1dari 16

Vertigo

Oleh:
Mia Mevi Charolina
201810401011003

SMF ILMU TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN


RSUD GAMBIRAN KEDIRI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2019
Definisi

– Sensasi gerakan atau rasa gerak (perasaan berputar) dari tubuh atau lingkungan
sekitar yang diikuti dengan gejala penyerta, yang disebabkan oleh gangguan
keseimbangan tubuh oleh berbagai keadaan atau penyakit
– Merupakan suatu symptom
– Gangguan dari AKT (Vestibular, Visual, Propioseptif)
Etiologi

Vestibulum
Eight nerve
Retikulum dari batang otak
Tabes dorsalis
Imagination vertigo
Generalized illness
Opthalmic disease
AKT ada 3 reseptor :
1. Vestibulum
2. Propioseptik
3. Mata

Gangguan AKT:
1. Vestibulo-kortek : vertigo
2. vestibulo-visual : nistagmus
3. vestibulo-spinal : ataksia
Klasifikasi berdasarkan
kejadian :

– Vertigo spontan
Timbul tanpa stimulasi dari luar, melainkan dari kelainan
penyakit itu sendiri
– Vertigo posisi
Timbul saat perubahan kepala, kelainan servikal
– Vertigo kalori
Timbul saat pemeriksaan test calori
Klasifikasi Berdasarkan etiologi:

VERTIGO

Vestibuler Non-Vestibuler

Sistem Vestibuler Sistem Visual Sistem


somatosensorik
(propioseptik)

Sentral Perifer

Labirin: BPPV, Meniere,


- Batang Otak - Labirin ototoxic, labirintis
- Otak - N. Vestibularis N. Vestibularis: neuritis,
neuroma akustikus

Infark brainstem, tumor otak, radang otak,


insufisiensi a.v. Basiler, epilepsi
Gejala Klinis

– Gejala subjektif: pusing berputar, kepala terasa ringan, rasa terapung, terayun,
mual
– Gejala objektif: keringat dingin, pucat, muntah, sempoyongan waktu
berdiri/jalan, nistagmus. Gejala dapat diprovokasi perubahan posisi kepala
– Dapat disertai gejala kelainan organ lainnya
Selama pergerakan Gangguan vestibuler perifer
kepala (bilateral vestibular loss)
Beberapa detik
Gangguan vestibuler sentral
Saat istirahat
dan vertigo psikogenik
Tergantung pada
DURASI VERTIGO Beberapa menit Benign paroxysmal positional
posisi
vertigo
Tidak tergantung pada
posisi Gangguan vestibular sentral

Intensitas Gangguan vestibular perifer


Beberapa jam
berkurang (vestibular neuritis)
hingga hari
Intensitas
Gangguan vestibular sentral
meningkat
Tipe Perifer Tipe Sentral
Bangkitan vertigo Lebih mendadak, Lebih lambat, konstan
intermiten
Derajat vertigo Berat Ringan
Lamanya Episodik, terkait gerakan, Konstan, bervariasi
<2-3 hari
Arah nistagmus Satu arah Bervariasi

Aksis nistagmus Horizontal/rotatorik Horizontal, vertikal, oblik, atau


rotatorik
Pengaruh gerakan kepala (+) (-)

Gejala otonom (mual, muntah, (++) (+)


keringat)
Gangguan pendengaran (tinitus, (+) (-)
tuli)
Tanda fokal otak (-) (+)
DIAGNOSIS

– Anamnesis :
- Vertigo
- Gejala kelainan vestibular lain
- Gejala otonom
- Keluhan neurologis
- Pemakaian obat vestibotoksik
- RPK : Meniere disease
Pemeriksaan fisik

1. Kepala dan leher: termasuk pemeriksaan saraf kranialis


2. Telinga, hidung tenggorok
3. Pemeriksaan khusus (bertujuan untuk menentukan lesi sentral dan perifer)
– Fungsi vestibuler / serebellar: tes dix hallpike, tes kalori, tes romberg, tes tunjuk
jari
– Fungsi pendengaran: garpu tala
Pemeriksaan Penunjang

o CT-Scan/ MRI
o Audiometri / BERA
Tatalaksana

– Terapi kausal sesuai dengan penyebab


– Terapi simptomatik:
- Ca-entry blocker: flunarizine (dosis: 3-10mg/hari, 1x)
- Antihistamin: dimenhidrinat (dosis: 3x50mg), betahistin mesilat (dosis: 3x6mg),
cinnarizine (dosis: 3x25 mg  gangguan serebral dan vestibular, 3x50mg 
gangguan perifer)
- Antagonis kalsium : Fenotiazine = Chlorpromazine (3x25mg)
- Simpatomimetik : efedrik 4 x 10-25mg
- Terapi simptomatik otonom (misal: muntah): metoclopramide (dosis: 3x10mg)
- Penenang : diazepam 2x2mg
Thank
You